Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 81 : Theresveil




Tempat ini benar-benar kacau, lebih kacau dari pada sebuah bumi yang di musnahkan Virditas. Ketika empat bintang yang bertabrakan terbelah lagi di lautan semesta, menjadi pecahan-pecahan api yang bertabrakan di luar atmosfer.


Ini lah pertarungan kami, pedang dan pistol, tombak iblis bersama ujung nya, sihir lain yang tak terukur, dilengkapi oleh The Raven bersama diriku sendiri.


"Mari kita saling bertarung dengan indah!!!"


Mereka menyerang secara bergantian dan membuatku benar-benar kesibukan oleh kecepatan mereka, ini lah pertarungan menyenangkan yang tidak akan di temukan iblis biasa. Benar ... karena mereka adalah Iblis Scarlet. Cahaya bersama cahaya lain yang saling bertabrakan di langit. Orang-orang bisa mungkin tidak akan melihat apapun di langit selain suara tabrakan kencang beserta sisa cahaya gesekan yang tertinggal.


Lagi pula ini bagus, tanpa konsep waktu, pecahan bintang yang tak terhitung jumlahnya tidak akan menabrak dan menghancurkan tempat ini seluruhnya. Banyak pecahan masih tertinggal di langit. Membuat pijakan-pijakan pertarungan menjadi lebih tinggi.


...Sampai akhirnya......


...Kami bertarung di atas ledakan bintang, di antara cahaya-cahaya tanpa pergerakan. Aku menarik pecahan-pecahan bintang ini dengan tanganku sendiri, ku lempar kepada mereka semua dengan cepat. Tapi ada sesuatu yang tidak terduga. Valerie menciptakan ruang lain untuk membelokkan semua seranganku.


Valerie: "Aiden, itu tidak akan bekerja!!"


SEEENGG!!!!


Pedang nya berbenturan lagi dengan pedang ku. Kurasa aku memang akan selalu kalah dalam senjata ini, The Raven benar-benar jauh tidak mampu untuk menyaingi kekuatan senjata tingkat tinggi seperti itu.


Ini adalah kegagalan bagiku, ketika aku mencoba mengisi energi ledakan Final Violet ke dalam The Raven, sepenuhnya mengandalkannya ke dalam tebasan mematikan yang akan meledakkan langit.


Tapi tidak kusangka, pedangku langsung meledak begitu saja dan hancur berkeping-keping. Pedang biasa semakin tidak mampu menahan sihir dengan energi yang berlebihan. Mana yang terlalu padat di dalam mengalirkan kekuatan sihir tingkat tinggi. Aku berencana membuat ledakkan lain yang sepuluh kali lipat dari ledakkan nuklir atau ledakkan pada Varnera.


"Apa yang kamu lakukan?!?!"


Ucap Isabel dengan nada mengejek ketika pedang ku hancur.


Tapi aku menghindari serangannya terus menerus. Mereka benar-benar tidak pernah memiliki poin satupun untuk menyentuhku.


Bahkan jika harus ku akhiri disini, aku hanya perlu berdiam diri di atas titik ku.


Valerie terus mengejarku di atas bebatuan bintang dan meledak secara berurutan di langit. Aku masih belum merasa lelah, mana ku masih banyak. Aku penasaran, sejauh mana energi mereka akan habis. Dan jika aku mengeluarkan serangan balik yang lebih besar, mungkin mereka akan menciptakan penahan yang lebih besar juga untuk menampung kekuatan sihir besar dengan mana yang besar.


SING!!!


SING!!


BANG!!!


"Teruslah lari!! AIDENN!!!"


Dia terus melanjutkan serangan pedang di akhiri dengan tembakan sihir. Aku tidak memiliki pedang dan ruang untuk mencari celah menciptakan The Raven yang baru. Tapi...


Ada satu pedang yang belum tunjukkan sepenuhnya pada Valerie sejak saat itu.


Adalah pedang kutukan untukku yang tidak kuketahui, tidak memiliki nama, tidak memiliki arti. Tapi aku bisa merasakan hubungannya bersama ketika aku harus membayangkan ketika apa bentuk sepenuhnya dari pedang hitam itu.


Isabel langsung mengarahkan serangan sihir seperti plasma tingkat tinggi ke arahku, bagaikan serangan ultimate besar yang bisa menghancurkan sebuah negeri. Terkonsentrasi dengan kepadatan sihir yang luar biasa dan kacau di dalamnya. Mungkin Anda akan paham jika Anda pernah melihat seri reinkarnasi sebagai slime, dimana karakter Milim Nava menyapu rata negeri yang di pimpin oleh Carrion.


