Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 160 : Sweet Baby Soft Cheeks



Namun, yang di khawatirkan Razel adalah seorang anak yang tumbuh tanpa seorang ayah, walau Razel adalah seorang gadis pemalu, munafik, dan jahat, namun hatinya tidak bisa bertindak buruk jika itu adalah anak dari rahimnya sendiri.


Pada pukul delapan malam, Aiden mulai berbicara pada ibu Razel, namun, Aiden ingin ibunya tetap tinggal untuk menjaga kamar Razel. Di sepanjang jalan, suster dan dokter berjalan kesana-kemari menuju ruang satu dengan ruang yang lain. Mereka begitu sibuk dengan semua pekerjaan rumah sakit.


"Em, ibu Razel, apakah 'ibu Razel' adalah panggilan yang tepat untukmu?" Tanya Aiden.


"Avara ... kamu boleh memanggil ku nyonya Avara." Jawab ibu Razel.


"Oh, nyonya Avara, ya?"


Di taman rumah sakit, Aiden berbelok dan mempersilahkan agar ibu Razel tidak berbincang dengannya dalam keadaan berjalan. Dia mengatakan bahwa dia ingin minta maaf soal perbuatannya, namun, dia juga ingin tahu lebih lanjut beberapa hal dari ibu Razel.


Pertanyaan-pertanyaan itu tentang kapan dan berapa banyak dia mengunjungi rumah mereka, berapa kali ibu Razel menemuinya, bahkan mengapa Razel tidak menggugurkan kandungannya. Aiden juga mengatakan dengan jujur, bahwa dia sama sekali tidak ingat apa yang terjadi, dia hanya merasa terhipnotis hingga hilang ingatan.


Dengan sebisanya, ibu Razel mengatakan pada bahwa pada saat itu, Aiden datang selama satu bulan penuh, ibu Razel juga menawarkan beberapa cemilan-cemilan buatan pelayan mereka, namun terkadang Aiden menolak jika dia sudah kenyang, soal pernyataan ini, Aiden bahkan tidak mengetahuinya sama sekali. Rasanya seperti separuh ingatannya di hapus.


"Nyonya Avara...."


Ibu Razel kemudian memperhatikan kembali cara Aiden duduk dengan kepalanya yang membungkuk ke bawah sambil melihat tanah seolah-olah memiliki pikiran berat. Saat Aiden mengangkat kepalanya dan menatap tajam mata ibu Razel, dia mengatakan bahwa Razel bukan seorang gadis biasa. Aiden bertanya, "Pernahkah Anda menceritakan dongeng-dongeng sihir saat dia masih kecil?" dan ibu Razel menjawab "ya" pertanyaan selanjutnya, "pernahkah Anda membuatnya tertarik dengan hal gaib atau hal-hal supranatural?" dan ibunya menjawab "mungkin, itu bisa saja karena ketertarikan film-film kartun sihir saat dia masih berusia tujuh tahun".


Pertanyaan yang terakhir adalah....


"Apakah Anda tahu? Atau mungkin salah satu dari keluarga Anda adalah pewaris sihir gelap?" Tanya Aiden dengan tatapan serius.


"Aku benar-benar yakin bahwa keluarga kami benar-benar tidak terlalu mempercayai bahwa sihir itu benar-benar ada, jadi kepercayaan kami pada sihir hanyalah 50/50, terkadang kami percaya bahwa itu nyata dan mungkin hanya di lakukan oleh orang-orang tertentu, dan terkadang kami tidak mempercayainya dengan pandangan bahwa sihir biasanya juga di lakukan dengan sebuah trik sulap yang memukau."


