
Detik berikutnya, dia langsung berlari ke arahku dengan pedang hitam berkilauan. Pedang kami yang saling bertabrakan menghasilkan benturan warna yang menyala bagaikan efek RGB, tebasan cepat yang akurat berputar dengan baik saling menahan gaya.
"Mari lihat sejauh mana kamu bisa bertahan dengan sebelah tangan."
Aku terus membalas gerakan pedang dengan irama yang sama, kanan kiri, memutar ke belakang, dengan kemiringan 40-150°, namun kemiringan dengan kecepatan ini lebih menjadi tak teratur juga di luar ukuran dan perhitungan apapun.
Semua terus bertukar, siapa yang menyerang, dan siapa yang bertahan. Berpikir untuk menyerang dengan gegabah, maka seharusnya kepala dan bagian tubuh nya lain telah terpotong daritadi. Namun gerakannya cukup lincah, bahkan dia bergerak dengan seimbang mengikuti kecepatanku.
Terlalu lama bertukaran tebasan antar pedang, dia tiba-tiba menciptakan kloningan dirinya menjadi begitu banyak. Bagaikan pasukan sepuluh baris yang totalnya ada ratusan orang. Mengepungku dan menyerang ku dari berbagai arah.
Tapi..... jangan berpikir untuk membodohi ku.
Tantangan duel ini hanya mencoba membuatku sibuk dan tidak memperhatikan kondisi Marie, lelaki bodoh yang bertingkah sok keren, dia pikir dia bisa membunuh Marie begitu saja.
Dalam sekejap mata, lelaki itu langsung berpindah di depan Marie, membawa sebuah pedang iblis tipis yang seakan-akan bisa membelah lautan. Aku menciptakan sebuah pistol sihir dari kehampaan ke tangannya, ketika dia sadar terlalu cepat, dia tahu apa yang harus di lakukan. Tarik lah pelatuk nya dengan benar, satu peluru itu saja sudah cukup untuk meledakkan gunung menjadi seperti kertas yang beterbangan di langit.
BANG!
Marie menembakkan satu peluru dari pistol sihir merah yang kuciptakan, orang bernama Aamon ini tiba-tiba saja menangkap peluru nya hanya dengan dua jarinya. Aku tidak menyangka kalau mereka bisa secepat ini. Mungkin tidak salah, jika mereka juga sama kuatnya dengan Dyland dan bisa saja menjadi lebih kuat dari Dyland.
Peluru kedua Marie di lancarkan dengan cepat sambil memundurkan langkahnya perlahan, dan peluru kedua juga sama, dia menebas peluru itu dalam sekejap. Pupil matanya mengecil sambil terdesak, aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi.
Tidak perlu menggunakan sihir, setengah detik saja cukup untuk dua puluh ribu tebasan melindungi nya. Ratusan kloningan dengan gerakan kilat ku tebas begitu saja hingga mereka terbakar dengan tebasan yang menjadikannya debu.
Selesai dengan tebasan, aku melancarkan Flare ke arah orang-orang yang mencoba membunuh Marie. Ledakan beruntun yang melingkar di sekitar Marie, lelaki ini bahkan menebas Flare ku begitu saja. Aku meninggalkan si buntung ini dengan cepat untuk menebas lelaki berjubah hitam ini.
"Aiden, lakukan sesuatu untukku."
"Tenanglah, aku mencoba, apakah kamu tidak bisa melakukan apa-apa dengan pistol itu?"
"Jangan bodoh!! Pistol sihir ini tidak ada apa-apanya, setidaknya lepaskan segel dari tubuh ku!"
"Oh, itu tidak akan terjadi. Wanita sepertimu sebaiknya menjadi lemah layaknya gadis penurut pada umunya, aku sebagai lelaki adalah orang yang seharusnya melindungi mu."
Pedang nya mengarah padaku dengan dorongan yang kuat, aku hanya menghela nafas dengan bosan, sepertinya tidak ada satupun orang yang memiliki hal semacam ini, aku ingin memperingatkan siapapun untuk berhati-hati ketika mendekatiku.