Tapi ... bayangkan jika kali ini dia mengeluarkan serangan yang hampir mirip seperti itu, namun sepuluh kali lipat atau mungkin jauh lebih besar dari itu. Ini menghancurkan langit dan bintang lagi. Ketika pecahan-pecahan bintang berjatuhan untuk menabrak daratan luas ini.


Tapi aku langsung berpindah tepat jauh dari atas langit, turun kembali ke dasar tanah untuk mengarahkan sihirku jauh ke dalam pijakan ini. Dan jika ini sebuah planet, biarkan aku mengubahnya menjadi daratan tanpa batas, daratan yang lebih luas dari pada sebuah galaksi, daratan tanpa akhir dan ujung. Inilah kemampuan untuk meningkatkan hal apapun.


Jadi tanah akan berguncang, pasir-pasir mulai bergerak tak karuan dan semakin menggila. Ini tidak dapat di sebut sebuah planet atau bintang mati dan semacamnya lagi. Memang sejak awal ini bukanlah planet. Melainkan bintang mati yang bahkan lebih besar dari bintang-bintang di langit.


Masih ada celah.


"Keluarlah...


...THERESVEIL...


Aku sudah memikirkan nama ini cukup lama, jika dia adalah pedang yang sesuai keinginanku, maka aku akan menjadikannya yang terbaik di antara yang terbaik. Tergila di antara yang paling brutal. Tapi jika pedang ini juga tidak mampu, maka harus mengganti dengan nama yang biasa saja.


Seperti yang di katakan Marie, ini lah pedang raja iblis miliknya. Dia tidak pernah mengatakan namanya, bahkan menggunakan pedang untuk bertarung. Lagi pula, dengan siapa dia akan bertarung jika dia sekuat itu?


Gadis itu hanya melakukan apapun keinginannya dengan perintah yang terwujud begitu saja. Tapi kutukan hubungan dirinya untukku membuat seorang iblis biasa sepertiku mampu memanggil kedatangan pedang ini. Bahkan dia mengatakan bahwa tidak sembarangan tempat untuk pemanggilan pedang ini. Itu hanya akan membawa kekacauan di jiwa semua orang sekitarnya.


Inilah saatnya, tanah berguncang, langit bergetar. Aura hitam yang menindas mulai menjatuhkan seluruh bintang. Mengacaukan arah-arah benda langit Membuat semua benda langit yang bahkan jauh tak terlihat dari sini saling bertabrakan. Akan merusakkan ruang ini.


Sama seperti sebelumnya, ketika kegelapan menyelimuti kelas, ini adalah kegelapan yang memakan cahaya. Kegelapan yang menelan langit, ketika kehampaan di samping ku terbuka membawa gagang pedang hitam itu keluar di atas. Lubang hitam yang mirip dengan gerbang neraka yang memutar ke atas, membawa pedang ini untuk keluar dari sana.


Jadi inilah kedua kalinya aku akan menyentuh pedang ini, bahkan ini adalah pertama kalinya aku melihat bentuknya sepenuhnya. Semakin keluar, semakin terlihat cahaya berwarna merah yang lebih mirip seperti warna api. Warna nya memang hitam, tapi di dalam bilahnya semacam aliran kekacauan berbentuk api neraka yang menjadi motifnya.


"Ahh!! Pedang ini rasanya luar biasa."


Valerie: "Tidak mungkin! Pedang itu hanya bisa dimiliki oleh raja iblis sejati, bagaimana bisa kamu mengangkatnya?" Ucapnya dengan rasa tidak percaya akan kenyataan.


Tapi disinilah aku berdiri, ketika mereka berempat mulai berdatangan dari langit. Memandang ke arahku bersama Theresveil yang mulai menghancurkan tempat ini. Membawa retakan-retakan bintang jatuh ke tanah. Ini seperti suasana kiamat. Ketika pecahan berapi bersama cahaya yang tak terhitung jumlahnya masuk semakin banyak menembus langit terdalam dan atmosfer. Berjatuhan menabrak daratan tak berujung i bagaikan benda yang empat ratus kali lipat lebih besar dari meteor.


"Bagaimana? Apakah kalian hanya akan berdiri saja di sana?"


