
Ketika aku sampai di lantai ketiga,aku berjalan perlahan menuju ke ruangan tempat orang tuaku berada. Diriku di masa lalu ada di ruangan itu.
Di dekat pembelokan menuju ruangan itu, aku melihat bercak-bercak darah dari tapak sepatu.
Benar-benar mengotori lantai.
Dan ketika aku berbelok, aku melihat dokter dengan baju putih penuh darah itu mencoba masuk ke dalam ruangan orang tuaku.
Aku mengikutinya dengan santai, apapun yang terjadi, kenapa harus tergesa-gesa?
Dia mengetuk.
Tepat setelah ketukan untuk keempat kalinya, seseorang membukakannya pintu. Wajah nya tersenyum bersama kacamata berlumuran darah.
Darah terpancar keluar memenuhi jalan. Ini buruk, dokter ini bukan manusia ataupun dokter. Aku mulai mempercepat langkahku yang santai, yeah, hanya sedikit dari langkahku yang di percepat.
Di depan pintu masuk penuh darah, aku melihat ayahku yang terbaring di lantai bersama kedua bola mata nya yang keluar dari kepalanya.
Dan di dalam, tersisa ibuku dan diriku di masa lalu.
Tidak.
Jika dokter ini membunuhku, pasti aku sudah mati sejak dulu dan tidak pernah beranjak dewasa seperti sekarang.
Aku terus menunggu seseorang untuk menyelamatkan ibuku dan diriku.
Aku penasaran, apa yang terjadi pada masa lalu ku.
Tapi, dokter ini tiba-tiba merubah wujudnya hingga kepalanya memunculkan tanduk yang baru saja ku lihat. Dia benar-benar bukan dokter, dia adalah iblis, lebih tepatnya....
Aamon.
"Sepertinya kamu benar-benar mengincar ku sampai sejauh ini."
Kemudian dia berbalik dengan cepat ke arahku di luar pintu ruangan.
Aamon: "Apa?!?! T-T-Tidak mungkin!! Bagaimana bisa kamu."
"Bagaimana bisa? Oh ya ampun, sepertinya kamu tidak bisa melihat dan menyadari ku daritadi yeah."
Aku menggaruk kepala bagian belakang ku seperti orang bodoh sambil tertawa kecil pada orang yang lebih bodoh.
"Kamu harus ku habisi dengan cara apalagi?"
ARKHGGG!!!
Dia kemudian melancarkan serangannya pada diriku yang masih bayi bersama serangan brutal untuk membunuh ibuku dan diriku sekaligus.
Tapi....... Semua menghilang menjadi debu begitu saja.
"Hmhmhmhmhmhm....."
"Aaa–HAHAHAHAHHAHAHAHAHAHA!!!!"
Aku cukup tertawa saja, namun seluruh bangunan ini terasa akan runtuh.
Tidak ada yang salah!!
Aku bahkan bisa meruntuhkan seluruh kota hingga rata dengan tanah hanya dengan tawa ku jika aku mau.
Aamon: "Ini bohong kan?!?! Apa yang terjadi?"
"Sepertinya kamu belum tahu, kekuatan ilusi yang bahkan mampu kuciptakan untuk membohongi seluruh dunia."
Aku kemudian mengarahkan jariku padanya dari jarak lima meter di antara kami.
"Inilah Ilinvinitus, ilusi tanpa batas yang bahkan bisa menjebak siapapun ke dalam ilusi selamanya."
"Dan satu lagi, asal kamu tahu, aku adalah calon raja iblis yang baru." Ucapku sambil memperlebar kerah bajuku dan memperlihatkan tanda di leherku.
Aku sebenarnya sudah tahu sejak awal, bukan prediksi, atau perkiraan, aku bisa melihat ke masa depan bagaimana hal selanjutnya akan terjadi.
Sebaliknya juga begitu, aku mampu melihat kembali ke masa lalu, tidak peduli kemana aku akan pergi sekarang, aku bisa bergerak bebas ke manapun, masa lalu, masa depan, berjalan menuju tujuanku kurang dari nol detik.
Dan untuk orang ini, aku sudah melihat nya pergi ke duniaku di masa lalu, mencoba membunuhku dengan membunuh diriku di masa lalu. Jangan berpikir melakukan semua nya semudah itu, kekuatan ku sekarang akan menjadi seperti kekuatan Marie. Meningkatkan terus menerus tanpa batasan.
Aku merasakan itu.
Dan satu lagi, aku hanya berpura-pura untuk datang sedikit terlambat, tapi aku tidak terlambat, karena aku sudah menciptakan ilusi dunia ini dari masa depan, dengan kata lain. Tidak ada orang-orang berlarian panik, tidak ada bayi yang terbunuh atau apapun itu, dan bercak darah termasuk mayat ayahku juga tidak ada sejak awal.
