
Aku tetap berdiri di sini untuk menyaksikan langkah Selanjutnya, ketika Haumea mulai mengeluarkan hawa membunuh, langit segera menjadi merah gelap, awan-awan di langit berwarna hitam. Gemuruh terjadi tanpa alasan.
Di hadapan langit yang merah, ada langit cerah yang di pertahankan oleh penyihir-penyihir muda ini. Gadis berambut hitam itu cukup berbakat. Dia bahkan bisa melawan perasaan Haumea dengan santai.
Haumea tentu saja akan membunuh mahluk-mahluk yang ada di sekitarnya ketika dia sudah mengeluarkan aura nya. Tapi, rasa takut darinya bahkan tidak terlalu mempengaruhi gadis ini. Dia tetap berdiri teguh di sana bersama sebuah buku yang bersinar terang.
Haumea terus menyerang dengan kekuatan yang cukup dahsyat, namun mereka terus bertukar serangan dan saling mengembalikan. Sihir merah penghancur Haumea di serap oleh gadis penyihir itu, dan dia membuka kembali putaran jari nya untuk mengembalikan sihir gelap yang dimurnikan.
Saat celah sudah menipis, aku ingin dia hanya bertarung bersama gadis itu, sisanya...... aku akan mengurus mereka hingga permainan ini selesai.
Gadis berambut merah muda itu mengeluarkan pedang sabitnya lagi, dan untuk gadis penyihir berambut ungu itu juga bersama mereka termasuk lelaki itu.
"Sebaiknya kamu menghentikan perbuatanmu, iblis!!" Ucap lelaki itu dengan kasar.
Mendengar ucapannya membuat ku merasa muak, berpikir bahwa dia mampu menang dari ku hanya karena mereka menang jumlah.
Tanpa jawaban apapun, aku masih terus memandang mereka dengan wajah yang menjatuhkan.
Tidak ada respon dari ku, kecuali tatapan ku pada mereka semua. Postur tubuhku masih seperti biasanya, terlihat baik-baik saja dengan santai.
Gadis berambut ungu itu tidak masalah, untuk lelaki di hadapanku ... aura nya cukup kuat walau sepertinya dia menahan amarahnya. Dan yang terakhir adalah gadis berambut merah muda itu, entah kenapa aku bisa merasakan bahwa dia menyembunyikan aura yang cukup kuat.
Taruhan apapun, aku bisa memastikan bahwa gadis biasa berambut merah muda itu masih jauh lebih kuat dari lelaki di hadapanku. Kenyataan tidak akan berbohong pada ku, aku bisa merasakan hal tersebut.
Berikutnya, mereka berdua bergerak maju sekejap mata bagaikan cahaya yang mengeluarkan bunyi. Dua orang segera berputar di kanan dan kiri pada saat yang bersamaan, memecah semua gelombang dan menciptakan kejutan listrik yang membakar tanah hingga hancur.
Keduanya datang bersamaan dari kanan dan kiri, yang satunya menyerang dengan pedang sabitnya, dan yang satunya lagi menggunakan semacam pedang biasa yang tercipta dari baja anti patah.
Tidak ada rasa kagum di dalam hatiku, itu hanya pergerakan bersamaan seperti kecepatan suara, namun jauh melebihi kecepatan cahaya, hantaman dari kedua arah ini benar-benar kuat, tapi bukan berarti apa-apa untukku.
Aku memiliki dinding inferno ku sendiri, bahkan jutaan bintang yang menabrak ku tidak akan menghancurkan ku, apapun yang menabrak ku secara paksa akan terbakar lenyap menjadi debu hingga akhirnya debu itu sendiri akan menghilang di kehampaan.
Ini memang akan terjadi, senjata mereka semua akan terbakar ketika menyentuh dinding tidak terbatas ini, dan aku bahkan tidak bergerak dan tidak mengedipkan mata ku dari sini selain tangan kananku yang masih berada di saku celana. Walau senjata mereka cukup kuat, itu akan tetap terbakar sekejap dan meleleh.