"Nyonya Avara, sebenarnya aku ingin berbicara jujur soal Razel, soal putri Anda yang sebenarnya mampu, bahkan bisa menguasai sihir-sihir terlarang, bukannya aku bermaksud buruk soalnya, tapi aku hanya merasa bahwa dia pasti memiliki teknik sihir penghapus ingatan. Razel adalah wanita polos yang juga seorang gadis pemalu, tapi keyakinan ku hampir bulat bahwa pasti ada salah satu dari keluarga Anda yang menurunkan ajaran sihir padanya secara diam-diam."


"Darimana kamu bisa yakin akan hal itu?" Tanya ibu Razel.


"Aku hanya menebak saja."


"Apakah hanya ini yang akan kita perbincangkan?" Aiden bertanya lagi, duduk berhadapan dengan ibu Razel di antara lampu taman dan pepohonan bersama daun-daun yang menari bersama angin.


Razel mungkin kekurangan cinta dari seorang lelaki, ibu Razel berpendapat seperti itu, seolah-olah kasih sayang dari seorang ibu mungkin tidak cukup karena dia telah lama kehilangan seorang ayah, bahkan terlalu memilih-milih soal lelaki, ibunya bahkan tidak terlalu paham dengan selera Razel.


Dia sering pergi ke rumah dengan alasan berjumpa dengan temannya, alasan itu sudah berlangsung selama beberapa tahun dan ibunya belum melihat Razel membawa satu orang pun temannya. Itu adalah sebuah kebohongan, bahkan ibu nya tidak pernah tahu seperti apa rupa Razel mulai dari mengenakan pakaian hitam aneh berkepala kambing, hingga pakaian serupa biarawati dengan beberapa kalung titanium berbentuk tanduk iblis, pedang, dan semacamnya.


Rahasia Razel yang tentu saja tidak di ketahui ibunya adalah putrinya yang bahkan sudah keluar dari jalan kepercayaan mereka, berpindah agama dengan menyembah Haumea di dalam kitabnya. Tapi, Aiden tidak akan pernah menyinggung hal ini. Setelah memikirkan dalam-dalam, dia terpaksa harus menghentikan pendidikannya dan menerima pernikahan itu.


Ibu Razel bertanya sebelumnya, apakah Aiden mampu berjanji, tidak perlu berjanji untuk mencintai Razel, tapi setidaknya berjanjilah pada ibunya untuk membawa Razel pergi bersamanya, sebagai istrinya sendiri dan berjanji untuk mengajarkan Razel menjadi wanita yang baik. Pernikahan dengan wali atau saksi pernikahan yang mengesahkan pernikahan atas hukum Tuhan.


Aiden akan menjalaninya, mereka berdua akan menjalani pernikahannya dengan status kepercayaan yang sebenarnya tidak lagi mereka jalani. Setelah memikirkan hal ini dalam-dalam, Aiden rela melakukannya. Setelah berbincang berdua, ibu Razel juga berbincang dengan ibu Aiden tentang pernikahan mereka berdua yang akan di laksanakan beberapa bulan lagi.


Soal biaya, ibu Aiden dan ibu Razel akan membahasnya lebih lanjut di antara mereka. Bahkan, tanpa uang mereka, Aiden bisa membiayai semua pesta pernikahan dengan uangnya sendiri dari kontrak yang di bayar oleh Razel, walau kenyatannya, semua uang itu bukanlah uang murni milik Razel, melainkan uang yang berasal dari setan-setan pencuri harta.


Di toilet sendirian, Aiden berdiri dengan kedua tangannya menopang di atas wastafel sambil memandang wajahnya sendiri di depan cermin sambil berkata, "Semua pasti akan berjalan sesuai takdir yang ku inginkan." kemudian dia menyingkirkan semua poni yang menutupi wajahnya dengan senyuman seorang penjahat.


"Wanita itu ... aku berharap bisa bertemunya, tapi, aku juga harus berusaha menerima diriku di dunia nyata untuk mencintai Razel untuk saat ini." Ucapnya dengan begitu yakin bahwa Razel memang sudah memiliki sihir yang bisa menghapus sebagian ingatan sejak awal.