Ketika ilusi terlah berjalan ke seluruh alam semesta, aku mengatur kemajuan waktu di mana saat ini sebenarnya aku bukanlah seorang bayi, melainkan aku adalah balita, setidaknya bukan seorang bayi yang baru lahir. Dan saat ini, diriku yang bayi termasuk kedua orang tuaku berada di rumah dan bukan di rumah sakit untuk bersalin.
Inilah ilinvinitus ku, penciptaan ilusi yang bisa menipu siapapun.
Selain ilusi...
Jika aku hanyalah iblis di dunia yang rendah, mungkin saja ada mahluk lain seperti dewa atau malaikat yang terus menonton dan melihatku dari tempat yang lebih tinggi, jangan-jangan ada penyihir di dimensi yang lebih tinggi juga sedang menyaksikan ku saat ini? Tapi aku merasakannya.
Tapi itu sia-sia, bahkan dewa tidak bisa mengatur takdir ku. Aku bisa mengubah takdir ku sendiri sekarang, bahkan aku mampu membuat takdir seseorang menyimpang dari takdir sebenarnya.
Dan untuk mereka semua yang terus melihatku, akan ku buat pandangan mereka semua kabur. Jangan berpikir bisa melihat kehidupan ku terus-menerus. Yang ada, kalian hanya akan melihat mozaik yang begitu kacau.
Dan jangan berpikir untuk mencoba membaca gerakan dan tindakan ku di masa depan.
Karena siapapun yang melakukan itu....
Dia akan menjadi gila dan jiwanya akan terbakar hingga lenyap.
"Aku tidak tahu lagi hal seperti apa yang menyenangkan untuk menyiksamu? Perlukah aku membunuhmu beberapa kali lagi?"
Aku segera berlari untuk mendaratkan tinjuku di wajahnya, ketika pukulanku berkali-kali mengenai wajahnya, aku menarik tanduknya dan melemparnya ke arah dinding.
Jika itu hampir mengenai dinding, maka itu akan terlihat bagaikan jarak 1 mikrometer. Dia tidak akan mengenai dinding atau apapun yang ada disana.
Karena dalam sekejap, aku menciptakan dimensi lain dengan salinan alam semesta ini.
CRANK!!!
Dimensi pecah, dia terlempar menabrak dinding yang sama, tidak ada pemandangan yang berubah, tidak ada satupun di dunia ini yang tidak bisa ku replika.
Tembok ruangan ini retak dan hancur menembus ke luar, dia jatuh dari gedung ini. Walau terdengar seperti gelas kaca yang di lempar ke dinding dengan kecepatan tinggi, namun itulah tabrakan perpindahan ruang nya.
Tidak ku biarkan dia mendarat, dengan cepat, aku berpindah ke udara untuk melempar nya ke luar area ini, tidak peduli kemana saja arahnya, aku akan melempar nya untuk menghancurkan gedung-gedung. Termasuk mematahkan semua bagian tubuhnya walau aku tahu dia beregenerasi begitu cepat dengan wujud seperti ini.
Aku di langit tanpa pijakan, tidak ada awan atau apapun itu. Angin yang terasa nyata menyapu rambutku kesana-kemari.
"Selamat datang di dimensi replika milikku, kuharap kita bersenang-senang disini, aku begitu penasaran, sejauh mana kekuatan kalian semua. Apakah kamu lebih kuat dari Dyland? Aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa Dyland adalah musuh yang lumayan, karena dia masih begitu lemah untukku."
AKHHHHHHHHHHHHHHH.......!!!
Dia berteriak bagaikan suara setan yang menggema dengan nyaring ke langit. Maka inilah pertunjukan untuk transformasi ketiga nya. Tapi transformasi kedua nya saja sudah cukup kuat. Bisa ku katakan bahwa dia setara dengan Dyland.
Cahaya merah kemudian memancar dari tubuhnya, seperti amarah yang mencoba menghancurkan seluruh tempat ini.
"JANGAN MEREMEHKANKUUU!!!!!!"
Wush!!
Dengan begitu cepatnya dia bergerak menyapu semua gedung yang ada di lintasannya, mengubah semuanya menjadi bangunan yang hancur bagaikan tumpukan debu yang di tiup.
Pukulannya benar-benar cepat.
Harus kuakui bahwa dia sedikit lebih hebat daripada semua temannya. Dia bahkan tidak terpengaruh oleh varktus yang ku berikan.
Bash!
Bash!
Bash! Bash! Bash! Bash!
Bash! Bash! Bash! Bash! Bash! Bash! Bash! Bash! Bash!!!
Kami terus memukul satu sama lain dan mempertahankan posisi masing-masing.
