Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 126 : Special milk taste




Tanda seperti simbol hitam terletak tepat di tengah punggung nya, bagaikan bintang yang biasanya terlihat pada altar satanis, kemudian simbol yang mirip dengan huruf Q di tengah-tengah bintang yang memiliki bentuk tanduk dan terhubung ke dua sudut bintang, di kanan dan kiri, jadi tanduk itu bahkan memiliki motif yang keluar dari bentuk bintang hingga mendekati bagian bahu kanan dan kiri.


Aku mungkin terkejut, namun simbolnya indah, ketika melihat itu, aku mengatakan padanya bahwa tato ini bagus, "Darimana kamu mendapatkan nya?" dan dia menjawab "Aku menciptakan simbol ku sendiri."


Pakaian hitam yang dia gunakan mengkilat seperti karet, namun ini adalah bahan kain yang tebal dan istimewa, seperti baju ini memang di ciptakan ringan untuk dirinya sendiri. Di belakangnya di lengkapi oleh empat kancing berwarna merah dengan bentuk bulat dan dua tanduk di atasnya.


"Ngomong-ngomong kamu menciptakan nya?"


"Yeah, saat aku berusia delapan tahun, sebenarnya aku sudah mengukir simbol ini di sebuah batu di dalam gua, ingin ku ceritakan?"


"Mungkin, aku bersedia mendengarkan mu kapan saja."


"Baiklah."


Jadi setelah menutup semua kancing baju belakang nya, dia menjatuhkan kembali rambut merahnya hingga menyentuh pinggulnya. dia bilang padaku, Vebernhae bukanlah tempat yang memiliki ruang dan waktu, melainkan sebuah tempat untuk menampung tahta dan eksistensi raja atau ratu iblis.


Tempat ini murni nya tidak memiliki dasar dan memang bisa di ubah menjadi apapun sesuai keinginan raja dan ratu iblis itu sendiri. Suatu tempat yang melampaui semua konsep dimensi ruang dan waktu. Suatu tempat tanpa batas untuk melakukan apapun tanpa kejaran waktu.


Tempat di mana waktu juga bisa di ciptakan, entah itu berjalan lurus, mundur, berlika-liku ataupun menciptakan konsep waktu yang tidak relevan. Namun, tempat ini tidak membutuhkan semua itu, karena tempat ini ataupun raja dan ratu iblis sudah pasti akan melampaui semua hal semacam itu.


Dunia dengan dimensi yang berlapis tanpa batas hanyalah sebuah mainan di dalam kubus violet, bahkan jika ada lapisan tidak terbatas dunia iblis kosong yang lebih tinggi, mungkin itu tidak akan pernah mampu menyentuh tempat seperti ini.


Cukup di ujung tangga itu, semua di batasi sampai disana, tidak ada satu pun iblis yang mampu mendekat atau melangkahkan kaki nya pada satu anak tangga sekalipun. Mencoba menginjakkan kaki sama saja dengan bunuh diri, dan itu adalah perilaku yang tidak sopan untuk menyentuh tangga terhormat milik penguasa dunia iblis.


Karena tempat ini bisa di ubah menjadi apapun, dia mengubah tempat ini menjadi sebuah rumah dengan satu meja dan persegi dan dua kursi yang saling berhadapan, kursi ini di letakkan tepat di depan jendela besar yang memiliki lebar empat meter dan tinggi dua meter lebih.


Jendela-jendela ini saling terhubung dengan motif yang memang benar-benar mencerminkan rumah iblis. Tirainya berwarna merah, terbuka dengan baik ke kanan dan kiri untuk membawa masuk cahaya bulan merah menembus rumah ini.


Rumah ini di kelilingi oleh hutan yang begitu luas, hutan dengan ranting berduri yang begitu tajam. Dan setiap pohon, tidak memiliki daun atau apapun yang hidup. Semua adalah pohon mati yang tersisa batang dan ranting menjulang ke atas di bawah sinar bulan merah. Pada batangnya begitu banyak bagian yang terbelah dan mengeluarkan semacam darah kenal dari sana. Tapi aku tidak mempermasalahkan pemandangan ini selama aku bisa merasa nyaman dan senang.


Duduk di hadapanku, dia langsung menjentikkan jarinya untuk menciptakan dua cangkir hitam mewah yang setiap pegangannya memiliki bentuk huruf setengah love dan satu tanduk iblis lagi di ujung nya.


"Aiden, minuman apa yang kau inginkan?" Ucapnya dengan nada yang memanjakan ku.


