Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 152 : Secret Key



Di rumah Razel, Aiden memakan banyak makanan lezat yang di masak oleh ibu Razel sendiri. Terkadang pelayan di dapur lebih sering memasak, namun karena ibunya benar-benar senang melihat seseorang seperti Aiden yang mau mengajak Razel untuk berbicara dan berteman. Ibu Razel jadi menyukai Aiden dengan sifatnya yang terlihat sopan walau sebenarnya sifat sopan itu hanya di tunjukkan pada orang yang jauh lebih tua darinya.


"Razel."


Razel yang menyantap makanannya kemudian perlahan menaikkan wajahnya untuk diam merespon Aiden.


"Bagaimana jika aku mati? Apa yang terjadi dengan keinginan mu itu?"


UHUK!! UHUK!!!


Razel yang tersedak kemudian meminum teh nya dengan cepat untuk melegakan tenggorokan nya. Dia kemudian memandang wajah Aiden dengan ekspresi serius.


"Tidak, jangan mati dasar bodoh. Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk membayar mu, apa kamu tahu apa yang terjadi jika kamu mati? Maka semua uang ku akan habis dengan sia-sia karena mu."


"Emm........ kamu menangis??" Tanya Aiden ketika melihat wajah Razel yang marah.


"Hah? Mana mungkin aku menangis!"


"Hahahahahahaha!! Tapi mata mu yang berkaca-kaca itu tidak bisa berbohong, aku tahu kamu benar-benar tidak akan mampu melakukannya sendirian, dan jika aku mati, bukankah hartamu masih ada?"


"Jangan bodoh! Aku mendapatkan semua uang-uang ku hanya karena semua permainan."


"Permainan? Wanita penyihir sepertimu tidak memiliki pekerjaan, tapi memiliki uang dari permainan? Menarik, permainan apakah itu?"


Tanya Aiden.


Razel kemudian memejamkan matanya dalam sekejap sambil menarik nafas dan menjawab ... "Judi online."


Saat mendengar pernyataan itu, Aiden benar-benar tertawa keras hingga perutnya kesakitan oleh tawa yang tak henti-hentinya. Namun dia juga merasa ngeri karena Razel yang pandai dalam berjudi.


"Kamu tahu? Jika polisi melacak lokasi mu dan menggerebek rumah ini, maka kamu akan di bawa ke pengadilan dan menjalani waktu hidup mu yang membosankan selama dua puluh lima tahun di dalam penjara."


"Aiden dasar bodoh ... jangankan para penyihir surgawi itu, jika hanya seorang polisi dengan senjata mainannya mencoba masuk ke sini ketika aku kembali menciptakan wilayah ku, maka mereka semua akan hancur dan lenyap tak tersisa."


Aiden kemudian mendekati Razel dan mencubit hidungnya hingga merah, membuat Razel kesakitan dan marah.


"Aw!! Apa-apaan kamu ini?"


"Sakit?"


"Sangat sakit! Sialan! Berani-beraninya kamu melakukan hal seperti itu, seorang lelaki tidak menyakiti seorang gadis, dasar pecundang."


"Lho? Aku hanya bercanda dan menguji saja bahwa penyihir di hadapan ku ini ternyata sangat lemah, dia terlihat sangat kuat hanya karena kostum mengerikannya di luar rumah dengan nada suara yang di buat-buat. Benar, kan?"


"Bodoh!! Kamu membuatku malu!"


"Ahhh, benar juga. Aku bahkan baru tahu bahwa suaranya.... sangat kecil dan lembut, bahkan merupakan seseorang yang pemalu."


"Ahhh!!! Aku tidak pemalu, aku hanya capek berbicara dengan suara yang agak keras."


Pada akhirnya Razel lelah menghadapi Aiden dalam adu mulut. Dia bahkan baru mengetahui sifat asli Aiden setelah berkenalan lebih lama. Orang ini sebenarnya suka bercanda dan cerewet, entah kapan suaranya akan habis. Razel mengatakan pada Aiden "Semoga saja suaramu habis dan menjadi bisu." Ucapnya dengan berbaring di sofa sambil membuang muka.


Dari banyaknya penyihir-penyihir penggunaan kekuatan yang terlarang, Razel adalah penyihir yang paling nekat untuk mempelajari sihir-sihir yang cukup besar. Bisa di bilang, Razel benar-benar mempersembahkan jiwa dan dirinya sepenuhnya pada Haumea yang dia yakini sebagai dewa. Iblis yang membawa kenikmatan hidup untuk dirinya.


Sesuatu yang bisa membuatnya mengubah takdirnya sendiri secara perlahan. Entah Haumea itu berwujud laki-laki atau perempuan, dia tidak tahu. Tapi Razel menyangkal keberadaan Tuhan dan mengganggap bahwa kepercayaan orang-orang semuanya salah. Bagi nya, Haumea adalah Dewa sekaligus Tuhan, dan semua isi dari Scarlet Scriptare adalah kebenaran.


Hingga akhirnya dia menginjak sebuah tanah dan bunga yang menjatuhkannya ke sebuah tangga bawah tanah. Tempat ini sedikit jauh dari rumahnya, Rumah Razel sangat besar, dan tidak memiliki satu pun tetangga, walau rumahnya berada setidaknya di dekat pusat kota, namun daerah rumahnya masih di kelilingi hutan besar yang tidak berani si tebang oleh siapapun.


