
Jam pelajaran akan di tunda sampai waktu istirahat, beberapa jam waktu tertunda. Soalnya kotoran itu benar menjijikan, dan rasanya seperti tidak ada salah satu dari mereka yang mau mendekat sedikit pun karena bau busuk itu.
Cade sudah pasti sangat stress, ketika wajahnya harus di tabrak masuk oleh ember dari atas pintu, dan kotoran campuran beserta bangkai yang begitu busuk, ada beberapa belatung yang bahkan sangat besar pada bangkai itu.
Tentu saja ini di temukan dari bangkai beruang iblis di bagian hutan, bangkai beruang iblis sangat besar, tentu saja mengundang lalat untuk menghasilkan begitu banyak telur disana, pada akhirnya menjadi belatung yang tak terhitung jumlahnya, menggeliat dengan sangat menggelikan.
Cade rasanya ingin berteriak dan begitu malu pagi ini, dia tidak kembali lagi ke sekolah, jelas!
itu karena rasa buruk yang di alami sejak pagi. Hal sial terjadi di pagi hari itu benar-benar tidak menyenangkan.
Lagipula hukum dunia iblis tidak lagi di kendalikan oleh Marie, untuk sementara dia membiarkan alam sendiri yang menghukum mahluk-mahluk jahil ini.
Karena jika Marie sendiri yang harus menghukum mereka dari luar kubus violet, iblis apapun akan langsung tersambar petir hitam dari langit, membakar mereka menjadi abu dalam sekejap. Maka selamat! Anda akan menjadi mahluk spiritual sekarang, atau roh iblis yang juga melayang-layang di dunia bawah.
Hukuman raja iblis mengerikan seperti ini, sudah ada sejak dulu. Sebelum Haumea yang menjadi Marie di posisi ini, dia hanyalah generasi ke sekian dari dua puluh tiga generasi raja iblis yang ada. Dan semuanya memakai hukuman yang sama, menyambar seseorang yang bertindak di luar batas, membuat mereka mati di tempat dan tidak bisa lagi hidup, tidak ada izin untuk kebangkitan.
Sudah sejak miliaran tahun, jutaan tahun, atau bahkan puluhan ribu tahun yang lalu, petir hitam dengan gemuruh keras di langit sering terdengar. Rata-rata suara Sambaran petir ini keluar adalah seribu dua ratus kali per hari, artinya ada seribu dua ratus nyawa yang menghilang di hari itu juga, penghukuman langsung dari raja.
Aiden yang sekarang, diizinkan keluar, bahkan Cade juga, hanya kedua orang ini yang bisa. Karena yang satu adalah target rencana busuk, dan yang satunya adalah pihak yang tidak ikut campur, namun menjadi bagian pada pihak pro.
"Cade, bagus! Kamu berhasil Berbicara dengan jujur lagi, itu benar-benar hebat!"
"Benarkah?"
"Benar! aku baru-baru ini cukup senang melihatmu, rasanya baru berapa hari aku tidak sekolah, tapi sudah seperti tidak bertemu denganmu selama tiga minggu."
Sambil tersenyum padanya, bagi Eiji, ini adalah pertama kalinya Aiden tersenyum padanya, selain wajah datar dan suara yang begitu pendiam. Tapi dia menggagumi temannya sendiri ini, hanya dengan berteman dengan Aiden, dia juga bisa berlindung di balik Aiden yang mungkin memiliki kekuatan fisik tersembunyi.
"Tapi itu adalah keajaiban!!"
Dia berkata dengan sungguh-sungguh dan agak heboh hanya kepada Aiden sendiri.
"Keajaiban? Memangnya apa yang terjadi tadi pagi?"
"Cade seharusnya sudah duduk dan membiarkan pintu akan terbuka, jika kamu masuk, sudah pasti kamu berada di posisi Cade. Tapi yang terjadi malah pintu terbuka, ember itu menutupi wajah nya dan ketika terbuka, barulah wajah itu terlihat, entah mengapa keajaiban Cade bertukar pada posisi sial itu."
"Ahemmm, begitu yah, kurasa itu adalah keadilan dari raja iblis."
"Sungguh? Darimana kamu tahu?"
"Aku hanya bertemu raja iblis di dalam mimpiku. Dia adalah orang yang baik."
"Kamu bertemu raja iblis? Tapi sepertinya dia adalah wanita, entah kenapa semua orang tidak pernah bisa melihat wajahnya, yang kami tahu hanyalah gaun dan rambut merah, beserta tanduk hitam tajam itu."
