Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 130 : Dark sea where the universe demon monster




Aku mengatakan untuk mencoba berhenti tersenyum, karena aku adalah orang yang sulit tersenyum. Bahkan jika tersenyum untuk orang lain, wajahku tidak terlihat seperti senyum.


Mungkin, senyum sebenarnya dari ku akan terlihat ketika seseorang yang benar-benar mengenal diriku dapat membuatku tersenyum oleh tingkahnya.


"Aiden."


Aku berbalik dan mengangkat keningku sebagai tanda untuk merespon.


"Berapa lama lagi ujung danau ini akan terlihat?" Tanya Haumea.


"Entahlah, yang perlu ku lakukan hanya terus mengayuh kan? Aku akan mencoba secepatnya agar kita bisa sampai di daratan.


Hingga kabut tebal yang menjulang perlahan menutup pemandangan, aku terus mengayuh dan menerobos masuk di antara kabut tebal.


Suasana semakin gelap, seperti langit akan menurunkan hujan, namun tidak ada tanda-tanda adanya hujan akan turun, karena aku bisa merasakannya.


Aku mengayuh lebih kuat lagi pada perahu ini, sementara melihat ke air, Haumea memanggilku dan menegur sesuatu di balik air.


Dia bilang, rasanya seperti dia melihat gurita raksasa bermata enam di bawah danau ini, dan matanya sangat besar saat melintas sekejap di bawah air.


Aku merespon dan mengatakan bahwa mungkin dia kelelahan lagi hingga berhalusinasi, jangan bertingkah banyak dengan diri kita yang sekarang, karena aku tidak ingin membuat kekuatan ku merusak sesuatu.


Dia membantah lagi dan berkata bahwa mata nya tidak salah, gurita itu seperti memenuhi danau ini dari ujung hingga ke ujung.


Aku kemudian mengejeknya dan mengatakan bahwa ratu iblis sepertinya ternyata masih bisa panik ketika benar-benar tidak memiliki kekuatan apapun.


Tapi kurasa dia serius, sesuatu yang besar memang terasa di bawah air ini. Ini hanyalah danau bukan? Tidak mungkin ada gurita di danau seperti ini, apalagi jika dia mengatakan bahwa tentakel nya memanjang dari ujung danau hingga ke sisi lain danau.


Sampai tiba-tiba, gelombang air di danau yang kami lewati mulai menjadi arus yang kuat dimana-mana. Perahu ini mulai melaju ke depan tanpa aku mengayuh nya. Dan kabut tebal semakin gelap hingga menutupi pemandangan.


Aku mulai memasang kembali dinding inferno untuk melindungi seluruh perahu ini. Jika terjadi sesuatu, bersiaplah untuk terluka karena mencoba menyerang kami.


Suara terdengar samar dari bawah air, saat kabut selanjutnya ku tembus, tentakel raksasa benar-benar menjulang sangat tinggi dari bawah air. Terangkat ke atas dan mencoba menampar perahu kami dengan tentakelnya.


Tentakelnya jatuh kembali di dalam air dan mengikis perahu kami hingga bergerak berputar balik menuju arah yang sama.


"Sudah kubilang, ada gurita!" Ucap Haumea.


Selanjutnya di arus yang kuat, delapan tentakel raksasa yang sama terbang dari bawah air hingga ke atas setinggi dua puluh meter lebih mengelilingi perahu kami dan mencoba menyerang dari segala arah.


Tentakel itu datang satu persatu ke arah kami, namun mereka semua segera terbakar dan meleleh dalam sekejap ketika menyentuh perisai ku, dan dari kedalaman danau, suara amukan mahluk ini terdengar begitu jauh.


"Apa-apaan mahluk ini? Seberapa dalam danau ini?" Tanya Haumea.


"Aku tidak tahu." Jawabku.


Saat aku tidak menyadari, aku melepas dinding inferno dan tentakel ke lima berhasil menabrak perahu kami hingga hancur berkeping-keping, Kami terhempas ke atas dengan tabrakan yang cukup kuat, namun aku segera bergerak untuk kembali melindungi Haumea di atas air.


Aku menggendong Haumea di depanku dengan kedua tanganku, saat aku menginjakkan kaki ku di atas air yang mengamuk, danau segara terbelah ke segala arah. Hingga semua air terbuka, akhirnya aku bisa melihat seberapa besar dan seberapa dalam danau ini hingga bisa menampung gurita sebesar ini.


