
Setelah diam beberapa saat, Varnera mengatakan bahwa Cecillia Achiles adalah gurunya sendiri, iblis tanpa wujud yang sebenarnya bisa menggunakan wujud siapapun, dia licik, dan dia yakin bahwa Cecillia tidak mati.
Varnera mengatakan bahwa Cecillia mati tanpa alasan dan sebab yang jelas, mereka memang berhasil datang kemari dengan mengorbankan kekuatan yang begitu banyak, mengalami kematian dengan evolusi spiritual dan jiwa. Seperti inilah cara iblis kuat bertahan untuk tetap hidup menjadi lebih kuat.
Mereka mengorbankan hidup mereka untuk terus mengembangkan kekuatan iblis tanpa henti, rela menyakiti diri mereka sendiri demi kekuatan yang sulit terbayangkan. Tapi tidak selamanya akan menjadi seperti itu. Iblis terkuat manapun tidak selamanya menjadi yang terkuat dan luar biasa, konsep alam iblis memiliki aturan dan ketetapannya sendiri.
Mereka harus mati bersama kekuatan dan jiwa mereka yang kuat, tentu saja mereka akan di kumpulkan bersama dengan semua roh iblis yang mati, menjadi penghuni dunia iblis paling dasar, seperti akhirat kecil bagi dunia iblis, namun inilah cabang jalan menuju akhirat. Mereka yang lemah akan di bawa ke akhirat untuk penghakiman selanjutnya.
Bagaimana dengan mereka yang kembali hidup ke dunia iblis? Bagaimana dengan mereka yang berhasil bereinkarnasi? Jawabannya adalah, mereka kuat, alam iblis masih membiarkan mereka untuk merasakan kehidupan dunia lebih lama lagi. Yang cukup kuat akan bereinkarnasi secara terus-menerus, sampai dia bosan dan menentukan pilihannya untuk memilih jalan akhirat.
Dan mereka yang terkuat jauh melampaui iblis biasa adalah mereka yang akan di bawa ke wilayah iblis yang lebih tinggi, mereka akan mengalami peningkatan, evolusi jiwa, evolusi spiritual, evolusi keberadaan dimana mereka akan menjadi keberadaan yang lebih tinggi dari iblis biasa, menjadi abadi untuk selamanya. Mereka yang memulai perjalanan wilayah bertangga akan terus mencari kehidupan ini.
Mereka menyendiri, menjadi eksistensi tingkat tinggi pada alam iblis transendental selanjutnya. Apa yang mereka cari adalah keabadian, kekuatan, kebebasan, terus melangkah berdasarkan keinginan mereka. Lurus atau berbelok. Itulah kebebasan dari keinginan, mana yang akan Anda pilih, itu terserah Anda.
Setiap kenaikan wilayah selanjutnya adalah hal yang benar-benar semakin sulit, tentu saja di luar pikiran seseorang, menjangkau tempat yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi, dimana setiap kenaikan dari kebangkitan dan evolusi adalah satu kali transenden pada dunia sebelumnya, terus naik semakin tinggi ke wilayah tanpa puncak.
Wilayah seperti ini tidak akan pernah ada habisnya, seperti mencari kesenangan dunia yang begitu panjang, mungkin pada akhirnya semua juga akan tetap mati, itu terjadi ketika kiamat datang, tidak akan ada yang selamat saat itu, seluruh alam akan binasa.
Satu-satunya puncak dari tangga tak berujung dan transendensi kehidupan tidak terbatas adalah ranah raja iblis itu sendiri, ranah tunggal yang hanya bisa dimiliki oleh satu orang. kekuasaan tertinggi atas pengubahan hukum alam dan takdir alam semesta. Mereka yang berada di puncak akan berkuasa bagaikan dewa. Semua ini adalah hal yang di jelaskan Varnera dengan banyak informasi berlebih tanpa sepenuhnya di ketahui oleh buku-buku dunia bawah.
Pada hari besoknya, aku tidak lagi menjalani hari bodoh sebagai penonton. Aku ingin melatih diriku sendiri dengan panggilan diam-diam pada Valerie dan tiga orang lainnya. Kukatakan pada mereka, bahwa aku ingin berlatih, "Bagaimana dengan satu melawan empat?" Itu cukup menarik, Valerie cukup menerima, sisanya mengikuti.
