Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 36 : Change Gender




Terlihat dari dalam cahaya malam yang menembus masuk di antara tirai-tirai yang tidak tertutup rapat mulai meredup, kegelapan menyelimuti seluruh langit dunia iblis, membuat semua yang berada di luar segera masuk ke dalam rumah mereka atau tempat mengungsi yang ada.


Bunyi kilatan sudah terdengar dari suatu tempat yang entah dari mana, itu sangat cepat. Hingga bunyinya berasal dari atas. Itu sudah pasti. Sebuah petir hitam yang bukan hi hasilkan dari awan gelap, tapi sebuah petir dari luar angkasa yang entah darimana, tapi petir itu


jelas akan mengguncangkan seluruh dunia iblis.


Bahkan petir itu sudah datang dan menyambar benda-benda angkasa yang mirip besarnya bagaikan Izar atau lebih besar dari Izar. Bunyi yang sampai hanya pecah di langit, kilatan hitam itu tidak datang. Dia hanya berpisah di langit, menyebar ke segala arah seperti di batalkan begitu saja.


"Aku tau kamu tidak bisa."


Mendengar ucapan itu, Marie kemudian memegang dadanya, berlutut dan berjalan perlahan ke tempat tidur, membanting dirinya kesana.


"Kamu benar! entah kenapa."


"Tapi kamu bisa membunuhku kan? Hanya saja kamu tidak menginginkannya, kenapa kamu tidak membunuhku?"


"Karena aku menyukaimu."


Keadaan menjadi serius tiba-tiba dan begitu hampa, Aiden tahu bahwa Marie tidak mungkin akan menyerangnya sampai menghilangkan nyawanya. Sifat nya ini hanyalah gertakan agar orang-orang takut padanya. Tapi Aiden segera mencari cara untuk mengubah suasana, dia duduk juga di tempat tidur bersama Marie yang berbaring."


"Kali ini aku akan menurutinya."


"Aku adalah Aiden Leonore, mengatakan bahwa jika aku bertemu raja iblis itu lagi, aku akan menikahinya. Wajah cantik nya yang jahat membuat jantungku berdebar kencang setiap berada di dekatnya."


"Ouh, kurasa kalimatku cukup bagus, apakah itu bisa di terima nona?"


Wajahnya segera senyum seketika, dia berdiri dari posisi tidurnya, mencubit wajah Aiden dengan perasaan gemas.


"Ihhhh!!! Kamu akhirnya mengatakannya, aku sangat senang, tapi kalimat ini harus di tepati, karena aku sudah memancingmu untuk mengatakan ini dan membuat pernyataan alam iblis yang tidak boleh di langgar, kamu harus menepatinya suatu saat nanti, mungkin ketika kamu sudah menjadi raja iblis."


"Hmmm, begitu ya, tapi jika aku tidak akan mau? Aku yakin kamu tidak tega untuk membunuhku."


"Hufftt ... mau bagaimana lagi?"


"Bagaimana jika kita menghilangkan status teman antara Aiden dan Marie?"


"Apa maksudmu?"


"Aku adalah Aiden akan menjadi sang bocah pemilik rumah ini, dan Marie si raja iblis aneh yang menyamar akan mengisi posisi sebagai pengasuh atau mungkin ibuku."


"Bukankah itu terlihat lebih bagus? kenapa kamu baru memikirkannya sekarang?"


"Karena kita mulai memiliki keakraban satu sama lain. Lagipula kamu itu sok akrab padaku, dan ummm sekarang aku akan melanjutkan keinginan untuk menjadi wanita, biarkan aku tidur di pangkuanmu."


Aiden tidur di pangkuan Marie seperti waktu itu, mengusap-usap kepalanya, menarik-narik rambut itu seperti rasanya ingin tertidur dan mengucapkan "Marie aku sangat mencintaimu, menikahlah denganku dan jadilah ratuku" karena kalimat itu baru di ucapkan sebanyak 946 kali, tersisa 54 kali lagi dan dia bisa menemukan keinginannya untuk mencoba menjadi wanita sesaat seperti yang di janjikan Marie.


Sampai pada akhirnya, dia berhasil mengucapkan seluruh nya namun Marie menghitung setiap yang di ucapan Aiden. dengan benar, dan berhenti pada 999 kali ucapan, tersisa satu ucapan lagi untuk yang terakhir.


"Satu kalimat terakhir lagi."


"Oh ayolah! Aku lebih suka membiarkan angka itu menjadi tiga angka dengan sembilan, sembilan dan sembilan, rasanya aneh jika harus sampai mencapai batasnya."


"Hum, baiklah~ menjadi wanita yeah."


"Jangan ubah aku sekarang, kamu bisa mengubahku besok pagi ketika aku pergi kembali ke akademi, aku akan menipu Eiji, TcihiahaHAHAHAHA!!"


...


Pagi di hari esok tiba...


