Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 151 : Residents Can't Go Out Late At Night



Kurang lebih setelah tiga bulan kontrak itu tercipta, Aiden dan Razel bepergian sebagai sebuah teman yang berawal dari perjanjian gila tersebut. Aiden belum melakukan satu hal pun untuk membunuh seseorang.


Namun, Razel membawanya setiap hari ke rumahnya untuk mengajarkan Aiden sihir sesungguhnya. Terkesan kotor, namun Aiden benar-benar menyukainya. Apapun itu, asal dia dapat melakukan hal-hal supranatural yang belum pernah hadir dalam hidupnya.


Keduanya lebih sering bepergian di atas jam dua belas malam. Saat Aiden sudah membulatkan keputusannya, maka siapapun yang dia temui akan dia bunuh. Untuk melaksanakan semua pembunuhannya, Razel memanggil iblis-iblis untuk mendapatkan senjata.


Iblis-iblis itu di perintahkan untuk membunuh siapapun yang memiliki senjata, baik senjata tajam maupun senjata api. Beberapa petugas keamanan di tempat-tempat yang cukup penting bahkan mati mengenaskan, di mulai dari leher mereka yang di cekik hingga tak bisa bernafas, hingga kepala mereka yang di hancurkan dengan kepalan tangan iblis-iblis tersebut.


Berita-berita pembunuhan sudah mulai tersebar kemana-mana. Pembunuhan-pembunuhan misterius yang terekam oleh setiap kamera CCTV yang ada. Makhluk-makhluk tak kasat mata yang di yakini orang-orang sebagai iblis yang haus akan jiwa. Iblis-iblis yang tak hanya membunuh dengan brutal, namun melahap jiwa korbannya.


Razel sengaja mengincar orang-orang bersenjata terlebih dahulu, dan kemudian iblis-iblis itu akan kembali ke neraka setelah habisnya masa pemanggilan. Aiden yang sekali lagi terekam oleh kamera-kamera tersebut kini di yakini sebagai psikopat sekaligus penyihir yang bersekutu dengan setan.


Setelah kematian orang-orang itu, Aiden jelas berada di sana dengan mantel hitam panjang dan topeng bertanduk pemberian Razel. Tujuannya adalah untuk mengambil senjata api. Setelah Aiden yang dengan santainya mengambil satu hingga dua senjata dari mayat-mayat yang hancur penuh darah, dia mengarahkan pistol ke arah kamera pengawas yang tepat menyoroti sosoknya.


Menembak kamera pertama, kemudian kamera-kamera lainnya dari titik yang sama tanpa berpindah tempat. Dengan senjata yang di milikinya sekarang, dia bisa membunuh siapa saja hanya dengan satu peluru yang di targetkan ke otak korbannya.


"Dengan begini, kita akan memulainya kan? Razel." Ucap Aiden dengan tersenyum jahat.


Razel hanya bisa tersenyum dari balik layar. Bahkan Asosiasi pemburu penyihir dan iblis yang memburunya tidak mengetahui sosok aslinya, karena Razel yang bergerak ke sorotan akan seringkali di lihat sebagai sosok penyihir jahat, sosok misterius berkepala kambing, atau mungkin dengan penyamaran sebagai wanita dengan pakaian yang mirip dengan sosok biarawati, namun bukan pakaian biarawati.


Pembunuhan ini terjadi pada 27 Juni 2025, dan di bulan berikutnya, Aiden bahkan melakukan langkah yang lebih jauh dengan sebelas mayat di tempat yang berdekatan. Pembunuhan sebelas orang yang setiap korbannya di identifikasi sebagai warga sipil.


Tiga orang mayat di temukan tewas dengan pukulan keras yang di yakini mengenai kepala mereka dengan Fire Hydrant hingga terbentur di dinding dan tiang jalanan, sementara mayat lainnya di temukan dengan cedera dari senjata api yang tepat menembus otak mereka. Mayat-mayat tersebut terbunuh sekaligus di hari yang sama pada 5 Agustus 2025.


Mereka tidak mengambil mayatnya, namun Razel dan Aiden hanya membutuhkan jiwa mereka untuk di serap ke dalam cincin. Razel menjanjikan sihir-sihir terlarang yang maha dahsyat kepada Aiden untuk di ajari padanya, namun Aiden memilih untuk melakukan semua pengumpulan jiwanya terlebih dahulu.


Dia akan belajar di akhir kontrak. Bahkan jika kontrak selesai, Aiden mulai memutuskan untuk ikut bersama Razel, kemanapun dia pergi, kemanapun dia berada. Razel kini memilih satu dari dua ratus anggotanya untuk menjadi wakil yang memimpin agar meneruskan ritual penyembahan yang di adakan dua kali dalam satu minggu.


