Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 82 : She always catches me




Setelah kedatangannya yang begitu tiba-tiba, Marie hanya membelokkan arah telunjuknya, membuat kepala mereka semua terpasang kembali, ketika wujud iblis mereka perlahan seperti retak bersamaan dan meleleh dengan cepat. Mengeluarkan diri mereka yang asli kembali.


"Ah? Tidak kusangka kamu sampai kesini dengan cepat, kupikir aku harus menunggu lebih lama dan lebih lama lagi."


Ucap Marie kepadaku.


"Hah? Sampai kemana?"


Marie: "Tidak. Bukan apa-apa."


Ngomong-ngomong, kamu ternyata bisa mengeluarkan pedang ini disini. Aku kagum, bagaimana jika aku meminjamnya sebentar untuk sesuatu? Ucapnya sambil menyentuh tanganku dan menyentuh pedang ini.


Apa yang akan kamu lakukan?


"Bukan apa-apa, hanya mencincang sesuatu, dan bagaimana jika kujawab, aku akan mencincang tubuh mereka menjadi bagian-bagian terkecil? Apak kamu ingin merasakan bagaimana rasanya memakan tubuh Iblis Scarlet?"


Marie, kumohon, jangan lakukan sesuatu pada mereka. Mereka tidak bersalah, ini semua keinginanku, mereka hanya melakukan seperti yang aku inginkan.


"Bertarung? Aku melihat mereka semua bertarung dengan serius untuk melukaimu, jika mereka benar-benar melukaimu? Bagaimana?"


Ucapnya dengan wajah genit itu.


"Begitukah? Mereka semua tidak bisa menyentuhku, bahkan kamu."


"Percaya diri itu tidak baik~"


BRUAKKK!!!


Aku tiba-tiba merasakan sakit yang cukup dalam dari tubuhku, sudah jelas, itu adalah jantungku. Benar! Aku melakukan hal bodoh waktu itu, kenapa aku terjatuh ke dalam lautan cinta yang sesat dan membuat diri konyol ku ini memberikan jantungku padanya? Dia masih bisa menyentuh ku, dengan menyentuh jantungku.


"Akhh!!!" Ini memang menyakitkan.


Marie: "Ah~ ya sudahlah, aku juga tidak akan meminta maaf padamu, dan untuk kalian, cepat menyingkir dari hadapanku atau aku akan membunuh kalian semua selamanya, jangan datang ke hadapanku selama tidak ada berita baik atau hal yang menyenangkan untukku."


Ketika mereka semua mencoba bangkit kembali, mereka langsung menghilang sangat cepat dari sini. Tidak satu hal pun yang berani mereka langgar dari keinginan Marie. Aku mendengar bahwa membantah kegagalan mereka sendiri hanya akan membuat Marie semakin marah, bahkan kupikir kata "Menghapus" itu beda dari pada membunuh seseorang. Mungkin saja jiwa mereka akan di hapus dan di lenyap kan. Kasihan sekali jika itu terjadi.


Aku bermaksud untuk pergi juga, sebelum dia melakukan hal yang tidak-tidak lagi padaku. Gerbang enam lingkaran menyala di bawah kakiku, menampilkan bagian-bagian sihir yang sulit. Tapi kemudian mereka segera menghilang dari sana, hilang seperti sebuah kaca yang pecah dan menjadi abu.


"Kamu mau kemana?"


"Pergi, mencari sesuatu yang menarik."


Dia membatalkan sihir portal ku, jdi aku memperluas jangkauan Inferno Wall untuk seluruh cakupan gerbang enam lingkaran. Cahaya-cahaya lima lingkaran akan menghilang secara acak dan berakhir pada lingkaran di pijakan ku, membuatku kembali ke dunia ku lagi.


Raut wajahnya berubah ketika dia tahu bahwa sihir yang meniadakan sihir bahkan tidak akan bisa menembus dinding ini. Aku menyadari hal ini pertama kali ketika diriku menjadi Eirene, seorang siswa tidak dikenal menyerang ku dari belakang, karena perasaan bahaya waktu itu, aku merasa butuh perlindungan, dan mencoba melakukan apapun yang menjadi perisai ku.


