Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 101 : Cosplayer who stray




Marie mengatakan padaku, bahwa tidak perlu menunggu, kita bisa melakukannya kapanku. Namun, mengejar dan mengubah waktu menjadi tidak relevan.


Walau kami harus pergi hingga dua puluh tahun lamanya ke dunia manusia, bahkan konsep waktu di alam iblis akan menjadi tidak relevan karena pengaturan nya sendiri, dan kami akan kembali setelah dua puluh tahun hanya dalam dua jam.


Tidak hanya dua jam, sebenarnya waktu nya tidak bisa di tentukan, kami bisa kembali kapan saja dan bahkan kembali dalam sekejap.


Kami melakukannya sepulang sekolah, yap hanya kami berdua. Rencana yang bagus untuk berkeliling dunia yang nyata.


Ini membawa kami pergi melintasi dunia lain untuk membuka sihir iblis tingkat tinggi yang di katakan Marie. Aku hanya perlu membuka pintu perpindahan ruang untuk benar-benar melangkah.


Waktu hanya perlu di atur sesuka hatinya, ketika aku mengikuti instruksinya untuk menggambarkan lingkaran sihir di kehampaan bersama kami.


Cahaya-cahaya merah yang melesat keluar menampilkan banyak rune yang bercahaya bergantian. Setelah cahaya-cahaya merah itu berputar ke segala arah, mereka mulai merencam untuk merobek lapisan ruang tak terhingga.


Menciptakan lubang merah bercampur ungu yang di penuhi ketidakteraturan dan lintasan kekacauan. Aku melangkahkan kakiku masuk, ketika kami berpindah ke dunia yang ingin ku tunjukkan pada Marie. Bagaimana hal itu menjadi menyenangkan.


"Lain kali kamu harus melakukannya seperti ku, kita hanya perlu menggunakan imajinasi saja, bagaimana cara yang tepat untuk membuka pintu ini secara langsung tanpa lingkaran sihir."


Ucap Marie setelah melangkah keluar dari dunia iblis.


"Yeah–yeah, aku tahu, aku hanya mencoba untuk pertama kalinya, ada sesuatu lagi?"


"Dan kupikir, kamu harus benar-benar melindungiku sekarang, bagaimana?"


Ucapnya sambil memeluk kedua tubuhnya dengan lemah.


"Apa maksudmu? Bukankah kamu ini adalah ratu iblis seperti ucapanmu? Kamu tidak akan mati bukan? Bagaimana dengan kamu berkata bahwa kamu ini adalah iblis yang maha hadir."


Dia langsung berjalan dari belakang dan pergi ke hadapanku, berkacak pinggang sambil mendekatkan wajah marahnya dengan sangat dekat.


"Asal kamu tahu yah, ini adalah dunia manusia, dan bukan duniaku, aku tidak memiliki kekuatan-kekuatan untuk melakukan apapun jika bukan di duniaku, aku hanya bisa melakukan sihir-sihir terakhir yang pernah kulakukan sebelum aku menjadi raja iblis."


Ternyata dia lemah, itu karena tubuh ini adalah keterbatasan nya. Dan seperti yang ku duga, Marie yang asli pasti masih berada di alam iblis. Dan yang berbicara denganku saat ini adalah dia juga, walau hanya sosok figuran dari dirinya.


Yah, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Aku akan baik-baik saja menjaga diriku, terutama dia. Selama kekuatan ini tidak hilang setelah kami keluar dari dunia iblis.


Jika tidak bisa keluar, mungkin aku harus menunggu hingga Virditas atau Valerie menemukanku.


Marie: "Jadi ... tempat apa ini? Kenapa gedung nya begitu aneh?"


Aku hampir saja tertawa untuk mengejek, soalnya, eksperesi nya benar-benar lucu dan bodoh, biasanya wajah nya akan menjadi wajah gadis penjahat yang sombong dan maniak membunuh, tapi kali ini berbeda lagi.


"Apanya yang lucu? Aku tahu kamu menahan tawa untukku, sekarang, beritahu aku dimana tempat hiburan itu!" Ucapnya dengan paksa menarik lenganku ke luar taman dengan pepohonan rimbun.


Hingga kami benar-benar keluar ke arah kota yang sepertinya aku tidak tahu dimana, tapi kami menuju ke arah trotoar di pinggiran jalan raya itu.


Ada seorang anak kecil berusia sembilan tahun, dari tampak wajahnya saja, itu sudah pasti sembilan tahun, dia bersama ibunya yang sepertinya berusia dua puluh delapan tahun. Itu mungkin saja, aku selalu benar dalam tebakanku.


Ketika dia bertanya pada ibunya, aku mendengarkan. Marie harusnya mendengar, tapi malah tidak memperdulikan anak kecil itu dan terus menarik ku ke arah yang bahkan tidak dia ketahui.


"Ibu, ibu, kakak laki-laki dan kakak perempuan itu baru saja keluar dari hutan, apakah ada jalan pintas menuju kantor ayah melewati hutan?"


Tanya anak itu pada ibunya.


Ibu nya bahkan menatap kami berdua dengan kesalahpahaman karena keluar dari semak-semak besar begitu saja, jadi dia mengatakan bahwa itu bukan urusan anak kecil, lagipula tidak ada jalan menuju kantor ayahnya melewati taman dengan semak.


Kecuali aku melemparnya langsung untuk berpindah tepat ke ruangan kantor ayahnya atau apapun itu, tapi lupakan saja.


