
Semua tidak berlanjut lagi setelah kejadian itu, arena dunia di tutup untuk waktu yang lama. Bahkan kerusakan-kerusakan yang parah, serta pembersihan bagian-bagian bawah arena. Menetralkan semuanya dan memastikan bahwa bakteri itu benar-benar musnah.
Di rumah, Marie bahkan memaksaku untuk mencoba menggunakan kostum ciptaannya. Aku bertanya tujuan hal seperti apa ini, namun dia tidak menjawab ku.
Huffh...
Aku menghela nafas panjang.
Lagi-lagi melakukan hal-hal konyol, ini bahkan hampir terjadi setiap hari, di paksa dan di siksa oleh kemauannya, tampaknya aku sudah terbiasa. Lagipula, aku memang menerima semua ini sejak awal.
Sekarang, aku memakai sebuah jubah hitam dengan kerah yang panjang. Tapi jubah ini terlihat bagus, dan aku tidak tahu bagaimana, ini benar-benar jubah yang sama dengan milik Fyrena.
Hanya dengan mengenakannya dan melihat diriku ke arah cermin, aku merasa menjadi seperti Fyrena. Tapi aku tidak punya tanduk.
"Tunggu. Dimana tanduk ku? Bukankah iblis punya tanduk?"
Ting!
"Nah!! Akhirnya aku menemukan sesuatu yang cocok! Tanduk ini juga cocok untukmu dan jubahnya, bagiamana?" Ucapnya dengan berkacak pinggang.
Marie seperti menunjuk pada kepalaku tadinya, kemudian menciptakan tanduk cosplay dengan cepat. Aku tidak merasakan apapun, dan ini di luar dugaan lagi, aku benar-benar memiliki tanduk yang mirip dengan Fyrena. Tapi sepertinya gaya rambut kami sedikit berbeda.
"Marie."
Marie: "Apa?"
"Bagaimana kamu bisa menemukan ide untuk kostum ini? Siapa yang memberikannya padamu?"
Marie: "Ini kuciptakan sendiri lho, dan ini ideku, tidak ada siapapun yang bisa membuat jubah iblis keren ini. Aku akan menetapkannya sebagainya jubah raja iblis untukmu."
"Terdengar konyol."
Setelah itu, dia bahkan memukul kepalaku dengan keras dan marah hanya karena aku tidak memberi kesan baik pada karyanya. Tapi, aku juga suka membuatnya marah, ini terlihat sedikit lebih baik daripada wajah aneh nya itu.
Tapi, aku mengatakan padanya dengan serius setelah itu, bahwa ini adalah kostum yang sama persis dengan jubah yang di pakai oleh Fyrena. Ekspresi nya berubah drastis, langsung bertanya-tanya padaku apakah benar adanya.
Aku bahkan masih ingat bagian-bagian pada jubah Fyrena, seperti bagian motif ungu di kaki kanan dan bagian ungu lainnya seperti aliran urat di tangan.
"Eh, Tampaknya aku terlihat keren dengan ini, ekhem ... sebenarnya bagus."
Marie: "Benarkah? Benarkah?"
Dengan rasa gembira karena pujianku, dia tiba-tiba mengubah pakaiannya menjadi pakaian merah itu lagi. Tapi aku benar-benar penasaran dan mungkin mencoba melakukan hal yang sedikit lancang lagi kali ini.
"Humm? Apa yang kamu lakukan?"
Marie: "Menggunakan kostum ratu iblisku, ada apa?"
Aku langsung mendekat tanpa balasan, dan kedua tanganku ku pegang erat pada kedua tanduk di kepalanya itu, aku menarik nya ke depan dan ke belakang, bahkan postur tubuhnya mengikuti arah tarikanku.
Marie: "Apa yang kamu lakukan?!?! Hentikan."
"Jadi ini tanduk asli juga? Kupikir semacam tanduk cosplay sepertiku."
Marie: "Jangan bodoh, ini tanduk asli, betapa kurang ajar nya dirimu!"
Aku bahkan di lontarkan dengan kata yang pedas, gadis ini aneh, aku bahkan menyentuh tubuh nya tanpa pakaian, sangat dekat, dan dekat tanpa balasan marah atau apapun, tapi ketika tanduknya di tarik seperti itu, dia bahkan marah."
