
Bebatuan besar itu memang pecah menjadi beberapa kepingan, sekarang kepingan batu itu menjadi sebesar sebuah kursi sofa. Anggaplah seperti itu dan beberapa di antaranya juga berukuran seperti itu walau ada yang lebih besar dan lebih kecil.
Satu Potongan yang berhamburan ke langit setelah pembelahan dari rantai, dia menarik kembali rantai ke arah lain pada dirinya, lalu memutarkan nya pada potongan batu seperti yang di katakan, ketika bebatuan yang berhamburan hancur di langit akan segera menyentuh ke tanah, dia masih sempat mengambil dua bata dengan lilitan rantainya, di lempar balik lagi ke arahku.
Orang ini memang cepat, tidak seperti penyihir-penyihir itu sebelumnya. Dua batu besar mendekatiku lagi, aku berlari dengan cepat mendekati serangan itu, jika saja aku adalah manusia biasa, maka katakan saja judul cerita ini adalah manusia bodoh yang mendatangi maut. Tapi disini adalah aku, kamu bisa mengganti kembali judulnya menjadi calon raja iblis yang pemberani.
Hahaha, bagaimana? Terdengar konyol bukan? Tapi itulah kenyataan. Aku berlari mendekati batu-batu ini, yang satu akhirnya melesat, dengan kata lain, itu adalah lemparan pertama yang buruk. Aku bahkan sudah mendekati batunya, tapi jika aku berdiam diri dari tadi di posisi berdiri ku sebelumnya, batu itu hanya akan jatuh dan menabrak di depanku tanpa menyentuhku. Itu adalah lemparan yang buruk.
Jadi ketika batu besar pertama mendarat ke tanah dengan keras dan konyol, aku memijakkan kakiku ke atas sana, berlari lagi untuk bersiap membuat loncatan selanjutnya, bahkan aku memusatkan begitu kuat tenaga pada kaki ku, sehingga loncatan ini menghasilkan pijakan ku retak dengan hebat.
Lompatan selanjutnya adalah batu kedua, bukan berarti aku akan memijakkan diriku ke atas sana dengan cepat, tapi aku akan bermain bersama pedang ku lagi, sekarang sudah pasti aku akan melebihi kecepatan terbang batu itu. Ini akan menjadi tumbukan di udara yang cukup menyenangkan.
Sambil meloncat dan memegang The Raven, aku melakukan tebasan lilac seperti sebelumnya, bahkan kali ini akan ku buat menjadi beberapa potongan sehingga batu berbentuk tak sempurna ini akan mendarat sebagai empat kubus potongan yang sempurna.
SING!!
Batu besar yang datang dengan kecepatan 170km/jam, kemudian berlawanan arah denganku yang bergerak dua kali dari itu di titik pijakan sebelumnya, aku dan batu tidak saling bertabrakan, tapi batu itu hanya saling bertumbuk dengan tebasan lilac ku, enam tebasan untuk empat potongan kubus dalam hampir sedetik. Dan...
SREEENGH!!!
"Kena kau!"
Ucapnya sambil tersenyum gila.
Bedebah ini berhasil membuatku cukup sibuk dan menangkap kakiku dengan rantai nya di langit, aku tidak bisa melepasnya dalam kondisi yang seperti ini, dia menarikku ke arahnya dengan sekuat tenaga, aku tahu hal seperti ini. Terlihat seperti di film-film, setelah menangkap kakiku di udara dan menarikku ke arahnya, sudah pasti dia akan melayangkan pukulan terbaik pada posisi ini, entah di perut, atau mungkin di wajahku.
Pikirnya aku tidak berpengalaman tentang ini, walau aku belum pernah merasakan hal nyata seperti ini dalam hidupku, tapi setidaknya aku sudah cukup banyak melihat pertarungan-pertarungan senjata jarak jauh seperti miliknya. Aku masih berada di udara dengan tarikan cepat mengarah padanya. Jadi dengan jari telunjukku, ku tarik kembali satu dari empat batu berbentuk kubus yang sudah mendarat tadi.
SWITCH!
Hahaha! Ini pasti menyenangkan, dia pikir hanya dia yang bisa tersenyum untuk mencoba menjebak ku seperti ini, aku bukanlah iblis atau penyihir lemah yang hanya bisa menggunakan sihir-sihir kecil. Batu yang terbang kembali mengikuti arahku dengan lebih cepat lagi ku tukar bersama diriku. Posisi kaki ku yang terikat pada rantai yang menarik bertukar menjadi batu kubus itu, dan diriku yang bertukar dengan batu yang kutarik menjadi posisi baru ku yang sempurna untuk serangan balasan.
"Apa!?!" Ucapnya dengan benar-benar terkejut.
Senyuman licik itu berubah menjadi wajah panik, dia sudah menyiapkan pukulan istimewa untukku, hanya sedekat setengah meter darinya, aku berhasil menukar posisiku dengan batu di langit. Pukulan keras nya terpaksa hanya menumbuk batu kubus indah ini hancur berkeping-keping lagi. Tapi aku datang bagaikan posisi batu kubus yang tadi.
Jika aku tidak menukar diriku setelah memanggil batu itu, mungkin pukulan dahsyatnya akan memukul antara perutku atau wajahku, tapi batu kubus yang ku tarik dengan kecepatan tinggi masih tetap akan mengenainya, entah itu bagian dada nya, atau menghantam wajahnya dengan batu kubus.
