Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 33 : Slowly increase strength




Duduk hingga malam hari di padang rumput ini karena menceritakan kisah yang begitu panjang kepada Aiden, kini semuanya jelas sekarang. Haumea adalah Marie, dan Marie adalah Haumea. Ingatan sepuluh Iblis Scarlet di hapus tentang namanya yang merupakan Haumea, dan membiarkan dirinya di kenal sebagai Kisaragi Marie.


Tapi nama Haumea Scarlet di kenal seluruh dunia iblis, setiap dunia iblis memiliki buku sejarahnya dengan catatan kebenaran yang sama, datangnya gadis tujuh belas tahun yang begitu kuat hingga bisa memenuhi syarat menjadi ratu iblis.


Sifatnya yang buruk sudah terjadi sejak kecil, tapi mental nya tidak rapuh semudah itu, di siksa terus menerus membuatnya kuat. Jalan kehidupan menjadi raja iblis abadi selama ribuan tahun yang membosankan.


"Ceritamu begitu menyedihkan yah, itu tidak bisa menandingi kisahku, kisahku ternyata lebih buruk. Maaf karena aku harus membuatmu mengatakan hal gelap itu lagi."


"Tidak apa-apa, kenangan gelap ini akan selalu terukir di jiwa dan hatiku, membuatku menjadi kuat di dasari penderitaan."


Bulan di malam hari itu begitu indah, Aiden memandang bersinar menerangi malam yang gelap gulita, dengan cahaya putih dan biru terang.


"Bulan itu begitu menyilaukan."


"Bulan? Benda apa yang kau sebut bulan?"


Kemudian aku menunjuk ke atas sana, berharap suatu saat nanti bisa memiliki kekuatan besar untuk mendaratkan kakiku di benda seperti itu, atau lebih besar dari itu dan menyentuh mereka.


"Uhhh, yang itu ... itu bukan bulan, disini namanya adalah Lunar."


"Begitu yah?"


"Mau mencoba menggantinya??"


"Apa maksudmu?"


"Tentu saja mengganti nama benda itu, nama seperti apa yang bagus menurutmu?"


"Kurasa bulan lebih cocok, benda itu terlihat sama seperti di dunia asalku."


"Kamu tidak perlu kembali atau pergi dari sini suatu hari nanti, dunia iblis harusnya sudah menjadi rumahmu bukan?


Keduanya sepakat untuk mengubah nama benda langit bercahaya yang merupakan Lunar menjadi Bulan. Hanya dengan mengganti nama itu saja, maka seluruh ingatan orang-orang dari masa lalu sampai masa depan akan melihat dan mengingat nama bulan saja, nama lunar akan di hapus dari seluruh ingatan mereka sepenuhnya, itu cukup mudah baginya.


Aiden mengatakan pada Marie, bahwa dia menggagumi kekuatan-kekuatan nya itu, lagipula, dia akan segera memiliki kekuasaan seperti itu suatu saat nanti.


"Sekarang aku tahu, pemberian siapa ini."


Marie langsung membalikkan wajahnya pada Aiden secepat mungkin, karena hal yang satu itu sudah pasti akan terungkap juga.


"Kamu menghapus ingatanku, kenapa?"


"Aku berharap agar kamu tidak membenciku. Pemberian itu sungguh menyiksamu di waktu itu, aku sampai mengancam akan memotong ******** mu itu."


"Aku bahkan tidak tau apa-apa, kamu benar seorang iblis jahat."


"Tidak, aku baik, aku akan memberi gelar itu padamu. Humphh sampai jumpa di atas."


Dia pergi dengan santai kembali ke dalam rumah, meninggalkan Aiden sendirian di luar. Tapi itu rumah Aiden, sekarang sudah ada total empat orang yang tinggal disana, semenjak kehadiran Marie.


Dia bisa menerima itu dengan senang hati, membuatnya tersenyum-senyum sendiri di bawah sinar bulan terang ini, raja iblis ternyata seorang wanita, itu lebih dari sekedar di terima. Unik.


Keesokan paginya, dia bangun sangat awal ketika langit masih gelap, mencoba pergi lagi ke akademi dengan cara yang berbeda.


