
Aku melihat diriku berjalan, membunuh apapun yang di lewatinya, setiap penyihir yang memperkuat formasi sihir mulai runtuh. Penghalang sihir mulai hancur dan mahluk lautan yang menjadi iblis mulai naik ke daratan untuk menghancurkan kota-kota yang ada.
Tidak hanya itu, setelah semua penyihir mati hanya dengan aura nya, dia mengubah mereka kembali menjadi mayat hidup. Sebagian tetap hidup namun di ubah menjadi iblis dengan tanduk dan sayap pada setiap orang. Di perintahkan untuk membunuh penyihir di seluruh penjuru negeri ini.
Diriku dengan pakaian putih terus berjalan begitu jauh menghancurkan seluruh kota yang di lewatinya, sudah ada sepuluh kota lebih hancur tanpa sisa, setiap langkah kaki akan membuat tanah bergetar dan meruntuhkan gedung-gedung. Hingga dia menemukan penyihir lain di tengah kota yang lain juga.
Ada seorang wanita yang di sandera dengan sihir oleh para penyihir itu. Wanita dengan gaun putih panjang yang wajahnya bahkan tertutupi oleh kerudung putih. Baju pengantin? Diriku di dunia lain sudah menikah? Apa-apaan.
Saat aku melihat diriku sendiri membunuh seluruh penyihir yang menyandera seseorang, dia segera menghancurkan sihir suci penyegelan nya.
Aiden: "Rin! Kamu baik-baik saja?"
Siapa itu Rin? Aku bertanya-tanya memikirkan nya.
Dia berjalan dengan cepat menuju wanita bergaun putih itu, mereka adalah sepasang pengantin. Dan hal yang membuatku terkejut adalah ketika mereka sambil meraih tangan satu sama lain kemudian kerudung putih itu terlepas dari kepalanya untuk menampilkan wajah dan rambut merahnya.
"Apa?!? Marie? Ada Marie yang lain?!"
"Tentu ada, namun tidak banyak keberadaan dirinya yang lain. Lebih tepatnya, wanita bernama Haumea yang kamu kenal sebagai Marie menciptakan beberapa avatar dirinya untuk menemukan bagian-bagian terbaik dari dirimu di setiap alam semesta di luar alam iblis." Jawab diriku dari masa depan.
"Lalu ... ini adalah diriku di masa apa?"
Dan dia menjawab lagi "Ini adalah dirimu yang lain, 500 tahun yang lalu."
Sekarang aku mulai tahu banyak, Haumea ... gadis itu sudah mengenal ku sejak lama. Namun diriku yang sekarang baru saja mengenalnya. Tapi apa-apaan dengan kisah ini? Aku benar-benar menikah dengannya.
Saat itu juga, aku menyaksikan cahaya dari langit datang begitu cepat menebas Haumea bergaun putih.
Serangan dari sesuatu tanpa suara.
Dan saat itu juga, Haumea terjatuh ke tubuh diriku yang berada di depannya dengan memuntahkan seteguk darah yang menodai pakaian mereka berdua.
Lelaki berambut putih kemudian datang dari partikel cahaya sekejap sambil membawa sebuah buku di tangannya.
"Tunggu! Dia! Or–"
Fyrena: "Orang yang berada di dalam mimpi buruk mu?"
"Fyrena, sejak kapan kamu ada disini?"
Fyrena: "Sejak awal."
"Bagaimana kamu bisa tahu tentang mimpiku?"
Fyrena: "Itu adalah hal yang mudah, semua iblis mampu memasuki tubuh manusia, memakan roh dan jiwa mereka, bahkan menghapus nya, jika hanya menjelajahi mimpi, itu tentu adalah hal yang mudah juga, ada banyak populasi iblis yang masuk ke dunia manusia untuk mengganggu mimpi-mimpi mereka dan membuatnya menjadi mimpi buruk."