Saat Razel sudah membaik, Aiden akan bertanya soal perbuatannya pada Razel, wanita itu sebenarnya sangat sulit untuk berbicara, maka dialah yang harus berbicara lebih dulu. Apakah semua ini ada hubungannya dengan ritual yang mungkin tidak di beritahu padanya, atau mungkin ini hanya kemauannya sebagai wanita yang ingin merasakan kedewasaan sesungguhnya.


Saat dia kembali lagi ke kamar Razel, ibu Razel sudah pulang karena harus memeriksa para pelayan untuk kebersihan rumah saat Razel sudah boleh pulang. Dia hanya menitip salam pada ibu Aiden, dan ibunya juga terlihat baru saja menutup pintu kamar dan menguncinya. Itu adalah hal yang kebetulan, karena Aiden bertemu ibunya sebelum ibunya juga pulang.


Aiden di berikan kunci kamar untuk tetap tinggal dan menjaga Razel seorang diri, saat beranjak pergi, bunya mengatakan "Ini adalah kesalahanmu, dan inilah hal yang harus kamu pertanggungjawabankan" sambil meninggalkan Aiden dengan tatapan sinis. Mungkin dia masih belum sepenuhnya menerima perbuatan Aiden, itu sebabnya dia memasang ekspresi seperti itu.


Masuk kembali ke kamar Razel, Aiden menarik nafas dalam-dalam, mendekati Razel yang tertidur, tapi sebenarnya dia tidak mencoba mendekati Razel, duduk untuk melihat bayi manis yang tertidur pulas setelah lahir ke dunia sambil mengelus pipi bayi itu perlahan.


Bertepatan saat Aiden mencium kening bayi itu karena perasaan tulus yang timbul di hatinya, suara Razel yang lemah kemudian terdengar dan mengatakan "Aiden, terima kasih telah datang" suaranya membuat Aiden terkejut bahwa dia telah bangun. Aiden tersenyum sekali lagi untuk berusaha menerima Razel dan anak ini sebagai keluarga barunya.


"Terima kasih untuk apa?" Tanya Aiden pada Razel dengan ekspresi bodoh.


"Terima kasih karena sudah datang untuk menjengukku dan juga terima kasih karena kamu sudah datang untuk anak ini, sebagai Ayah."


"Sebagai Ayah? Begitu yakinkah kamu bahwa aku sudah menerima mu beserta anak ini?" Ucap Aiden sambil membuat Razel terdiam tak memiliki kata-kata lagi. Ponselnya sudah mati total karena kehabisan daya setelah menunggu lama persalinan Razel, melihat ponsel silver milik Razel di atas meja, Aiden kemudian mengambilnya.


"Pertama-tama, aku ingin tahu kenapa kamu tidak menghubungi ku begitu lama dan tiba-tiba saja membuatku agak syok dengan hal yang tiba-tiba seperti ini." Ucapnya sambil melihat-lihat isi ponsel Razel, wanita ini bahkan tidak pernah memasang kata sandi untuk ponselnya, jadi Aiden bebas melihat apapun di ponselnya.


Aiden kemudian melihat sesuatu yang terlihat aneh, karena tidak punya hal lain untuk di kerjakan, dia melihat isi obrolan Razel dengan beberapa orang seperti ucapan terima kasih pada seseorang di kontaknya dengan nama penjahit gaun yang telah menyelesaikan beberapa jahitan variasi pada gaun favoritnya. Sisanya adalah pesan seperti konfirmasi penarikan uang online dari bank, kemudian obrolan dengan seller gaun-gaun wanita.


Aiden juga melihat isi obrolan pada seller, dimana Razel memesan cukup banyak gaun-gaun wanita seksi sejak dua tahun yang lalu. Hal-hal yang sebenarnya Aiden tidak sangka bahwa Razel hidup layaknya wanita biasa, namun tanpa satupun teman.