"Yapp, aku bertemunya langsung di dalam mimpiku, itu menyenangkan. Raja iblis adalah seorang wanita, maka aku akan menyebutnya ratu iblis, wajah nya jelas di mimpiku, tidak ada pandangan kabur atau semacamnya."
"Jangan-jangan karena kamu manusia? Luar biasa!! apa yang akan kamu lakukan jika bertemu raja iblis itu lagi?"
"Kurasa aku akan menikahinya."
Sangat singkat, padat dan jelas.
Membuat suasana hening dalam beberapa detik, wajah datar Eiji tidak melakukan apa-apa dan pada akhirnya ekspresi itu harus tertawa begitu keras.
"BWAHAHAHAHAHA!!"
"AHAHAHAHAHAHA!!"
"Aiden! Keinginan yang bagus! Aku akan mendukungmu, oh astaga perutku benar-benar sakit karena tertawa, tolong hentikan, hahaha...
Aku tidak sanggup lagi tertawa."
Eiji tertawa begitu lama, berhenti sejenak namun masih terasa lucu, membuatnya harus tertawa lagi hingga terasa sakit di perutnya.
Lawakan singkat ini terdengar sampai ke telinga Marie, dengan jelas mendengarkan perkataan Aiden yang tiba-tiba sampai ke kepalanya, dia tidak mengawasinya, tapi suara ini di kirimkan begitu saja.
Membuatnya memejamkan mata sejenak untuk melihat ke waktu sebelumnya, dia kembali untuk melihat dimana Aiden dan Eiji berada ketika Eiji bertanya tentang apa yang akan di lakukan Aiden jika bisa bertemu raja iblis lagi.
Maka jawabnya adalah menikahinya.
Membuat ekspresi wajah Marie menggila, penglihatan maju yang berjalan terus di mundurkan, untuk mendengar kalimat itu berkali-kali.
"Ratu ... ratu? Apa yang terjadi??"
Wanda dan Eugene tidak mengerti, kenapa dia bisa tertidur dalam sekejap, tapi dia tidur sambil tersenyum-senyum seperti orang gila, tawa kecil seperti tawa psikopat. Membuat keduanya segera ingin menyadarkan nya.
Dia mendengar suara dari kedua pelayan kesayangannya, Wanda dan Eugene, bangun kembali dari penglihatan masa lalu. Dia berjalan dalam kegilaan setelah mendengar kalimat itu. Berdiri dari kursi kemudian berjalan miring dan pada akhirnya terjatuh di lantai, seperti orang yang pingsan.
BRUAKKK!!
Ketika sedang membawanya naik, mereka hampir sampai ke lantai dua, namun berat badan yang tak tertahankan ini, membuat mereka tidak tahan dan melepaskannya.
Akhirnya tubuhnya semua terlepas dari pegangan Wanda dan Eugene, membuatnya jatuh di anak tangga akhir, terjatuh dari atas tangga hingga anak tangga paling bawah.
"Oh tidak! terjatuh! bagaimana ini? Eugene, kenapa kamu melepaskan pegangan?"
"Aku juga tidak tahan, tubuhnya terlalu berat."
Keduanya benar-benar tidak mampu lagi untuk mengangkat beban itu, rasanya seperti mengangkat sebuah batu raksasa yang ukurannya delapan kali lebih besar dari tubuh mereka.
Marie yang mulai sadar sedikit kemudian membuka matanya, tertawa lagi seperti orang mabuk, naik perlahan ke setiap anak tangga, melewati kedua pelayannya. Berjalan miring layaknya orang mabuk ke dalam kamarnya.
"Biarkan aku sendiri." Ucapnya sambil tertawa.
Keduanya hanya melihat nya seperti menjadi mabuk dan gila, mungkin sesuatu yang tidak terduga terjadi. Karena tidak ada lagi sekarang pekerjaan yang harus di lakukan, kedua pelayan bisa santai bersenang-senang untuk apa yang mereka inginkan. Lelucon yang bagus untuk membuat Eiji tertawa, itu adalah pertama kalinya dia melihat Aiden mengatakan lelucon padanya selain ekspresi biasa sehari-hari.
Terlintas lagi di pikiran Aiden, bahwa ada satu hal yang belum terselesaikan, dia masih ingin mencoba menjadi wanita dalam lima menit, dan menjahili Eiji dengan penampilan itu, dia masih harus membuat Marie menepati janjinya.
