Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 45 : Elite class best record




Dua pengujian telah berlalu, teknik berpedang atau menggunakan pedang dan semacamnya, dan teknik menahan serangan.


Daripada menahan serangan, mereka malah menilai perlawananku sebagai pertahanan, ketika aku harus mengubah pisau-pisau itu menjadi butiran debu, dan sisanya di potong menjadi tiga bagian. Angka-angka untuk uji ini belum terlihat, itu memang wajar, karena aku belum menyelesaikan semuanya.


Tingkat terakhir adalah uji seberapa jauh aku menguasai materi sihir yang telah di ajarkan selama beberapa bulan awal. Seperti menciptakan air, mengendalikan angin, atau menciptakan sebuah api dari jariku.


Yang pertama, aku hanya meneteskan beberapa butir air yang keluar dari jariku, ketika itu menghidupkan sebuah pohon hitam dengan dedaunan merah dalam sekejap, aku bahkan tidak menyangka hal ini.


Dan manusia karet yang menyerang lagi akan kuhindari dengan mengendalikan tubuhnya dari angin, membuatnya tidak bisa mendekati pada angin yang memutar di antara kami. Di saat itulah, aku akan menunjukan api terbaikku, api hitam yang terlihat seperti warna hitam, ungu dan biru.


Bahkan aku mengeluarkan api terbaik yang membuat seluruh murid di luar berteriak lebih keras, pertarungan yang cukup menyenangkan terjadi hanya antara diriku dan boneka karet iblis yang tidak hancur-hancur ini. Aku membuat pusaran angin di sekitar beserta listrik yang mengalir di sekitar tubuhku, ketika aku harus melemparkan serangan api hitam yang terkonsentrasi di tangan kananku, melakukan beberapa langkah kedepan dengan cepat dan melempar kan serangan api hitam ku dengan cepat memotong udara bersama kilatan hitam untuk menyentuh patung karet iblis itu.


Membuatnya terbanting tanpa bangun lagi dengan mudah, aku harus melancarkan serangan terakhir, dua ujian di lakukan dalam satu hal. Seperti berpedang dan menahan serangan, mereka di jadikan sebagai satu namun dengan nilai yang berbeda-beda, begitupun dengan serangan fisik dan teknik sihirku. Namun bagian yang ini membuat sorakan mereka menjadi lebih keras dari uji sebelumnya.


Tidak salah lagi, aku memilih kemampuan aneh sebagai calon raja iblis dengan api berwarna hitam yang mungkin tidak di miliki siapapun. Pandangan yang lebih banyak terus mengarah pada layar proyeksi, rasanya seperti layar ini terhubung padaku, dan mereka menatapku secara langsung.


"Serangan ini harus di akhiri! Mahluk karet!!"


Kemudian suara Marie muncul di kepalaku, dan mengatakan bahwa aku harus memenangkan angka di atas seribu sesuai kesepakatan. Jika tidak, mungkin dia akan menarik-narik lagi rambutku dengan keras.


Aku hanya perlu memukul pukulan terakhir dari tanganku sendiri untuk mengakhiri nyawa boneka karet ini, sejak serangan dari awal, darahnya begitu banyak dan sangat sulit menguranginya. Murid-murid lain juga merasakan hal yang sama. Tapi yang mengabiskan bar darah mahluk karet ini dari hijau menjadi merah total adalah mereka yang lolos seleksi ke kelas elit.


Mengabiskan bar darah mahluk karet ini juga menjadi bagian penting untuk nilai ektra. Bahkan aku tidak seperti yang lainnya, mereka akan memulai dengan serangan fisik dan pedang, lalu mengakhiri serangan terakhir dengan kemampuan sihir mereka, tapi aku akan berbeda dari siapapun, aku akan mengakhiri boneka bodoh ini dengan pukulan tanganku ketika aku harus memukul wajah Cade.


Anggap saja boneka karet ini adalah Cade, namun Cade yang lebih kuat dari aslinya. Bayangkan saja bahwa aku benar-benar melayangkan pukulan yang lebih kuat ke wajahnya.


Aiden berlari dengan cepat menuju boneka karet yang akan bangkit lagi dari jatuhnya, memotong celah udara dengan cepat, secepat suara bergerak. Membuat tangan kosong nya bergerak mengarah pada wajah mahluk karet yang akhirnya mendarat tepat di wajahnya. Membuat ledakan dan gelombang dahsyat di dalam ruangan uji ini, bahkan memberi getaran yang dapat di rasakan banyak orang sampai di luar.


Kotak-kotak bar darah hijau mahluk ini habis dengan kritikal penuh hanya dengan tangan kosongku, membuatku cukup senang dengan teriakan mereka semua yang berada di luar, tapi kuharap nilaiku tidak seburuk untuk di bawah serius, karena mereka yang mencetak angka seribu dan di atasnya bahkan tidak mendapat angka sebanyak ini.


KLING!


[Kemampuan Berpedang]


Total nilai : 688


[Kemampuan dan daya tahan]


Total nilai : 987


[Kemampuan sihir dan potensi serangan]


Kemudian yang terakhir masih terus bergerak dalam posisi empat digit, mata semua orang memandang layar yang terakhir ketika kemampuan fisik terus menghitung ke atas.


[Kekuatan fisik]


Total nilai : -


Ini bahkan bukan angka yang tetap, angka yang semula nol terus melonjak bahkan melewati angka dua ribu, terus bergerak hingga ke tiga ribu. Dan beberapa waktu yang mendekati angka kemampuan Marie, yaitu nilaiku yang mencetak angka 9867 dan angka nya yang terus bergeser-geser ke angka yang lebih tinggi tanpa menurunkan kecepatannya.