Tepat di dunia terkosong, hanya ada dunia yang baru tercipta, namun di sebut kosong tanpa satupun penghuni. Mereka membawaku ke dunia yang baru saja tercipta lagi, disinilah aku berdiri, di hadapan empat dari sepuluh orang bawahan Iblis terkuat dunia iblis. Aku tidak pernah menyiapkan kuda-kuda ataupun semacamnya seperti bersiaga, jadi kukatakan :
"Tidak ingin mengeluarkan wujud iblis evolusi kalian? Ku dengar-dengar setiap iblis memiliki beberapa evolusi bahkan sampai yang terkuat, jika aku tidak salah, maka sepuluh iblis Scarlet adalah pemilik evolusi terkuat, bukan?"
Ucapku sambil mengarahkan ujung gagang pedang ku yang bertuliskan "Kegelapan di dalam kegelapan" Mereka tertulis dalam bahasa khusus sebelumnya, jadi aku menciptakan teknik penerjemah untuk diriku sendiri, ketika aku menambah sihir-sihir di dalam diriku, itu bisa saja menjadi aktif, dan bisa juga menjadi pasif.
Tapi aku menggabungkan hal yang baru, dengan menciptakan metode terjemahan otomatis pada setiap teks atau ayat yang tidak kukenali. Aku harusnya bisa membaca setiap rune sihir mulai sekarang, hanya ketika huruf, ayat ataupun kalimat itu muncul dalam bahasa yang sulit dimengerti.
Aku mengucapkan tantangan ku langsung untuk pertama kalinya, aku benar-benar senang ketika melihat reaksi Valerie yang semakin lama semakin ragu terhadapku, aku tahu dia mulai merasakan seperti apa sihirku.
"Tunggu apa lagi?"
"Ayo berubah lah, aku benar-benar ingin melihat wujud-wujud itu, kuharap kalian bertarung dengan cukup serius."
Isabel: "Tuan calon raja iblis, ternyata kamu cukup percaya diri dan sombong yeah, itu memang layak untukmu."
"Benarkah?"
Valerie: "Kalau memang begitu...
"...Mari kita LIHAAATTTT!!!"
DASHHH!!!
Gerakannya langsung bergerak maju begitu saja, bahkan terasa lebih cepat dari Varnera. Ketika dia beranjak langsung menghilang dari posisinya, gerakan arah angin langsung bertabrakan, menciptakan retakan tanah dengan bekas yang sangat besar.
TANGGG!!!
Pedangnya menabrak bersama pedang ku begitu kuat, hingga membuat pedang ku rasanya akan patah, tapi memang akan patah, jadi aku harus segera menariknya.
"Ada apa? Apa kamu takut hingga begitu gemetar?" Ucapnya dengan gembira.
Jadi aku langsung membelokkan arah pedang ku, berhenti menahan tekanan pedang nya secara terus menerus jika tidak ingin menerima kerugian yang menyebabkan pedang ku harus patah. Tidak boleh! Itu memalukan.
Hanya ketika aku mengubah arah dari semuanya, dia memiliki sebuah pistol ramping sepanjang dua puluh lima senti meter.
DOR! DORR!!
Pistol sihir itu menembak dengan suara yang berbeda dari pistol-pistol api lainnya, memang wajar, ini bukanlah pistol dari peluru atau bahan lainnya, mereka sepertinya hanya media dari aliran sihir yang di ubah menjadi konsep peluru.
Dia bergerak lebih cepat dari sebelumnya lagi, itu benar-benar lebih cepat dari kedipan mataku. Tapi reaksi teleportasi instan bekerja dengan efektif kali ini, aku harus berpindah ke belakang nya lagi untuk menyerangnya bersamaan dengan peluru pembalik.
Peluru itu memang mengarah padaku, tiga kali lebih cepat dari lesatan pistol manusia, tapi aku sudah menyerap peluru-peluru itu semenjak mereka di luncurkan dari pistol, aku meniru pistol yang sama dengan Valerie. Sepertinya keren, pistol itu cukup bagus, ringan dan memiliki gaya yang baik. Tapi aku memiliki salinannya sekarang.
Walau hanya dua peluru darinya yang kumiliki, dia memberikan peluru sihir yang bisa menembus ribuan lapisan baja yang berdekatan. Ku ubah lagi peluru-peluru ini menjadi kelipatan tidak terbayangkan lebih kuat dari itu, tapi aku membuat efek peluru sihir pembalik.
Dari penghancur ribuan lapisan baja menjadi penganut bagian eksternal tubuh sampai ke bagian-bagian internalnya sekaligus atom dan seluruh sel di dalam tubuhnya akan berada pada titik nol. Dimana aku dengan terkena peluru ini, aku akan menghapus seluruh energi di dalam tubuh mereka, membuat mereka dalam keadaan mati.