Pada saat itu, mungkin aku terlihat santai berpindah ke ruang lain, tapi aku benar-benar merasa bahaya dan harus melakukan sesuatu, tetap terlihat santai adalah yang terbaik. Jadi itu aktif dengan sendirinya ketika aku menginginkan pelindung sihir di saat itu juga. Membakar sebuah pedang tajam yang di lempar ke belakangku menjadi abu.


BUSHH!!


Aku menabrak sesuatu dengan keras, namun bukan tembok, karena aku sedang berkedip sesaat memikirkan hal lain yang mungkin menyenangkan untuk ku lakukan, mencari sesuatu untuk menghilangkan rasa bosan tanpa teman.


Yah, ketika aku membuka mataku, pasti itu adalah orang yang ku tabrak secara tiba-tiba. Jadi aku benar-benar melihat sekarang, sosok pakaian hitam dengan rambut merah.


"Tidak mungkin! Kamu lagi--kamu lagi!!"


"Jangan meninggalkanku seperti itu. Sekarang aku ingin bertanya, kamu mau kemana?"


Ucapnya sambil memutari ku dan membelai rambutku.


Ini menggelikan...


"Jawab."


"Baiklah, aku ingin mencari kesenangan ku, memang nya ada apa? Kamu selalu menghalangiku."


Ucapnya sambil langsung merebut kedua tanganku di dalam satu genggamannya.


"Tidakkah kamu melihat mataku? Ketika kamu menyakiti hatiku lagi, aku akan berdiam diri di kamar dan menangis tanpa sepengetahuan siapapun."


Dia pikir mengucapkan hal seperti itu dengan wajah munafik akan membuatku tertipu lagi olehnya dan melakukan banyak hal yang dia inginkan.


"Matamu? Tidak ada rasa sedih dari wajahmu, terutama matamu, itu hanya mata merah yang terlihat bagaikan ikan mati. Suram!"


Kuputuskan untuk membawa nya berkeliling ke tempat lain, ketika aku kembali disini, satu lembar uang masih bisa, bukan? Aku masih bisa menggunakannya terus menerus ketika berganda menjadi lebih banyak.


Aku bukan orang kaya. Aku juga ingin menjadi kaya, tapi bukan ingin terlihat kaya.


Walau memiliki sihir seperti ini, aku bisa menggandakan uang sebanyak yang aku mau. Atau menciptakan uang setinggi tumpukan gedung pencakar langit. Aku harusnya bisa memiliki segalanya, namun uang itu tidak penting lagi ketika aku sudah memiliki sesuatu yang lebih menyenangkan dari pada uang.


Orang kaya akan melawanku? Uang melawan sihir. Oh, itu hanya akan menjadi kekalahan untuk orang kaya yang mencoba melawan sihir.


Kemampuan supernatural itu unggul lebih jauh di bandingkan uang. Uang mungkin bisa memanipulasi seseorang.


Mempermudah jalan bagi mereka yang memiliki uang untuk menembus keinginan besar mereka, menggunakan manusia sebagai dasar dan kaki dari jembatan, lalu uang akan menjadi jembatan di atas para manusia itu, dimana siapapun yang memiliki uang bisa menciptakan sebuah jembatan untuk dirinya dari manusia hanya dengan uang.


Lalu ... apa yang akan kulakukan sekarang? Yeah, aku terpaksa harus mencari kesibukan kota yang membuat nya senang. Entah itu menemaninya, atau bersama dengannya, tidak ada siapapun yang bisa akrab dengan Marie. Ini karena tidak ada satupun di dunia iblis yang menjadi temannya.


Dunia ini memang menyenangkan, walau tidak ada teknologi setinggi dunia manusia disini, jika aku pergi lagi ke dunia manusia, aku akan mengajaknya berjalan-jalan, memperkenalkan padanya betapa menyenangkannya internet. Tapi sekarang tujuanku berada disini.


