Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 97 : We're not done yet




Kami terus-menerus saling menerima pukulan satu sama lain, walau aku sengaja hanya menggunakan kekuatan fisik murni ku saja, namun aku setidaknya menggunakan kemampuan lain seperti memaksanya untuk berpindah tempat dan bertukar posisi dariku.


Dengan memanfaatkan hal ini secara terus-menerus, pukulan seseorang biasa sepertiku bisa menjadi seimbang dengan pukulan iblis yang bertransformasi. Itu karena aku mengambil posisi yang terus-menerus lebih menguntungkan daripada lelaki ini.


Bahkan wujudnya tidak sebaik yang di lakukan oleh anak sebelumnya, apakah dia belum melakukan transformasi sepenuhnya?


Detik berikutnya, tangannya menjulur lagi ke arahku, tangan dengan wujud yang agak tidak normal yang membelah menjadi beberapa bagian dengan ujung tajam.


Ketika dengan cepat mengarah padaku, aku segera mengeluarkan kembali pedang ku, menebas satu persatu tangan-tangan ini.


Jika sudah seperti ini lagi, maka dia mencoba mencari jarak untuk bertarung dari jauh, sedangkan aku hanya akan terus menangkis serangan dan memotong tangannya tanpa henti.


Jika akan terus melakukan hal bodoh seperti itu dan memakan waktu lama, maka aku tidak akan ragu-ragu untuk menyakitinya sedikit lagi.


Aku tahu Fyrena masih hidup, aku tahu dia masih ada.


Dia selalu berada di sisiku.


Di waktu yang tidak tentu, dia akan datang kembali, menuntunku seiring meningkatnya kekuatan Will Power di dalam diriku.


Dan seperti yang di perkirakan, mimpi menempuh mimpi, perkataannya di beberapa malam yang tidak terduga benar-benar memenuhi kenyataan.


Will Power ini bukan kekuatan sihir biasa ataupun kekuatan sihir tingkat tinggi.


Ini adalah kekuatan untuk menciptakan sebuah sihir. Sihir yang menentang keberadaan hukum dunia, tidak peduli dengan hukum apapun itu, ruang, waktu, takdir, dan sebab akibat.


Will Power bukanlah sihir, melainkan kekuatan tanpa batas yang berdiri atas keinginan seseorang. Tidak peduli apa yang akan ku lakukan, apakah aku berpikir sesuatu, atau aku berimajinasi akan sesuatu, will power atas tekad ku akan memenuhinya.


Maka dari itu, mengontrol setidaknya beberapa hal yang tidak sampai pada satu persen dari seratus persen kekuatan ini sudah benar-benar memuaskanku.


Tidak butuh mencapai sekitar satu persen dari kekuatan tingkat tinggi yang kulakukan, setidaknya itu sudah cukup untuk menerbangkan seorang anak dari akademi iblis Levqo.


Termasuk kemauanku untuk menciptakan sihir suara kematian ku sendiri, setidaknya itu sudah cukup luar biasa, namun Fyrena melihat semua hal yang kulakukan ketika mengeluarkan kekuatan ini. Dan ucapnya adalah "Ini belum seberapa, cobalah lebih banyak." selain itu, ini bahkan tidak mencapai satu persen pun dari kekuatan penuh untuk Will Power.


Semua yang kulakukan selama ini ternyata hanyalah sihir ampas, dimana hal-hal seperti itu tidak menarik di matanya.


Tapi bagaimana jika keinginan ku menjadi sesuatu yang brutal?


Dan jika aku menginginkan sesuatu yang besar untuk merusak, mana itu pasti terjadi bukan? Kenapa aku tidak mencoba, setidaknya beberapa kemampuan kecil lagi untuk merusak tubuh tranformasi iblis lelaki bernama D ini.


Terkadang, Fyrena kurang bisa di percayai, beberapa ucapannya selalu mengatakan bahwa aku bisa melakukan apapun dengan kemauanku, namun nyatanya tidak. Walau ada banyak hal yang bisa kulakukan, tidak selamanya seluruh kemauanku akan terpenuhi.


Tapi ... rencanaku untuk menyakiti orang bernama D ini masih ada, menunggunya mengeluarkan transformasi iblis selanjutnya, aku yakin itu ada, dia bukan seorang murid akademi atau guru akademi biasa, terlihat dari aura nya, itu lumayan hebat untuk merusak beberapa.hal di sekitarnya.