Konon katanya, siapapun yang berkeliling di hutan itu tidak boleh menegur sesuatu yang aneh-aneh, menunjuk pada sosok penampakan, apalagi hingga menebang salah satu pohonnya saja. Akibat dari hal-hal tersebut adalah penyakit yang menyebabkan kelumpuhan tubuh seseorang dalam tiga bulan, dan seluruh tubuh akan menjadi pucat.


Tidak hanya itu, semakin buruk perilaku seseorang berada di sini, maka semakin buruk akibat yang akan di alaminya dan berakhir dengan kematian. Kematian yang menyebabkan mayat seseorang menjadi sangat panas, panas yang melahap seluruh tubuhnya hingga menyisakan tulang-belulang saja.


Namun, semua baik-baik saja dengan Razel, tidak ada mahluk atau sosok apapun yang menganggu nya, justru rumahnya dan hutan sekitarnya benar-benar tempat yang sejuk dan damai walau di tengah perkotaan. Suara berisik kota bahkan tidak terdengar dari dalam sini.


Sampai akhirnya sebuah bisikan masuk ke pikiran Razel yang berusia lima belas tahun, mengatakan pada Razel untuk membuka pintu ruang bawah tanah tersebut. Pintu besi yang di halang oleh banyak papan kayu dan di paku rapat. Jelas bisikan itu mempengaruhi nya.


Membuat Razel semakin ingin tahu isi dari sebuah tempat aneh yang tersembunyi di ruang bawah tanah dekat rumahnya, dia menarik papan-papan kayu nya sekuat tenaga untuk lepas dari sana, walau semua papan kayu nya sudah keropos, tangan Razel tetap saja kesakitan hingga memerah ke seluruh telapak nya.


Setidaknya semua papan itu terbuka karena usahanya, dia bahkan mendorong pintu besi itu setelahnya, mendorong sekuat tenaga hingga keringatnya membasahi semua bajunya. Tapi, pintu besi berkarat ini benar-benar terkunci, dan untuk membuka sebuah pintu, dia harus membutuhkan kunci.


Awalnya Razel ingin berhenti untuk membukanya dan memberitahu ibu nya tentang pintu bawah tanah misterius yang dia temui, tapi bisikan halus itu sekali lagi mempengaruhinya untuk tidak memberitahu tentang penemuannya pada siapapun termasuk ibu nya.


Di malam ketiga di mana Razel masih terbaring di atas kasur dan kamar mewahnya, dia masih menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal berbulu sambil memikirkan bagaimana cara mendobrak paksa pintu misterius tersebut atau kunci seperti apakah yang mampu membukanya.


Terpikirkan tentang perilaku kakeknya yang aneh ketika dia masih hidup, Razel segera berpikir untuk memeriksa isi kamar kakeknya. Saat ibu nya dan semua pelayan telah tidur, dia menyelinap masuk ke dalam kamar tersebut. Memeriksa semua barang-barang yang di miliki kakeknya. Seperti cincin, gelang, kalung, liontin, bahkan kunci-kunci aneh yang pernah di bawa oleh kakeknya.


Perilaku aneh kakeknya juga sering mengunci pintu kamar sebelum beliau meninggal, namun semua barang-barangnya entah kemana menjadi sangat sedikit dari sebelumnya yang di ketahui oleh kedua orang tuanya. Razel mencari untuk waktu yang lama, dan pada akhirnya tidak menemukan benda atau apapun yang terlihat cocok dengan pintu tersebut.


Terkecuali pandangannya yang tidak sengaja melihat peti kecil di atas lemari kakeknya, itu benar-benar membuka jalan sekali lagi. Peti kecil yang bahkan tidak terkunci dan berisi beberapa catatan di kertas kecil bersama sebuah kunci dan pisau seukuran jempol.


Sebuah gulungan kertas lainnya yang di acak ternyata berisi kunci yang cukup meyakinkan, selain itu gulungan kertas yang membalut kunci tersebut juga menyatakan sesuatu.


Untuk mu....


Yang menemukan kunci ini saat diriku telah tiada, temukanlah kebenaran untuk dirimu sendiri, dan janganlah pernah kamu memberitahu seseorang dan membagikan semua isi dari kunci ini. Cukup diri ku, dan engkau entah siapapun yang menemukan tempat ini sebagai penerus diriku.


Untuk kebaikan mu.


Buka, baca dan kemudian lakukan.


Lakukan untuk dirimu sendiri, entah percaya atau tidak, itu adalah pilihan mu.


Dan demikianlah kertas kecil tersebut di baca oleh Razel dalam hati, yang kemudian dia bergegas keluar diam-diam dari rumah di tengah malam tanpa sepengetahuan siapapun.



...BONUS ILUSTRASI...



ilustrasi Aiden Leonore & Razel Vialova


1 Januari 2026



Ilustrasi Fyrena The Primordial Demon


Ilustrasi mungkin mengandung spoiler, jadi terus ikuti perkembangan cerita nya yah~