Setelah keduanya menjauh sedikit untuk menghindari rasa panas dari dinding inferno, gadis berambut ungu melancarkan serangan sihir jarak jauhnya ke arahku. Walau aku tahu bahwa ini tak tertembus oleh sihir sekecil itu, langit yang merah mulai di lintasi cahaya merah besar dalam sekejap yang menabrak ke serangan tersebut hingga menyebabkan ledakan besar-besaran.
Haumea datang untuk menghancurkan serangan kecil ke arahku, dia tiba-tiba hadir di hadapanku bersama sebuah pedang merah tajam yang terang bagaikan kristal, aura merahnya cukup kuat untuk menggerakkan seluruh langit. Selain penghancur serangan itu, gadis penyihir berambut hitam itu juga datang untuk mengejarnya dengan serangan yang lebih besar.
Serangan besar yang tak tertangkap oleh penglihatan biasa melaju ke arahnya, namun Haumea masih bisa membelah seluruh serangan bersama pedang merah itu. Tempat ini benar-benar rusak setelah kerajaan itu menghilang, dan menjadi tempat yang rata dengan tanah.
Dua orang yang bersama ku sudah menjauh sejak ledakan yang seperti ledakan penghancur kota itu datang pada mereka, namun mereka belum terluka sedikitpun, terkecuali lelaki bernama Akira itu kembali melakukan sesuatu dengan sihir nya. Bersamaan dengan gadis berambut hitam itu, dia melakukan gerakan tangan yang sama.
Sebuah lingkaran sihir dalam sekejap tercipta menuju ke arah Haumea yang membentuk lingkaran besar, menarik mereka semua ke suatu tempat tanpa perhitungan waktu. Gadis berambut merah muda itu, juga gadis berambut ungu itu, semua seperti di tarik oleh gravitasi tingkat tinggi tanpa masalah apapun, membawa Haumea untuk bertarung melawan mereka semua. Aku tersisa sendirian tanpa siapa-siapa, dan bahkan tidak tahu kemana mereka pergi.
Aku harus datang untuknya.
Belum tentu Haumea mampu melawan mereka semua sendirian.
Aku akan membunuh mereka semua jika aku menemukan mereka semua.
........
Aku kembali pada diriku di Vebernhae untuk melihat kondisi Haumea.
Langit yang merah kemudian pecah bagaikan kaca yang berhamburan kemana-mana, hanya dengan langkah ku, dunia itu tidak lagi akan berjalan dengan semestinya. Dunia sihir pertama telah hancur, jutaan, miliaran atau banyak mahluk lagi ku bunuh dalam satu langkah kaki ku.
Kepergian ku menghancurkan sebuah dunia, dunia yang lenyap di telan kegelapan, semua jiwa yang hidup pada dunia itu akan di bawa ke alam iblis. Aku hanya menggunakan satu langkah kaki ku untuk melenyapkan semuanya, memaksa semua jiwa itu untuk menjadi pasukan iblis ku.
Di Vebernhae, aku melihat wajah Haumea yang sudah mulai terlihat serius.
"Haumea, apa yang terjadi padamu?" Tanya ku pada dirinya.
"Aiden?" Jawabnya dengan memanggil namaku.
Di saat seperti ini, Fyrena bahkan tidak pernah lagi datang untuk membantu ku. Avatar diri ku turun melewati tangga tidak terbatas antara Vebernhae dengan kubus violet. Menemui batas antara Vebernhae dengan seluruh dunia iblis, di luar seluruh dunia iblis adalah tempat dimana semua iblis scarlet berada.
Aku mengatakan bahwa ratu mereka.... Haumea di serang oleh penyihir-penyihir dunia manusia, dan aku memerintahkan sepuluh iblis scarlet untuk keluar dari dunia iblis dan mencari keberadaan semua penyihir-penyihir itu.
Sebelumnya, aku memproyeksikan wajah mereka semua di kehampaan, setiap bola kristal akan menampilkan wajah penyihir-penyihir itu.