Setelah memotong berkali-kali tangannya, aku menjaga jarak cukup jauh untuk menyerang nya dengan giga flare yang berbeda.


Walaupun tidak terlalu sempurna, tapi inilah saatnya!


WUSH!


Dengan sangat cepat, aku melancarkan serangan api ku ke arahnya dari depan, dia benar-benar bereaksi dengan cepat lagi mencoba menahan serangan ku, kemudian menghindar untuk menyerangku dari posisi lain.


Tapi, semua ini hanyalah ilusi.


Aku tidak melancarkan seranganku dari depan, karena aku tahu, dia memiliki reaksi yang cepat. Maka, aku sudah berlari ke belakang nya bersama api giga yang membara besar di tanganku, biarkan dia bereaksi atas ilusi.


BRUAK!!


Aku tepat menyerang nya dari belakang, dengan sekuat tenaga menerbangkannya sejauh puluhan meter, aku yakin dia segera sadar soal ilusi itu, ketika pukulan ini sudah mengenainya.


Dan sudah pasti, pukulan ini akan mematahkan seluruh tulang rusuknya berkeping-keping.


Dia bahkan tersungkur begitu jauh, menghancurkan beberapa area dengan kasar, seperti bekas sebuah pesawat yang mendarat tanpa roda, dan akhirnya meledak. Berbeda dengan nya, dia terbang, lalu tersungkur begitu jauh.


Rasanya pasti lumayan sakit, mengenai pukulan yang mematahkan seluruh tulang rusuk berkeping-keping, kemudian wajahmu dan bagian tubuh lainnya akan terseret di tanah arena ini, rasanya sama saja seperti wajah seseorang yang terkelupas oleh aspal setelah menempuh udara dengan kecepatan tinggi.


"Lagi-lagi tersungkur sekarat seperti ini? Kamu ini benar-benar payah, bagaimana jika aku meletakkan kaki la–"


Aku bahkan belum mengedipkan mataku, tapi rasanya ini benar-benar cepat, sangat cepat.


Suatu pukulan menghantam wajahku secara tiba-tiba dari belakang, dengan sangat cepat membuat ku tersungkur balik seperti yang kulakukan padanya, namun aku segera mengubah posisi buruk seperti itu dan memindahkan diriku untuk berdiri kembali dengan normal.


"Siapa yang kau katakan payah?"


Ucap nya dari kejauhan dengan nada dimana seseorang sepertinya merasa bahwa ini menyenangkan.


Ini bahkan lebih menarik, dia berpindah pada wujud transformasi yang kedua, tidak memerlukan perubahan cahaya dan hal lainnya. Dia hanya berubah begitu saja tanpa ku sadari, berpindah bahkan lebih cepat dari tangkapan mataku yang normalnya belum berkedip. Dan dia tidak menanggapi emosi sama sekali padaku, justru sebaliknya, dia menampilkan emosi bersenang-senang atas pertarungan ini.


Berdiri saling memandang sejauh beberapa meter, aku masih mempertahankan postur tubuh tenang tanpa kuda-kuda yang melebar sedikitpun, aku akan selalu mencoba agar diriku terlihat santai dengan memasukan setidaknya salah satu tanganku ke dalam saku celanaku.


Lagi pula, mengeluarkan sihir bagiku tidak perlu perapalan mantra dan doa lagi seperti yang kulakukan sebelumnya untuk Fyrena.


"Kau dan aku jelas berbeda, tidakkah kau sadar? Kamu sudah menggunakan wujud kedua, sedangkan aku bahkan belum menggunakan sedikitpun transformasi seperti itu." Ucapku mencoba meruntuhkan mentalnya.


"Masa bodoh dengan hal seperti itu! Seperti yang kamu lihat, aku belum mati, bukankah seseorang sepertimu masih kesulitan melawanku?"


Ucapnya dengan nada lantang sambil berpindah sangat cepat lagi ke depanku.


Kali ini, dia berhasil lagi meraih bajuku, menerbangkan ku ratusan meter ke angkasa, angin kencang yang begitu kuat menyapu wajahku. Dia terbang melompat sangat cepat, ketika aku mencoba bertukar posisi seperti yang selalu kulakukan.