CRAK!
Seperti yang kuharapkan, peluru-peluru itu mengenai nya dengan cepat hingga menabrak jatuh ke tanah dengan cepat.
"Bagaimana? Apa kamu langsung tumbang begitu saja?? Ini bukan latihan menarik yang di berikan untukku."
Wajah nya terlihat di luar dugaan, dia tentu saja tidak akan menyadari bahwa aku bisa bereaksi secepat itu sambil menarik pelurunya ke dalam salinan senjatanya, menyalin alat, menyerap peluru nya menjadi milikku, menghancurkan sihir yang terkandung di dalamnya dan mengubahnya menjadi energi kehancuran yang lain. Itu lebih baik daripada menembus ribuan lapisan baja, bahkan yang ini akan menembus sepuluh ribu lebih lapisan dinding berlian, dimana setiap dinding memiliki tebal satu hingga tiga meter.
Hanya ketika aku mengejeknya seperti itu, Isabel langsung datang dengan cepat menyerang ku, dengan sebuah tongkat yang bagaikan pedang ganda. Ada bilah di setiap ujung nya.
SREENGHHH!!!
Pedang hitam kepercayaan ku masih terus menahan pedang berenergi sihir kuat seperti itu. Akan ku tunjukkan pada mereka, bagaimana cara menjadi tak tersentuh oleh siapapun.
"Lumayan!!"
Ucap Valerie yang langsung bangkit kembali bersamaan dengan Elyse dan Verda yang ikut menyerang ku juga. Baiklah, satu serangan tombak ganda dengan tiga serangan lainnya dalam sekejap mata pada tiga arah. Ini akan menjadi latihan yang melampaui kata menyenangkan.
...INFERNO WALL...
BANG!!!
Tiga serangan dari arah mereka yang begitu memenuhi wilayah ku terpental cukup jauh akibat efek tabrakan dengan Dinding Inferno.
Tidak seperti yang kuharapkan, mereka terpental dan tidak membuang waktu di udara untuk menunggu tabrakan dengan daratan selanjutnya, itu baru saja terpental dan gerakan mereka langsung saling bertukar posisi, berpindah lagi untuk menyerang ke depanku.
Satu tebasan Valerie segera datang padaku, tebasan secepat cahaya yang menebas udara dan langit-langit kecil. Pada akhirnya mereka tidak bisa terus menyerang dengan kacau. Gerakan mereka benar-benar teratur dan sempurna. Valerie masuk dan Isabel keluar.
Satu pedang baru yang datang, satu pedang lagi yang akan ku tangkis, tangan kanannya yang memegang pistol kembali menembakkan peluru dengan kekuatan yang sama padaku.
Tapi aku sudah memprediksi hal yang sama sebelumnya, dia pasti akan memanfaatkan mataku yang fokus pada pedang dan gerakan tiga orang lainnya, sehingga dia pikir aku tidak akan bereaksi melawan refleks dari tembakan yang terlalu dekat seperti ini. Ini tidak bisa di hindari. Bagaimana dengan membuat kerusakan bersamaan? Akan kulakukan.
Sebelum dia mengangkat pistol nya ke arah ku dalam jarak satu meter, aku masih menyalin kembali pistol itu dalam sekejap. Membuat gerakan yang sama, ketika mulut pistol kami saling bertemu dan menabrakkan peluru sihirnya satu sama lain. Yang lainnya segera menghindar ketika melihat pistol yang berlawanan, karena ini terlalu dekat, mungkin saja mereka berpikir akan ada ledakan energi sihir tambahan sebagai perangkap.
Jadi seperti itulah yang terjadi, dua peluru sihir yang saling bertabrakan? Yang menang adalah peluru dengan energi yang lebih besar di dalamnya, energi perusak yang merusak sampai ke tingkat atom dan seluruh molekul beserta bagian-bagian terkecil yang tidak di ketahui, menghancurkan sesuatu yang mungkin lebih kecil jauh berada di dalam inti atom.
Tidak ada ledakan yang terjadi, namun gerakan yang gagal membuat Valerie berpindah lagi dalam sekejap ke sampingku, menyerang bersamaan dengan Verda, dia menggunakan semacam pedang dengan bilah ganda, terhitung ada lima bilah di bagian pedang nya, seperti pedang pembunuh brutal berwarna silver yang akan memenuhi warna indahnya dengan merah darah.