Aku mengucapkan hal seperti ini untuk membuat mereka semua merasa lemah dan emosi yang memanas untuk segera menyerangku, tapi ketika pedang ini menyatu bersama ku, ini membawa rasa takut dan penindasan yang tak tertandingi. Mereka memang hebat dan tangguh, bahkan mereka masih mampu berdiri di langit dengan tekanan sekuat ini.


"Kami akan melawan, kami belum kalah!"


Ucap Isabel.


FING!!!!


Ini baru saja akan berlangsung lebih lama. Tapi sebuah sambaran kecil yang keras mendengung di telinga datang secara tiba-tiba dan sangat cepat. Merobek semua pemandangan seperti benang.


BREASHHKKKKK!!!!


Tiba-tiba saja kepala mereka semua terbelah dan jatuh dengan muncratan darah yang begitu banyak. Tubuh mereka semua juga jatuh dari langit tepat di hadapanku, mereka tidak terlalu tinggi dari awal, tapi apa itu??


Seperti sebuah benang tak terlihat yang membelah semuanya. Bahkan aku melihat sejauh mana benang ini merobek ruang, mambawa kegelapan ini robek tanpa ujung. Rasa penindasan yang lebih kuat dariku datang, dia hanya lebih kuat sedikit denganku, meskipun hampir setara, tapi kuakui rasanya ini adalah keberadaan yang sedikit lebih kuat dariku.


Sebuah langkah yang entah darimana membuat seluruh langit menjadi merah bagaikan kiamat. Mata iblis yang tidak terhitung jumlahnya menggeliat di angkasa. Memenuhi bagian atas seluruh dunia ini.


Seluruh mata itu menggeliat dengan jumlah yang entah berapa banyaknya di angkasa luar, tapi seperti berasal dari tempat yang lebih tinggi dan jauh di luar langit dan angkasa, memusat kan pandangan padaku dengan ngeri.


Langkah pelan yang berjalan membawa kekuatan dahsyat di belakangku.


"Aiden~ apa yang kamu lakukan? Mengacau lagi? Bahkan kamu membuat bawahan-bawahanku sampai harus terlihat payah begitu."


"Marie?!?!"


Aku membalikkan wajahku ke samping, dia tepat berdiri di sampingku sekarang, dengan tanduk hitam bersama rambut merah berkibar. Gaun merah ini adalah gaun nya. Aku tidak pernah merasakan kehadirannya yang sekuat ini. Apakah ini masih sebuah kehadiran dari avatarnya?


"Ah, empat bawahanku yang begitu mulia, namun tidak sopan kepada calon raja mereka."


Ucapnya sambil tersenyum ketika melihat tubuh mereka berempat jatuh ke tanah bersama darah yang mengalir deras keluar, kepala mereka putus, aku tidak bisa melihat wajah mereka di balik wajah iblis seperti ini. Tapi entah mengapa wujud seperti ini, aku menyukai mereka.


Mereka sekarang terbaring di tanah tanpa kepala, mencoba bangkit kembali bersama darah yang begitu banyak, menggeliatkan tangan mereka untuk meraih dataran lain dengan begitu lamban.


Benar-benar wujud indah yang brutal, bertolak dari penampilannya. Mereka adalah brutal yang sadis dalam kecepatan di luar akal. Aku penasaran seperti apa kekuatan Marie daripada milikku. Tapi aku tahu, melawan wanita bukanlah hal yang baik untuk seorang lelaki. Sekalipun dia lebih kuat dariku.


Tapi serius, rasanya aku ingin pingsan sekarang.


"Eh? Tetaplah bertahan dengan ku,"


Ucapnya mengurangi rasa penindasan itu.


Aku mulai merasa jiwa ku tertarik keluar, tapi aku tidak boleh lemah!! Aku ingin menjadi raja iblis suatu saat nanti, bukankah itu adalah tujuan konyol yang harus di wujudkan? Yeah, itu bisa saja terjadi padaku. Dan kutukan ini sudah ada padaku. Sejak awal Marie mengatakan bahwa kutukan ini adalah kutukan abadi yang akan membawaku sebagai raja iblis sepenuhnya, tidak akan hilang bersama tubuh astral dan jiwaku sekalipun.


Sampai aku menjadi raja iblis, baru lah tanda kutukan ini akan menghilang, itu berarti, aku sudah menembus kekuatan di luar kutukan besar ini, melampaui diriku jauh dan lebih jauh lagi. Jadi aku harus terus memaksakan diriku untuk rasa sakit yang lebih jauh untuk menjadi lebih kuat, tidak boleh jatuh mendaratkan wajahku dengan hina ke tanah.