
Kedatangan Razel yang kedua kalinya bahkan belum memiliki kenyataan bahwa Aiden menerima untuk bekerjasama dengannya sebagai Reaper. Namun langkah yang membuatnya lebih maju adalah bujukannya yang setidaknya membuat Aiden akan berpikir dua kali untuk menerima kerjasama di antara mereka berdua.
Razel memiliki rencana yang sangat jauh daripada pemimpin sekte-sekte satanis lainnya. Dan rencananya benar-benar terlalu buruk untuk persyaratan pembangkitan iblis kepercayaannya. Dia percaya bahwa iblis bernama Haumea yang di puja olehnya itu pasti ada. Dan dia benar-benar bersikeras, jika Haumea sang dewi iblis pujaan nya tidak nyata, maka dia harus menghalalkan cara apapun untuk mewujudkan iblis yang di sembahnya ke dalam realita.
Nyata! Pasti nyata! Dia selalu mengucapkan itu di dalam hatinya, dan kepercayaan itu tidak pernah hilang. Itu sebabnya dia melakukan ritual-ritual terlarang untuk mendapatkan sihir-sihir gelap dan mengikuti panduan buku setan mengenai ritual gila untuk mendapatkan jalan dan kunci yang mampu membuka The Ultimate Gate.
Bahkan di sore hari tepat ketika Aiden pulang dari sekolahnya, Razel telah menunggunya di depan gerbang dengan pakaian gadis normal pada umumnya, namun bibir seorang gadis berwarna ungu benar-benar terlalu mencolok. Razel sempat menahan tawa saat hendak melihat gaya culun Aiden secara langsung yang terlalu mirip dengan lelaki idiot. Awalnya dia marah saat mendengar tanggapan Razel, tapi itu tidak penting baginya.
Sebelum membahas tentang kerjasama mereka, yang di bahas oleh Razel adalah kehidupan normal tentang bagaimana seorang gadis berperilaku. Aiden benar-benar melihat kemunafikan besar pada Razel. Seorang penyihir kegelapan yang juga merupakan penyembah iblis dan mampu berperilaku layaknya orang biasa.
"Terlalu canggung ya?" Ucap Razel pada Aiden.
"Itu karena kita tidak bisa membahas ajakan mu untuk bekerjasama, tunggu setelah kita memiliki tempat yang tepat untuk berbicara." Balas Aiden.
"Aku tidak tahu harus memulai nya darimana, tapi aku akan mulai memberanikan diriku, dengan pembunuhan seekor anjing sebagai dasarnya." Ucap Aiden.
"Jika tidak ada tempat lain lagi, maka pilihan terakhirnya adalah rumahku." Ucap Razel.
Setelah perbincangan selesai di dekat perempatan jalan, Aiden mulai memesan taksi online dengan rumah Razel sebagai tujuannya. Di dalam perjalanan, dia cukup merasa muak dengan lokasi rumah Razel yang cukup jauh. Razel bilang, tidak ada siapa-siapa di rumahnya kecuali ibu nya.
Ayahnya sudah meninggal sejak dia berusia sebelas tahun, kematian ayahnya di sebabkan oleh kecelakaan tragis ketika mobilnya tepat mogok di tengah rel saat sebuah kereta hendak melaju dan menghancurkan nya. Rahasia lain yang tak di ketahui oleh ibunya adalah Razel sendiri. Putri nya yang telah tumbuh dewasa dan mengikuti aliran teistik yang pada akhirnya menjadi pemimpin sekte sekaligus penyihir kegelapan tanpa di ketahui oleh ibu nya.
Saat sampai tepat di sebuah gerbang besar, Aiden menurunkan sedikit dagunya dan memastikan bahwa tempat ini adalah sebuah rumah. Razel menyebutkan bahwa ini hanyalah rumah, namun terlihat bagaikan istana yang tidak terlalu besar. Taksi cukup menghentikan mereka tepat di titik tujuan, selebihnya mereka akan berjalan kaki.
"Kamu menyebut ini rumah?" Tanya Aiden.
"Ya, ini memang rumahku, peninggalan Kakek ku yang kemudian semua harta warisannya menjadi milik ayahku ketika dia meninggal dunia, dan pada akhirnya ayah ku juga meninggal sejak tiga belas tahun yang lalu." Jawab Razel.
Razel kemudian memutar beberapa jari nya dan membentuk sebuah gerakan tangan dan beberapa kalimat sihir. Sambil berjalan, dia terus menciptakan gerakan tangannya. Aiden bertanya apa yang di lakukan olehnya, dan Razel menjawab bahwa dia sedang menyiapkan dimensi tambahan.
"Aku tidak tahu bagaimana cara menyambut tamu, tapi apakah kamu punya saran?" Tanya Razel.
"Aku tidak peduli soal itu, karena aku tidak pernah belajar bahasa asing atau semacamnya, terkecuali memahami beberapa kata dari bahasa Jepang." Jawab Aiden.
"Hmmm, bahasa Jepang, aku pernah mempelajarinya."
"Untuk keperluan sihir?"
"Tidak, bukan untuk keperluan sihir, aku hanya pernah memiliki hobi untuk membaca buku-buku termasuk mempelajari bahasa asing." Ucap Razel.
"Bisakah kamu menunjukkan nya padaku? Mungkin menyambut ku dengan bahasa asing apa pun itu yang kamu ketahui." Ucap Aiden dengan sedikit rasa tertarik pada Razel.
..."Yōkoso ... Watashi no nana-jigen sekai e."...