Bahkan kami sudah melawati trotoar dan hampir menyentuh jalanan, hingga sebuah mobil dengan kecepatan tinggi hampir menabrak kami ketika dia membunyikan klaksonnya beberapa meter sebelum hampir mengenai kami.


Aku segera menarik kembali tangannya, menabrak tubuhku dan menghindar kembali ke trotoar agar tidak di tabrak.


"Marie! Kamu benar-benar ceroboh."


Dia langsung menunjuk ke arah mobil yang pergi melaju, dan ban mobil itu langsung meledak begitu saja hingga tidak mampu untuk meneruskan perjalanannya.


"Hentikan melakukan hal seperti itu, kamu hanya akan membuat orang lain heboh akan sihir, ini bukan dunia yang mempercayai keberadaan sihir."


"Kalau begitu, biar aku saja yang membuat mereka percaya. Dan ini."


WUSH!


Dia langsung merubah pakaiannya menjadi pakaian gaun merah, menumbuhkan tanduknya kembali dalam sekejap.


Di lihat-lihat tanduknya hampir sama dengan bagaimana bentuk tanduk surtur yang menghancurkan asgard. Pakaianku bahkan berubah, semua seragam sekolah berubah menjadi jubah raja iblis.


Dia kemudian tersenyum dan dengan percaya dirinya bahwa kami akan datang sebagai raja iblis dari dunia lain.


Aku bahkan sudah mengatakan padanya, bahwa manusia tidak menggunakan kostum seperti ini, mereka bahkan akan menganggap bahwa kita seorang cosplayer.


Hingga dua orang polisi, hmmm sepertinya polisi, satunya agak tinggi dan tidak terlalu kurus. Satunya lagi agak sedikit gemuk dan lebih pendek. Mereka saling tertawa dan berbincang satu sama lain di jalanan.


Marie kemudian menghentikan mereka dan bertanya tempat hiburan. Dia bilang, jika tidak mengucapkan sesuatu, dia akan mengahncurkan dunia manusia ini sampai tak tersisa.


Dua orang polisi ini hanya ternganga melihat sikapnya, aku hanya menahan rasa malu atas itu. Jadi, aku menghentikan Marie untuk melakukan hal yang tidak-tidak, walau sekarang dia tidak akan menjadi sekuat diriku.


Yeah, polisi itu bertanya tentang kartu identitas kependudukan kami, karena mengira kami seseorang yang tersesat dari luar negeri.


Jadi, mereka memanggil polisi lain yang berpatroli hanya beberapa blok dari area ini. Membawa kami ke kantor polisi untuk interogasi lebih lanjut.


Kami berdua di bawa ke kantor polisi, di ruang yang sepertinya menjadi ruang interogasi, tapi aku yakin kami tidak memiliki salah apapun.


Polisi ini hanya bertanya tentang kartu identitas kependudukan kami, yang mereka sebut sebagai KIK. Tapi, aku mengakui bahwa kami berdua adalah seseorang yang tersesat dalam perjalanan luar negeri, mencoba tinggal di negeri lain untuk pendidikan lebih lanjut.


Tapi, si gila ini malah mengatakan bahwa kami dari dunia iblis, dia bilang bahwa dia adalah ratu iblis dan banyak lagi hal konyol yang keluar dari mulutnya.


Antara benar-benar malu dan mencoba untuk tertawa juga, aku tidak bisa, jadi aku hanya mengeluarkan senyum bodoh.


Bahkan polisi-polisi lainnya yang sedang mengunyah makanan dan minumannya benar-benar terkejut dan tertawa terbahak-bahak. Minumannya langsung di semburkan begitu saja, sementara yang memakan donat langsung tersedak dan batuk. Setelah tersedak, dia melanjutkan untuk ikut tertawa.


"Nak, kalian ini cosplayer darimana? Astaga kamu bahkan begitu pandai dalam berakting."


Ucap polisi itu pada kami.


Aku tahu, aku bisa menjadi lebih kuat sekarang darinya, maka dari itu, aku memanfaatkan dunia ini untuk menyegel kekuatannya sepenuhnya.


Aku tidak akan membiarkannya melakukan sihir apapun. Hingga dia menjadi setara seperti manusia biasa yang bahkan tidak bisa melakukan satu sihir pun.


Jika tidak menyegelnya saat di mobil itu, mungkin dia sudah membelah mobil ini menjadi dua bagian dan membunuh semua polisi ini. Tapi dia tidak akan sadar kondisi dimana dia di segel sepenuhnya.


Hanya saja itu menimbulkan hal bodoh juga, ketika dia mengatakan akan membelah semua ruang di dalam gedung ini dan meledaknya hingga berkeping-keping. Tapi, dia mengangkat jarinya ke langit tanpa efek apapun yang bahkan membuat para polisi itu tertawa lagi.


Ketika itu terjadi tanpa efek apapun, dia langsung menatap ke arahku dengan kejam, dan bertanya apa yang kulakukan padanya.


Dia pasti akan menangis.


Ini adalah kondisi terbalik dimana dia tidak akan bisa melawanku.


Namun, masalah sebenarnya akan di selesaikan, ketika para polisi menerima ucapanku, bahwa kami adalah kakak beradik yang pergi ke luar negeri untuk pendidikan kuliah.


Jadi, dia mengambil data kami masing-masing.


Hanya saja, aku menggunakan data palsu dan aku berbicara secara telepati kepada Marie untuk tidak menulis bahwa dua ribu tahun. Cukup tulis saja di sana bahwa kamu adalah lima belas, dan aku adalah enam belas. Itu masuk akal.