Yang di katakan Haumea benar, gurita ini memiliki enam mata yang bertumpuk ke atas. Gurita berwarna putih dengan corak aneh di bagian kepalanya, tampaknya ini bukanlah gurita biasa, melainkan gurita penghuni danau. Aku baru melihat yang seperti ini, mungkin wajar karena ini adalah alam sihir, mahluk donggeng yang tidak masuk akal cukup nyata di dunia seperti ini.


Ketika semua air terbelah ke segala arah, aku melenyapkan semua air di danau ini hingga menghilang tanpa sisa dalam sekejap mata, dan seluruh dasar danau yang begitu dalam terlihat bersama gurita besar ini dan ikan-ikan aneh lainnya. Dia mencoba menangkap kami yang melayang di udara dengan tentakelnya.


Sementara Haumea terus berada di pelukan ku, aku membuka dimensi dunia iblis dan membuat lautan angkasa dunia iblis terhubung ke dasar danau ini, danau kering yang tadinya terlihat dasar nya, kini menjadi danau berisi alam semesta lain.


Di setiap dunia iblis, luar angkasa bagaikan lautan untuk mahluk iblis raksasa, seperti naga, paus iblis atau invilpus yang merupakan mahluk iblis berupa gurita bermata satu.


Mahluk-mahluk ini cukup untuk menghancurkan suatu dunia ketika mereka berkeliaran di dekat alam semesta dari luasnya lapisan dunia iblis, mahluk-mahluk iblis yang mampu berpindah ke dimensi mana saja entah ke atas maupun ke bawah, mereka bebas tidak seperti iblis biasa yang perlu melakukan evolusi untuk menuju ke dunia yang lebih tinggi.


Mahluk-mahluk ini tetap berada di dalam kubus violet dalam jumlah yang tak terhingga, dimana setiap monster iblis bermacam-macam mulai dari paus kepala dua, hiu tanpa daging yang hanya berupa tulang-belulang, atau mungkin naga dengan sepuluh kepala, ada begitu banyak monster iblis di luasnya kubus violet.


Karena di luar semua multisemesta lapisan iblis adalah dark sea, tempat para mahluk ini tinggal di luar dimensi. Mereka berukuran rata-rata sebesar puluhan ribu alam semesta, atau mungkin sebesar miliaran kali lipat dari ribuan alam semesta.


Namun, hanya dengan di tarik oleh lidah hiu iblis ini, gurita putih itu langsung terbakar hingga habis ke dalam dark sea, bahkan ukurannya tidak bisa di bandingkan dengan gurita ini, hiu itu terlalu besar. Dan siapapun yang menyentuh dark sea akan terbakar tanpa sisa, itu adalah langkah bunuh diri yang cukup menyakitkan oleh mahluk yang mencoba masuk ke alam iblis.


Mahluk itu musnah, aku memisahkan kembali alam iblis dari danau kering ini. Danau nya kering, gurita raksasa itu sudah mati, semua mahluk di danau ini juga ikut mati tersedot ke dalam dark sea. Kini danau indah dengan air jernih berubah menjadi danau kering seperti daratan retak yang di landa kemarau besar.


Dan karena terhubungnya alam iblis sementara waktu, ratusan kilometer hutan dari area danau ini berubah menjadi pohon tanpa daun. Semuanya mati begitu saja karena terhubung dengan dunia iblis.


Haumea masih memelukku begitu erat, aku menurunkannya jauh dari kerusakan tempat ini.


Dia baik-baik saja, tidak akan ada satu pun bagian dari dirinya yang cedera jika bersama ku.


Saat kami berjalan kembali untuk keluar dari hutan, pasukan berkuda dari langit datang cukup banyak menuju area danau yang hancur.


Mereka cukup gelisah karena kehancuran danau dan hilangnya gurita itu, aku mendengarkan dari sini. Pemimpin pasukan kuda putih emas bersayap itu seperti merasa kesal dan emosi yang begitu kacau. Dia bilang, bahwa seseorang merusak danau suci, mencuri gurita suci hutan peri dan mengeringkan semua air suci di danau yang merupakan tempat minum bagi mahluk-mahluk di hutan ini.


