
OAhhh!!
Marie terlihat begitu kesal, aku menatap kembali wajahnya sambil berjalan.
"Masih merasa kesal?"
"Tentu saja! Jika kamu tidak perlu melarang ku, aku sudah akan menghukum bocah lelaki itu, biarkan kuhancurkan seluruh tubuhnya menjadi daging cincang dan akan kuberi makan pada anjing iblis di hutan kegelapan, lalu anjing itu akan ku bakar lagi dengan api neraka, ku hancurkan dengan hukuma-"
"STOP! STOP! Itu berlebihan ... kamu tidak perlu menyiksa atau menghukum siapapun sampai harus seperti itu tanpa alasan yang salah, terkadang berat dan ringan nya suatu hukuman juga tergantung kesalahan pelaku."
"Humphh sudahlah~ ngomong-ngomong, mau berjalan-jalan lebih lama? Perasaanku akhir-akhir ini tidak enak."
"Tidak enak? Menurutku kamu selalu bawel dan cerewet seperti ini, suka mengatur dan-"
"Bla...bla...bla...bla...bla! Kamu juga terkadang bisa cerewet! Padahal kamu ini lelaki tahu,"
"He...eh? Suka suka diriku dong, memangnya kamu siapa?"
"Aku? Aku adalah raja iblis, jangan sampai aku melukai jantungmu~"
"Oh! Nyonya iblis ... maafkan aku, aku sungguh menyesal."
Kemudian akhirnya Marie menjadi seperti biasanya, muak dengan sifat ku dan merasa kesal dengan wajah lucu, di saat bercanda, sifatnya benar-benar menjadi sangat berbeda daripada sifat aslinya.
Aku tidak pernah merasa kesal lagi padanya, hatiku perlahan akan menerima semuanya, menjalani apa yang ada. Seiring berjalannya waktu, biarkan aku berjalan pada jalan yang seharusnya menjadi takdirku.
Rasanya, aku tidak ingin mengakhiri hubungan palsu ini, namun berpura-pura seperti ini rasanya benar-benar tidak menyenangkan. Apakah aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini?
Aku bahkan memiliki hubungan paling dekat dengan seorang ratu iblis penguasa alam iblis, jangankan melihatnya, orang-orang tidak boleh menyebut namanya secara sembarangan. Tapi aku ... inilah akses khusus ku.
Hidupku cukup menyenangkan sekarang, tidak kusangka hari seperti ini akan tiba, dimana aku akan hidup tanpa keluargaku yang menyebalkan, cukup hidup bersama pelayan yang benar-benar taat dan peduli padaku bagikan orang tuaku, atau kakek dan nenekku.
Di dalam hidupku, orang paling berharga yang pernah ku berikan daftar putih adalah Ibuku, ibuku, ibuku lagi, ayahku, kakekku, dan nenekku. Mereka semua adalah orang baik. Pahlawan dan pelindung untukku.
Walau di dunia lama, konflik antar keluarga sering terjadi antara diriku dan orang tuaku, itu juga terjadi sebelum aku membuka surat ke dunia ini. Konflik dimana ponselku disita, headset ku, yang tersisa hanyalah sebuah pesawat Wi-Fi yang menempel di dinding kamarku.
Entah seperti apapun kecepatan jaringan Wi-Fi itu, semua tidak akan berguna jika tidak ada sesuatu yang bisa kupakai, dan saat itu juga, ponselku disita.
Ahh! Rasanya hari-hari tanpa headset dan mendengarkan musik itu cukup hampa dan membosankan. Aku hanya menghabiskan malam dengan menarik seluruh rambutku, rasanya aku benar-benar emosi, ingin membunuh mereka dan membunuh diriku sendiri. Namun, itu hanyalah bagian setan dariku.
Ketika aku tertidur, bagian jahat diriku akan menghilang perlahan, entah berlanjut ke dalam mimpi sebagai mimpi buruk, atau menghilang perlahan dalam tidur. Sampai hari selanjutnya akan tiba dimana aku harus menghabiskan waktu bodoh di kamar tanpa melakukan apa-apa terkecuali membaca novel, menggambar ataupun hal lain.
Semua akan kembali baik-baik saja ketika aku memperbaiki lagi sikapku kepada semua orang, dengan begitu, ponselku akan kembali.
