
Beberapa menit sudah melewati waktu yang seharusnya tepat untuk memulai pembelajaran. Hingga akhirnya satu langkah terdengar dari luar. Tidak bisanya pendengaranku menjadi sekuat ini, kelas ini cukup besar, seperti dua atau tiga kali lipat dari besarnya kelas di sekolah manusia.
Sesosok lelaki berambut hitam menggunakan kaca mata masuk melalui pintu yang masih terbuka, pakaian kemeja putih dan celana panjang hitam yang rapi, sepatunya juga begitu hitam mengkilat.
Membawa sebuah buku berwarna hitam yang tidak terlalu tebal. Seperti buku berjumlah dua ratus halaman.
"Selamat pagi semuanya, dan selamat atas terpilihnya kalian ke dalam kelas elit tingkat pertama, aku sebagai guru yang terpilih untuk mengajar di kelas ini merasa senang, karena bisa memegang kendali sebagai guru atas kelas satu di tingkat elit. Dan kalian, aku yakin kalian memiliki bakat-bakat yang luar biasa di dalam diri kalian, untuk itulah, mohon kerja samanya di dalam kelas ini."
Dia melayangkan telunjuknya di udara seperti mengukir sesuatu tanpa terlihat, membuat cahaya yang mencipta bagaikan garis-garis yang terhubung, membentuk sebuah tulisan "Noah Desmond" tulisan cahaya yang melayang-layang dengan sempurna.
"Noah Desmond, itulah namaku, kalian bisa memanggilku Noah. Untuk nama kalian semua, aku sudah hapal tanpa perlu perkenalkan sejak kemarin, tapi aku belum melihat wajah dari setiap nama-nama ini, sekarang aku akan menunjuk kalian satu-persatu untuk datang kesini dan memperkenalkan diri kalian sendiri."
Dia menunjuk mulai dari barisan kanan paling depan. Ada beberapa guru-guru yang kulihat dengan cara berbicara mereka yang cukup cerewet, namun guru yang satu ini agak tenang, berbicaranya santai dan teratur.
Seperti biasanya, entah dunia manapun, perkenalan diri antara satu sama lain itu ada. Tapi kali ini lebih cepat dari pada perkenalan murid yang mencapai empat puluh murid sebelumnya, ini mempercepat waktu, hanya dua puluh dua murid.
Perkenalkan diri mereka begitu berjalan dengan baik, beberapa gadis terlihat sangat ceria, sementara lelaki seperti lelaki itu lainnya yang mungkin tidak terbiasa tersenyum lebar, tapi mereka tersenyum dengan baik.
Perkenalkan diri selesai setelah menghabiskan sekitar tujuh menit waktu.
"Hari adalah tentang sihir pemanggilan, apakah kalian sebelumnya sudah mempelajari ini?"
"..." Tidak ada satupun jawaban.
"Baiklah, kurasa ini sudah pasti belum di ajarkan atau mungkin belum kalian lakukan. Kali ini adalah pelajaran tentang pemanggilan roh, hewan, atau mahluk-mahluk iblis yang tak terlihat di sekitar kita."
Dia tidak menjelaskan terlalu panjang lebar, namun singkat dan mudah di mengerti. Mencontohkan sebuah lingkaran dengan bentuk segitiga di dalamnya, setiap titik dari sudut itu adalah sebuah rune yang entah apa bacanya, tapi jika ada tiga titik sudut, maka ada tiga rune di lingkaran kecil yang melingkari rune itu lagi.
Rune di setiap titik itu kemudian di jelaskan nya dengan ; Roh, binatang iblis, dan mahluk hidup lainnya yang bisa terlihat juga oleh mata telanjang. Setiap murid akan menciptakan lingkaran yang harus membentuk lingkaran sempurna, dengan menggambarkan garis-garis yang sama dengan contoh di depan.
Lingkaran yang tidak sempurna, penulisan rune yang salah, atau garis tambahan lainnya yang tidak sesuai dan sama dengan ketentuannya, tidak akan membuat sihir itu bekerja, walau berusaha bagaimana pun, karena sihir-sihir tertentu memiliki syarat dan ketentuan.
Setiap murid menggambarkan lingkaran mereka di atas meja, lingkaran yang tidak terlalu besar, dan tidak kecil. Bahkan butuh konsentrasi yang cukup untuk membuat lingkaran ini menjadi sempurna. Guru Noah ini berkata, lingkaran bisa di gunakan dan sudah pasti sempurna jika kalian bisa melihatnya dengan mata ketiga, melihat sesuatu yang sebenarnya tidak bisa di lihat orang biasa.
Ketika kamu mengumpulkan pikiran dan berkonsentrasi untuk membuka mata ketiga, maka ini membuat orang-orang dapat melihat makhluk-makhluk tak kasat mata, roh, atau benda lainnya, termasuk kemungkinan dapat melihat seseorang yang menggunakan teknik menghilang, walau hanya terlihat sekilas saja.
