
Di dunia yang melampaui dimensi ruang dan waktu, ada tingkat konsep waktu yang lebih tinggi dan sulit di pahami oleh makhluk-makhluk yang masih hidup di dunia yang bergantung pada ruang dan waktu. Bahkan semuanya menjadi tidak relevan bagi mereka.
Satu pukulan ku yang membuatnya terbang ke angkasa membuat waktu kembali berjalan, itu hanya sihir penghentian kejut untuk membuat nya tidak bereaksi. Itu baru saja terjadi, namun cahaya merah terang memenuhi langit pada satu titik, titik yang kemudian membesar dan mengarah padaku.
Serangan besar-besaran yang mungkin saja bisa menghancurkan seluruh tempat ini. Saat sihir besar itu datang aku mengangkat satu tangan ku pada arah yang berlawanan, bersiap untuk menahan semua tekanan dan menyerap habis serangan sihirnya.
Ini bukan energi sihir yang biasa, kekuatan nya benar-benar melimpah. Saat semua serangannya di serap habis, dia datang dari langit dalam sekejap di hadapanku untuk pukulan balasan. Dia benar-benar cepat dan kuat.
Saat dia datang, aku mengembalikan semua serangannya yang telah ku simpan di dalam telapak tanganku, begitu serangan balik melesat dia memotong semua cahaya menjadi dua bagian dan menyisakan serangan ku menjadi dua cahaya sihir yang meleset ke udara.
Serangan yang di potong terus melaju menembus apapun yang ada, bahkan langit bergetar saat tempat ini pecah. Dia mencoba menebas lagi ke arahku dengan pukulan yang jauh lebih kuat.
"Untuk apa kamu melawanku?? Penyihir!!!"
Ucapku sambil terus mengayunkan pedangku.
Tang Tang Sing!
Pukulan demi pukulannya tak berhenti, bagaikan kristal dan baja yang bertabrakan dengan keras.
"Menjawab pertanyaan mu adalah hal yang paling menjijikkan!! DASAR IBLISS!!!!"
Mata satu di tengah topeng nya benar-benar semakin menyala, saat aku berlari untuk menghindar jauh, pedangnya mengeluarkan sepuluh serangan kecil yang sebenarnya mampu menembus material apapun.
Aku tidak akan kalah semudah itu, maka aku langsung berpindah di belakang nya dan menyisakan gambar bayang-bayang diriku di hadapannya, berpikir bahwa aku sedang bersiap untuk menghindar.
Saat aku menyentuh jubahnya, itu juga bersamaan dengan pikulannya yang langsung mengenai ku dan membuat ku terhempas sangat jauh. Tubuhku seperti memecahkan ruang tanpa batas akibat efek pukulannya.
Tidak salah lagi....
Orang ini bukan penyihir tingkat menengah.
Aku berbalik untuk mengarahkan semua senjata dari langit pada gerbang inferno, menghujani seluruh daratan dengan senjata tajam. Senjata-senjata yang tak terlihat karena kecepatannya. Setiap serangan akan menembus daratan hingga ke daratan lainnya.
Semua serangan lebih berfokus padanya, tidak peduli seberapa cepat pukulannya, tidak peduli seberapa cepat dia menghindar, ini adalah serangan segala arah.
Tapi sangat di sayangkan.... ada hal lain yang menggangu, sebuah sihir suci datang dengan kekuatan yang menutup paksa semua gerbang inferno ku.
Langit merah gelap yang ku ciptakan tiba-tiba di tabrak oleh pemandangan bulan sabit bersama bintang-bintang yang cerah. Bulan sabit yang lebih besar daripada matahari kemudian muncul di hadapanku, dan lingkaran sihir yang begitu besar di tanah memunculkan dua sosok cahaya yang kemudian sosoknya mulai terlihat.
Ada seorang lelaki dan perempuan yang menggunakan pakaian putih dominan kuning.
Yang satunya memakai topeng, wajahnya tak terlihat dengan bulan sabit yang mirip seperti tanduk, memakai pedang cahaya panjang yang benar-benar bersinar. Yang satunya lagi adalah perempuan jika di lihat dari postur tubuhnya, dia memiliki rambut blonde yang panjang dan sebuah panah besar bercahaya di setiap sudut.
Aku berhenti sejenak.
"Wah, Wah, lihat siap lagi yang datang...."
"Kamu..."
Ucapku sambil menunjuk ke arah penyihir bernama Akira itu.
"Kamu benar-benar seorang pengecut."
"Berisik! Aku bahkan tidak tahu siapa mereka!" Ucapnya padaku.
"Oh....... lalu siapa kalian ini??"
Ucap ku dengan melirik kedua orang yang datang.
Aku menurunkan kembali jari telunjuk ku dan menghapus kembali pedang ku.