Aamon: "Kamu cukup cepat juga, tapi aku harus mengakhiri mu secepat mungkin."
"Oh yeah? Coba saja!!"
BASH!!
BASH! BASH!! BASH!!
Kami saling memberi pukulan yang setara dengan kecepatan lebih dari satu miliar pukulan setiap setengah detik nya.
Hanya dengan balas membalas tinju, kami sudah menghancurkan seluruh gedung rumah sakit dan sekitarnya.
Kami begitu cepat, secepat cahaya dan semakin lama bertukaran pukulan menjadi lebih cepat lagi hingga seratus ribu kali lipat kecepatan cahaya tidak lagi berarti bagi kami. Pukulan demi pukulan menciptakan gelombang yang menyapu udara untuk merubuhkan gedung-gedung.
Setelah terlalu lama memukul, dia akhirnya menggunakan kekuatan lain untuk menyerang ku dari kejauhan. Karena dia tahu, semakin lama kecepatan ku akan terus meningkat.
Kedipan-kedipan cahaya terlihat di langit dengan sangat cepat, ya seperti itulah bagaimana kami saling berbenturan satu sama lain.
Dia terus menyerang dengan serangan yang tidak ada habis nya. Jadi aku menangkis dengan menciptakan inferno wall ku lagi dan menghanguskan setiap serangan yang mendekat.
Lalu, aku mengubah semua bongkahan batu bangunan yang hancur menjadi kristal, kristal-kristal besar yang tajam dan keras.
Ribuan batu kristal terbang ke arahnya, satu mengenainya tepat di dadanya, dan dia berhasil menghindari lemparan kristal yang lain hingga memotong semua serangan kristal ku menjadi potongan-potongan kecil.
Setengah detik saja.
Dia langsung maju kembali tepat di hadapanku untuk melayangkan pukulan, tapi aku berkedip sambil menghembuskan nafas.
Dengan begini ... waktu seluruh alam semesta akan berhenti.
Tubuhnya yang menyerang ku berhenti bergerak, aku melayangkan pukulan kuat ku ke wajahnya, beberapa kombo pukulan dan tendangan ku berikan padanya terus-menerus.
Satu pukulan ke wajahnya, sama saja seperti sebuah pesawat jet yang menghantam wajahnya dengan kecepatan tinggi.
Hingga posisi nya menjadi terbalik, aku memegang kedua tanduk nya lagi, memutarnya berkali-kali dari posisiku, terus berputar-putar hingga aku melemparnya sejauh 400 kilometer.
Belum berakhir, rasa sakit yang ku berikan belum seberapa.
Ini adalah dunia ciptaan ku, tempat dimana berisi multiverse dengan jumlah yang tidak terbatas, berbeda dengan realita. Disini hukum fisika, matematika tidak akan berlaku, jadi, bertarung lah sesuka hati untuk menghancurkan dunia kecilku ini.
Siapapun bisa menyebutnya sebagai dunia kaca, domain, teritori atau apapun itu. Tapi aku menyebutnya sebagai...
...Multiverse Arena...
Jangan berpikir bahwa aku tidak bisa merusakkan alam semesta nyata, karena dengan Will Power dan Daemonic yang ada di dalam diriku sudah meluap terlalu banyak.
Aku bisa merasakan sejauh mana kekuatan ini akan menghancurkan sesuatu jika ku lepaskan.
Akan ada suatu hari nanti....
Dan akan ada suatu saat.
Mungkin saja aku akan bertemu lawan tersulit yang membuatku harus bertarung dengan serius. Kuharap saja itu ada.
Dan..... Karena ini adalah dunia ciptaan ku sendiri, maka aku lah yang berkuasa disini. Aku bahkan tidak butuh bergerak secepat apapun, karena aku sudah menguasai seluruh ruang dan waktu dunia ku sendiri. Sama seperti Marie, aku sudah bisa hadir dimana saja
Aku menghilang menjadi bayangan dalam sekejap, daripada menghilang, ini hanya menghilangkan bagian diriku yang lain dari titik awal, karena aku langsung berdiri pada titik dimana tubuhnya akan mendarat jatuh dan kemudian menabrak apapun. Bisa di bilang, sebelum aku memukul nya sejauh 400 kilometer, aku sudah berada di sana untuk menunggunya.
BRUAGGG!!!!
Dia tidak akan mendarat ke manapun, kecuali kembali untuk mendarat pada tinjuku.
Aku benar-benar memukul wajahnya lagi, seperti bagaimana pukulan penghancur memukul kepala seseorang. Untung saja dia bukan manusia atau iblis biasa. Jika dia hanya seseorang biasa, mungkin satu pukulan ku di wajah saja sudah bisa menerbangkan seseorang untuk berjalan ke Akhirat.