
Seluruh alam semesta dan seisinya berpusat pada satu titik di mana titik itu adalah energi kacau balau yang kami keluarkan, walau dia berusaha untuk tidak menghancurkan sekitarnya, namun semua berantakan karena keberadaan ku.
Eksistensi ku yang seharusnya tidak berada disini pada akhirnya membuat dunia ini tidak mampu menahannya lagi, pusat seisi alam semesta mulai mendekatiku dan hancur, ruang dan dimensi yang tidak terbatas mulai berlipat-lipat menjadi bagian yang semakin kecil dan pada akhirnya dunia ini hanya hancur karena terhisap oleh keberadaan ku.
Semesta yang tidak terbatas mengecil dan mengecil dalam sekejap, lebih cepat dari pada kamu membalikkan telapak tangan, lebih cepat lagi daripada kedipan mata dan suara, lebih cepat dari cahaya, lebih cepat daripada waktu, dan semuanya lenyap menjadi kekosongan.
Wujud abstraksi yang di ciptakan oleh Sianne memukuli ku lagi terus menerus di dalam kekosongan, kehampaan tanpa efek, namun aku membelah nya lagi untuk memindahkan pertarungan kami ke dunia yang lebih tinggi. Dunia-dunia yang jauh melampaui dunia dunia sihir.
Dunia-dunia di mana seluruh hukum tidak lagi berlaku, pukulan-pukulan yang saling melayang dan melenyapkan setiap dunia yang kami lewati. Namun seketika, semua terulang kembali pada putaran tongkat sihir kecilnya, dia menciptakan sebuah gerakan memutar pada jarinya dan mengulang kembali cerita.
Tidak mungkin!
"Kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku, Leonore."
Tusukan dari delapan pedang panjang menusuk tembus ke jantung ku, dan seluruh tangan ku meledak begitu saja. Rasanya cukup sakit!! Berbeda dari serangan yang selama ini ku rasakan. Dari dunia yang lebih tinggi, dia menciptakan dunia lagi ... dunia bagaikan ruang tak berujung yang menusuk jantung ku terus menerus.
Setelah aku berusaha bangkit, dia mengulang lagi cerita yang sama, namun dengan perubahan alur dimana kehancuran tubuh ku akan hancur sepenuhnya. Serangannya membuatku sulit beregenerasi dalam sekejap.
Mencoba membuatku terpojok dan memblokir semua regenerasi ku.
Sihirnya benar-benar merepotkan.
Aku terpaksa akan memanggil Theresveil ku di sini. Tidak peduli berapa kali pun aku mati, aku harus menang!!
Saat dia menyadari sesuatu, tubuhku yang hancur terus-menerus terbentuk lagi karena pengulangan cerita, langkah lain yang di lakukannya adalah mengangkat ku dengan satu jari dari kejauhan dan menciptakan sebuah ruang dan jembatan menuju ke Vebernhae.
Tidakk!! Tidak mungkin!
Tubuh ku berada di Vebernhae, dan orang ini mampu membuka pintu antar dunia seperti yang kulakukan. Kesadaran ku terbangun lagi, dan aku melihat nya berdiri tepat di hadapanku, di Vebernhae sambil membuang mayat ku ke dalam kehampaan.
Gawat!
Regenerasi ku bahkan terasa terhambat hingga ke tubuh asliku, jika aku mati ... maka tamatlah sudah!
Di saat seperti ini aku hampir tidak bisa tertawa karenanya. Di depan tahta, aku memanggil Theresveil dengan serius. Mencoba tertawa sambil melangkah turun pada setiap anak tangga sambil menggesek bilah pedangku di lantai keras ini.
SREEEEETTTTTTT.......
"Apa yang kamu inginkan dengan membunuhku, Sianne?? Aku tidak tahu kamu ini mahluk seperti apa, entah penyihir atau dewa, aku tidak peduli. Tapi apa yang kamu inginkan dengan melenyapkan ku sampai sejauh ini?"
"Bahkan di akhir kisah mu sendiri, kamu masih banyak bertanya yah."
Dia mengarahkan jarinya ke tanah dan menciptakan lingkaran sihir cahaya dalam sekejap yang membawa kembali para penyihir itu di hadapanku.
Mereka semua terlihat kewalahan, namun tidak ada Haumea.
Akira: "Tichiiii.... HAHAHAHAHAHAHA....."
"Iblis, ku rasa kamu sedang tidak beruntung, dan benar-benar di depan kekalahan mu. Sayang sekali kini tersisa kamu sendiri setelah kami menyingkirkan iblis pendamping mu itu."
"Oh? Dia tidak mungkin mati kamu ta–"
WUSHHH!!!
Sebuah rantai dua arah kemudian muncul di hadapanku terbentang dari sudut tiang istana ini ke tiang lainnya, yang kemudian akhir dari rantai yang berada di tengah adalah tubuh Haumea dengan gaun merahnya yang berlumuran darah dari lehernya yang kehilangan kepalanya.
Sianne seperti mencengkeram tangannya hingga mengeluarkan beberapa darah berwarna hitam yang berjatuhan di lantai.
BRUAG!
Kepala nya di lempar oleh Akira tepat di hadapanku hingga lantai ini di penuhi oleh darah Haumea. Aku baru sadar bahwa Sianne sengaja memisahkan pertarungan agar aku terlalu sibuk bertarung dengannya hingga aku lupa bahwa dia telah membuka jalan menuju Vebernhae dan membunuh Haumea yang asli.