Itu hanyalah kehidupan biasa yang alurnya naik turun dan berlika-liku. Setiap orang pasti memiliki jalan hidup seperti itu. Anda pasti memiliki sial dan keberuntungan selamanya.
Namun, mari lupakan dunia lama.
Lupakan Aiden Leonore yang bodoh.
Seorang penghalu yang terus mencoba menggerakkan tangannya untuk melakukan sihir, berharap hal mustahil bodoh akan terjadi padanya.
Malam ini cukup sejuk, diterangi bulan yang bersinar terang di angkasa malam, menghiasi seluruh bagian perkotaan.
Maka aku hanya perlu menciptakan pelindung sihir untuk tubuhku dan Marie, agar membuat kami tidak tersentuh satu tetes pun oleh air hujan atau benda apapun. Kemudian memindahkan saja kamu berdua langsung ke rumah. Cukup mudah, tapi aku memiliki sebuah ide untuk memperpanjang malam.
"Marie, kita tidak perlu berpindah okeh?"
"Tapi! Hujannya sudah terlalu lebat, kita semua akan basah."
"Kalau begitu bukankah ini hal yang indah? Mari berjalan bersama di tengah derasnya hujan ini."
Tapi dia menerima ku begitu saja, berjalan di dekatku sambil memegang lenganku dengan erat. Sampai seorang nenek tua di pinggir jalanan memanggil kami berdua kesana. Tidak ada banyak orang yang menerobos hujan, iblis juga bisa sakit, sama seperti manusia biasa.
"Kalian berdua, kemari lah sebentar!"
Ucap nenek tua bertopi itu sambil memanggil kami.
Sambil menggengam tangan Marie, kami singgah kesana dan berteduh bersamanya.
"Nenek? Ada yang bisa kami bantu?"
"Tidak, anak muda, kalian harus berteduh dari hujan seperti itu, kalian perlu menjaga kesehatan, kesehatan itu adalah hal yang penting. Kalian bisa sakit dan demam jika terus menerjang hujan di jalanan seperti itu, apalagi kalian tidak memakai payung atau pelindung apapun."
"Nenek? Aku tidak akan bisa sakit hanya terkena hujan seperti ini."
Ucap Marie dengan sombongnya.
"Walau begitu, tetaplah memakai payung, tidak ada yang tahu jika kamu bahkan bisa sakit begitu saja, sekarang ambillah payung ini, bahkan jika kalian sedang terburu-buru, tetaplah menjaga kesehatan dan keselamatan kalian."
"Nenek? Tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa, tenang saja, aku masih memiliki satu di dalam tasku."
Kemudian nenek baik hati ini mengeluarkan sebuah payung kecil yang bisa di buka menjadi payung besar. Payung yang baru saja di keluarkan, di berikan kepada kami.
"Nenek, kalau begitu terima kasih, aku akan kembali lagi nanti untuk mengembalikan payungmu."
"Tidak perlu, bawa saja."
"Benarkah? Terima kasih nenek! Kalau begitu, kami akan melanjutkan perjalanan kami kembali."
Dengan itu, kami bergegas lagi menerjang hujan di bawah teduhan payung hitam pemberian nenek itu.
"Marie? Kenapa kamu tidak berterima kasih pada nenek itu?"
"Hah? Berterima kasih? Aku adalah yang mulia iblis, untuk apa aku berterima kasih? Bukankah aku sudah bilang? Semua orang pasti memiliki patung atau foto diriku di ruang mereka, dan itu menjadi aturan yang sudah ku tetapkan sejak lama, siapapun yang tidak memilikinya dan tidak menyembahku, maka kutukan akan terus berlanjut pada keturunan mereka, kecuali mereka bersedia meletakkan patung diriku yang mulia ini di atas altar mereka bersama banyak lilin dalam kegelapan, memuja namaku dengan baik dan menyembahku selamanya."
"Huu, sombong sekali!"
"Itu tidak sombong!! Itu hak ku sebagai ratu iblis, aku tidak perlu berbicara dengan iblis biasa."
"Yah, terserahlah~"
Dia mengatakan hal seperti itu lagi, benar-benar posisi raja iblis bagaikan dewa. Di dunia manusia, hal seperti ini dan di sembah seperti ini adalah posisi dewa, namun, aku tidak terlalu percaya soal adanya dewa atau tidak.