Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 195: He Is In Perfect Line



Sambil kembali masuk ke mobil dan memegang kemudi, Dareen sudah merasa terlalu tegang, dia ketakutan, rasa panik memenuhi dirinya, entah apalagi yang akan dilakukan Aiden diluar semua skenario yang disepakati, karena Aiden hanya mengatakan bahwa dia ingin menghancurkan keluarga orang-orang ini. Namun nyatanya tidak seperti itu.


Saat-saat sebelum mereka melintasi Perbatasan kota, Aiden meminta agar Dareen tetap tenang, dia juga ingin Dareen mematikan semua kamera yang akan menampilkan mereka. Dareen hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan.


Kemudian dia bertanya, "Kemana kita akan pergi?"


"Gereja." jawab Aiden.


"Apa yang ak—"


Kalimat Dareen dipotong seketika.


"Kamu bisa mengemudi mobil?" tanya Aiden dengan wajah serius.


"Bisa, tapi aku kurang yakin." jawab Dareen.


"Apa yang membuatmu kurang yakin?"


"Aku tiba-tiba saja merasa aneh, perasaanku tidak enak." jawab Dareen lagi dengan perasaan yang sangat gugup.


"Kalau begitu lawan rasa takutmu."


Setelah melaju lebih dari enam belas kilometer menuju perbatasan kota, Aiden tidak jadi bertukar posisi kemudi dengan Dareen karena dia begitu gugup dan gemetar, mobil ini bisa saja celaka dan terhenti di tengah jalan. Dia bisa menabrak sesuatu kapan saja.


Aiden terpaksa menancap gas sebisa mungkin dari kejauhan sebelum mendekati perbatasan kota. Tidak peduli jika mobil ini memiliki plat nomor atau tidak, mobil ini akan dikorbankan untuk menerobos semua polisi keamanan perbatasan kota.


Dareen telah berhasil menyabotase setiap kamera di kota pada awalnya, termasuk seluruh bagian perbatasannya, perangkat miliknya sempat terdeteksi disuati tempat, maka dari itu, tidak hanya polisi keamanan yang menjadikan mereka buronan, polisi cyber juga memburu Dareen dan kelompoknya. Tapi Aiden menghargai semua kekuatan mereka.


"Bersiaplah, Dareen."


"Apa yang kamu lakukan?!"


"Melakukan sedikit benturan."


Kecepatan mobil dimaksimalkan hingga mmenabrak palang jalan. Tidak hanya palang jalan, mobil-mobil polisi yang menghalang juga akan di tabrak untuk menerobos ke jalan berikutnya.


Para polisi perbatasan kemudian melaporkan ke kantor polisi pusat dengan catatan mobil sedan hitam tanpa plat nomor menerobos pos berbatasan dan merusakkan 2 mobil. Beberapa mobil polisi dari pos perbatasan terdekat juga dikirimkan untuk melakukan pengejaran secepatnya. Mereka melintasi Recano Road yang akan menghubungkan langsung Rebbeca dengan kota Eightcloud.


Perjalanan menuju kota itu membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Tapi tujuan mereka bukanlah kota itu. Aiden masih terus melaju dengan mobil yang mereka kendarai dalam keadaan rusak parah di bagian depan. Dareen yang gemetar hanya bertanya, "Darimana kamu belajar mengemudi seperti ini?"


Aiden menjawab, "Dulu, aku hanya mengamati pamanmu, kini aku melakukan praktik langsungnya."


Bunyi sirene polisi kemudian terdengar dari belakang dengan cepatnya. Dareen segera melihat spion dengan tatapan kecilnya dan akhirnya berbalik badan untuk dapat melihat sepenuhnya bahwa mobil-mobil polisi itu kini mengejar mereka.


Aiden hanya diam sambil melihat kaca tengah dan memikirkan cara untuk menyingkirkan polisi pengganggu itu satu persatu. Saat mobil-mobil itu sudah cukup dekat, mereka meluncurkan tembakan untuk berusaha menembak ban mobil. Aiden terus berusaha untuk menyeimbangkan kendali di antara keramaian mobil-mobil truk antar kota. Jika satu mobil truk besar tumbang, kemungkinan akan menutup semua jalur antar kota ini dengan tabtakan beruntun yang dihasilkan.


Ada dua mobil polisi yang sudah begitu dekat, salah satunya menabrak body belakang mobil Aiden hingga menghasilkan sebuah benturan. Mobil yang satunya berpindah lajur untuk menyalip dari kiri, namun Aiden memanfaatkan mobil trailer didepannya, dia ingin menghancurkan keduanya dengan masuk ke dalam kolong mobil trailer itu, namun mobil ini tidak sependek mobil lainnya.


Jadi ada satu hal lagi yang bisa di manfaatkan, Aiden terus mengemudi dengan sedikit menurunkan kecepatan agar mobil polisi dibelakangnya mendempet, hingga persimpangan Y, Aiden menancap gas penuh untuk berbelok ke jalan kiri dan menyalip mobil trailer besar di sampingnya, akibatnya satu mobil polisi disingkirkan dengan cara memancingnya untuk menabrak pembatas persimpangan Y.


Kini tersisa 4 mobil lagi, yang paling dekat adalah yang berada di lajut kiri, mobil-mobil polisi ini memang begitu cepat. Melaju sambil memasuki terowongan jalan besar yang memotong gunung, Dareen terus gemetaran dan mengatakan bahwa rasanya dia akan pingsan.