"Aku juga bisa berbahasa prancis."
Bienvenue dans mon monde en sept dimensions!
"Hahaha, terdengar lucu bukan?"
Razel mengucapkannya dengan lancar, membuat Aiden benar-benar merasa bahwa wanita ini sedikit pintar, menarik, dan aneh. Aiden tidak begitu paham apa arti kalimatnya selain kata 'selamat datang' jadi Razel mengatakan artinya adalah "Selamat datang ... ke dunia tujuh dimensiku."
"Hmmm, hahahaha! Lumayan bagus." Ucap Aiden dengan sedikit memuji Razel.
Awalnya Aiden berpikir bahwa itu penyambutan simpel dengan sihir penambahan dimensi yang membuat rumah Razel terlindungi oleh tujuh lapisan lapisan energi sihir gelap yang tak tertembus oleh sihir-sihir biasa.Namun, Razel memberi tahu sesuatu yang lebih jauh dari sekedar sihir pelindung wilayah, yang dilakukannya adalah memisahkan rumahnya menjadi dunia tersendiri yang lebih jauh daripada sekedar dunia biasa.
Dengan kekuatan yang sangat besar, dia dapat mewujudkan sihir untuk menambahkan setidaknya empat dimensi spasial pada wilayahnya sendiri. Dengan begitu, rumah dan wilayah milik Razel sekarang akan terpisah dari realita dunia biasa. Para penyihir surgawi itu tidak akan mampu menembus masuk, bahkan merasakan keberadaan nya.
Dunia tujuh dimensi cukup jauh bila di bandingkan dengan dunia tiga dimensi, ini seperti para penyihir surgawi itu butuh kekuatan untuk menembus empat realita lagi.
Karena konsepnya adalah, setiap dunia di dimensi lebih tinggi akan menjadi realita yang lebih tinggi, dan dunia yang lebih rendah hanya akan di anggap sebagai keberadaan yang lebih kecil dari sebuah mimpi dan goresan di atas buku fiksi.
Pemandangan tak berubah, rumah Razel adalah rumah Razel, siapapun bisa melihatnya, namun mereka akan mati kelelahan karena melihatnya dan akhirnya jiwa-jiwa itu akan di rampas olehnya. Menyentuh gerbang rumah Razel saat sihir nya telah di aktifkan sama saja dengan bunuh diri, jelas manusia dengan eksistensi rendah tidak akan mampu mewujudkan keberadaan nya di dimensi yang lebih tinggi.
Walau Aiden tidak mengerti sihir, namun dia cukup tertarik melihat teknik sihir seperti yang di lakukan Razel, tanpa pertanyaan, Razel memberi tahu padanya fungsi sihir yang di lakukan nya adalah perlindungan atas rumahnya, dirinya, ataupun keberadaan nya.
Ini bermaksud menciptakan pelindung yang tak terdeteksi dari mana tempat sebelumnya mereka ada. Razel selalu bersembunyi dari dunia sebisa mungkin, bukan bersembunyi dari kehidupan modern. Dia menikmati kehidupan modern sama seperti bagaimana dia menata pakaiannya dengan pakaian modern seperti yang di gunakan orang lain.
Tapi yang membuatnya harus bersembunyi adalah para penyihir surgawi yang di utus oleh asosiasi pemburu iblis. Asosiasi tertutup yang hanya di kenal di kalangan penyihir, dunia modern tidak percaya lagi dengan adanya asosiasi-asosiasi seperti ini, namun di era sekarang dimana sihir di anggap berakhir dan hanya menjadi hiburan, mereka tetap memburu para iblis, tidak hanya iblis, namun juga penyihir kegelapan.
Mereka akan memburu penyihir-penyihir yang di yakini melakukan praktik sihir terlarang yang membahayakan jiwa-jiwa manusia di sekitarnya, penyihir-penyihir yang di yakini bersekutu dengan setan akan di buru dengan hukuman mati berupa hukuman gantung, di bakar hidup-hidup, atau di kunci ke dalam peti yang akan di tenggelam kan di tengah lautan.
Dan untuk sesuatu yang tak di ketahui Aiden, Razel mengaku bahwa dia juga berada pada malam itu, ketika sosok bayangan melawan dua orang penyihir dari asosiasi pemburu iblis yang di kenal dengan nama Angestas. Nyatanya, mahluk bayangan itu adalah sosok iblis yang di panggil olehnya untuk mengalihkan perhatian agar dia bisa melarikan diri dari para penyihir surgawi tersebut.
Pada malam itu juga, pertarungan di sebabkan oleh penyamaran Razel yang terungkap oleh kedua gadis dari sekolah tersebut yang ternyata merupakan bagian dari Heavenly Witch. Penyamarannya mulai terbongkar karena dia terus berdiri di luar kelas sambil menunggu Aiden terbangun dari tidurnya.
Kelas itu terkunci, namun dia tidak membawa kalung nya. Kalung yang bisa membuat tubuhnya menembus apa saja, tidak peduli seberapa tebal materi yang ada, jika memakai kalung peninggalan keluarganya tersebut, Razel mampu melangkah ke mana saja dan menembus apa saja bagaikan jari yang menembus air terjun dari keran.
Itu sebabnya dia gagal berinteraksi dengan Aiden dan mulai mengikuti Aiden sejak malam itu. Soal suara-suara yang menganggu Aiden, itu juga adalah suara gaib yang di kirim Razel dari jarak jauh sebagai pesan singkat yang ternyata membuat Aiden agak takut saat itu.