Dia pulang dengan suasana rumah yang begitu sepi kali ini, Wanda dan Eugene itu pasti telah menyelesaikan tugas mereka dengan baik, jadi mereka mungkin bisa tidur atau melakukan hal menyenangkan lain.
Langsung naik ke lantai dua, tepat untuk pergi ke kamarnya. Dia bahkan belum menyentuh gagang pintu itu, dan langsung terbuka dengan cepat.
"Ahhh! kamu pulang!!"
Dengan memeluk Aiden sangat kuat, dia tidak mengerti apa yang terjadi, membuatnya begitu senang tanpa sebab. Tidak biasanya dia gembira seperti itu.
"Kamu kenapa?"
"Sekarang kamu sudah ada disini, katakan lagi padaku kalimat itu. Ayo, katakan!"
"Kalimat? Aku tidak ingat mengucapkan kalimat apapun."
SREEET!
Bunyi seperti sebuah gesekan yang sangat cepat terjadi, dia tidak tahu suara darimana itu, tapi lehernya terasa perih seketika, dan semakin perih. Perlahan meletakan tangannya untuk meraba lehernya, itu gatal dan perlahan menjadi sakit.
Dia hanya menyentuh sedikit ketika melihat darah mengalir dari lehernya. Goresan yang cukup panjang, namun tidak tergores sampai ke lapisan kulit yang lebih dalam, goresan itu sudah cukup untuk membuat darahnya mengalir banyak.
"L-Leherku! hah?"
Marie menarik tangannya ke kursi, menyuruh Aiden untuk duduk dan katakan itu lagi secara langsung di depannya.
"Ucapkan! Atau aku akan memperbesar luka di lehermu."
"Tapi, leherku terus mengalirkan darah. Kalimat apa?"
Kedua tangan nya di letakkan pada wajah Aiden, mata nya di dekatkan sampai sedekat mungkin, menatap mata aiden dengan kuat, membuatnya melihat ke masa lalu. Aiden di perlihatkan kembali adegan dimana dia membuat lelucon.
"Kalimat indah itu, katakan lagi untukku!"
"Owh, hahahaha, kupikir kamu salah paham lagi, itu hanya lelucon yang kukatakan untuk membuat temanku tertawa."
"Lelucon? Ini hanya sebuah kalimat lelucon??"
SREETTT!!
Bunyi kecil yang sangat cepat membuat luka itu bertambah besar, hampir melingkar ke seluruh lehernya. Jika dia harus bertindak salah lagi, maka seluruh goresan akan memutari lehernya, bahkan kepalanya akan putus. Darah mulai mengalir sangat banyak, mengotori pakaian putih sekolahnya.
"Marie! Hentikan! Aku bisa mati."
"Ucapkan! itu adalah penghinaan jika itu sebuah lelucon, aku adalah raja iblis, bagaimana jika aku mengubah aturan hukumnya?"
Aiden Leonore, lelaki terkutuk yang di kutuk menjadi iblis untuk menempuh gelar sebagai raja baru, aku adalah raja iblis agung. Akan menetapkan bahwa orang ini tidak bisa melanggar perkataannya, jika dia melanggar, maka ada konsekuensi berat untuknya.
Aku baru saja menambahkan aturan baru untuk dunia iblis, masih tidak ingin mengatakannya? kamu terancam lho, kamu bisa mati dan tidak akan meneruskan posisi sebagai raja iblis.
"Maaf, tapi aku benar-benar membuat lelucon."
Pupil matanya membesar mendengar perkataan Aiden. Aura Marie tiba-tiba menjadi sangat kuat, membuat seluruh langit bergemuruh dan bergetar.
"Aiden, rasakan lah, penghukuman dunia iblis akan datang padamu, petir hitam itu akan melahapmu menjadi abu dan hilang selamanya. Kamu masih memiliki kesempatan terakhir untuk mengucapkannya."
"Kurasa tidak~"
Langit mulai membawa perasaan tertindas, terasa seperti ingin runtuh, orang-orang mungkin baru kali ini setelah sekian lama tidak merasakan petir penghukuman iblis, namun kali ini akan di jatuhkan kepada Aiden, menembus atap rumah ini untuk masuk ke dalam.
Tidak peduli seberapa jauh dan seberapa tebal lapisan tembok dan baja tempatmu bersembunyi, petir nya akan terus menembus sampai ke dalam, mengabaikan semua benda yang menghalangi.