Orang ini.....
Mampu mengubah-ubah cerita sesuka hatinya!
APA!
Apa maksudnya ini?!?!
Dalam sekejap aku mengeluarkan mana yang begitu banyak untuk menciptakan penghalang sihir tingkat konseptual, menghalang agar mereka semua tidak bisa mendekatiku sepenuhnya.
Tubuhku mati rasa, jantungku berdenyut begitu lemah. Pikiranku terasa sedang menuju ke dalam kehampaan. Aku berjalan menuju tubuh Haumea dan memungut kepalanya yang di tutupi oleh semua rambut merahnya.
"Sianne!!! Cepat hancurkan penghalang ini dan biarkan aku menghabisi pecundang ini!"
Ucap Akira yang penuh dengan kebencian.
"Tidak perlu." Jawab Sianne padanya.
Sementara penyihir bintang dan bulan sabit itu memaksakan dirinya untuk tetap berdiri teguh walau mereka semua sudah kehabisan tenaga dan kekuatan sihir karena melawan Haumea. Aku bisa merasakannya, rasa takut, kelelahan semua emosi negatif itu dari mereka.
Kekuatan besar ku sepenuhnya terpusat untuk dinding Inferno yang tidak terbatas, tidak akan bisa di tembus oleh apapun. Aku tidak tahu mengapa Sianne berhenti bertarung dan memasang wajah datar seperti itu. Seolah-olah semuanya telah selesai.
Masih ada hal lain, aku tahu bahwa aku bisa membangkitkan siapapun yang sudah mati, termasuk Haumea. Sambil memeluk kepala nya di tangan kiri ku yang begitu mati rasa, aku merobek tanganku untuk menumpahkan banyak darah di atas tubuh nya, dan kemudian aku harus menyalurkan kekuatan yang begitu besar untuk membangkitkan kembali eksistensi sepertinya.
Haumea..... Haumea....
Aku berusaha sebisa ku, namun aku tidak berhasil. Tidak ada satupun yang bekerja. Sihir iblis kebangkitan ku tidak mampu membangkitkan nya.
"Kalian....."
"Apa yang kalian lakukan padanya?"
Emosi ku benar-benar tidak teratur, seluruh Vebernhae dan dunia iblis bergetar karena amarahku. Aku merasakan semua ketakutan pada setiap iblis, itu karena aku penguasa Vebernhae yang hadir di setiap keberadaan iblis.
Rasanya aku benar-benar ingin membunuh mereka semua!!!!
"Sihir mutlak di mana dia tidak akan pernah hidup sebagai roh, atau iblis apapun, sang penulis memberikan ku izin untuk menghapusnya dari semua kisah yang merusak. Satu-satunya yang tersisa adalah tubuhnya, dan di saat kamu selesai, aku akan membunuh mu hingga dia terhapus sepenuhnya." Ucap Sianne.
"Siapa sang penulis?"
Mereka semua tiba-tiba menjawab serempak dan menyebutkan nama Alshian yang membuat seluruh penghalang ku lenyap.
Saat itu terjadi, Akira menghilang sangat cepat untuk membunuhku, namun aku sudah tidak tahan lagi, jadi aku membunuh penyihir lainya hanya dengan pikiranku, dan untuk Akira ... jantung nya ku tusuk sampai menembus ke dasar Vebernhae yang tak berujung. Dia sekarat, itu lah akibatnya.
Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Sianne yang tetap berdiri kokoh di depanku. Tapi tidak ada lagi yang bisa ku perbuat untuk membangkitkan nya kembali.
Kenapa.....
Kenapa air mata ku mengalir?
Aku menangis?!?!
TIDAK MUNGKIN!!
Aku hanya kehilangan Haumea kan??
Tidak.
Aku kehilangan seseorang yang berharga untukku, aku....
Aku kembali melihat ke arah Sianne dengan penuh emosi, dan di belakang nya ada sesosok lelaki berambut putih sepertinya, mereka sama-sama memiliki bulu mata putih yang mirip, walau mereka berbeda.
Aku tidak mungkin kalah di sini!
Aku berdiri kembali dengan pedang Theresveil ku, bersiap kembali untuk mengerahkan semua tenaga ku untuk melawan mereka berdua sekaligus.
Kamu!!!
...CRAACKHHHHSSS!!!!!!!...
Aghhh!!!
Apa yang....
Saat aku melihat pada rasa sakit yang memusat di tubuhku, perutku sudah berlubang dan kehilangan semua organ tubuhku termasuk tulang-tulang ku.
Kenapa!!
Kenapa aku tidak bisa meregenerasi semua luka ku?!?!
"Rasanya sakit, benar-benar menyakitkan. Siapakah kedua lelaki ini?" Ucapku dalam hati sambil merangkak menuju mayat Haumea.
Jika aku memiliki kesempatan sekali lagi.... aku pasti akan menciptakan cerita yang lain!! Cerita di mana aku tidak akan kalah.
Haumea.....
Maafkan aku.....
Sampai akhirnya Sianne menciptakan gumpalan cahaya sihir dengan kekuatan suci maha dahsyat yang kemudian menyerang ku dengan satu telapak nya. Rasanya aku seperti menghilang dari dunia. Rasanya begitu hampa.
Aku bertanya-tanya tentang tempat ku selanjutnya.
Tapi aku rasa tidak ada lagi tempat untukku.
Kecuali menghilang dari cerita......
...SELAMANYA....