"Kali ini aku tidak akan lagi capek-capek untuk melangkahkan kakiku sejauh puluhan kilometer."


Wahai Fyrena, raja iblis tirani, berikanlah aku kekuatanmu, buat aku berpindah ke mana pun yang aku mau.


Dan tanpa sadar dia memindahkan dirinya ke puncak gunung, sangat jauh dan entah dimana.


"Hiihh... Hihe... HahaHAHAHAHAHA!!!"


"Aku berhasil! Semudah ini??"


PIUSHHH!!


PIUSHHH!!


Dia terus berpindah-pindah ke banyak tempat di Izar sebanyak lebih dari lima puluh kali. Walau tempat ini sangat luas daripada bumi, hanya membosankan jika terus mencoba nya disini.


Maka dari itu, dia hanya perlu memikirkan kondisi di atas langit Izar. bagaimana rasanya berdiri di atas bulan.


PIUSHHH!!


Itu seperti lokasi-lokasi di Izar yang di tinggali oleh naga-naga iblis. Dia kagum dengan yang dia lakukan saat ini. Naga itu nyata, dia mengira semuanya hanya ada pada cerita donggeng tentang kerajaan atau putri dan petualang.


Pemandangan Izar yang begitu menyala dari atas angkasa. Membuat rambutnya tersapu-sapu angin beterbangan dengan kendali penuh yang stabil.


"Hahaha!!! Aku tidak merasa mual? Aku tidak kehabisan oksigen? Luar biasa!! Fyrena!!"


Dengan begini, kemampuan nya mulai terbuka perlahan karena Fyrena, membuatnya terbang dan berpindah-pindah kemana saja hanya dengan imajinasi pada kecepatan cahaya. Bahkan dia tidak harus sesak napas di atas sini, membuatnya terbang melayang tanpa pelindung apapun. Sudah seharusnya dirinya seperti ini, baginya.


Dia mencoba untuk tidak terbang, mengendalikan gravitasi untuk membuat kakinya menginjakkan bulan.


"Jadi rupanya seperti ini, dasar bulan. Kurasa ini sama saja dengan yang ada di bumi. Mereka berwarna putih, dan disini berdebu putih begitu banyak."


Tapi kesenangan itu sudah saatnya di akhiri, dengan titik awal rumahnya yang akan disinari oleh Ishan. Atau matahari akan segera terbit. Para pelayan pasti akan menyiapkan makanan dan mengetuk kamarnya, apa yang terjadi jika dia tidak ada di rumah? mungkin Wanda dan Eugene akan mencari nya kemana-mana.


Karena itu, dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya, dengan lepas kendali karena cukup senang. Titik perpindahan itu tidak seperti yang di harapkan. Dia berpindah sekejap melayang di udara kemudian jatuh tepat pada Marie yang sedang tidur. Membuat wajahnya terbenam pada kedua bola lembut itu. Membuat Marie terbangun seketika.


"Aiden, kamu mesum sekali, ini masih pagi."


"Tidak, aku tidak bermaksud begitu, aku mendarat ke arah yang salah karena begitu mengantuk."


"Kita bisa melakukannya kapan saja jika kamu mau, aku tidak keberatan."


CRACKK!!!


Pikirannya kacau balau, kesalahpahaman ini terus terjadi antara mereka berdua. Dia berdiri dengan cepat untuk kembali, dia sudah mandi sebelumnya, yang perlu di lakukan hanya memakai kembali seragam sekolahnya.


"Kamu mau kemana??"


"Ke akademi, aku bosan."


Ucapnya sambil memakai almamater hitam itu.


"Kamu bisa tetap di rumah, aku hanya akan mengisi waktu bosanku di akademi, aku ingin belajar sesuatu yang biasa saja."


"Kurasa kamu tidak berniat belajar."


"Begitukah? Mari kita lihat."


Marie tetap di rumah, dan tentu saja memutuskan untuk tidak pergi lagi ke akademi, kecuali dia mau. Itu tentu hanya untuk mengawasi Aiden. Jika saja sesuatu tidak terduga seperti wanita lain mendekati Aiden dan menggodanya, maka dia akan langsung membunuh orang itu dalam sekejap.