"Tenanglah, aku akan memutar musik untukmu." ucap Aiden sambil menyentuh pemutar musik mobil.


"Kamu tahu, aku mengenal banyak jenis musik, setiap musik juga dinikmati berdasarkan liriknya dimana ketika kamu mengerti arti dari liriknya kemudian Memusatkan jiwamu pada setiap nadanya akan memacu adrenalin." ucap Aiden sambil menyalakan musik dan memasuki terowongan.


"Persetan dengan omong kosong itu, aku sangat mual." ucap Dareen sambil terus melirik kaca spion dari kejauhan, dia tidak dapat bersandar di kursi mobil dengan keadaan yang sangat panik.


Waktumu mereka tidak banyak, bahan bakar mobil ini menipis. Jadi Aiden harus menyingkirkan semuanya sekaligus di dalam terowongan ini, dia terus melaju untuk menyalip setiap mobil, bahkan mengikis mobil-mobil trailer besar yang melintas. Setelah melaju sekitar delapan ratus meter di dalam terowongan, Aiden melihat mobil tronton panjang dengan muatan pipa-pipa saluran air yang kemungkinan akan digunakan untuk saluran pipa antar kota.


Aiden membuka kaca di samping Dareen lewat kemudinya saat mendempetkan mobil mereka di samping mobil tronton itu. Kemudian dia memerintah cepat agar Dareen menyingkir dari pandangannya sambil mengeluarkan pistol dan menembak secara tiba-tiba sebanyak empat peluru ke bagian-bagian yang mengikat pipa-pipa di atas truk itu dari sisi kanan.


DAR! DAR! DAR! DAR!


Besi-besi sekaligus rantai pengikat kemudian putus dan akan segera menjatuhkan pipa-pipa dari atas mobil tronton, saat itu juga, Aiden segera menjatuhkan pistol nya ke bawah kaki Dareen dan menancap gas penuh untuk melewati semua kecelakaan itu.


Pada akhirnya, semua pipa-pipa yang jatuh menghantam mobil-mobil di belakangnya termasuk beberapa truk dan bus antarkota yang melintas, kecelakaan beruntun terjadi begitu panjang dengan setiap mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi. Karena kesempatan itulah Aiden dapat menyingkirkan 4 mobil polisi yang tersisa. 300 meter setelah keluar dari terowongan, Aiden harus mengingat kembali rute yang pernah di tunjukkan oleh Razel.


"Huahh!! Itu Gila!!!" teriak Dareen.


Papan besar hijau di atas itu pasti menunjukkan setiap arah-arah kota, yang dia perlukan adalah mencari arah Evoron Village. Dan mencari jalan-jalan pintas yang ada. merubah saluran musik menjadi radio, Aiden menikmati berita dari kekacauan yang dia perbuat. Terasa sangat seru dan menegangkan untuknya.


700 meter melaju di Recano Road yang sama, ada persimpangan X lagi dimana tanda belok ke kiri termasuk arah menuju Evoron Village. Itu adalah tempat menuju ke bagian atas gunung dengan beberapa pemukiman. Namun di sanalah tempat gereja tua yang di ubah oleh kelompok Razel menjadi gereja setan, di balik gunung itu, bahkan tidak ada masyarakat pemukiman yang menyadarinya.


Gereja tua itu telah di tutup sejak 1998 karena tragedi yang disebabkan oleh ritual para pendetanya dalam mencoba memecahkan terjemahan dari kitab misteri yang dipercaya dapat melepas iblis. Kitab itu disalahgunakan oleh para pendetanya dan menghasilkan terjemahan salah, nyatanya, kitab itu bukanlah kitab iblis, namun kitab penemuan di ruang bawah tanah gereja yang ingin diungkapkan asal-usulnya.


Para majelis gereja awalnya menolak untuk menerjemahkan kitab aneh itu dengan bahasa nya yang aneh, pada akhirnya dalam ritual itu, salah satu pendeta kerasukan dan di kendalikan oleh iblis untuk membaca setiap bagian kalimat dari lembaran yang terpisah-pisah. Setiap kalimat terpisah dalam lembaran itu dapat membebaskan iblisnya jika mereka disatukan dan dibaca didalam mantra yang sama.


Tapi setelahnya, Razel akhirnya tumbuh dewasa dan memberanikan diri untuk mencari tahu bagaimana cara membuka kembali gereja itu dan menghindari iblis yang memakan jiwa-jiwa manusia. Karena dia percaya pada kitab Satare miliknya adalah kitab dengan dewa iblis tertinggi.


Sebenarnya ada banyak jenis kelompok penganut agama setan dengan kitab-kitab mereka yang berbeda, ada yang asli, ada yang replika dan ada juga yang diciptakan sendiri dari petingginya karena mempercayai adanya abstraksi gelap yang maha mulia. Setiap kelompok setan memiliki kepercayaan pada iblis yang berbeda.


Kitab Satare adalah kitab yang telah memenuhi sebagian keinginan Razel dengan sihir hitam yang telah dia pelajari, tapi ada puncak dari keinginan itu, yaitu dengan melakukan ritual menuju Haseichta yang merupakan perjalanan dimensi antara hidup dan mati. Jika dia berhasil, maka dia memiliki tiga permintaan yang akan dikabulkan, apapun itu. Segalanya, untuk memenuhi impian terkuburnya.