"Minuman? Apa saja boleh untuk saat ini, karena perasaanku agak terasa baik."


"Uwohh! Apa saja yeah, kebetulan aku sudah menyiapkan minuman ini sejak kamu datang pertama kali ke dunia ini."


"Sejak ... aku datang pertama kali di dunia ini? Aku sepertinya mulai ingat, ketika kamu menggores leher ku dan mengancam akan menghancurkan kemaluanku, bukan? Itu terasa sakit andai kamu tahu, aku seperti seseorang yang akan pindah agama menjadi penyembah setan ketika sebagian tubuhku di selimuti kain merah."


"Tapi kamu adalah iblis sekarang, bahkan setan apapun itu, hanya berada di bawah perintah kita."


Karena sepertinya akan berganti pada topik yang lain, aku langsung saja bertanya minuman seperti apa yang memang sudah di sediakan olehnya untukku hari ini.


Dan dia langsung menjentikkan jarinya dan membuat dua cangkir hitam di atas meja di penuhi oleh susu.


"Oh, susu yah? Hanya ini? Apakah ini adalah sesuatu yang spesial?"


"Kamu mungkin memikirkan bahwa aku hanya menyiapkan secangkir susu dari jauh hari untukmu hari ini, tapi aku selalu memberimu sesuatu yang spesial seperti kuatnya cintaku untukmu." Ucapnya dengan senyuman aneh.


"Hentikan berbicara cinta." Ucapku.


Sepertinya memang tidak ada racunnya, lagipula dia bukanlah musuhku atau seseorang yang membenciku, justru sebaliknya, dia seperti benar-benar tergila-gila cinta untukku.


"Baiklah, Marie ... em, maksudku.... Haumea, yeah Haumea. Terima kasih atas sesuatu yang benar-benar tulus kamu berikan untukku."


"Untuk raja ku." Ucapnya sambil menyilangkan kaki nya di kursi.


"Raja? Aku adalah raja iblis sekarang?"


"Mungkin terlihat biasa saja sekarang, tidak ada ekspresi terkejut seperti 'Wow! Aku adalah raja iblis!' atau mungkin 'Akhirnya! Mimpiku menjadi raja iblis terwujud' yeah, itu adalah eskpresi yang berlebihan, namun perasaanku benar-benar senang walau tidak terucap." Jawabku padanya sambil mengambil cangkir itu perlahan.


Kemudian aku meminum susu ini perlahan, aku tidak paham apanya yang terasa spesial, sejak awal menelan seteguk susu itu, rasanya seperti bukan rasa susu pabrik mana pun, ini juga bukan seperti rasa susu sapi murni, tapi mungkin kata spesial yang dia maksud adalah rasa manis yang belum pernah ku rasakan pada susu seperti ini.


Semakin lama meminum nya, barulah susu itu terasa di lidahku, dan manisnya memang terasa berbeda, tidak seperti susu apapun yang pernah ku minum seumur hidupku. Aku menghabiskannya begitu saja, dan dia bahkan tidak menyentuh cangkirnya.


"Haumea."


Dia kemudian menjawab tanpa suara dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Em, tidak jadi."


"Tambah? Aku tahu kamu mungkin ingin meminta tambahan, baiklah, lagipula aku memiliki banyak stok susu seperti ini, dan ini adalah susu spesial yang tidak akan pernah basi dan habis, jumlahnya tidak terbatas." Ucap nya sambil memenuhi cangkir ku kembali dalam sekejap.


"Sepertinya bagus yeah, mungkin kamu berkata benar soal spesial yang ku rasakan dari rasa manisnya."


"Yap! Benar, itu adalah air susuku sendiri." Ucapnya sambil memegang bagian bawah kedua *********** yang ketika di sentuh bisa bergerak seperti melompat atau perasaan boing-boing itu.


Aku menghentikan gerakan mulutku untuk menelan dan melepas cangkir perlahan ke meja, melihat wajahnya yang tersenyum puas padaku, aku mencoba memperjelas ucapannya.


"Air susu apa?" Tanya ku dengan serius.


"Air susu dari payudara ku, apakah rasanya enak?" Dia tersenyum.


"Setelah kamu memberitahu nya, aku seperti mencoba untuk berhenti minum, diriku kini di penuhi rasa aneh yang menggeliat di setiap pori-pori, dan rasanya pikiranku bergetar."


"Itu karena mereka di peras dengan cinta, ingatlah."