Aku sunggih tidak tahu itu, ku pikir ini hanyalah danau biasa. Dia berteriak kesana-kemari seperti dia akan mendapatkan hukuman. Hingga seseorang di belakang nya mengatakan bahwa ini adalah kondisi yang buruk, dia berkata....


"Komandan! Ini buruk! Tidakkah Anda merasakan kehadiran jahat yang merusak danau ini?" Ucap lelaki di belakang nya.


"Kehadiran jahat? Maksudmu ada iblis yang masuk ke dunia ini? Itu tidak mungkin!" Bantah seorang pria yang dia sebut sebagai komandan.


"Tapi saya meyakini kehadiran iblis berhasil menembus masuk dunia peri!"


"Tidak mungkin! Jika itu terjadi, beri tahukan semua pasukan penjaga hutan peri untuk melacak keberadaan iblis itu! Jangan biarkan dia lolos! Dan laporkan langsung kepada kerajaan!" Ucap komandan itu secepatnya.


"Siap!"


Kemudian seseorang yang sepertinya merupakan wakil komandan menarik semua pasukan kembali ke kerajaan yang tidak mereka sebutkan namanya, dan memberitahu laporan kehancuran danau suci hutan ini.


"Aiden? Apa kita merusak danau nya?" Tanya Haumea.


"Kamu tidak bisa melihat? Bisakah aku meniup mata mu? Mungkin kemasukan debu hingga kamu tidak mampu melihat yeah~"


"Bodoh! Aku bisa melihat danaunya kering dan retak kemana-mana." Jawab nya padaku.


"Lalu ... kenapa kamu masih bertanya?"


"Lupakan, sekarang ayo cari tempat tinggal untuk kita." Ajak nya padaku sambil menarik tanganku.


Kami berdua terus berjalan melewati hutan-hutan besar, ada begitu banyak mahluk aneh yang beterbangan di hutan. Seperti dunia donggeng saja, bahkan ada jamur-jamur raksasa yang menjadi tempat tinggal seperti kurcaci.


Ada juga kawanan kupu-kupu yang besarnya seukuran anjing remaja. Dan sisanya, ada begitu banyak lagi yang tidak perlu ku sebutkan.


Sebagai raja iblis, sebenarnya aku akan memulai invasi dengan membuka gerbang-gerbang alam iblis dan membuat aturan baru sesuai keinginanku. Iblis-iblis dengan usia di atas empat puluh tahun hingga seratus tahun wajib pergi ke alam luar untuk merusak dan mengacaukan mahluk hidup lainnya.


Tidak peduli apa yang terjadi, iblsi sesuai aturanku harus pergi ke luar alam iblis dan mengacaukan semua dunia yang ada.


Succubus dan Incubus dari seluruh alam iblis juga perlu keluar untuk menggoda mahluk-mahluk lainnya dengan merebut semua kekuatan sihir dari seorang individu melalui hubungan seksual, bahkan melahap jiwa mereka sebagai peningkatan kekuatan iblis.


Aku tidak ingin memberi kekuatan ku lagi, evolusi alam iblis sudah cukup memberi semua iblis kekuatan untuk melampaui ruang dan waktu, mereka bebas melompat ke ruang waktu dunia mana saja dan mengacaukan dunia lain.


Jika alam sihir memiliki penyihir-penyihir agung, hasut mereka semua, hasut semua penyihir kuat dari seluruh dunia peri agar tergoda menggunakan sihir hitam.


Sihir hitam iblis bukanlah sihir biasa, sihir dan mantra gelap iblis mampu mewujudkan keinginan seseorang dengan menyerahkan jiwa nya kepada raja iblis. Tebarkan kegelapan dimana-mana, jatuhkan kerajaan-kerajaan suci, ubah mahluk-mahluk suci menjadi mahluk iblis.


Aku tidak ingin semuanya terjadi begitu saja, jalankan semua perlahan, dan sepuluh iblis scarlet akan menembus ke setiap lapisan dunia sihir yang lebih tinggi untuk menjalankan tugas mereka.


Karena sebagai raja iblis, aku hanya perlu memerintah dan menjalankan kehidupan santai ku bersama Haumea. Melalui hari-hari konyol dengan candaan bodoh antara raja iblis dan ratu nya.


Jika perang harus terjadi, maka aku akan bersedia melawan semua penyihir dan dewa, bahkan aku tidak akan mundur sekalipun malaikat turun dari surga dan ikut campur dengan menghalangi jalan ku.