Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 44 : I cut some knives into three pieces




Bahkan beberapa jam sudah berlalu, aku ingin mencoba kelaut dari barisan dan bertanya kepada beberapa guru di belakang barisan yang terus menyaksikan, ingin bertanya kenapa namaku di lompat.


Aku bertanya pada Marie ketika dia hanya memasang wajah santai seperti biasa dengan kata "Tidak tahu." Sedangkan Eiji bahkan tidak tahu dan berusaha ingin membantuku keluar dari barisan untuk bertanya pada beberapa kumpulan guru di belakang sana.


Tapi rasanya sedikit tidak enak, berjalan keluar dari barisan di tengah panjang nya barisan dari kelas-kelas lain lagi di belakang kelas kami. Di tatap oleh begitu banyak orang, jika aku berjalan keluar dari barisan, mungkin saja ada orang-orang yang berpikir bahwa aku lemah dan tidak sanggup untuk melanjutkan uji seleksi ini, karena tidak ingin mempermalukan diriku sendiri.


Tapi aku bahkan tidak ingin orang-orang beranggapan seperti itu, dan harapanku adalah angka pada layar itu ketika aku berada disana akan melampaui akan tiga digit. Sehingga aku bisa memenuhi perjanjian ku bersama Marie dan Eiji untuk menempuh kelas itu.


Untuk itu, aku menahan diriku selama beberapa jam lagi berdiri di barisan yang begitu panjang. Barisan ini bahkan tidak membuat satupun orang kepanasan. Karena beberapa orang guru membuat penghalang panas Ishan seperti sebuah lapisan kaca besar yang mengelilingi sekolah, bagaikan kubah kaca besar yang transparan, membuat seluruh lingkungan sekolah tetap menjadi sejuk.


.....


Dan bahkan, ini sudah berlalu selama lima jam, total waktu mereka semua berisi adalah delapan jam, dan seluruh kelas sudah hampir menyelesaikan seleksi. Semakin lama, murid-murid di layar menjadi semakin tidak menarik. Sejak tiga jam terakhir, dua ratus orang telah menyelesaikan seleksi dengan angka rata-rata seperti biasa, seratus dua puluh empat orang berhasil menembus angka di atas 1000 setelah total dua ratus orang dalam tiga jam, itu berarti 124 berhasil masuk ke kelas elit, dan 76 sisanya akan berada di kelas normal.


Dari banyaknya yang kulihat setelah berjam-jam, ini sudah ribuan siswa yang bahkan tetap berada di kelas elit, dan sejauh ini, hanya ada total 320 murid yang berhasil lolos ke kelas elit. Dengan waktu yang semakin lama dan murid-murid yang semakin memalukan, mereka hanya mencapai angka di bawah 800, 856, 777, 776, 654 dan sekitarnya, bahkan ada lagi beberapa murid yang menempuh angka di bawah 500, mereka jelas akan di soraki dengan teriakan yang cukup memalukan.


Aku begitu sedih dengan keadaan mereka, hampir sama sepertiku yang selalu di hina oleh satu kelasku sendiri, tapi mereka, bahkan mereka di hina oleh ribuan siswa lainnya, entah itu kelas satu, kelas dua, atau bahkan sampai kelas empat. Itu begitu memalukan, mental mereka yang akan tetap berniat bertahan belajar sihir sepertinya begitu kuat, sisanya yang memiliki mental rapuh akan pulang ke rumah, berhenti dari akademi sihir iblis dan pindah ke sekolah iblis biasa untuk pelajaran biasa.


Sampai akhirnya, nama Aiden Leonore di sebutkan, benar, itu sudah menjadi siswa dengan urutan ke-1105, setelah delapan jam menunggu sejak awal, berdiri begitu lama di barisan ini.


Aku maju dengan rasa tidak enak, ketika ribuan mata di kali dua, baiklah aku tidak tahu berapa banyak jumlah mata di seluruh sekolah ini yang bahkan memandangiku, memandangi layar yang menunjukkan diriku berjalan masuk ke dalam ruangan uji. Rasanya begitu membuatku gugup ketika seluruh pandangan itu berada padaku.


Bagaimana jika aku gagal?


Bagaimana jika nilaiku lebih buruk daripada mereka yang mencetak angka di bawah 500?


Rasa malu itu pasti akan berada pada diriku terus-menerus, dan setiap hari datang ke sekolah dengan begitu memalukan.