Lagi-lagi aku di jebak olehnya, tapi aku bukan menyesal, ini hanyalah akting. Aku justru merasakan rasa senang. Rasa senang ku belum maksimal! Oh andai aku bisa meminum susu ini langsung dari sumbernya.


Dan saat hal seperti ini selesai lagi, dia akhirnya menceritakan hal kecil tentang bagaimana dia mengukir simbol itu pada batu di sebuah gua. Ini adalah kisah yang masih berhubungan dengan kematian kedua orang tuanya, saat dia mulai pergi ke luar rumah karena kehabisan makanan dan berburu di hutan, dia mulai menyerap semua jiwa-jiwa iblis terkutuk di dalam hutan dan mengubah jiwa itu menjadi energi untuk peningkatan kekuatannya sendiri.


Karena menjadi kuat dan kebal, dia menjadi iblis yang terlihat seperti gadis berusia enam belas tahun, karena pada saat itu dia masih berusia enam belas tahun sebelum satu tahun menampakkan dirinya di kota dan bagian pemerintahan.


Dia jarang berbicara dan memang tidak pernah ingin berbicara pada siapapun lagi karena rasa sedihnya pada saat itu, hingga akhirnya dia mencoba membayangkan dirinya menjadi ratu iblis. Di sebuah gua di gunung hutan kegelapan, dia sering berada di sana untuk menghangatkan tubuhnya dari derasnya badai salju.


Dan pada saat itu pun, dia terpikirkan untuk mengukir sesuatu di tubuhnya yang mungkin bisa menjadi hal unik untuknya. Dia menggunakan sihirnya untuk mengukir simbol dirinya sebagai ratu pada sebuah dinding gua yang datar. Sebelum dinding gua ini tidak rata dengan sempurna, namun dengan sihir yang di kembangkan, dia mampu mengendalikan beberapa elemen pada saat itu.


Sampai tanda ratu scarlet buatannya berhasil terukir di sana, dia menciptakan lava abadi yang tidak bergerak dan membeku, seperti gua ini di buat sebagai cetakan yang simbol nya menonjol. Hingga lava itu menyatu bersama simbolnya, katanya dia membuka lagi seluruh pakaiannya dan mengikat rambutnya untuk menempelkan punggung nya pada ukuran itu.


Dia ragu untuk pertama kali saat ingin mencoba, namun setelah diam beberapa saat, keberanian nya terkumpul untuk menahan rasa sakit yang dia timbulkan sendiri dengan mengukir simbol dirinya sendiri dari dinding gua yang menyatu bersama lava.


Gua itu kini di sebut sebagai Gua Giovaru yang di lestarikan dan di bersihkan setiap tahun sebagai penghormatan untuk ratu iblis, banyak iblis juga terkadang berkunjung ke gua ini bersama keluarga mereka. Datang untuk menciptakan lingkaran merah berbintang dengan ribuan api dan menyembah nama ratu iblis Haumea.


Di gua itu juga terukir sebuah kalimat dari bahasa iblis, yang dimana dia juga menulis kalimat itu untuk menyatakan dirinya yang menciptakan simbol disini.


Aku, Haumea Scarlet, dengan ini mengukir simbol ku sendiri pada gua kegelapan yang memakan seluruh cahaya. Dan andai saja aku mati, aku berharap seseorang menemukan mayat ku dan mengubur ku disini.


Semua kalimat itu tertulis di dingin gua dengan bahasa iblis, dan nyatanya, gua yang awalnya ingin di jadikan makanya sendiri, malah menjadi gua untuk penyembahan dirinya.


Iblis-iblis bahkan datang dari dunia lain secara bersamaan dan membentuk lingkaran besar untuk menyembah simbol ini sambil mengucapkan nama Haumea dengan permintaan sebesar-besarnya.


Mereka percaya, bahwa kemakmuran kehidupan iblis mereka terkabul karena doa mereka yang terkumpul terlalu besar di tempat seperti ini. Mulai saat itulah, gua Giovaru mulai di ciptakan di seluruh dunia iblis yang tidak terbatas jumlahnya. Gua iblis seperti ini sudah seperti kuil suci bagi mereka, tempat penyembahan dan juga tempat meminta pertolongan ampun dari ratu iblis.


Seperti itulah bagaimana dia menceritakan padaku tentang rasa sakit mengukir simbol itu pada dirinya ketika dia belum memiliki kekuatan besar untuk menahan rasa sakit. Dan sekarang, dia merasa seperti dewa, di puja dan di sembah oleh seluruh iblis.