Walau itu berhasil, dia benar-benar terus melawan gerakanku, menarik ku lagi untuk tetap berada di langit. Bahkan beberapa pukulanku mengenai wajahnya, tubuhnya benar-benar seperti di lapisi sesuatu yang sangat keras.


Rasanya seperti memukul berlian, tapi ini rasanya berbeda, dia bahkan cukup kuat untuk menahan beberapa pukulan tanpa lecet dan keretakan sedikitpun.


Hantaman selanjutnya aku di terbangkan melampaui awan, keluar dari atmosfer bumi dengan sangat cepat. Ini benar-benar mengejutkan, namun aku mendarat di suatu tempat.


Rasanya seperti mengalami kecepatan super gila hanya dalam sekejap.


Aku bertanya-tanya dimana ini, benar-benar tekstur yang kasar, ketika aku mencoba berdiri gravitasinya aneh, melihat pemandangan suatu tempat yang seperti planet, kurasa aku di terbangkan begitu cepat hingga sampai kesini.


Untung saja aku tidak mati.


Sebuah cahaya bagaikan kilatan kuning tiba-tiba menyambar di depanku, dia berpindah dengan cepat ke arahku.


Apa ini?


Seperti aku di tendang dari bumi ke bulan?


Aku lumayan tertarik untuk orang ini, dia hampir mirip dengan lelaki manusia angkuh itu, walau mereka hampir terlihat memiliki kekuatan yang sama, namun aku masih meyakini bahwa orang itu masih memiliki kemampuan lebih dalam tertanam pada dirinya.


Wajahku hampir saja di sentuh oleh nya, namun perlawanan balik untuk menendangnya cukup bagus. Walau itu hanya menjauhkan jarak ku antara dirinya sejauh kurang dari sepuluh meter saja.


Udara disini juga sangat aneh, aku tidak terbiasa dengan hal seperti ini. Namun, menciptakan gelombang angin untuk menghadang nya mendekatiku menjadi upaya yang bagus.


Dia masih terus bergerak begitu cepat untuk menghindari beberapa pukulanku, serangan angin seperti ini lumayan bisa menggangu gerakannya, tidak peduli secepat apapun gerakannya, aku pasti akan menggesernya dari lintasan tetap, sedikit demi sedikit.


Beberapa hal seperti ini mungkin bekerja untuk awal penggunaan ku, namun setiap aku menggunakan kemampuan ini terus-menerus, dia bahkan mampu membaca setiap gerakan dan arah seranganku selanjutnya.


Tangannya mengarahkan padaku di kejauhan, dengan cahaya keunguan yang menyala, mendatangiku segera dengan serangan yang cukup sempurna.


Namun, akan bahaya jika aku terkena serangan barusan. Itu memang mirip dengan kekuatan yang kulakukan.


"Apa itu?"


"Violet–Blaster!"


"Kamu menyebutnya Violet Blaster? Dengan ledakan sekecil itu?" Ucapku sambil meremehkannya agar memancing emosi selanjutnya.


Dengan aura gelap yang semakin menggila, dia dalam sekejap berada pada posisi terbaik menyerangku, lagipula, dia sudah mengumpulkan energi violet begitu cepat dalam gerakannya.


"Aku ku beritahu padamu bagaima–"


Dengan kecepatan tak terduga, aku membalas dengan kecepatan tak terduga juga. Kecepatan yang selangkah lebih maju daripada yang di lakukannya, bergerak ke belakang nya sambil menarik tanduknya untuk membanting nya ke daratan bulan ini.


"Terjatuh!"


Nguuuuuunnngggg...


Suara yang melesat dengan kecepatan yang lebih cepat dari gerakan cahaya ekstrim.


Dalam sekejap, aku menggunakan kemampuanku saat tubuhnya hampir mendarat ke tanah, membuatnya sebuah gelombang dari suara yang bahkan seperti gelombang lingkaran berputar dan menyebar ke segala arah.


Seluruh daratan tempat ini berlubang dengan sangat besar, seperti luas ukuran sepuluh kali lipat dari halaman rumahku.


Dia benar-benar jatuh ke bawah secara paksa, aku menggunakan kemampuan lain yang berasal dari suara kematian, namun bukan untuk membunuh sesuatu.


Hal seperti ini setidaknya cukup untuk menuruti apapun yang kuinginkan, misalnya jika aku memerintahkan seluruh iblis di akademi untuk berbaris dengan rapi dan bersujud padaku.