"Hanya menarik tanduk lho."
Marie: "Ya, hanya menarik, tapi kamu terus menarik ke depan dan ke belakang terlalu lama!"
Setelah mendengar alasannya, kupikir aku tahu sekarang, kenapa dia marah padaku. Tapi itu hanya sesaat, suasana hatinya membaik lagi hanya dalam semenit.
Bahkan setelah membawaku ke ruang tengah rumah ini. Wanda dan Eugene benar-benar terpanah melihat kostum ini, sepertinya mereka juga menyukainya.
Tiba-tiba, kami terpindah ke sebuah ruangan yang tidak terlalu gelap. Seperti sebuah mansion tua. Ketika aku bertanya dimana, dia mengatakan, tempat mengambil gambar yang mungkin sempurna.
Seorang lelaki memberikan berkepala kambing dengan setelan jas hitam datang lagi, Marie bahkan memerintahkannya untuk berdiri di depan kami. Katanya, aku hanya perlu melihat ke arah budak iblis ini. Jadi aku mengikuti pandangannya, tanpa pose apapun, aku benar-benar mati gaya saat ini.
Rasanya pikiranku menjadi tidak-tidak, melayang kesana kemari, ketika dia memelukku.
Pria berkepala kambing ini kemudian di ubah Marie menjadi sebuah energi cahaya, dimana cahaya merah itu berubah lagi untuk memproyeksikan sebuah gambar dengan bingkai nya.
Dia memindahkan kami berdua kembali ke rumah, bahkan sebuah gambar dengan bingkai melayang di udara sekarang, berusia foto kami berdua menggunakan kostum raja iblis.
Tapi, sejujurnya foto ini terlihat bagus.
Dan hari-hari konyol ku masih tetap berlanjut seperti biasanya.
Minggu depan kemudian...
Aku tetap berangkat ke sekolah, menjalani hari-hari ku, bertemu teman-teman kelasku, terutama makan burger daging naga iblis.
Semakin banyak yang mereka baca, maka akan semakin banyak yang mereka mengerti tentang sihir iblis.
Seperti bagaimana menciptakan sihir ledakan, menciptakan lingkaran sihir sempurna dari rune. Atau bahkan mempelajari banyak sihir lain yang membantu.
Tidak banyak orang yang mengetahui kemampuan sejatiku. Lagipula, aku selalu menyesuaikan kekuatan ini, menekannya tetap berada di dal diriku.
Bagaimana tragedi itu berakhir, aku berhasil membunuh dalang nya. Untuk mereka yang masih kubiarkan hidup, mereka bisa kembali ke dunia asal mereka. Karena pertandingan dunia antar akademi dunia iblis telah berakhir.
Sejujurnya, kepala sekolah kecewa berat tahun ini, dia benar-benar mengharapkan ku untuk bertanding demi sekolah ini, tapi aku bahkan tidak bertanding satu pertandingan pun. Hanya menyerahkan semuanya bagian-bagian awal pada Leon dan Eiji.
Sayangnya bagian-bagian akhir yang harusnya menjadi spektakuler malah hancur berantakan. Dan selesai begitu saja. Arena mungkin akan di buka lagi tahun depan, karena sudah jelas mereka mungkin tidak akan menyelenggarakan kejuaraan kedua dalam kurun waktu dua atau tiga bulan.
Keuntungan arena yang begitu banyak, sebenarnya enam puluh persen nya telah di arahkan untuk perbaikan. Dan sisanya tetap pada administrasi keuangan nya, arena ini bahkan harus membayar pajak setiap tahun, tidak kusangka, ternyata dunia ini sama saja dengan dunia manusia, mereka mengambil pajak atas setiap bangunan.
Sepertinya tahun ini memang buruk. Alam iblis kehilangan ribuan peserta-peserta dengan sihir berbakat. Butuh satu atau dua tahun lagi untuk mengumpulkan peserta-peserta berbakat dari berbagai dunia.
Dan terutama kepala sekolahku, dengan ekspresi bodohnya itu, dia terlihat seperti ingin menangis, dia bilang, bahwa dia sudah berharap untuk melihat debut ku, namun semua berakhir seperti ini.
