Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 105 : My handphone to collect art 18+




Setelah mengucapkan hal itu, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia berikan, aku memberikan padanya untuk membaca ulang setiap persyaratan yang dia tetapkan untuk pembelian resmi.


Dia terus membaca hingga halaman akhir dan bahkan seperti yang kukatakan, dia tidak menemukan dua hal tersebut, bahkan dia kembali memakai kacamata bacanya dan memulai ulang membaca dari halaman pertama.


Menunggu nya lumayan lama, jadi aku meminum teh ku juga dan menikmati makanan yang ada. Selang beberapa waktu, dia akhirnya selesai membaca semuanya dan sudah pasti belum menemukan dua hal tersebut, terlihat dari ekspresi nya yang membuang napas.


"Ada apa?"


"Mungkin aku salah mengambil surat, tapi aku yakin bahwa ini adalah surat yang telah di print kemarin tanpa kesalahan penulisan sedikit pun."


Marie: "Jadi, bagaimana dengan kesepakatannya, kami akan membeli rumahmu malam ini juga tanpa cicilan apapun itu."


"Apa-apaan?!?! Serius? Kalian akan langsung membayar lunas rumah ini tanpa cicilan apapun itu, kalian membaca suratnya bukan?"


"Yeah, aku membacanya, pak, dan karena kami memenuhi syarat dan ketentuan apapun yang tertera di sana, maka aku akan menandatangani beberapa surat lagi sebagai kesepakatan kita malam ini, lima ratus juta scarlet di bawa pulang malam ini."


Aku benar-benar meyakinkannya akan hal itu, lima ratus juta scarlet adalah harga dalam suratnya yang telah dia tetapkan, namun, aku hanya mengubah informasi dan beberapa isi di dalam surat tersebut, menghilangkan syarat kartu identitas kependudukan pada nomor 11, dan menghilangkan syarat kartu keluarga pada nomor 15.


Dia memejamkan matanya sejenak dengan tangannya yang memegang kepala nya untuk berpikir, jika dia menunggu hari besok untuk surat dan penambahan dua syarat itu, maka aku hanya akan membeli rumah ini dengan uang muka yang di serahkan besok siang, dan pembayaran tidak akan selesai dengan instan, alias membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membayar rumah ini.


Dan pilihan kedua, tidak perlu kembali besok siang untuk membawa surat kontrak yang baru, cukup gunakan yang ada malam ini, sepakati apa yang kita sepakati bersama, rumah ini akan segera menjadi milikku sepenuhnya sebagai tangan kedua. Dan pemilik rumah pertama akan membawa pulang semua uang nya sebanyak lima ratus juta scarlet, memberikan semua hak dan kewajiban atas kepemilikan rumah terhadap pemilik barunya sesuai surat pernyataan.


Pada akhirnya, dia mengeluarkan satu kertas lagi yang hanya selembar pada kami, lembaran yang tidak memiliki banyak kata di dalamnya. Aku menerima dan membacanya segera, sebuah kertas berisi keterangan sah pemilik rumah.


Dan dengan menandatangani semuanya secara langsung, aku mengeluarkan uang yang sebelumnya dari dimensi lain, wajah lelaki ini plonga-plongo melihat sesuatu yang kulakukan, dia ingin mengucapkan sesuatu, namun tidak bisa, sepertinya dia tidak pernah melihat hal semacam ini.


Dengan begitu, semuanya terpenuhi, hitam di atas putih, aku menandatangani dengan benar sebagai pemilik baru rumah ini secara sah, dan lima ratus juta scarlet langsung berada di hadapannya tanpa kecacatan atau kepalsuan apapun itu, semuanya adalah uang nyata.


Mata nya berbinar-binar melihat uang sebanyak ini. Aku bahkan membantunya dengan sebuah gerobak artco di halaman belakang, memuat semua uang ini ke atas nya dan membawa nya ke dalam mobilnya.


"Sungguh, aku benar-benar berterima kasih atas kalian karena telah membeli rumahku, aku benar-benar membutuhkan uang ini sekarang."


Ucap lelaki itu.


"Uang? Jadi kamu sebegitu butuhnya yeah, maaf, aku tidak tahu karena dari wajah Anda yang terlihat seperti memiliki banyak pikiran."


Bahkan, pembicaraan berlangsung pagi di luar tepat di dekat mobilnya, dia bilang bahwa anak dan istrinya saat ini benar-benar kritis karena sebuah penyakit dan virus berbahaya yang menular. Virus ini juga memenuhi begitu banyak rumah sakit, menghilangkan begitu banyak nyawa.


Seluruh negeri kini tersebar akan virus ini, virus berbahaya yang menyebar begitu cepat, dia bilang, istri dan anaknya sudah dua bulan lebih di dalam rumah sakit dan keadaan semakin hari semakin parah, bahkan kakek dan nenek dari anaknya tidak di perbolehkan masuk untuk berkunjung karena berbahaya nya virus tersebut.