Ingin makan sesuatu?


"Apa saja? Ayo!" Ucapnya dengan gembira.


Jika kamu menyetujui untuk memakan apa saja, maka aku akan mengajakmu memakan batu, bagiamana?


"Jangan konyol! Apa saja asalkan itu adalah makanan kesukaanmu, itu lah maksudku."


Bagaimana jika aku suka memakan sebuah batu?


"Itu tidak mungkin!! Pikirmu aku bodoh?"


Lah? Lagipula kamu juga selalu menganggapku bodoh dan tidak berakal, aku ini sehat lho, kamu saja sulit untuk membodohi ku. Tapi, baiklah ... lihat, ada sebuah gerai disana, mau singgah?


Dia tersenyum dan mengikutiku ketika aku berjalan menuju ke gerai coklat ini. Di atasnya bertuliskan Horned Chocolate, hmm coklat bertanduk? Seperti apa yah? Tempatnya bersih, lampu nya bersinar dengan baik. Pelanggan biasanya akan tertarik mengunjungi gerai atau semacamnya ketika mereka terlihat cerah dan bersih dari kejauhan, ada cukup banyak orang yang mengunjungi tempat ini, meja-meja yang lumayan di penuhi oleh orang-orang. Namun, meja-meja itu harus di beri jarak yang cukup untuk memisahkan ruang antara orang lain.


"Ah, menu yang cukup banyak."


Ucap Marie sambil melihat semua bagian menu ini.


Aku juga melihatnya, ada begitu banyak nama beserta bagian-bagian tambahannya seperti topping atau semacamnya yang melengkapi coklat ini, lagipula ini bukan gerai yang hanya menjual coklat produk atau semacam coklat batangan di dalam produk kotak berlapis.


Yeah, cukup banyak, bukan hanya coklat batangan, ini lebih mengarah ke banyak hal yang berhubungan dengan coklat. Minuman coklat, apel dengan coklat, es krim coklat, coklat bercampur vanilla, coklat dingin beku dan banyak lagi. Aku melihat harganya, tidak kusangka gerai yang hanya seperti toko sebesar pet shop bisa memiliki makanan menu yang cukup mahal. Setidaknya ini hampir setara dengan daging naga di restoran yang ku kunjungi sebelumnya.


"Aiden, Aiden, seperti apa kah yang kamu sukai? Aku akan membayarkannya."


KRANKKK!!!


Hatiku seperti pecah seketika, dia daritadi terus membaca menu itu cukup lama, bahkan setelah kami sampai disini tanpa antrian, antrian sudah memanjang kebelakang berjumlah dua puluh orang. Dan dia hanya mempermalukan ku. Sekarang bahkan barisan antrian ini mendengarnya. Aku terlihat seperti seorang lelaki, um ... ya! Lelaki yang tidak memiliki modal untuk pacarnya.


...Ingin bermain-main ya?...


Jadi aku menunjuk pada bagian coklat es krim mangkuk besar berlapis toping ganda yang akan di lapisi coklat lagi dengan harga tertinggi. Benar! Aku langsung mengeluarkan uang yang ku lipat gandakan dalam sedetik, ku berikan langsung pada penjaga dan kasir gerai ini. Yeah, yeah, cukup mahal, hanya coklat seharga tiga ratus ribu scarlet.


Marie: "Humm, jadi kamu membawa uang yeah? Ya sudahlah, kalau begitu aku akan memesan sesuatu yang sama untukku."


Kasir gerai: "Baiklah, dua es krim coklat topping ekstra berlapis, mohon menunggu di sana~"


Ucap nya sambil mengarahkan kami ke arah ruangan tempat penunggu yang bersih dan sejuk. Bahkan tempat ini memiliki televisi, aku baru tahu bahwa dunia iblis memiliki televisi, jangan-jangan ponsel itu ada, dan internet itu ada? Tapi apakah nama mereka bukan ponsel dan Internet? Aku tidak tahu.