Setelah kejadian itu, sebenarnya aku menemukan kembali semua temanku pada lokasi evakuasi yang cukup jauh dari arena termasuk teman kelasku, dan guruku. Tapi, aku tidak tahu kemana pergi nya Eiji, dia menghilang begitu saja tanpa kabar selama hampir empat hari.
Hari ini, dia akhirnya datang ke sekolah. Seperti bagaimana tampilannya biasa, mata merah dengan rambut kuning keemasan. Wajahnya terlihat pucat dan tidak gembira seperti biasanya.
Dia datang mendekatiku, setelah melihat wajah murung itu, aku tak bisa menahan diriku untuk tidak bertanya ada apa.
Jadi, menerima pertanyaanku, dia memandangku kembali dengan jawaban bahwa dia baik-baik saja, namun mencoba untuk tersenyum padaku seperti biasanya.
Mungkin saja dia memiliki beberapa masalah pribadi atau mungkin dengan keluarganya, aku tidak berhak untuk mencampuri urusan itu, jadi biarkan saja.
Di bawahan teduhan pohon rindang yang di tembus oleh beberapa cahaya matahari, nampaknya kami kedatangan dua orang lagi yang bergabung di meja ini, Leon dan Chester.
Marie bilang bahwa ini membosankan, dia hanya ingin berada bersamaku. Menarik lenganku untuk pergi meninggalkan mereka semua.
"Aiden, ayo pergi ke tempat lain, aku bosan."
Ucap nya sambil menarik-narik tanganku.
Leon: "Eh? Sudah mau pergi yeah, padahal kami baru saja datang lho."
Marie: "Aku tidak peduli denganmu!"
Leon: "Hah? Langsung marah begitu saja? Aku bahkan tidak berbicara padamu."
Marie: "Aku tidak peduli! Dan kamu! Berani-beraninya kamu menatapku, aku akan membunuhmu." Ucapnya pada Chester.
Chester: "Wow! Wow! Aiden, lihatlah, pacarmu ini benar-benar galak, aku bahkan tidak melakukan apa-apa.
"Dia bukan pacarku, sepertinya kalian salah paham, kami hanya teman, oke?"
Marie: "Apa!?!?"
Habislah sudah, sepertinya aku mencoba membela diriku, mengeluarkan kata-kata yang membuatnya marah dan akan menyiksa ku lagi di rumah.
"Maaf, teman-teman."
Kemudian aku menggunakan isyarat tubuh kepada mereka, bahwa aku sedang dalam bahaya jika aku tidak memenuhi keinginan gadis ini. Mereka tentu saja paham akan isyarat tubuh yang pernah ku tunjukkan sebelumnya, termasuk isyarat mulut untuk menyampaikan sesuatu.
Sifatnya benar-benar sulit untuk ku bantah, benar-benar memaksakan kehendaknya. Aku terpaksa meninggalkan Leon dan Chester yang baru saja datang.
"Lepaskan, apa yang kamu mau?"
"Aku hanya ingin ada kita berdua saja, tidak perlu ada yang lain, mereka tidak berguna, tahu."
Aku tidak tahu lagi, kemana harus pergi. Aku bahkan tidak ingin pergi ke taman kanak-kanak dan bermain bebek yang berputar-putar itu. Entahlah, aku tidak tahu apa namanya, itu lebih mirip seperti benda yang di tumpangi anak kecil berumur lima tahun.
Benda itu berjalan di kontrol dengan sihir kecil, membawa anak-anak kecil kesana kemari di taman untuk bersenang-senang. Tapi ini adalah waktu sekolah, aku bahkan tidak boleh meninggalkan akademi begitu saja.
"Marie, kamu tahu, jika ada sesuatu yang menyenangkan, mungkin itu adalah hal-hal di dunia manusia."
"Huh? Manusia lagi, manusia lagi, memangnya menyenangkan?"
"Tentu, ingin mencobanya?"
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sini, terkecuali aku pergi bersamamu, maka dari itu, aku tentu saja akan ikut." Ucapnya sambil berkacak pinggang lagi.
"Benarkah?"
Marie: "Tentu, kemana pun itu."
Kupikir inilah saatnya, menggabungkan kesenangan hidup ku. Aku memiliki sihir, sihir dari kekuatan atas keinginanku, aku hanya perlu menciptakan portal untuk pergi ke dunia manusia dan memperkenalkan pada Marie, apa itu internet.