"Selama ini kamu melihat mimpiku?"
Fyrena: "Hanya melihat dan bukan campur tangan."
Kembali pada cerita dalam pecahan di depanku, Haumea bergaun putih itu mati seketika di pelukan diriku yang lainnya.
Dia memanggil-manggil nama Haumea berkali-kali dan mengatakan untuk membuka matanya. Dia mencoba menggerakkan tubuh Haumea, namun tidak bisa. Detak jantung dan jantungnya telah berhenti.
"Haumea di alam semesta lain tidak memiliki sihir, dia hanyalah gadis biasa yang menjadi pengantin mu." Ucap diriku dari masa depan.
Lelaki rambut putih itu kemudian menggerakan tangannya di atas lembaran bukunya dengan cahaya keemasan yang menyala di setiap tulisan nya.
"Menyerah lah! Aiden Leonore." Ucap lelaki berambut putih itu.
"Tidak akan! Hingga kiamat terjadi, aku tidak akan menyerah!" Ucap diriku yang mengenakan pakaian putih.
Menarik, aku cukup menyukai versi diriku di alam semesta yang ini. Aku benar-benar menyukai diriku yang tidak akan menyerah.
Mari lihat, apa yang mampu diriku lakukan selanjutnya.
Lelaki berambut putih itu diam sejenak ketika melihat diriku mulai mengangkat Haumea ke suatu tempat. Dia mengangkat mayat Haumea ke tepi, kemudian melepaskan jas putih nya untuk menutupi wajah Haumea, kain putih besar tercipta untuk membungkus mayatnya dan terletak sihir yang tak tertembus pada kain itu untuk melindungi mayatnya.
"Menyedihkan sekali ya, Aiden. Tapi aku tidak akan bersedih dan turut berduka cita pada iblis." Ucap lelaki berambut putih itu.
Tangannya kemudian di letakkan pada lembaran buku bercahaya itu, ketika setiap hurufnya terangkat dan berubah menjadi beberapa pedang cahaya. Lalu dia mengarahkan dengan jarinya untuk membuat semua pedang itu melaju pada diriku.
Mahluk-mahluk lautan yang menjadi iblis semua nya mati seketika hanya dengan kehadiran lelaki berambut putih ini, semua yang berterbangan di langit jatuh kembali ke daratan dan lautan beku.
Pedang-pedang itu juga melaju sangat cepat ke arahnya, namun, dia mengeluarkan sebuah pedang merah dengan tebasan merah yang melampaui kecepatan penglihatan mata.
SING!
Dia membelah setiap pedang cahaya itu, lebih cepat dari sekejap.
Itu adalah pedang yang sama seperti yang ku miliki. Dia mampu mengeluarkan Theresveil tanpa membuat bencana.
Fyrena: "Aku tahu apa yang kamu pikirkan, kamu mencoba memahami kenapa dirimu disini mampu mengeluarkan Theresveil?"
"Kurasa begitu, apakah alam semesta ini mampu menahan kekuatan Theresveil?"
"Lalu di mana yang asli?" Tanyaku pada Fyrena.
Fyrena: "Di dasar neraka terdalam, tepat berada di samping Divonesh atau kamu bisa menyebutnya sebagai singgasana neraka."
"Kamu pemiliknya?"
Fyrena: "Itu dulu ... namun aku masih bisa menggunakan Theresveil, dan tidak sembarangan iblis yang mampu mengangkat Theresveil, karena mencoba mengangkat Theresveil sama saja dengan mencoba mengangkat triliunan alam semesta dengan satu jari kelingking."
"Darimana kamu tahu bahwa namanya Theresveil?" Tanya ku padanya, karena aku bahkan tidak mengetahui nama pedang ini dan akhirnya memberinya nama.
Fyrena: "Pedang ini sudah memiliki nama Theresveil sejak tercipta. Aku lah yang memberi pedang ini nama."