Setiap raja iblis dan sepuluh bawahan Iblis Scarletnya memiliki kemampuan yang sama, seperti kematian instan, pembelokan ruang, pembekuan waktu, perobekan dimensi, atau semacam teleportasi dan berpindah secara instan.


Namun masih ada banyak lagi yang tidak terduga, setiap iblis Scarlet mungkin hampir memiliki sebagian kekuatan ratunya, tapi itu hanya satu persen dari tak terhingga persen yang dimiliki ratu iblis.


Kemampuan kematian instan yang lebih lemah tidak akan bekerja pada Marie, karena jelas dia berada di atas semua lantai tak terbatas itu, konsep kematian instan pada semua bawahannya bisa saja di hapus jika dia mau, tapi itu akan mengurangi kemampuan mereka yang menakutkan.


Karena kemampuan instan darinya begitu mengerikan, membunuh seseorang, sebuah jiwa, roh, benda mati, materi atau antimateri lainnya menjadi lenyap sampai tidak tersisa.


Dia cukup mengatakan "Mati" atau "Entahlah" dan masih banyak lagi tanpa harus mengatakan dua kata itu, karena kematian instannya bisa di gunakan tanpa kata-kata pengguna, itu hanya membutuhkan keinginan dan pikiran pengguna.


Dimana dia perlu menginginkan orang itu mati, maka dia akan segera mati seketika. Tidak peduli benda organik, nonorganik, bahkan mahluk halus sekalipun, itu akan lenyap sesuai keinginannya. Itu berarti wanita yang mencoba mendekati Aiden adalah suatu kesalahan.


Mungkin di kelasnya sendiri dia di cap sebagai murid beban, bodoh, tidak berbakat, dan tidak berguna. Tapi di kelas lain, banyak orang-orang yang menggangap ya baik, terkadang ada beberapa wanita yang mengajaknya makan siang dan membagikan itu walau dia menolak.


Menolak tidak baik untuknya, itu bisa menyinggung hati seseorang, apapun yang baik di tawarkan untuknya, dia akan menerimanya dengan tulus.


Membantu penjaga perpustakaan merapikan semua buku-buku yang berhamburan, terkadang murid-murid lain hanya membaca dan pergi tanpa merapikan kembali bukunya ke tempat dimana dia mengambilnya.


Kamu bisa membayangkan berapa banyak jika ratusan siswa mengambil lebih dari satu buku setiap orang, dan tujuh puluh persen dari mereka tidak menyimpan kembali buku itu. Tentu ratusan buku juga akan di biarkan di atas meja baca tanpa pembacanya begitu saja, hal kecil yang ceroboh bisa merusakkan buku-buku ini.


Buku itu adalah sesuatu yang berharga, hanya sebuah kertas yang di tumpuk-tumpuk bersama barisan-barisan kata yang tak terhitung jumlahnya. Terkadang buku tua yang jelek juga memiliki sesuatu yang sangat bernilai tentang pengetahuan di dalamnya.


Kamu tidak bisa menilai sesuatu dari luarnya saja, seperti menilai buku kusam dari sampulnya. Sama seperti menilai seseorang dari penampilannya, jelas itu sesuatu yang tidak terlalu efektif untuk menilai seseorang dengan baik.


Ibu perpustakaan, Aiden hampir setiap hari membantu merapikan ratusan buku ini kembali ke tempatnya, atau sampah makanan para murid yang di biarkan begitu saja di atas meja.


Sungguh kotor! Suasana rumahnya selalu bersih karena adanya Wanda dan Eugene, sepertinya kebanyakan orang tidak memperdulikan kebersihan lingkungan, lingkungan yang bersih itu sehat, dan lingkungan yang kotor bisa mengundang penyakit.


Jangan sombong hanya karena mereka iblis yang kekuatan fisiknya jauh di atas manusia rata-rata, mereka masih bisa terkena penyakit yang mematikan, karena virus, bakteri, dan penyakit di dunia iblis juga lebih kuat dari pada dunia manusia.


Penjelasan ini sudah di bacanya waktu itu di dalam buku, dia sudah sering membaca di perpustakaan ini, membuat ibu perpustakaan memberikannya akses khusus untuk meminjam buku apapun yang ada. Secara perlahan akan terpandang baik di depan umum.