
Setelah keduanya kembali ke Malvia, Aiden dan Razel sudah berhasil melewati pernikahan resmi mereka, pernikahan ini hanya menjadi status yang akan mengesahkan hubungan mereka kepada orang-orang. Selebihnya, mereka adalah pasangan suami istri yang sebenarnya menganut agama penyembah iblis.
Mazera, pria tiga puluh dua tahun yang menjadi orang kepercayaan Razel dalam pelaksanaan ritual-ritual gereja setan juga di minta untuk menjadi saksi pernikahan kedua Razel dan Aiden. Pernikahan antara penyembah iblis tidak akan di benci oleh iblis.
Justru itu akan memperbanyak umat Haumea dengan keturunan mereka yang akan di ajarkan pada anak-anak mereka.
Tepat pukul dua belas malam, malam di hari kamis yang kemudian berganti menjadi hari jumat, persiapan pernikahan Aiden dan Razel telah selesai, hanya akan ada satu orang yang menjadi saksi dan wali pernikahan mereka. Mazera akan berdiri tepat di tempat yang di tentukan, di antara mempelai pria dan mempelai wanita.
Razel bersama gaun hitam indah yang menutupi seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki akan di tenggelam kan di kolam anggur dan membuka seluruh pakaiannya. Dengan mantra yang tersedia, Mazera akan memanggil setan-setan yang tertidur dan menciptakan tubuh fisik mereka dari mantra nya.
Dan kemudian setan-setan ini akan mengelilingi area mereka dari jauh. Guna penjagaan ini adalah mewaspadai jika para penyihir surgawi yang memburu mereka menemukan keberadaan mereka. Itu akan menjadi ancaman. Apalagi jika penyihir surgawi yang datang berjumlah lebih dari empat orang, kekuatan sihir suci mereka sangat sulit di hadapi oleh sihir gelap Mazera.
Tempat tersendiri ini adalah gedung mewah yang telah mereka sewa, kolam anggur besar dan seluruh area gedung hingga gerbangnya yang di kelilingi oleh ribuan lilin. Tidak ada lampu, semuanya di matikan hingga gelap gulita dan hanya ada lilin redup yang tersisa.
Dengan Mazera yang mengucapkan kalimat untuk mengesahkan pernikahan mereka, Aiden juga harus masuk ke kolam anggur bersama Razel, dan kemudian mereka berdua akan salin memasangkan cincin di jari mereka. Pernikahan atas nama Haumea, di lakukan dengan kalimat keramat yang tidak boleh di langgar.
Mazera membaca panduan dari kita Satare yang begitu tebal, abjad-abjad yang tidak pernah ada di dunia manusia, kemudian di baca olehnya. Dengan pertanyaan "Apakah mempelai pria, Aiden Leonore siap menerima Razel Vialova sebagai pasangan hidup dan matinya? Aiden menjawab "ya" secara perlahan, dan pertanyaan yang sama di berikan pada Razel juga dengan jawaban yang sama darinya.
Setelah itu, Mazera mengangkat tinggi jarinya ke langit, dan dengan tangan kanannya di bawah sambil memegang lurus kitab Satare tanpa kemiringan.
Saya sebagai saksi pernikahan Aiden Leonore dan Razel Vialova.
Menyatakan, bahwa pernikahan telah di sahkan atas nama Haumea, Dewi sekaligus Tuhan kami yang maha esa. Ribuan lilin redup di bawah naungan cahaya bulan bahkan telah menjadi saksi bisu atas perjanjian kedua pengantin baru ini.
Mazera yang yakin dengan kalimatnya kemudian menurunkan jarinya dari langit dan menunjuk kearah mereka yang hampir tenggelam di kolam anggur. Abjad-abjad dalam kitab itu juga mengeluarkan cahaya merah bersama jari Mazera yang tiba-tiba menciptakan gelombang kejut yang sangat cepat dan memadamkan semua lilin.
Mazera telah menyelesaikan tugasnya dan turun dari panggung kecilnya. Razel tanpa busana yang akhirnya tenggelam di kolam sambil berciuman dengan Aiden dan mengatakan "Terima kasih, Aiden, kamu sudah mau menerima ku." kemudian ciuman itu di lanjutkan lagi.
Sebelum pernikahan ini di mulai, Razel sudah mengatakan agar Mazera langsung pergi, jika dia tidak pergi meninggalkan tempat ini, dia pasti akan mati. Razel bisa merasakan kehadiran para penyihir surgawi yang datang memburunya, setelah beberapa bulan melahirkan bayinya, dia memiliki tenaga lagi untuk melakukan sihir yang mungkin tidak bisa di remehkan.
Dia selalu lari, lari, dan sembunyi dari penyihir surgawi itu. Karena jika saja bilah pedang suci mereka menembus jantung Razel, dia pasti akan langsung mati, sama seperti manusia biasa. Dari kejauhan, serangan secepat cahaya datang menembus gedung mereka dan memecahkan setiap kaca yang di lewati. Akhir dari serangan menabrak ke beberapa tiang gedung dan merubuhkan langit-langit gedung.
Bongkahan langit-langit itu jelas akan jatuh ke kolam tempat Aiden dan Razel berada. Razel sempat terkejut atas serangan cepat yang mengejutkan, namun sebelumnya, dia telah menggenggam tangan Aiden dan mengatakan "Percayalah padaku" kemudian diikuti mantra singkat yang dia ucapkan.
Dalam sekejap, Razel menciptakan jalan untuk kabur setelah tenggelam sepenuhnya di dasar kolam. Kolam anggur nya kemudian menjadi kristal yang hancur di timpa oleh beberapa bongkahan besar dari gedung ini. Ini seperti efek samping tambahan dari sihirnya yang dapat mengubah materi di sekitar.