Nama : Aiden Leonore


Golongan darah : X


Aku tidak mengerti kenapa golongan darahku menjadi seperti itu dengan kata 'X' sebelumnya darahku adalah B, ketika aku bertanya pada penguji sebelum masuk ke dalam ruangan ini, aku bertanya tentang mengapa darahku pada info itu menjadi X kemudian dia hanya menjawab bahwa darah iblis ada empat ; X,Y, Z dan YZ. Kupikir itulah mengapa darahku yang semula B dari konsep dunia manusia disini akan berganti pada X.


Dan syukur saja layar proyeksi belum merekam suaraku saat itu, jika tidak, seluruh orang pasti akan bingung ketika aku bahkan seseorang yang tidak tahu jenis darahku sendiri, karena aku bukanlah iblis murni di dunia ini.


Dimulai dari uji coba berpedang, aku hanya melakukan beberapa teknik dasar yang mungkin pernah di ajarkan. Walau seperti aku tidak menguasai hal semacam teknik berpedang, kendo, atau semacamnya, aku hanya menggunakan teknik-teknik dan gerakan ciptaanku sendiri, beberapa yang kulakukan adalah gabungan dari banyak gambaran yang kulihat di dalam anime atau semacamnya, gerakan mereka itu keren, bergerak seperti sebuah cahaya warna-warni yang saling berbenturan ketika mereka bertarung sebagai kartun.


Namun disinilah aku, mencoba melakukan gerakan-gerakan itu, yang dengan pedang dan pelindung kepalaku, sebuah patung di depanku yang memiliki tanduk seperti iblis bahkan menyerangku dengan kecepatan tinggi, membuatku harus terung menghindar dari serangan pedangnya, dan membuatku memasukan serangan tebasan yang sempurna dengan pedang tipis panjang ini.


Sebelumnya, patung karet hitam iblis ini bisa menggunakan teknik apa saja untuk menyerang siapapun, entah pedang, atau sihir, dia di perbolehkan menggunakan semuanya. Tapi para murid tidak diizinkan, siapapun yang melanggar aturan akan mendapatkan poin minus sebanyak sepuluh poin, tentu saja contohnya adalah angka 980 akan menjadi 970 ketika dia melakukan pelanggaran-pelanggaran ini.


Dan itu terjadi lagi, patung karet berbentuk humanoid ini menyerangku dengan pedang kemudian menjaga jaraknya agak jauh untuk mengganti teknik berpedang dan menyerangku dengan sebuah sihir.


Dia tidak menyerang dengan api atau semacamnya, namun mengeluarkan semacam serangan plasma, atau serangan cahaya yang begitu cepat. Membuatku harus menghindari serangan-serangan itu dengan benar, beberapa di antaranya kuhancurkan dengan tameng iblis ciptaanku sendiri, berbentuk seperti cahaya hitam yang melindungi seluruh tubuhku dari serangan patung karet ini.


Serangan berikut nya begitu cepat, tak teduga bagaikan kecepatan sebuah peluru dari senjata api yang melesat begitu cepat, tidak ... kurasa tidak, serangannya melebihi kecepatan peluru. Pedang kecil ini tidak akan mampu lagi menahan seluruh serangan secepat itu, ini rasanya tidak seperti ribuan murid lainnya yang di uji dengan halus. Aku tidak melihat serangan secepat ini di arahkan pada mereka, tapi ini sudah benar-benar jauh dari yang di lakukan kepada mereka.


Pisau-pisau tajam yang di lemparnya hanya bisakubelah dua dengan pedang ini, dan totalnya adalah delapan pisau yang terbelah menjadi dua atau tiga bagian. Sisanya adalah serangan yang tidak sempat kuhitung, itu karena aku tidak lagi fokus untuk memotong semua pisau berkecepatan tinggi itu.


Jika sudah seperti ini, maka aku harus melakukan teknik yang cukup keren seperti yang sudah kugunakan sebelumnya, aku hanya perlu mengubah semua pisau yang mendekat dengan kecepatan tinggi itu menjadi debu dan pasir ketika mereka mendekatiku. Dengan begini, aku akan menang dari mahluk karet konyol ini.


"Aiden! Aiden! Aiden! Aiden!"


Suara sorakan begitu meriah terdengar dari luar, suara yang begitu banyak yang tidak seperti sebuah hinaan, namun itu seperti sorakan yang di berikan untuk mereka yang melakukan hal-hal yang mengagumkan seperti mereka yang berhasil mencetak angka di atas 1200. Mereka terus mengucapkan namaku berkali-kali dengan suara yang bersamaan di ucapkan oleh banyak orang.


Aku bahkan tidak melakukan sesuatu yang menarik terkecuali memotong beberapa pisau kecepatan tinggi ini menjadi tiga bagian, aku sudah berusaha agar membuat diriku terlihat keren di layar luar itu. Hahaha! Kini penggemarku bisa saja bertambah, kuharap begitu.