"Cari mereka, di dunia mana pun dan bawa kembali Haumea." Ucapku.
Aku tidak tahu bagaimana bisa dia tidak memindahkan kesadaran nya yang asli. Sesuatu menahan kesadarannya pada tubuh avatar itu. Berjalan kembali ke Vebernhae, aku melihat posisi kursi nya yang telah terjatuh, hanya meja bundar dan kursi ku yang tetap berdiri di sana.
Tubuh dengan wajah suram nya berjalan perlahan seperti meraba sesuatu. Aku menuju ke arahnya dan bertanya tentang apa yang terjadi dengannya. Tangannya benar-benar panas ketika mencoba meraih tanganku, saat tangannya menyentuh ku dengan erat, tanganku seperti merasakan sensasi terbakar yang cukup luar biasa.
Dan aku mulai paham, bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.
"Aiden........."
"Aiden."
Tubuhnya hampir terjatuh, jika saja aku tidak menopangnya, mungkin dia sudah terjatuh.
Aku menarik nya ke suatu tempat di luar kubus violet, tempat di luar seluruh dunia iblis. Tangannya di genggaman ku dan dengan pemandangan ciptaan rekayasa bagaikan sebuah tempat mengerikan untuk mengucapkan sesuatu.
Seluruh pemandangan semesta iblis segera memutar, banyaknya multi semesta dalam jumlah yang tidak terbatas saling bergeser ke kanan dan kiri, maju dan mundur, memecah semua jalur untuk menampilkan semua yang ada di luar.
Ruang-ruang dimensi terbuka dalam jumlah yang tak terhingga, menampilkan lautan kegelapan tempat kubus violet mengapung sebagai pusatnya. Melihat pemandangan ini membuatku tersenyum cukup baik, ini lah Dark Sea. Lautan bagaikan angkasa hitam tanpa bintang dan hiasan di luar seluruh ruang waktu, tempat mahluk-mahluk iblis yang tertidur selamanya walaupun tidak semua dari mereka tertidur.
"Haumea, apa kamu melihatku?"
"Ya, aku melihat mu."
"Kamu tahu bukan? Apa yang akan ku lakukan pada mahluk-mahluk ini?"
Wajah nya tanpa senyuman bersama mata ikan mati kemudian memandang ke wajahku, dan bertanya "Apa yang akan kamu lakukan?"
Aku menjawab.....
"Menyelamatkanmu dan menciptakan kekacauan baru."
"Begitu kah?" Tanya nya.
Saat dia memandangku lagi, dari sisi kanan mulutnya keluar darah yang mengalir pelan ke dagu nya. Di ikuti oleh beberapa aliran darah yang lainnya dari balik poni merahnya, darah-darah yang mengalir ke kening nya hingga melumuri wajahnya dengan darah yang gelap.
"Marie?!? Apa yang terjadi pada mu?"
"Aku sedang menahan mereka semua, aku tidak mungkin kalah oleh manusia penyihir seperti mereka." Ucapnya dengan suara yang rendah.
Dia kemudian batuk dan memuntahkan seteguk darah, genggaman tangannya mulai menjadi lebih kuat, serangan di antara mereka mungkin mampu melukainya.
"A-Aiden....."
"Dimana semua iblis scarlet ku? Perintahkan mereka untuk menyelamatkan ku." Ucapnya dengan lesu, wajahnya seperti wajah mengantuk yang akan segera jatuh tertidur."
"Aku sudah melakukannya." Jawabku.
Sekarang.....
Aku tinggal mengeluarkan beberapa hewan buruk ini untuk menabrak dunia manusia.
"Aku tidak pernah memerintah mereka sekalipun untuk menghancurkan dunia manusia, karena itu tidak perlu, tapi sekarang kamu perlu melakukannya untuk ku." Ucap Haumea sambil menyentuh wajah ku dengan tangannya yang berlumuran darah dan sedikit gemetar.