"Sudah selesai?"


"Ayo mulai!"


Kemudian Marie menarik sehelai rambut Aiden, membuatnya menjadi sehelai yang sangat panjang, kemudian bersinar menjadi seperti rambut emas yang panjang nya tidak terbatas. Benang panjang biru terus berputar dari atas sampai ke kaki Aiden, menciptakan cahaya emas menyilaukan yang tidak bisa di tembus oleh mata bisa.


Benang emas tidak terbatas akan segera pudar, cahaya silau akan segera redup, dan saksikanlah penampilan wanita dari Aiden Leonore.


TADAHHH!!


"Sudah selesai~"


"Sudah selesai? Hmm, cukup cepat."


Dia kemudian pergi ke cermin kamar untuk melihat seperti apa rupanya jika dia menjadi wanita, emosi yang meningkat drastis membuatnya benar-benar merasa takjub atas kemampuan yang di lakukan Marie.


"Aghhh!! Aku sangat cantik! Bisakah aku mencintai diriku sendiri??"


"Tidak! Kamu tidak boleh menjadi stress seperti itu, kamu adalah lelaki."


"Baiklah, ini luar biasa, tolong perpanjang dari lima menit menjadi waktu sampai sepulang sekolah."


"Kenapa kamu mengubah? Aku yang menetapkan."


"Oh ayolah, ibu muda, nona iblis, atau ratu iblis mulia cantik di hadapanku, tolong kabulkan permintaanku." Dengan wajah bodoh.


"Hentikan itu, baiklah aku akan mengabulkannya, tapi jangan meminta seperti itu, benar-benar membuatku ingin muntah."


Aiden tertawa begitu jahat di dalam hatinya, kali ini dia bisa membuat pikirannya tidak bisa lagi di baca oleh siapapun jika dia menginginkan rencana baru. Trik untuk meminta belas kasihan.


Sejak dari dunia lama, dia sudah pandai dalam berpura-pura di sekolah, seperti berpura-pura memasang wajah lesu bagaikan orang sakit. Mengambil surat izin pulang ke ruang guru, bahkan membohongi kepala sekolah dengan mudah hanya menggunakan wajah palsu itu.


Pulang hanya karena bosan dengan pelajaran dengan alasan sakit yang bisa di terima dengan layak.


Kemudian Aiden dalam bentuk wanita mengubah sesuatu di depannya menjadi robekan dimensi hitam, belahan ruang yang mengeluarkan tangan-tangan hitam dan merobek ruangan.


"Aiden, sejak kapan kamu bisa melakukan itu?"


"Sejak awal aku menjadi manusia, tentu saja di dalam mimpiku."


Bagian hitam yang begitu gelap di dalam, namun di sisi lain robekan itu adalah pemandangan akademi, dia.hanya perlu masuk dari sini dan sudah berpindah ke lingkungan akademi. Ini mudah, hanya perlu beberapa langkah kaki. Marie mulai mengerti, sepertinya kekuatan Aiden mulai terbuka dan terbuka setiap hari, dia akan melihat sejauh mana kemampuan itu akan meningkatkan semasa menjadi iblis biasa.


Suara-suara yang kacau menutup celah ketika dia sudah sampai disana, membuat tangan-tangan itu masuk kembali ke dalam kegelapan, dan membuat robekan kembali menjadi sesuatu yang tidak ada.


Hari ini dia tidak pergi ke dalam kelas, karena merencanakan sesuatu untuk mempermainkan Valerie, dan banyak orang lagi. Bahkan ibu perpustakaan melihat gadis baru ini.


"Apakah kamu gadis baru di sekolah ini?"


"Aku masuk di kelas satu, dan itu sejak awal. Mungkin saya belum pernah ke perpustakaan ini atau berisi di lingkungan ini sedikit pun."


"Begitu yah."


Setelah berbincang beberapa saat selain ini pada ibu perpustakaan, dia segera pergi ke tempat dimana biasanya dia membaca, bagian paling belakang di banyaknya lemari buku, disana sebenarnya salah satu bagian-bagian buku fiksi ciptaan penghuni dunia ini.


Mereka menciptakan kisah fiksi dimana iblis bisa menjadi pahlawan, dan manusia adalah antagonis sejati dalam kisah mereka. Namun bukan hanya manusia, dewa juga seringkali menjadi antagonis yang di benci di dalam fiksi oleh kebanyakan iblis. Banyak dewa yang begitu sombong karena kemampuan mereka, berpikir mereka berada di alam dewa, suatu tempat yang lebih tinggi daripada dunia iblis dan manusia.


Valerie bahkan tidak melihat Aiden di dalam kelas, melihat ke seluruh ruang sekolah dalam sekejap, tidak ada keberadaan Aiden disini, yang ada hanyalah sosok gadis baru yang seperti memilki kesan terhadapnya, rasanya seperti pernah bertemu gadis itu.