Dan ketika penglihatan tertuju pada lingkaran yang menyala dengan redup, itu berarti lingkaran sihirnya telah tercipta dengan sempurna, hanya perlu memutarkan jari telunjuk dan jari tengah yang di rapatkan, sentuh setiap rune secara acak dan membentuk gerakan melingkar, kemudian fokuskan pikiran untuk memanggil mahluk sekitar. Begitulah ucapan Noah.
Bahkan murid-murid kelas ini benar-benar pelajar yang hebat, mereka bisa mengerti dengan mudah tanpa harus dijelaskan berulang-ulang kali. Setiap yang telah menyelesaikan lingkarannya akan tetap diam, menunggu yang lainnya menyelesaikan gambaran mereka secara bersamaan.
Kemudian Noah melakukan gerakan jarinya hingga membuat lingkarannya bercahaya cukup terang, memusat pada satu titik dan menghilangkan lingkarannya secara perlahan ke dalam cahaya kecil yang acak.
Hingga lingkaran melayang itu pudar bersama semua ukirannya, Noah memanggil sebuah burung berwarna hitam penuh, lebih tepatnya burung ini adalah gagak. Tapi dia mengatakan bahwa burung gagak ini adalah burung gagak iblis yang merupakan burung dengan kecerdasan di atas rata-rata.
Mereka bisa di gunakan untuk memantau seseorang dari jarak jauh, hal seperti ini biasanya terjadi di dalam film-film seperti penyihir yang membuat burung gagak atau burung hanya terbang terus mengawasi seseorang yang di tuju.
Penglihatan burung itu adalah penglihatan pengendalinya, ada juga penyihir di dalam film yang menggunakan wujud-wujud seperti ini, membuat diri mereka menjelmah sebagai hewan-hewan yang cukup mengerikan.
Dan disinilah, burung gagak yang keluar dari lingkaran mengepakkan sayapnya beberapa kali untuk berpindah dan bertengger di atas lengan Noah.
"Kalian lihat? Perhatikan gerakan tersebut, pusatkan pikiran dan penglihatan kalian pada kehadiran mahluk-mahluk di sekitar, begitu kalian menangkapnya, panggil mereka."
Sambil mengucapkan hal seperti itu, dia juga membuat burung gagak itu meleleh menjadi abu hitam bersama asap hitam kecil yang beterbangan ke arah lain dan perlahan menghilang sepenuhnya.
Dia tidak membunuh mahluk itu, namun hanya mengembalikan mereka dari tempat pemanggilan. Terkadang ada juga seorang pemanggil yang membunuh mahluk panggilannya ketika mereka tidak lagi di butuhkan.
Secara bersamaan, semua orang di kelas melakukan gerakan yang sama, namun dengan perlahan agar tidak terjadi kekeliruan. Gerakan yang salah juga bisa mengakibatkan pemanggilan ini tidak bekerja. Ada yang berhasil memanggil mahluk nya dengan sangat cepat, membuat Noah tertuju padanya dan melihat hasilnya.
"Woah, Kupu-kupu empat sayap, lumayan bagus." Ucap Noah sambil memuji gadis bernama Iris itu.
Sementara itu, sisanya berhasil memanggil semua mahluk yang mereka panggil. Termasuk Marie yang memanggil sebuah kucing dengan tiga ekor di belakang nya.
"Hmmm, kucing yang sangat lucu. Kamu bisa memilih cukup bagus."
"Tentu saja, dan kenapa kamu belum memanggil sesuatu?"
"Aku masih mencari nya, ada begitu banyak perasaan akan kehadiran mereka."
Ada yang memanggil seekor katak berwarna ungu, ada yang memanggil laba-laba dengan tubuh yang bisa berkamuflase, memanggil sebuah benda seperti pulpen dan penghapus yang bisa bergerak dan bahkan ada anak lelaki di bagian kiri itu yang memanggil sebuah anjing yang mengerikan di atas mejanya.
Setiap murid yang sudah memanggil, di periksa oleh Noah, berjalan mengelilingi murid-murid ini. Kurasa aku hanya ingin memanggil sesuatu yang luar biasa, aku tidak melihat mereka, aku tidak melihat ... tapi aku hanya perlu merasakan betapa kuatnya aura mahluk ini.
Tapi Noah sudah berhasil mengelilingi setiap murid dengan hewan, roh, atau benda ajaib yang mereka panggil. Dan dia menuju ke arahku, sepertinya aku terlihat cukup mendalami pemanggilan ini, memejamkan mataku beberapa saat ke dalam penglihatan mata ketiga, dan meningkatkan semua inderaku.
"Murid bernama Aiden, apakah aku tidak salah?"
Semua yang berada di kelas menjawab "Ya" Dan ketika aku mendengar suara Noah di dekatku, aku membuka mataku keluar dan melihat bahwa semua pandangan teman kelasku tertuju padaku, menunggu sesuatu yang menarik untuk di panggil.