Pada akhirnya, angka-angka ini menyentuh 9999 dan membuat ledakan pada layar proyeksi. Membuat layar mati untuk beberapa saat dan di nyalakan kembali dengan data kosong, kemudian total nilaiku diisi kembali dengan angka yang seharusnya.


[Kemampuan Berpedang]


Total nilai : 688


[Kemampuan dan daya tahan]


Total nilai : 987


[Kemampuan sihir dan potensi serangan]


[Kekuatan fisik]


Total nilai : 9999^9...(Sembilan Mecillion)


Nilai yang terukur : 13.340


Nilai tidak relevan : 9999...


Nilai keseluruhan :


[Tidak terhitung] dan [∞/Tidak terbatas]


Melihat simbol delapan berbaring seperti itu, aku tahu itu seperti simbol tak terbatas yang pernah kulihat termasuk di dalam pelajaran kelas tiga SMK ku. Sekuat itukah pukulanku?


Apakah ini kenyataan bahwa kekuatanku mencapai angka setinggi itu, kurasa ini sebuah pencapaian tak terduga yang membuat hampir seluruh sekolah mengucapkan namaku dengan keras. Bahkan itu terasa memalukan ketika aku berada pada sorotan publik dan pandangan mata yang tak terhitung jumlahnya.


"Aiden Leonore ... kelas elit."


"WHOAAAAA!!!!!"


Beberapa teriakan heboh itu menjadi-jadi lagi, bergema ke seluruh kubah kaca yang menutup seluruh area sekolah ini, bergetar dengan suara mereka yang cukup banyak, sial, aku begitu malu sekarang.


Suara guru wanita yang berdiri di atas ruanganku, mengumumkan bahwa aku akan berada di kelas elit, dia sejak tadi berdiri di puncak ruangan ini, mengawasi terjadinya pelanggaranku, jika kamera bahkan tidak bisa melacak gerakanku, mungkin guru ini hebat sehingga bisa membaca pergerakanku. Dan yang berdiri di luar bersama guru-guru yang begitu banyak, perasaanku berkata bahwa gaya nya yang agak berbeda sepertinya dia merupakan kepala sekolah akademi ini.


Bahkan keluar dari ruangan ini di sambut dengan teriakan yang begitu nyata, rasa bangga yang menyelimuti seluruh diriku, namun rasa malu untuk melihat kepada mereka semua. Kurasa sifat pemalu seperti ini, aku harus membuangnya. Dan jadilah Aiden Leonore yang baru untuk dunia yang baru.


Aku kembali ke barisan bersama Eiji dan Marie, ketika mereka berdua melihatku dengan senyum gembira, sedangkan nomor urutan 1105 adalah aku sendiri yang menjadi penutup spektakuler seleksi kelas satu yang tidak terduga.


Seperti itulah ketika tangan yang tak terhitung meraih ku untuk menyentuhku, mencoba bertanya padaku, atau berkenalan denganku, aku mulai mendapatkan penggemar yang tidak terduga hari ini. Rasa bercampur aduk itu membuatku tidak sempat merespon semua orang, dan harus tetap kembali ke barisan itu juga pada Eiji dan Marie.


Sampai akhirnya, kata penutupan di akhiri oleh kepala sekolah, yang perlahan berjalan dari belakang kejauhan dan mendekati bagian terdepan seluruh barisan, di saksikan dan di dengarkan oleh seluruh siswa, bahkan dia menyebutkan namaku sebagai peserta paling unggul sepanjang sejarah akademi ini. Dua murid kelas satu yang memecah angka tak terduga dengan angka 9863 dan 9999 yang tak bisa di perkirakan oleh pengukur kekuatan pada mahluk karet itu.


Dengan itu, hari panjang ini di akhiri dengan kesepakatan kami bertiga yang berhasil masuk ke kelas elit tingkat tertinggi. Dimana siswa yang berhasil masuk ke kelas elit adalah dua ratus tiga puluh satu orang, di bagi menjadi delapan kelas elit yang baru.


Kelas elit tingkat 8 dengan jumlah murid sebanyak 32 siswa.


Kelas elit tingkat 7 dengan jumlah murid sebanyak 30 siswa.


Kelas elit tingkat 6 dengan jumlah murid sebanyak 30 siswa.


Kelas elit tingkat 5 dengan jumlah murid sebanyak 31 siswa.


Kelas elit tingkat 4 dengan jumlah murid sebanyak 29 siswa.


Kelas elit tingkat 3 dengan jumlah murid sebanyak 28 siswa.


Kelas elit tingkat 2 dengan jumlah murid sebanyak 29 siswa.


Kelas elit tingkat 1 dengan jumlah murid sebanyak 22 siswa.


Dan yang terakhir menjadi kelas tertinggi untuk kami yang menempuh angka-angka di atas 1400, tapi Eiji hanya mampu memasuki kelas elit tingkat tiga. Setidaknya kelas kami hanya akan berseberangan antara satu kelas lainnya. Kami masih akan terus bertemu bersama di perpustakaan dan mungkin tempat lain yang lebih menarik.


Pelajaran tidak akan di lanjutkan, namun semua murid akan bergegas menuju gedung-gedung baru yang telah di renovasi sebagai gedung yang lebih baik dan kokoh, gedung ini sebenarnya sudah di rencanakan dan disiapkan sebelumnya. Kami akan pindah ke kelas yang lebih baik, dengan kelas yang sangat bersih sebagai kelas elit yang terbaik. Dengan ini, aku akan berkenalan dengan murid-murid lainnya yang bukan berasal dari kelas busuk itu.