Haumea datang di samping ku dengan langkah tenang nya.
"Apa yang kau lakukan disini? Haumea."
"Bodoh! Aku tidak akan membiarkan mu sendirian."
.......
Ya sudah lah, aku terpaksa harus melindunginya.
"Ku tanya sekali lagi! Kalian ini apa? Kalian berdua!!"
"Penyihir bulan sabit dan penyihir bintang, datang sebagai pemusnah iblis." Ucap lelaki dengan pedang cahaya nya.
Phfttt!!!!
AHAHAHAHAHAHAHAHA!!
"Nama yang cukup bodoh dasar penyihir! Nama pemusnah iblis bukanlah nama yang pantas untuk orang yang terlihat lemah seperti kalian!"
Cahaya dari langit yang bersinar kemudian datang menabrak tanah. Kekuatan yang terasa sangat besar muncul di hadapan kami. Ada satu orang lagi.
Aku seperti pernah melihat wajahnya.
Wajah yang tidak asing.
"Kita bertemu lagi, raja iblis."
Dia.....
Benar! Dia adalah orang yang ku lihat dari banyaknya pecahan diriku. Lelaki berambut putih dengan sihir yang luar biasa. Seseorang yang membunuh ku di kisah lain, kisah itu pasti nyata, dan mimpi ku yang mati selama ini mungkin berhubungan dengan semuanya.
Aku melihatnya membunuh diri ku saat itu dengan satu serangan.
"Apa yang kamu pikirkan ... raja iblis?"
Tanya lah lagi seolah-olah mampu membaca pikiranku.
"Aku mampu membaca pikiranmu, tidak perlu terkejut seperti itu."
"Lalu apa mau mu?"
"Jika harus ku jawab, maka jawabanku adalah untuk bersenang-senang."
"BAJINGANNN!!!! Setelah membunuh temanku seperti itu..... kamu menyebutnya bersenang-senang?!" Ucap lelaki bernama Akira.
Kaki nya yang bergeser sedikit menghilang sekejap mata untuk langsung menembus jantungku, tapi serangannya sendiri kemudian di tahan oleh lelaki berambut putih itu.
"Kamu!!!!!!"
"Hentikan, kamu tidak pantas melakukannya."
Lelaki berambut putih itu tidak menggunakan senjata, cukup jari nya saja mampu menghentikan gerakan Akira dan menjauhkannya. Benar-benar menarik.
"Ku bilang hentikan, atau aku yang akan membunuhmu lebih dulu, mana yang akan kamu pilih?" Ucap lelaki berambut putih padanya.
Akira berhenti menyerang ku sesaat.
Karena dia juga mampu merasakan aura dan kekuatan yang terlalu besar di dalam diri lelaki berambut putih tersebut.
"Sianne Andara, itu lah namaku."
Ucap lelaki berambut putih.
Akira: "Sianne Andara?!?! K-Kamu..."
"Benar, aku adalah seseorang yang pernah kamu temui di ratusan juta dunia, mungkin kamu hanya sering mendengar nama ku di dalam buku-buku semesta, tapi disinilah kamu melihat wujud ku."
Sementara dua penyihir yang di belakang masih tetap berdiam diri tanpa mengucapkan satu kata pun.
"Aku membawa dua penyihir yang setidaknya cukup untuk membantu mu melenyapkan gadis itu." Ucap Sianne sambil menunjuk ke arah Haumea.
"Dan kamu, Raja iblis. Lawan mu adalah aku."
Dia menunjuk lagi ke arah ku tanpa senyuman.
Sianne: "Change."
Seluruh pemandangan kemudian pecah berkeping-keping, langit dan daratan lenyap seperti pecahan-pecahan kaca yang meledak.
Yang tersisa hanyalah aku dan Sianne.
Haumea!
Aku memandang ke dunia yang berbeda, tidak ada lagi Akira, penyihir bintang dan bulan sabit itu, bahkan Haumea. Dia memaksaku untuk bertarung di tempat lain dan memisahkan kami semua.
"Kamu tidak perlu mencarinya lagi, iblis itu sudah pasti akan mati." Ucap Sianne.
"Kalau begitu aku yang akan menghabisi mu di sini."
Aku menciptakan kembali pedang darahku dalam sekejap, melesat maju ke arah Sianne untuk menusuk jantung nya. Dia menciptakan sebuah benda kecil yang panjangnya sedikit lebih besar dari sebuh pena.
Benda yang terlihat seperti tongkat sihir kecil, namun bergerak menciptakan senjata-senjata sihir yang bercahaya dan melaju sangat cepat, saat aku menghilang secepat mungkin, aku melempar pedangku begitu cepat hingga menusuk tepat di jantungnya.
Sianne: "Akhg!"
Sementara saat aku bergerak, semua senjata itu sebenarnya sudah musnah tanpa sisa. Dia langsung mati begitu saja.
