
Semuanya memandang ke arahku, yang bahkan belum memanggil satupun hal-hal di sekitar. Mereka semua menunggu, kalau begitu aku harus melakukannya dengan cepat.
Baiklah, yang satu ini daritadi terasa sangat kuat, sepertinya sesuatu yang mengagumkan. Aku berusaha menariknya keluar dengan menjaga diriku agar tetap terlihat keren di depan semua teman-temanku.
Cahaya putih bercampur warna-warni lain yang tidak terlalu kontras berkeliaran mengeluarkan sesuatu dari sana, dan...
SLAP!!
"Hahahaha..."
Semua teman-temanku tertawa begitu keras, bahkan ada yang sampai seperti akan mati dengan tawa nya sendiri, namun mereka buka tertawa untuk menghina, karena ini adalah sesuatu yang entah kenapa membuat mereka terasa lucu.
Ketika aku membuka penglihatanmu dengan jelas, sesuatu yang tidak terduga telah ku panggil ke atas mejaku, sebuah bra hitam renda dengan motif yang begitu menakjubkan dan tali nya yang tipis.
"Apa-apaan?"
"Ahh~ murid pemecah rekor nampaknya memiliki panggilan yang luar biasa disini, sebuah bra? Bagaiman bisa kamu memanggil benda yang tidak hidup? Luar biasa! Padahal lingkaran beserta rune ini hanya bekerja untuk memanggil roh, binatang iblis, atau benda yang memiliki kesadaran atau jiwa. Tapi dia memanggil benda mati, sesuatu yang berbeda."
Noah bertepuk tangan seperti serius dalam memujiku, tepuk tangannya diikuti oleh semua teman kelasku, untukku, namun masih beserta tawa mereka yang membuat suasana seperti ceria dan lucu.
Tapi dia mengambil benda panggilanku, seperti menyita bra itu. Padahal bra itu sangat harum, seperti wewangian bunda yang belum pernah kucium sebelumnya.
"Setelah kelas selesai, ikutlah bersamaku, Aiden."
"Panggilan yang bagus!" Ucap Fidelya.
Gadis ini duduk di depanku dan Marie, dia berbalik melihat kebelakang sambil terus menahan tawanya.
Rasanya pasti agak aneh, mereka akan menganggapku mesum dengan memanggil sebuah bra hitam wanita tanpa sengaja. Padahal aku yakin, keberadaan mahluk yang kurasakan sangat kuat, dan ini adalah keberadaan itu, dan aku salah untuk tidak melihat.
Seharusnya aku bisa memastikan benda ini akan keluar. Lagipula, bra hitam wanita seperti ini biasanya kutemui di dalam art-art wanita seksi. Tapi yang satu ini, rasanya seperti pernah kulihat di suatu tempat.
"Pernah kamu lihat di suatu tempat?"
Ucap Marie.
"Ehh?"
Sial! Dia membaca pikiranku lagi.
"Itu adalah bra ku, tentu saja kamu pernah melihat benda ini, ketika mata nakal itu mengintip ku untuk memakainya, bukan begitu?"
"Hah? Aku tidak bermaksud mengintip saat itu!"
Sampai pelajaran berakhir, Noah memanggilku untuk mengikutinya, dan kami terus berjalan gedung ke gedung lain, sampai menuju ke ruangan para guru. Ruang para guru begitu banyak dan gedung ini besar. Semua guru tidak di kumpulkan dalam satu ruangan, namun semuanya memiliki ruangan mereka masing-masing.
Aroma harum yang kukenali, daritadi terus berada padaku. Aroma ini adalah aroma dari Marie, kurasa dia berada di sampingku sekarang, dan perasaanku harus nya benar, bahwa dia mengikutiku kesini tanpa sepengetahuan Noah atau siapapun.
Ruangan paling ujung adalah pintu yang sedikit berbeda dengan tulisan 'Kepala sekolah' pada papan mewah yang ada di pintu coklat gelap itu.
Noah mengetuk dan membawaku masuk kesana, sejauh ruangan yang cukup mewah dan segar. Kepala sekolahku tidak tua seperti kebanyakan kepala sekolah pada umumnya. Fisiknya benar-benar fisik lelaki dengan umur sekitar 25-28 tahun, Perkiraan ku ternyata benar, tampilan orang yang berdiri terus memantau segalanya bersama guru lain pada saat itu adalah kepala sekolah ini.
"Ah! Murid Aiden rupanya, bagaimana kondisimu? Kamu baik-baik saja? Apa kamu sudah makan?"
"Eehehehe ... kepala sekolah tidak perlu repot-repot seperti itu bertanya padaku. Aku baik-baik saja."
Kepala sekolah ini masih muda, dan ternyata tingkahnya tidak dingin seperti yang kukira, dia cerewet dan ada gerakan tambahan yang tidak perlu. Sepertinya dia adalah orang yang ceria.
"Jadi? bagaimana hari pertamamu di kelas nomor satu?" Tanya nya.
Aku belum menjawab sedikitpun, namun Noah sudah mengucapkan kata-kata sambil memperlihatkan bra hitam menawan itu.