Ketika tangan nya memukul dengan cepat, sayang sekali nasibnya sama seperti temannya. Pedang dan tangan nya ikut lenyap terbakar dalam sekejap, tidak ada satupun yang tersisa.
Dia memiliki respon yang cukup cepat, hingga menjauh dari kami untuk melihat keadaannya sendiri.
HoaaAAK–
CHUAKZH!
Setelah mundur dengan tangan buntung sebelah, dia membuang ludah ke samping dengan kasar tak beretika. Yah, memang seperti ini lah iblis seharusnya, tak beretika, bajingan, berengsek, begitu buruk.
"Di ujung kekalahan mu seperti ini, kamu masih saja mengucapkan hal menjijikan seperti itu? Dasar iblis keberuntungan yang hanya berlindung oleh kekuatan misterius!"
"Oh, salahkah jika aku melakukan apapun pada nya? Siapa yang kamu sebut iblis keberuntungan?"
Dia langsung melaju dengan cepat lagi ke arahku, dia masih mampu memulihkan tangannya yang hancur, dalam sekejap pedang yang sama tercipta lagi di tangannya. Menabrak udara sambil memancarkan aura membunuh.
"Jangan berpikir bahwa kamu akan selamat dari sini."
TANG!!!
Aku menahan serangan pedang nya lagi, hanya satu tebasan yang di tahan oleh satu pedang. Dia berhenti sejenak sambil meneruskan tekanan pedang nya, mencoba maju tanpa henti untuk membelah pedang ku.
"Bagaimana jika ku katakan bahwa peluangku untuk menang adalah seratus persen ketika aku harus membuka segelnya?"
Pupil matanya mengecil setelah mendengar ancaman ku, tekanan pedang nya semakin besar untuk mencoba mematahkan pertahananku. Detik berikutnya, mereka maju bersamaan dengan cepat, bukan hanya mereka berdua, tetapi semuanya.
Semua bergerak terlalu cepat, dengan menciptakan pedang neraka yang tak terhitung jumlahnya, mereka melingkar untuk membentuk sebuah dinding yang saling mengikat, namun bukan sebuah dinding yang tenang, dinding ini terbuat dari pedang yang terus berjalan secara acak. Mencoba menerobos hal seperti ini sama saja seperti sesuatu yang di paksa masuk ke putaran baling-baling kipas.
Tapi sekarang bukanlah perumpamaan soal kipas atau benda yang mencoba menerobos. Lihatlah secara nyata bagaimana pedang-pedang penusuk jantung terus berputar pada lintasannya, ke kanan dan ke kiri, ke atas dan ke bawah. Terus bergerak melingkari ku menjadi sepuluh lapisan.
Aku tidak melakukannya dengan cepat, sengaja untuk menunggu mereka benar-benar terlalu dekat denganku. Di saat itulah lubang neraka akan terbuka lagi dari kehampaan dan menabrak semua tubuh mereka hingga robek dan mengeluarkan usus bahkan hati mereka, mematahkan setiap tulang yang ada.
Aku menamainya....
Putaran kematian.
Kupikir mereka akan mendekat begitu saja, namun nyatanya mereka menyadari hal seperti ini sebelum aku melakukannya. Padahal aku sudah menunggu. Aku memutar balikkan kedua jari ku dari dalam, mengubah lintasan seluruh pedang untuk berputar ke segala arah dan menyerang mereka.
Sebelum ini, aku harus memindahkan Marie ke dalam ruang imajinasiku saja. Aku tahu dia benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa.
Enam ratus enam puluh enam pedang neraka yang berputar menuju ke arah di manapun mereka berada, pedang ini cepat, secepat peluru yang bahkan lebih cepat dari cahaya dengan warna merah yang menyelimutinya. Bahkan aku membuat pedang-pedang untuk di targetkan pada mereka semua, tidak peduli mereka menghindar atau berlari, pedang ini akan terus mengejar mereka, sekalipun harus berbelok tajam dan menabrak apapun sampai hancur.