Perubahan efek yang terjadi berbagai macam, selain materi, Razel sebenarnya mampu menggunakan bagian lain dari sihir ini untuk seperti mengubah cahaya dan suara menjadi kristal, atau mengubah air menjadi debu. Bahkan sihir gelap yang berefek hingga ke manipulasi antimateri.
Dengan sihir yang berhasil dia gunakan kali ini, dia kabur bersama Aiden melewati perjalanan ruang-waktu dan berada di dimensi lain sambil menyaksikan beberapa penyihir surgawi yang menghasilkan serangan cepat super dahsyat. Mereka benar-benar mengejar keberadaan Aiden yang cukup abnormal. Aura aneh yang di pancarkan nya terkadang aktif dan menciptakan situasi yang dapat membuat suasana hati seseorang menjadi buruk.
Aura itu mungkin saja sama seperti aura iblis, sehingga para penyihir itu mendeteksi keberadaan Aiden sebagai iblis, namun nyatanya tidak. Tapi kali ini, hanya ada satu orang yang menyerang mereka, sosok itu terlihat dengan wujud lelaki yang mengenakan jubah putih emas dan beberapa cincin titanium beserta liontin kecil. Kemungkinan itu adalah sosok yang berbeda dari yang sebelumnya.
Sebelumnya Razel hanya menghadapi beberapa anggota lelaki yang merupakan penyihir surgawi, namun dia tetap melarikan diri walau keunggulan sihirnya masih sedikit lebih baik daripada mereka. Razel masih terus memegang erat tangan Aiden, terbang di lorong antar dimensi dengan kecepatan yang setara dengan kecepatan yang sangat cepat, dan semakin cepat pelarian mereka, mereka hampir bisa melihat sekilas ke masa depan atau masa lalu.
"Begitu banyak orang yang memburumu ya." ucap Aiden.
"Mereka memburu ku setiap hari, setiap kali aku mulai mempersiapkan sihir gelapku, para penyihir itu sudah bisa merasakannya dan memburu ku sebisa mereka."
"Aku akan di hukum mati, kemudian jiwa ku akan di segel selamanya ke dalam kurungan suci mereka. Aku mendengar informasi ini dari beberapa anggota sekte yang tidak sengaja mendengar perbincangan antara penyihir surgawi yang dengan ceroboh berdiskusi di tempat umum."
Aiden kemudian memandang wajah Razel dengan serius.
"Aku tidak memiliki kekuatan supranatural atau apapun itu, bahkan aku tidak paham semuanya tentang sihir, tapi jika ada yang bisa kulakukan untukmu, untuk melindungi mu, maka akan ku lakukan sebisa mungkin hingga batas akhir ku."
"Terima kasih ... emm...."
"Suami? Kamu ingin memanggilku dengan sebutan itu?"
"Ah, tidak! Maksudku—"
"Aku senang mendengar panggilan itu, tapi sebagai suami, aku akan mengambil hak-hakku suatu saat nanti. Itu adalah bagian lain di luar kontrak sekte."
"Tu-Tunggu! Kenapa kamu berpikiran seperti itu di saat-saat seperti ini??" ucap Razel dengan tingkah aneh bersama detakan jantungnya yang terlalu cepat.
"Kamu memulai semuanya, dan itulah mengapa aku ingin meneruskan perjalanan hidup aneh ini." ucap Aiden dengan tatapannya yang tidak berpaling dari Razel sejak tadi.
"Kalau memang harus seperti itu, kita akan membahasnya nan—"
"Aku belum selesai! ... Aku ingin bertanya sesuatu, sebagai istriku sekarang, apakah kamu akan tetap ikut bersamaku?"
"I-Itu sudah pasti, kamu juga sudah berjanji bukan? Selain itu, soal anak ki—"
"Dua minggu lagi, kamu sudah bisa tinggal bersama ku."
"Bisakah kamu tidak perlu memotong ucapan ku terus-menerus? Aku juga belum selesai bicara!"
Di bawah rintikan hujan, Razel dan Aiden mulai bertengkar mulut. Aiden juga tidak suka ketika pembicaraannya di potong, jika saja Razel bukan wanita, dan bahkan bukan istrinya, mungkin dia akan menamparnya hingga tulang-tulang pipinya retak. Razel yang hampir berada di puncak emosinya sudah menggerakkan jari-jarinya dan mengeluarkan beberapa tangan iblis dari tanah yang bisa membunuh Aiden kapan saja.
Aiden kemudian berdiam diri sekejap setelah itu, dia berkata "Kamu bisa membunuhku kapan saja, Razel ... dan sebenarnya, aku tahu kamu ragu dan tidak berniat sama sekali untuk membunuhku kan?"
"Berisik!!"
PLAKKK!!!
Razel yang mendekat kemudian menampar wajah Aiden dengan sangat keras. Setelah itu, hujan keras tiba-tiba saja turun dan membasahi mereka dengan cepat. Di depan gerbang rumah Razel, Aiden mulai meninggalkannya dan mengucapkan "Maaf jika aku berisik." kemudian dia melanjutkan langkahnya tanpa khawatir di terjang hujan keras.
Setelah sekitar dua ratus meter berjalan, langkah kaki berlari menghampirinya dan berteriak padanya.
"Aiden! Tunggu!!" Razel mengejar dan mengehentikan Aiden bersama nafas yang tergesa-gesa.
Wajahnya yang tertutup rambut basah bersama air yang mengalir deras kemudian melihat ke arah Razel yang membawakannya sebuah payung berwarna hitam.