
Orang itu terdengar mengucapkan kata "Tolong" walau terdengar putus-putus dan tidak jelas, namun aku bisa mengerti jika di pahami dengan baik, dia bergerak semakin dekat pada kami.
Tapi, matanya langsung terbuka dan mengeluarkan beberapa serangga dari sana, bola matanya tidak ada, dia sudah terkena parasit ini hingga ke kepalanya, tapi mungkin otaknya masih bekerja sedikit untuk mengirimi pesan meminta tolong untuk sebagai kata-kata terakhirnya.
Aku tidak tahu lagi, tapi dia sudah mati sekarang, membuat ku terkejut ketika mulut bawahnya robek dan terbuka seperti menjadi dua bagian, mengeluarkan hal-hal yang mengerikan, hal seperti ini mirip seperti vampir dengan mutasi aneh pada film Blade, lebih tepatnya ketika Blade melakukan pertarungan melawan Nomak. Dia seperti ingin memangsa dan menelan ku.
Jadi, aku langsung saja membakar seluruh tubuhnya dengan menjalarkan Flare kecil ke dalam perutnya, dan meledak ke inti tubuhnya sampai ke seluruh kepalanya, mengeluarkan seluruh parasit yang terbakar hingga hancur berkeping-keping.
Aku segera pergi dari sini, menuju ke bagian lain yang benar-benar berisik, rasanya terdengar ke seluruh stadion sedang kacau sekarang, apakah pertarungan terbaik sedang terjadi? Atau mungkin, mahluk-mahluk ini berhasil naik ke stadion para penonton dan membuat kekacauan.
Ketika berpindah langsung, aku berdiri tepat di atas seluruh kubah melihat langsung kekacauan yang sebenarnya terjadi pada arena. Para penonton berhamburan dan saling bertabrakan untuk keluar dari stadion secepat mungkin ketika mahluk-mahluk ini sudah keluar dari bawah tanah.
Aliran keluar ke permukaan dari koridor dan seluruh ruangan peserta yang berada di bawah tanah. Itu berarti, mereka membuat lubang ke atas secara paksa dan menembus arena hingga membuat penonton berlarian kesana kemari.
Aku harus bertindak menciptakan dinding inferno untuk menciptakan dinding antara arena dan kursi tempat para penonton, biarkan mereka semua lari menuju tempat evakuasi. Selagi dinding ini aktif, mereka bisa keluar dengan selamat tanpa ada satupun korban.
Eiji dan lawannya masih berada di tengah arena sambil melawan setiap mahluk itu, akan bahaya jika parasit itu berhasil masuk ke tubuh mereka, bahkan parasit kecil yang lebih kecil dari kutu pun sudah sangat berbahaya.
Saat ini, parasitnya sudah semakin mengganas, dan perubahan nya semakin meningkat drastis tanpa waktu lama. Aku berpindah kembali ke tengah arena bersama Eiji dan lawannya.
"Kalian berdua! Cepat keluar!"
Eiji: "Tapi–"
PLUWHHHSS!
Aku memindahkan mereka ke luar stadion tanpa waktu lama, parasit ini sudah sangat berbahaya dan tentu saja ini sangat mematikan.
The Raven...
Aku mengeluarkan pedang ku, dan melapisinya dengan energi yang sama dari dinding inferno. Kekuatan tebasannya akan membakar benda apapun, tidak peduli itu baja, berlian atau mungkin material sekuat apapun, aku akan membelahnya menjadi dua bagian.
Kalau cuma untuk mahluk-mahluk menjijikan ini ... pasti akan mudah untuk membasmi mereka.
Di detik berikutnya, mereka semua datang berlari untuk menyerang ku, sudah pasti mereka akan memakan ku, terlebih lagi, ada yang memiliki sayap seperti kecoa.
Sialan!! Sejak dulu aku benar-benar geli ketika kecoa terbang kecil saja sudah mengepakkan sayapnya di langit-langit rumahku, hingga di leherku hingga membuatku menciptakan gerakan yang tidak bisa di mengerti atas rasa panik.
Sekarang, muncul mahluk aneh yang bermutasi menjadi kecoa berkepala manusia. Dia terbang dengan cepat ke arahku dengan sayap serangga itu, ketika dia terbang, lendir-lendir kental berwarna kuning kehijauan terus keluar dari mulutnya.
Benar-benar menyedihkan, orang-orang ini pasti sangat tersiksa. Mengaktifkan Inferno Wall itu akan membunuh mereka semua dengan mudah, tanpa perlu menggeser kaki ku satu sentimeter pun dari sini.
Tapi...
Itu hanya akan membutuhkan sedikit waktu lebih lama, walau mereka bergerak atau terbang secepat gerakan singa, tapi masih terlalu lama untuk membuatku menunggu mereka terbakar disini, jadi aku akan bergerak! Bergerak lebih cepat.
Aku mulai bergerak dari tempatku, berlari untuk membunuh manusia setengah kecoa lebih dulu.
BRUAK!!
Aku menebas kepalanya menjadi empat bagian dengan satu tebasan. Seluruh kepalanya terbelah mengeluarkan hal buruk, terlepas dari tubuh serangga dan sayapnya. Dia langsung jatuh seperti mengeluarkan cairan yang benar-benar buruk, Jatuh menabrak daratan seketika.