Mereka semua cukup ahli dalam berpedang, pedang-pedang Neraka ini tidak akan bertahan lama, setelah mereka menyerang sebanyak dua kali, mereka akan menjadi debu dan segera kembali ke Neraka.
Orang bernama Aamon ini langsung merubah wujud nya ke wujud transformasi kedua. Yang lainnya pun begitu. Aura membunuh semakin kuat, tanah mulai retak kemana-mana dan seperti akan mengeluarkan sesuatu dari dalam perut bumi.
Ingin main dengan kekerasan yeah.
"Apapun itu, kami hanya perlu membunuh kalian berdua disini!"
"Wah–wah–wah, benar-benar tidak sopan sekali."
Lelaki sok keren ini melemparkan serangan Flare beruntun padaku, kemudian yang lain maju seperti bayangan dalam sekejap di depanku. Mereka benar-benar menggunakan sihir sekarang.
Ledakan demi ledakan meledakan area ini. Bahkan sepuluh orang yang lainnya masih tidak berhenti untuk maju menyerang secara bersamaan. Ini benar-benar pertarungan yang cukup memakan waktu jika aku harus bertarung dengan adil.
Disini kami hanyalah sebuah cerita, Anda bisa saja membayangkan bahwa pertarungan kami benar-benar merusakkan area, lebih rusak daripada animasi stickman yang brutal.
Tidak pernah terlintas di pikiranku, bahwa aku pernah menyukai pertarungan manusia stik saat aku berusia sembilan tahun, itu benar-benar pertarungan yang lebih keren daripada animasi mana pun, hanya saja mereka memiliki grafik rendah.
Aku pernah mempraktikkan gerakan-gerakan itu beberapa kali ketika aku masih kecil, tapi aku bukan manusia lagi sekarang, aku adalah iblis dengan kekuatan aneh yang cukup menyenangkan. Bahkan setelah berhasil melampaui jutaan kali lipat kecepatan cahaya, orang-orang ini masih mampu untuk mencoba menyesuaikan kecepatan ku.
"Sebegitu pecundang nya kalian dengan sebelas orang melawan satu orang?"
"Bedebah! Kamu terlalu banyak bicara."
"Banyak bicara?"
Satu pedang dengan sebelas pedang saling berbenturan dengan cepat, aku jelas bisa menahan sebelas orang sekalipun mereka sekuat ini.
Karena aku...
Lebih cepat!!
Dalam sekejap, aku menusuk perut seseorang dengan pedang hitamku, sisanya akan kuhabisi juga dalam waktu yang sama. Satu nya lagi ku terbangkan sedikit untuk menabrak temannya yang lain.
Tersisa tiga orang lagi, si buntung ini masih hidup setelah terkena pukulan berkali-kali. Oh yeah, mereka semua memang kebal, di tambah lagi wujud transformasi seperti ini.
Aku menciptakan pijakan langit untuk berlari beberapa langkah memukul si buntung ini lagi, tapi menuju langkah selanjutnya, sebuah tali berwarna hijau dan asap hijau yang menyala menarik kakiku dengan cepat kembali ke tanah.
Di banting kembali ke daratan dan menabrak sebuah gedung yang masih tersisa. Dia berhasil menyembuhkan tangannya pada transformasi kedua. Migare ini adalah yang pertama di antara mereka semua untuk melanjutkan transformasi kedua.
"Pikirmu tanganku tidak bisa kembali?!?!"
SHING!!!
Dia kemudian menebas kehampaan hingga celah udara tertebas seperti benang tak kasat mata yang merobek pemandangan, setiap gedung-gedung yang terkena tebasan langsung terbelah dan runtuh. Tebasan yang sejak awal di gunakan untuk membelah langit.
Ketika dia mencoba mengajakku berduel, itulah yang di lakukannya. Menciptakan garis di tanah sebagai tantangan duel dimana tebasannya membelah awan-awan yang bertumpukan di langit.