Sampai-sampai, anak nya sudah mulai mengalami sesak nafas yang benar-benar menyesakkan, dia tidak tahu lagi harus mencari uang dimana selain dari gaji dan tabungan nya. Bahkan, dia sudah meminjam uang pada beberapa temannya demi pengobatan istri dan anaknya.


Sayangnya, uang akan terus terkuras dan penyakit yang benar-benar mematikan terus melanda. Hal terakhir adalah menjual rumah keduanya, kini, dia masih mempertahankan rumah utama nya setelah menjual rumah ini pada kami.


Katanya, rumah ini sebenarnya sudah di bangun untuk anaknya kelak, ketika putranya dewasa, dia akan memberikan rumah ini pada putranya, melihat kesuksesan anaknya di hari esok.


Namun, inilah penyakit yang menimpa putranya, mual dan muntah-muntah yang berlebihan, batuk hingga mengeluarkan darah, dan sesak nafas yang di sertai sakit kepala tak terbendung. Itu benar-benar menyedihkan.


Sedikit orang yang keluar bahkan semaunya menggunakan masker, ketika sampai di pusat perbelanjaan itu, sebelumnya kami di suruh untuk memakai masker, karena tidak memiliki masker, kami terpaksa membeli dua.


Dan Marie mengeluh tentang masker, dia bilang "Apa-apaan dengan benda konyol yang menutupi mulutku ini?" Tapi, aku terus mencoba menenangkan hatinya, berjalan melihat hal-hal yang menyenangkan.


Dan untuk lelaki ini, air mata nya mulai berlinang, namun dia mencoba menahan tangisnya. Sepertinya dia adalah seorang ayah yang mencoba menyelamatkan keluarga nya, dia benar-benar ingin menjadi pahlawan yah.


Aku turut berduka atas penyakit yang menimpa keluarganya, namun, sebelum dia pergi, aku akan melakukan setidaknya satu hal baik lagi kepada orang lain. Aku bertanya padanya apakah dia menyimpan foto istri dan anaknya, atau lebih baik jika itu adalah foto bersama mereka yang tersimpan di dalam galeri ponselnya.


Dia mengeluarkan ponselnya, menuju galeri dan memperlihatkan padaku foto selfie dimana dia, istrinya dan putranya yang berusia tiga belas tahun sedang makan di sebuah restoran yang terlihat mewah, dan hidangan yang terlihat elit.


Aku cukup melihat wajah istri dan anaknya saja, menunjuk ke arah foto itu dalam sekejap dengan Null Health teknik sihir yang menghapus segala virus dan menyakit hingga tak tersisa, sekalipun virus tersebut mematikan.


Dia tidak tahu apa yang kulakukan pada foto nya, namun, kukatakan padanya bahwa aku mau bertaruh dengannya, bahwa istri dan anaknya telah sembuh sekarang.


Walau dia menganggapku bercanda, tapi, dia berterimakasih karena telah peduli padanya. Sebenarnya aku tidak peduli, hanya sekedar membantu dengan hal kecil. Tidak akan ada penyakit yang lolos dari Null Health ku, penyembuh penyakit yang absolut.


Aku memberikan nomor baru ku padanya, nomor yang baru saja kubeli untuk sebuah ponsel baruku, yeah, walau aku belum membuka dus handphone ku, aku membeli kartu nya secara terpisah.


"Apa ini?" Tanya nya.


"Nomor baruku, aku hanya ingin menambah beberapa kontak saja, karena aku adalah orang baru di kota ini."


Setelah itu, dia terus berterima kasih lagi padaku, menyalakan AC mobilnya dan memutar musik yang menenangkan hatinya sambil berpamitan pulang, mobilnya segera beranjak pergi dari sini. Dan kata-kata sialan yang terkahir dia ucapkan adalah.


Semoga hubungan mencinta kakak beradik di antara kalian berjalan dengan baik.


"Sialan!! Marie! Ini gara-gara kamu, aku tidak meminta untuk berada pada posisi sebagai adik."


"Tidak, aku tidak mau menjadi adikmu, aku adalah kakakmu."


"Apa-apaan yang dia bilang itu? Hubungan mencinta kakak-beradik, benar-benar konyol."


"Sudahlah, aku tidak mau menjadi adikmu, aku ingin menjadi seorang kakak perempuan yang mencintai adik lelakinya."


"Konyol."


Sekarang apa?


...Kami berdua hanya berdiri di halaman depan pagar begini dan berdebat bodoh sedari tadi. Karena itu, aku terpaksa mengalah dan menerima posisi sebagai adik, berganti topik tentang handphone, hatiku senang kembali.


Setelah cukup lama tidak melihat handphone dan menyentuh layarnya, akhirnya aku memiliki handphone lagi.


Oh! Betapa menyenangkannya hidup sendirian, tidak ada lagi orang tua yang akan menyita handphone ku. Aku bisa menyimpan banyak art 18+ dan doujin sekarang, termasuk menyimpan ribuan video hentai. Asal tahu saja, ancaman selanjutnya adalah Marie, dia tidak boleh melihat hal-hal semacam ini, apalagi jika dia tahu bahwa aku tergila-gila dan kecanduan akan hal ini.