Masih ada banyak lagi. Jika ini semua adalah ribuan peserta yang memakan ribuan makanan itu juga, maka pertandingan ini akan kacau disini. Harapan dari ribuan dunia iblis hancur karena sebuah virus dan parasit yang tanpa sadar mereka makan.
Mungkin beberapa di antara mereka ada yang bisa mengendalikan kekuatan tubuh dan membunuh virus itu sendiri di dalam tubuhnya, tapi, jika mereka tidak menyadari sesuatu yang mereka makan dengan cepat, maka habislah sudah.
Karena virus itu akan bergerak dan menyebar ke seluruh darah mereka, membuat tubuh mereka melemah, hingga parasit di bagian lain akan berjalan-jalan di tubuhnya, menuju ke bagian otaknya, memakan otaknya, dan menciptakan parasit baru yang lebih berbahaya dan agresif.
Tapi, mereka sekarang benar-benar terlalu banyak, bahkan kepala manusia dengan ribuan tangan aneh di lehernya bergegas menuju ke arahku dengan cepat juga, walau lambat dan lebih dari cacat, tapi aku tidak menyukai yang satu ini.
Berikutnya, aku menebasnya menjadi sepuluh bagian, merobek kepalanya hingga ke seluruh tubuh anehnya itu. Ketika beberapa dari mereka berhenti mengejarku dan memakan mahluk yang barusan ku potong menjadi sepuluh bagian, tidak ku sangka, kalau mahluk ini juga bisa memangsa sesama parasit.
CERAKKSH! CERAKKSH!!
Aku terus menebas dan menghancurkan mahluk-mahluk ini berkali-kali, namun mereka begitu banyak. Hingga sebuah guncangan terasa di bawah tanah, bergetar seperti menuju ke permukaan, semakin kuat dan kuat rasanya.
.....
BRUAGKHHH!!!!
Sosok besar keluar di bagian lain dalam arena ini, keluar dari bawah tanah yang sepertinya bagian lain dari ruang para peserta.
WAAAAAKHHHHHHHH!!!!
Terdengar seperti teriakan menjerit yang kesakitan, suara nya benar-benar keras, sampai membuat seluruh rumput bertiup dan kaca-kaca seperti akan pecah karena suara teriakan mahluk ini, benar-benar nyaring dan keras.
Mahluk seperti sosok kelabang dengan kaki-kaki yang tak terhitung jumlahnya. Kepalanya menjadi sebesar itu, seperti gabungan antara kepala manusia dan kepala kelabang yang benar-benar menjadi mahluk raksasa yang menjijikan dan menggelikan.
Tubuhnya baru saja keluar sebagian ke permukaan, setelah berteriak, kaki-kaki itu langsung bergerak membawa tubuh bagian lainnya naik ke permukaan lebih tinggi lagi.
Tubuhnya benar-benar besar, dan panjang.
Mahluk ini menggeliat bergerak hingga naik begitu jauh ke permukaan ini, aku tidak tahu seberapa panjang itu, tapi jika di perkirakan, mungkin tubuh mahluk ini sepanjang empat puluh meter.
Mahluk itu bergerak dengan cepat menuju ke arah kerumunan penonton yang berlarian keluar.
Tapi, itu hanya akan sia-sia, karena aku meletakkan dinding inferno lain yang terhubung bersama diriku untuk menutup arena ini agar tidak di jangkau dari dalam dan luar. Yang di luar tidak akan bis masuk, dan yang di dalam tidak akan bisa keluar.
Hampir menyentuh perbatasan dinding inferno ini saja sudah cukup untuk membuat seseorang terbakar dan menjadi debu dalam sekejap. Bagaimana jika dia benar-benar sampai menembus dinding ini? Bukankah ini adalah tak terbatas inferno? Dia tidak akan pernah menyentuh dasar dari dinding ini.
Hanya akan melambat, dan semakin melambat untuk menuju jarak tak terbatas antara aku bersama pelindung ini dan siapapun. Tidak akan pernah saling sentuh.
Hingga mahluk itu menabrak lapisan-lapisan luar lainnya, dan membuatnya terpental dengan efek terbakar, membuatnya mengeluarkan suara menjerit lagi dengan sangat keras.
"Apa yang kau lakukan? Bodoh."
"APA YANG KAU LAKUKAN?!?! DASAR BODOH!"
Aku baru saja mengatakan hal seperti itu pada mahluk ini tanpa terdengar oleh siapapun, tapi ... kata-kata yang sama denganku tiba-tiba terucap oleh orang lain dengan nada yang keras, aku menoleh pada asal suara itu, melihat seorang lelaki berpakaian akademi ungu, yeah, kurasa itu adalah seorang anak dari akademi lain, pakaian ini adalah pakaian akademi Levqo.
Jadi begitu? Nampaknya aku menemukan satu lagi, anggota Levqo Diavoloz ini. Sepertinya dia lah yang mengendalikan mahluk sekuat ini, memancing nya untuk keluar naik ke permukaan dan menyerangku.