Hingga pembunuhan berantai sudah menghabisi lebih dari dua ratus korban dalam kurun waktu hampir dua minggu. Kini kota mereka benar-benar menerapkan aturan di mana warga sipil tidak boleh lagi berkeliaran di atas jam sembilan malam. Bahkan tidak akan di terima oleh alasan kepentingan apapun itu.


Kini, seluruh kota telah di terror oleh pembunuhan berantai yang di lakukan seorang psikopat dan beberapa iblis yang di yakini merupakan iblis-iblis yang di panggil dari alam bawah.


Penyihir, seorang psikopat, dan lelaki aneh yang di yakini bersekutu dengan iblis karena alasan tertentu. Namun, Aiden bukanlah seorang penyihir dia hanya manusia biasa yang bersekutu dengan penyihir penyembah iblis. Dia melakukan profesi gila nya yang di sebut sebagai reaper hanya untuk bayaran yang di tawarkan oleh Razel dan juga kemampuan sihir dahsyat yang di janjikan Razel akan mereka kuasai bersama dari kitab-kitab sihir iblis yang terkunci di alam lain.


Itu sebabnya mereka butuh banyak jiwa, darah, dan korban sebagai tumbal dan bayaran yang setara untuk memiliki kekuatan besar yang berpotensi membuka jalan menuju kekuatan sihir gila-gilaan di luar kemampuan penyihir jahat yang normal.


Tapi sosok Aiden sudah di anggap sebagai iblis itu sendiri di mata masyarakat, iblis yang menciptakan setan-setan terkutuk untuk pembunuhan berantai yang di lakukan kemungkinan untuk kesenangan dengan membunuh tanpa pandang bulu.


Aiden kini sudah menerima bayaran setiap jiwa dari Razel. Dan dia akan melakukan pembunuhan terus-menerus sampai ratusan ribu jiwa benar-benar di miliki Razel.


Di sebuah restoran pinggiran, kini Aiden dan Razel menghabiskan waktu mereka sebagai seorang teman. Perlahan, Razel mulai akrab dan terus-menerus berhasil membujuk Aiden untuk melakukan apa yang dia inginkan. Walau sebenarnya Razel tidak memiliki banyak keinginan.


Razel memang merupakan seorang wanita yang tidak memiliki teman sejak kecil. Dia pernah memiliki seorang teman ketika usianya masih sepuluh tahun, namun temannya meninggal akibat kecelakaan saat bermain di taman. Dia melihat kematian temannya dengan mata dan kepalanya sendiri.


Waktu itu, Razel benar-benar gembira ketika dia bermain bersama temannya, namun tangannya yang tidak sengaja mendorong temannya dari perosotan setinggi empat meter, membuat gadis itu keluar dari jalur yang cukup tinggi. Kepala nya terbentur di bebatuan dan mengalami pendarahan tanpa henti.


Tidak ada satupun orang di kala itu. Karena langit jingga menjelang malam tidak ada lagi anak-anak yang bermain di waktu seperti itu.


Trauma dengan masa kecilnya, Razel juga sama seperti Aiden, tidak memiliki teman satupun.


Di usianya yang sekarang, dia benar-benar baru saja memiliki seorang teman yang hampir mengerti dengan dirinya. Razel mampu berakting untuk berbicara dengan seseorang di tempat yang sepi. Namun, dia kesulitan untuk berbicara di depan banyak orang dan merasa malu.


Lelaki aneh yang bahkan tidak di ketahui bagaimana manusia sepertinya bisa membuat iblis-iblis bereaksi dan terpanggil dengan sendirinya. Tidak hanya memandang nya saja, Razel bahkan mampu menyerap banyak energi abnormal dengan menyentuh tangan Aiden. Meningkatkan mana nya untuk melakukan sihir yang kemungkinan bisa di coba dengan kekuatan yang dimilikinya sekarang.


Razel hanya seorang wanita dengan kemampuan sihir terlarang, melindungi dirinya dengan semua sihirnya. Bukan penyihir yang bisa terbang, berpindah, atau apapun itu. Razel juga hanya manusia biasa, sama seperti Aiden.


Namun dia kuat karena sihirnya. Dan kini, dia memiliki teman seperti Aiden yang bahkan bisa menjadi tameng fisik nya ketika mereka dalam bahaya. Jelas bahaya jika Razel kehabisan mana dan tenaga hingga tidak mampu mengeluarkan sihir sekecil apapun bentuknya.


Teman lelakinya yang perlahan mulai berperilaku layaknya pria yang seharusnya. Aiden benar-benar berubah drastis dengan memiliki Razel di sisinya. Mental dan keberaniannya yang meningkat pesat di tambah dengan ucapan-ucapan Razel yang terus menghasutnya dengan suara kecil itu.