Sepertinya sebuah kebetulan entah bagaimana, namun aku memberi nama pedang yang sama untuk pedang yang sama juga.
Tapi hal serius adalah lelaki berambut putih dengan buku sihir nya itu. Dia bertarung dengan diriku disana, aku benar-benar tidak berkutik oleh buku nya. Kenapa ada manusia yang mampu mengalahkanku?
Dia bahkan belum bergerak dari posisinya, hanya menyentuh lembaran kertas nya untuk menciptakan sesuatu. Aku terlihat lengah dan seperti kehabisan tenaga. Cukup melihatnya saja, rasa nya seperti diriku di sini benar-benar tidak memiliki banyak kekuatan, dan stamina ku juga terbatas.
Hingga rantai emas dari langit yang tidak berujung datang dari segala arah untuk mengikat seluruh tangan dan kakinya. Lelaki berambut putih itu kemudian melangkah ke arah nya, saat itu juga, ada begitu banyak malaikat terlihat memenuhi langit, mereka semua mengenakan jubah putih dengan sayap putih yang begitu panjang.
"Kamu belum berakhir sepenuhnya ... iblis! Tapi aku tahu, aku akan memburu mu di setiap alam semesta." Ucap lelaki berambut putih itu sambil mengeluarkan pedang putih yang sama seperti bagaimana dia menusuk jantung ku.
Diriku yang mengenakan pakaian hitam kemudian mencoba melepaskan dirinya dari ikatan rantai itu, namun tidak ada satupun kekuatan yang bekerja. Dia berusaha dan berusaha untuk melawan. Tidak ada rasa pasrah di dalam hatinya.
"Atas izin dari surga, aku akan mengeksekusi mati dirimu lagi dan lagi!" Ucap nya sambil mengangkat pedang nya sedikit.
SHAP!
Di luar dugaan ku, dia membunuh diriku dengan pedang yang menebas leher ku hingga kepala dan tubuhku terpisah sepenuhnya. Tebasannya begitu cepat. Kecepatan yang terlalu cepat hingga tidak membuat langit dan dimensi terbelah. Saat tebasan itu terjadi, saat itu juga realitas dunia itu hancur. Ruang dan waktu menjadi hancur.
Tapi dengan begitu mudahnya, dia menyentuh kehampaan untuk menciptakan simbol bercahaya yang langsung mengembalikan seluruh ruang waktu termasuk realitas nya pada keadaan semula.
Apa-apaan orang ini, setelah Fyrena mengatakan padaku ada orang lain yang lebih kuat dariku seperti Alshian, kini muncul manusia lain di luar dugaan ku yang mampu memanggil para malaikat, hanya melihat keadaan alam semesta ini, aku bisa merasakan kekuatan di dalam tubuhnya.
Namun, tidak berbeda jauh dengan para penyihir yang melawanku sebelumnya. Lelaki bernama Akira itu, dan gadis yang satunya, aku masih yakin, mereka memiliki kekuatan yang sama seperti lelaki berambut putih ini. Mereka semua, cukup kuat, namun masih menahan kekuatan sejati mereka dan aku yakin soal itu.
"Diriku dari masa depan, jadi bagaimana? Aku tidak bisa masuk ke semesta lain untuk membantu diriku sendiri?"
"Tidak bisa, kamu bisa masuk ke sana untuk menemui dan membangkitkan dirimu yang lain, namun dirimu dan dirimu juga akan mati bersamaan. Kamu tidak akan kembali disini, selamanya. Serangan pedang itu bukan serangan biasa." Jawab diriku dari masa depan.
"Bagaimana? Kenapa aku tidak bisa melawan? Aku memiliki kekuatan Will Power dari Fyrena sekarang!"
"Aiden." Tiba-tiba Fyrena memanggilku.
"Ada apa?"
