Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 56 : I forgot my classmate's name




Aku mengendong tubuhnya yang terus berdiri, membuatnya berbaring kembali ke kasur, tubuh manifestasi yeah? Itu berarti selama ini aku belum pernah bertemu dengannya secara langsung.


"Valerie ... dimana Marie yang asli?"


"Huh? Siapa Marie?"


Ketiga nya langsung bertanya.


Jadi aku menjawab : "Marie adalah nama palsu ratu kalian, selama ini kalian bahkan tidak tahu namanya?"


"Tunggu dulu ... palsu? Berarti Haumea itu adalah..."


"Benar! Nama Haumea itu terukir di jiwa kalian bukan? Kalian pasti merasa bahwa nama ini terkadang terlintas di pikiran kalian bukan? Itulah nama aslinya."


Begitulah aku mengatakannya.


"Lalu, Valerie, dimana yang aslinya?"


Dia menundukkan wajahnya dan belum menjawab sampai beberapa saat kemudian.


"Maaf, kurasa aku tidak bisa mengantarmu sampai ke sana, sepuluh Iblis Scarlet bahkan aku yang berada pada tingkat pertama tidak akan bisa sampai menemuinya secara langsung."


"Lalu? bagaimana caranya?"


"Tidak ada."


"Tidak mungkin! Pasti ada cara lain."


"Aiden, tolong tenangkan dulu dirimu."


Rasanya aku mulai tidak mengerti tentangnya, jadi Marie ini ... Marie ini hanyalah perantara antara diriku dengannya.


"Aiden, sepuluh Iblis Scarlet seperti kami adalah keberadaan paling kuat setelah ratu iblis, namun ... sejauh manapun kami melompat dan melangkah pada dimensi tak terbatas, itu percuma saja. Karena ratu, berada di suatu tempat yang kami tidak ketahui dan tidak akan pernah bisa kami masuki."


"Tempat apa itu?"


Kemudian Isabel menjawab juga :


"Tempat seperti itu hanya untuk raja iblis seorang, tidak ada siapapun yang bisa ke tempat tak terkatakan seperti ini."


Marie, jika itu kau, katakanlah sesuatu padaku, aku tahu kau mendengar ku di atas sana, tolong ucapkan sesuatu agar aku bisa mengerti.


Perasaanku bercampur aduk lagi, aku mengatakan pada mereka semua, bahwa mereka bisa meninggalkanku sendiri sekarang.


Sekarang hanya ada aku dan dia yang membisu. Sampai suaranya datang dari kepalaku, rasanya benar-benar tak tertahankan. Suara itu masuk ke dalam pikiranku seperti membuat penglihatan ku menjadi kabur, kepala ku menjadi pusing.


Aiden


Aiden...


Ini aku, yeah ... ini aku, kamu mendengarkan bukan? Aku hanya melakukan sesuatu untuk menjaga dunia ku, ini hanya perasaan yang tidak enak pada diriku, aku hanya mencoba memastikan saja. Maaf karena sebelumnya aku tidak pernah mengatakan banyak hal tentang diriku, dan...


"Dan apa?"


Dan sebenarnya, aku juga kecewa karena selama ini hubungan kita hanya melalui tubuh palsu, namun aku hanya ingin semuanya berjalan lebih lama bersamamu, dan aku akan segera kembali kepadamu.


Jangan khawatir, aku tidak akan mati tanpa makanan, walau bertahun-tahun pun aku tidak makan, semua baik-baik saja, itu hanyalah sebuah tubuh kecilku.


"Kuharap kamu baik-baik saja, dan jika jalan itu ada, aku akan mendatangimu di sana."


Hahaha


Aiden, kuharap itu bisa terjadi


Dan suaranya sudah tidak ada lagi di kepalaku, bergantian dengan suara seperti seorang lelaki yang tidak di kenal, aku bertanya siapa dia. Dan jawabannya adalah, aku dunia iblis ini sendiri.


Malam bersama badai pun berlalu, aku melanjutkan kembali hari normal ku ke akademi besok paginya, ketika Eiji menghampiriku dan membawa makanannya di meja ku.


"Yo! Aiden, apa kabarmu hari ini?"


"Benarkah? Akhir-akhir ini kita sudah lama tidak makan bersama di tempat ini, dan kamu terlalu sibuk dengan pacarmu bukan?"


"Berhenti memanggil Marie pacarku, kami tidak berpacaran."


"Hah? Apa kalian putus? Kalian bertengkar karena sesuatu?"