"Kepala sekolah, prestasinya cukup bagus, walau agak aneh. Anda mungkin bisa melihat ini."
Noah memperlihatkan bra hitam panggilanku yang dia sita. Kemudian kepala sekolah segera tertawa begitu kuat, seakan-akan hal ini lucu. Tapi sepertinya ini jebakan jahil yang di lakukan Marie untukku.
BWAHAHAHAHA...
"Kepala sekolah? Anda mengerti apa maksudnya ini?" Tanya Noah.
Kemudian Kepala sekolah lucu ini segera berhenti tertawa.
"Emm, aku tidak tahu, memangnya ada apa dengan bra ini? apakah dia melakukan hal mesum kepada gadis cantik atau teman sekelasnya?"
Kupikir dia tertawa karena tahu alasannya, rupanya orang ini tertawa hanya untuk merasa lucu belaka, dia bahkan tidak tahu penyebabnya. Kepala sekolah ini cukup lucu bagiku, sifatnya di luar dugaanku.
"Aiden melakukan pemanggilan di luar aturan rune, tidak ada rune untuk pemanggilan benda mati tanpa jiwa di dalam lingkaran ketentuan yang saya ajarkan, namun dia memanggil sesuatu tak terduga tanpa rune tambahan, walau benda ini mungkin konyol."
"Wow ... memanggil sesuatu tanpa rune tambahan? Kamu cukup berbakat, darimana kamu belajar? Ayahmu? Ibumu?"
"Ehehehe, kurasa aku hanya menemukan hal semacam ini di dalam mimpiku, dan menguasainya dengan sendirinya."
"Jadi begitu,"
"Lalu, ada urusan apa kepala sekolah memangil murid perwalian saya?" Tanya Noah.
"Oh! Benar! dalam waktu dekat ini, akan ada kegiatan yang di adakan setiap tahun, pertandingan murid antar dunia iblis, kamu pasti tahu, bukan?"
Noah tentu sudah tahu, tapi kepala sekolah menjelaskannya padaku, bahwa kontes ini sebenernya di adakan setiap satu tahun sekali, dan itu berarti akan di laksanakan setiap tahun.
Kontes pertandingan akademi iblis antar dunia, kontes ini akan di adakan bulan depan, namun dia belum menyebutkan tempat pelaksanaannya. Dan jumlah peserta nya dikatakan cukup banyak, beberapa dunia iblis lain yang memiliki murid terbaik di akademi mereka katanya akan diikutsertakan dalam pertandingan ini.
Ternyata ada begitu banyak dunia iblis, dunia pada dimensi yang berbeda, berdiri sejajar dengan kehidupan yang sama. Namun iblis-iblis lain juga memiliki banyak kehidupan di dunia lain, berteman atau berhubungan antar dimensi bagaikan tetangga. Menjalin jual beli, perdagangan antar dunia, dan sebagainya.
Jika ada ratusan dunia iblis dengan setiap dunia memiliki satu murid terbaik mereka yang terpilih, itu berarti akan ada ratusan peserta yang ikut dari setiap akademi dunia iblis yang berbeda-beda.
Namun disinilah aku berada, di dalam ruangan kepala sekolah, dimana dia ingin membujukku untuk ikut serta dalam pertandingan ini. Dia menunjukkan lemari berisi banyak penghargaan setiap tahun yang di menangkan oleh senior-senior sekolah ini. Namun, mereka sudah lulus dari akademi ini, dan mungkin menjalani kehidupan yang baik, atau mungkin berpindah untuk tinggal dan mencari ilmu di dunia iblis lain.
Tampaknya, ini salahku, karena melakukan hal yang memancing pandangan sekolah untukku, membuatku harus tampil di depan publik, ini semua karena kejadian pada hari tes itu.
Sekarang kepala sekolah malah menganggap diriku adalah yang terbaik dari 4300+ murid di akademi ini, walau aku masih berada pada kelas satu sebagai pemula, namun melampaui nilai tertinggi senior lainnya.
Hal ini membuat kepala sekolah semakin percaya diri atas pihak sekolah kami, dalam mengikut sertakan diriku ke dalam dan begitu percaya dirinya dia mengatakan bahwa sekolah kami pasti akan menjadi juara.
Tapi, jika itu demi kebanggaan dan reputasi untuk memperbaiki diriku yang di jelek-jelekan, aku bisa menggantinya menjadi jauh lebih baik, membuat diriku di akui oleh banyak orang. Di gemari oleh banyak orang itu menyenangkan bukan? Entah seseorang menjadi penggemarmu secara langsung, atau seseorang yang diam-diam mengagumi Anda.
Awalnya aku sedikit berat hati dan mencoba untuk menolak, namun wajah kepala sekolah yang mengemis dan terus membujukku untuk ikut serta membuat hatiku merasa kasihan padanya. Walau sebenarnya aku tahu orang ini hanya berpura-pura mengemis agar aku bisa membawa nama akademi ini terkenal ke banyak dunia iblis di luar sana.