"Kurasa cukup begini sa–"
PTEK!!
Dia menjentikkan jarinya sebelum kematiannya, dan membuat semuanya terulang kembali lagi. Tusukan kedua ku kembali meleset dan pengulangan yang benar-benar menarik.
"Benar-benar buruk, Aiden Leonore."
Ucapnya sambil menciptakan pedang putih dengan beberapa tulisan sihir di bilah nya yang bercahaya.
Di sini lah kita akan menentukan akhir dari pertarungan kita, seperti itulah yang diucapkannya ketika kami terus mengayunkan pedang satu sama lain tanpa henti. Pedang cahaya berkilau nya benar-benar lebih cepat daripada serangan Akira.
Serangannya datang dengan cepat, namun aku menciptakan robekan ruang yang menghubungkan langsung dunia ini dengan dunia-dunia dimensi tanpa batas. Datang untuk menarik, kemudian melemparkannya ke dunia lain.
Terlempar ke ruang tanpa batas, dia berbalik untuk menyerang ku sambil memaksaku ikut bersamanya. Di mana pun dunia tempat kami bertarung ... dunia itu sudah pasti akan lenyap total.
Aku benar-benar memiliki mana yang tidak ada habisnya, hingga aku menyalurkan semuanya ke seluruh tubuhku tanpa henti dan mencoba meningkatkan serangan ku ke serangan puncak. Serangan kedua ku bahkan hanya tiga puluh persen dari potensi yang ku yakini, namun ini sudah cukup untuk menghancurkan sebuah dunia dengan satu pukulan saja.
Ada begitu banyak zaman yang kami tabrak, setelah kami ada dan bertarung di sana, semuanya lenyap tanpa sisa. Dan dari kehampaan kami terus saling mengayunkan pedang dan tinju untuk meraih kemenangan.
Seluruh jubahku robek dengan hebat, serangan-serangan nya tidak pernah meleset hingga menghempaskan ku berkali-kali. Sejauh ini, dia adalah orang yang paling kuat dari semua musuh yang ku hadapi.
Ting! Ting! Ting!
Pukulan-pukulan pedang yang tak terhitung terus bertabrakan. Dia benar-benar begitu kasar. Menciptakan rantai yang mengikat seluruh tangan ku dalam sekejap, dan beberapa tombak telah menusuk jantungku saat itu terjadi begitu cepat, aku masih bisa bereaksi untuk tetap menghindari serangan seperti itu.
Menciptakan setiap tubuh baru tanpa luka dan memindahkan jiwa ku dalam sekejap ke dalamnya, melanjutkan terus pertarungan ini. Sampai aku berlari tak hingga menuju waktu ke waktu, berlari dan terbang melewati semua dimensi waktu yang tak terhitung jumlahnya.
Mencari sebuah waktu di mana Sianne baru saja terlahir. Aku tahu dia akan mengejar ku ke setiap titik dunia. Maka aku bergerak lebih cepat dan cepat. Dari masa depan menuju masa lalu, aku membunuh Sianne dan semua keluarganya. Membunuh diri nya yang masih bayi, pedang yang ku tusuk hingga menghancurkan wajah seorang bayi yang baru lahir.
Langit bergemuruh lagi dalam sekejap, hingga serangan yang mengejutkan datang dan membuat lenganku putus. Serangan berupa sambaran petir satu arah yang terlalu hebat. Itu terlalu cepat hingga seorang iblis seperti ku kembali memuntahkan darah yang cukup banyak.
Datang secara tiba-tiba dalam bentuk cahaya, pukulannya langsung menghempaskan ku keluar dari gedung, menabrak semua dinding dan kaca hingga keluar di langit yang bebas. terhempas yang cukup jauh, rasanya aku sudah mengelilingi planet ini beberapa kali.
Saat aku mendarat ke daratan yang padat akan gedung pencakar langit, Sianne mendarat dalam wujud cahaya bagaikan Bifrost yang membawa thor, namun yang ini bukanlah cahaya pelangi, yang ini adalah cahaya silau yang terlalu cepat. Kaki nya yang menyentuh tanah langsung membuat semua kaca gedung yang ada pecah.
Dan tidak akan bertahan lama.......
Dunia ini akan rusak lagi karena eksistensi kami yang tidak seharusnya berada di sini. Kaki nya mendarat dan langsung menghancurkan semua yang di lewatinya ketika dia berlari ke arahku.
Gerakan bersama kekuatan sebesar itu kemudian menciptakan ledakan yang jauh lebih besar dari ledakan nuklir, kekuatan yang setara ketika sebuah bulan menabrak bumi. Membuat gravitasinya kacau balau, ketika benda-benda beterbangan dan hancur. Gunung-gunung berapi meletus ke langit dan langit yang bergemuruh bocor.