"Tidak juga, dia sedang sakit sekarang, kami juga tidak pernah berpacaran, itu hanyalah hubungan palsu yang di besar-besarkannya. Kami berdua hanya terlalu dekat sampai orang-orang akan mengira bahwa kami berpacaran, bahkan kamu menganggapku seperti itu."


"Ngomong-ngomong ... mau beli burger daging naga itu?"


"Tidak perlu, tempatnya terlalu jauh dari sini."


Jadi kukatakan seperti itu padanya ketika aku hanya perlu menjentikkan jariku untuk membuat beberapa burger daging naga menjadi nyata. Bahkan Eiji langsung terkejut dan ekspresinya menjadi gila.


"Woah! Aiden! Ini ... tidak mungkin, kamu menciptakan sesuatu hanya seperti itu? Darimana kamu belajar hal seperti ini?"


"Dari mimpi."


"Oh ayolah ~ aku bertanya dengan serius."


"Ya aku serius! Aku hanya melihat hal seperti ini dalam mimpi dan ketika terbangun, aku mencobanya hingga terjadi tanpa gagal, itu adalah suatu keajaiban."


"Hebat!"


Dan dengan begitu, Eiji mempercayai perkataanku dengan mudah, walau sebenarnya aku menemukan semua hal-hal gila yang masih tersimpan banyak di dalam ingatanku. Hanya saja kekuatan yang di berikan Fyrena adalah pemicu bekerjanya kekuatanku.


Tapi kemudian, seorang anak lelaki yang sepertinya pernah kulihat datang bersama kami, juga membawa sebuah tatakan yang memuat makanan di atasnya.


Dia meletakkan makanan dan minumannya dengan pelan kemudian duduk tepat bersama kami. Kurasa aku pernah melihatnya, tapi entah dimana, karena kami tidak mengenalinya, jadi kami hanya perlu bersikap baik dengan wajah yang ramah saja.


Tapi dia kemudian menarik napas begitu panjang dan dalam, lebar dan tinggi. Lalu mengapa kami dengan "Halo." Rasanya aneh dan canggung, Eiji merespon balik dengan baik jadi aku hanya ikut menyapa nya walau tidak terlalu memperdulikannya.


"Bolehkan aku duduk bersama kalian disini?"


Jadi kujawab : "Tidak apa-apa, silahkan."


"Marie berkenalan, mungkin kita bisa menjadi teman?" Begitulah ucapnya sambil memberi tangannya kepada kami.


Eiji membalas tangan nya untuk saling menjabat tangan, anak ini menjabat tangan nya dengan sangat ceria.


"Dan ... untuk teman kelasku, kita sudah saling mengenal bukan?"


"Ehh ... kamu, siapa??"


"HAHH? Kamu bahkan tidak mengenal teman kelasmu sendiri? Ini adalah aku, Leon, Leon Dwayne."


"Tunggu sebentar, sepertinya aku ingat. ya ya, aku ingat sekarang, aku cukup pelupa."


"Yah, seorang murid nomor satu bisa pelupa? Bahkan guru Noah itu mengatakan bahwa kamu sangat berbakat dalam sihir, padahal kami semua menertawakan bra panggilanku itu, hahaha..."


Eiji: "Eh? Bra panggilan?"


"Benar!! Murid bernama Aiden Leonore ini yang ternyata menculik bra milik pacarnya sendiri."


"Kata siapa seperti itu? Aku bahkan tidak pernah mengatakannya!"


"Kata guru Noah, hahaha."


Sialan! Guru itu sekarang menyebar informasi yang salah tentangku, orang-orang di kelas pasti akan menganggapku seorang yang cabul sekarang.


Aku kembali melanjutkan makan siangku bersama Cade dan Leon ini. Sekarang aku tampaknya memiliki dua orang teman, Aku sebelumnya melihat Leon di kelas memiliki banyak perbincangan, dia juga langsung mengajak banyak orang berteman dengannya. Yeah tapi tidak salah juga sih, itu karena dia adalah seseorang yang cukup percaya diri.


Dan tempat-tempat di sekolah, sekarang tidak banyak yang bisa ku lalui, senior kelas pasti akan melirikku lagi, berbicara di belakangku sambil melihatku, itu terasa aneh. Jika ada yang ingin kalian katakan, katakan saja langsung kepadaku.


Untuk itu, aku hanya akan terus berada di dalam kelas mulai sekarang, bahkan jika itu adalah waktu istirahat. Terkecuali aku kelaparan dan benar-benar bosan sampai harus mengunjungi perpustakaan lagi.