"Anak itu bersama bukunya ... dia hanyalah sebuah perantara atau mainan dari seseorang yang berdiri di belakang nya. Dengan kata lain, Alshian berada di luar seluruh alam semesta untuk memberi anak itu kekuatan dengan buku sihir suci yang mampu melawan iblis."
"Sialan! Alshian! Orang itu lagi-lagi terlintas di kepalaku. Jika aku benar-benar menemuinya, aku akan menghajarnya tanpa henti." Ucap ku dengan rasa emosi yang memenuhi hatiku. Begitu mudah, aku benar-benar cukup lemah di alam semesta lain. Lemah dan sangat lemah.
Aku membenci diriku yang tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan ada cerita di mana aku mati di bunuh seorang bocah berusia tujuh tahun, terutama diriku yang juga mati karena tersedak oleh makanan. Benar-benar bodoh.
Melihat yang satu ini, perasaanku benar-benar bergerak. Jika yang ku lihat bukanlah mimpi, maka aku bisa merasakan diriku yang terhubung bersama diriku yang lain aku juga di bunuh dengan cara di tusuk di bagian jantung oleh pedang suci nya. Mungkin mimpi itu adalah penglihatan nyata.
"Teruslah lihat! Lihat lebih banyak kematian-kematian mu untuk memperkuat rasa benci mu, seperti itulah kita bangkit." Ucap diriku dari masa depan.
Aku terus melayang di lautan pecahan untuk menjelajahi semuanya dalam sekejap, dan ada begitu banyak sekali jalan cerita kematian ku, aku sudah melihat sebanyak 64.498.901.115 kali kematian ku yang berbeda.
Yeah, semuanya adalah hal yang mengejutkan.
Aku kemudian menarik diriku sendiri keluar dari lautan pecahan tidak terbatas ini. Kembali pada detik yang sama di mana Marie masih mengkhawatirkanku. Aku menjelajahi cerita cukup lama, namun ... itu hanya terjadi dalam sedetik ketika aku menuutp mataku.
Marie masih berada di samping ku, Wanda dan Eugene sudah tidak tahu harus berbuat apa dengan ku. Tapi, semua rasa sakit ku menghilang.
"Aiden ... Aiden. Kamu baik-baik saja?" Tanya Marie.
Hmmaha–hahahahaHAHAHAHAHAHA.
......HAAAAAAAAAAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!
"Aiden, apa yang terjadi denganmu, kenapa kamu tertawa? Dirimu dari masa depan dan Fyrena hilang begitu saja, kamu bahkan hanya menutup matamu dalam sedetik saat barusan."
"Tidak, mereka hanya kembali pada kehampaan. Diriku di masa depan juga sudah mati, termasuk Fyrena. Namun bukan berarti mereka tidak bisa membangkitkan diri mereka kembali."
Benar, iblis itu memang jahat. Aku adalah Aiden Leonore, iblis itu adalah aku dengan 64.498.901.115 kali kekalahan yang di bunuh secara tragis dan tidak berkutik. Jumlah kematian ku sesungguhnya tidak bisa di bandingkan dengan jumlah semua pecahan yang ku saksikan.
Aku mati begitu banyak, sama seperti bagaimana semua pecahan itu ada. Pecahan yang jumlahnya tak terhitung adalah pecahan dengan kematian yang tak terhitung dengan kematian yang berbeda-beda. Tapi aku mengerti, iblis memiliki begitu banyak musuh.
Seluruh alam semesta memusuhi iblis, terutama raja iblis adalah sosok yang paling di benci. Dan ada beberapa cerita dimana diriku sudah menjadi raja iblis di luar alam iblis yang membantai banyak penyihir kelas atas, dan ini adalah permulaan perang kita semua. Selanjutnya, aku akan memulai perang lagi untuk menyelimuti seluruh dunia dengan kegelapan.
Kiamat di luar kehendak Tuhan akan datang.
.....Dan aku lah orang yang akan membawa kiamat itu ke seluruh alam.