Jadi inilah cara terbaik yang kulakukan, keuntungan diikuti dengan sedikit keuntungan. Aku menukar posisi ku dan membuat pukulannya hanya di habiskan untuk batu kubus, dia akan kehabisan waktu untuk bereaksi terhadapku, daripada batu yang menghantam wajahnya, lebih baik aku sendiri yang menghantamnya.
"Aku disini~"
...VIOLET BLASTER...
BLOOMMMHH...!!!
Bukan The Raven ku, tapi tanganku langsung yang harus menghantam wajahnya dengan baik, aku tidak mengarahkan serangan laser atau semacamnya, tapi ini adalah ledakan violet yang di campur bersama kepalan tanganku, ketika kepalan tanganku bersentuhan dengan wajahnya, ini otomatis mengeluarkan sihir ledakannya.
Ledakan dahsyat yang terkonsentrasi menabrak wajahnya dan membuatnya terbang sejauh puluhan meter, dia akhirnya mendapatkan balasan seperti sebelumnya, aku membuatnya terlempar dan menabrak bebatuan bagaikan karang di belakang. Tapi aku bukan membuatnya tertanam di dalam batu raksasa, lelaki ini kubuat untuk terbang dan menembus karang besar itu, hingga menabrak beberapa yang selanjutnya lagi. Jika dihitung, yeah, dia sudah terbang sejauh empat ratus meter sekaligus menembus satu batu raksasa.
"Ah~ itu pasti sakit."
Aku sudah tersenyum, namun aku tidak berharap dia akan berhasil bertahan diri sejauh itu, dia bahkan tidak mendarat ke tanah untuk terakhir kalinya seperti yang kuharapkan, jadi ... inilah mungkin bagian paling terakhir yang harus ku akhiri.
Dia membuka sebuah portal untuk melempar rantainya, karena rantai nya membutuhkan waktu untuk mencapai jarak empat ratus meter seperti ini. Ya, walau aku tahu tampaknya jarak yang bisa di tarik oleh rantainya adalah tidak terhingga, namun itu membutuhkan waktu untuk sampai ke tujuannya.
Dan inilah cara yang dia gunakan, sebuah portal untuk mengirim langung ujung rantainya dan melilit tubuhku sebanyak sepuluh kali putaran.
Bajingan! Pikirmu kau akan berhasil?
Ini menarik, jadi dia kekurangan hantaman yang lebih keras dari serangan seperti Cade dan teman-temannya, aku tahu maksud untuk portal ini adalah langsung membuat ujung rantai nya sampai dengan melilit tubuhku tanpa bisa bergerak-gerak, tapi ini adalah hal yang baik lagi untukku, karena aku masih memiliki banyak kemampuan untuk di tunjukkan.
Aku belum pernah menunjukkan nya pada siapapun, walaupun aku melakukannya berkali-kali di dalam mimpi. Jadi dia berhasil menarikku untuk kesekian kalinya dan menarikku lagi ke arahnya, masuk ke dalam portal untuk langsung terkirim ke hadapannya di empat ratus meter itu. Sayang sekali, aku masih memiliki Dinding Inferno, karena aku menyadarinya, ketika ini aktif, habislah dirinya.
Aku sampai tepat di bagian lain portal ini, keluar dengan cepat bersama lilitan rantai tanpa bergerak, bahkan tanganku masih memegang pedang hitam ku. Rasanya pedang itu dari tadi hanya berguna untuk membelah batu, tapi dia cukup kasian jika ku tebas kepalanya hingga putus.
Wajahnya sekarang tidak tersenyum, namun percaya diri, pembalikan keadaan yang cukup cepat, orang ini menarik, bagaimana dengan final blaster seperti yang kukatakan? Bukankah ini adalah hal yang bagus untuk mencoba pada iblis sekuat dirinya. Aku memutuskannya.
Inferno Wall sudah aktif sejak tadi, namun rantai memang sudah menembus dindingku sebelum di aktifkan, jadi dia sekarang berada di antara rantai dan rantai, ada rantai bagian dalam yang mengikatku, dan rantai bagian luar yang menarikku. Itu adalah perbedaan. Pertukaran yang cocok dan sempurna, dia pikir dia akan melayangkan pukulan terakhir sebagai akhir dari pertarungan ini.
Aku harus membuka indera penglihatan ku lagi, mencari batu terjauh dari sini untuk melancarkan Final Blaster yang tidak terlalu besar, tapi mungkin cukup untuk membunuhnya. Sampai jarak yang pas adalah empat puluh delapan mil dari sini, tapi aku tidak boleh meninggalkan Eiji dan Leon disana, mereka akan mati, aku butuh reaksi cepat untuk melakukan semua ini.
Menukar diriku dengan batu lain di kejauhan empat puluh mil lebih, aku akan membawa Eiji dan Leon pindah dalam sekejap kesana, dengan begitu, batu raksasa yang sama akan mengubah posisinya, diriku yang terikat untuk menerima serangan akan kembali bertukar dengan batu yang lebih besar dan terikat pada rantai yang berubah dengan lilitan yang lebih banyak, dia pasti akan menghadapi kematiannya kali ini.