
Berkata bahwa aku bahkan tidak memiliki ponsel karena jatuh dari bandara, dan kemudian, aku mengatakan bahwa ponsel adikku juga hilang beberapa waktu lalu, kami pergi ke sebuah toko kostum, namun dia lupa dimana menempatkan ponselnya. Jadi, kami tidak menemukannya lagi setelah mencari berjam-jam lamanya.
Para polisi petugas di kantor ini menerima alasanku lagi dengan baik. Dengan begitu, kami menyimpan bukti catatan dengan data diri kami di dalamnya. Para petugas polisi itu' bilang, kami bisa datang lagi untuk membuat kartu kependudukan, jika tidak. Maka akan ada denda.
Jadi, ya sudahlah, bukan masalah, kami keluar dari kantor polisi yang benar-benar besar. Dunia manusia lainnya yang belum pernah kulihat, kini aku benar-benar percaya, dunia paralel itu ada.
Marie: "Aiden, Aiden, Aiden"
"Apa, apa, apa?"
Marie: "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Bukankah kamu bilang kita akan berjalan-jalan dan bersenang-senang?"
"Ya, bukan semudah itu, kita harus mencari uang."
Marie: "Uang?"
"Yap! Betul sekali, uang"
.....
...
"Pikirmu apa yang kita lakukan? Ini terlihat seperti hal bodoh, kamu menghilangkan kekuatanku, cepat kembalikan semuanya dan akan kuciptakan uang dalam sekejap."
Ucap Marie dengan marah-marah di dalam gang.
"Eitss, No, No, aku sudah rela menyegel seluruh kekuatanmu, bahkan aku sudah rela memotong kedua tanganku lho."
"Jadi, bagaimana sekarang? Aku tidak ingin melakukan akting sampai memotong tanganku."
"Tidak, kamu hanya perlu berakting sebagai adikku, dan aku adalah kakakmu yang cacat, rencananya adalah ... kita mengemis."
Marie: "MENGEMIS!?!?!?"
"Sudahlah, lakukan saja."
Setelah ini, kami bertengkar lagi, tapi aku hanya terus mencoba membungkam mulutnya dan tetap melakukan rencananya.
Aku adalah seorang kakak yang cacat karena kecelakaan, tanganku harus di amputasi, aku bahkan hidup tanpa kedua tangan sekarang, untung saya Tuhan memberikan anugrah dengan perwujudan malaikat baik hati berada di sisiku.
Yeah, dialah adik ku yang cantik, Marie Scarlet.
Dia akan membantu kakaknya ini untuk berjalan, bahkan dia harus menyuapi kakaknya makanan setiap hari, sangat menyedihkan.
...Tapi kalo urusan buang air dan mandi, jangan libatkan dia!!!...
Oh, betapa menyedihkannya, jadi aku berjalan bersamanya, menuju cahaya di balik gang kota ini. Menunjukan diri kami kepada siapapun yang lewat, mencoba meluluhkan hati mereka akan penampilanku.
"Marie! Jangan buat wajah marah! Buatlah wajah sedih, seolah-olah aku ini menyedihkan."
"Apa sih? Mengemis ini memalukan, ratu iblis tidak mengemis, ini sangat rendahan, apa-apaan dengan baju kotor ini? Rambut ku juga terlalu berantakan, apakah akting nya harus begini?"
"Tentu, harus, cepatlah pasang wajah muram, dan cobalah untuk berbicara sambil menahan tangis ketika menceritakan kisah hidup kita."
Kami duduk tepat di pinggiran jalan, bebatuan yang keras dan lintasan yang penuh debu, terus menempelkan pasir ke wajah kami. Pengemis usang dengan rambut yang bahkan tidak mandi selama berbulan-bulan.
Aku sebelumnya menciptakan sebuah kotak dari kardus di tempat sampah, kemudian mengikatnya dengan sebuah tali untuk ku gantungkan pada leherku.
Tertulis disana ...
...Kami butuh donasi untuk lengan palsu, tolong bantu kakakku....
Ada beberapa orang yang lewat, yang pertama memberikan uang koin, yang kedua memberikan uang kertas, ada banyak lagi. Ini sudah cukup.
Marie benar-benar melakukan akting nya, dia bahkan berterima kasih atas bantuan setiap orang yang memberi pada kami, dengan wajah dan nada suara yang menahan tangis.
Sebenarnya, aku hampir tertawa lagi, baru kali ini aku melihatnya benar-benar menjadi pengemis. Sebenarnya aku juga tidak pernah menjadi pengemis. Ini benar-benar menyedihkan.
"Aiden, apakah sudah selesai?"
"Belum, satu lagi."
Dan lelaki dengan setelan jas hitam sebelumnya turun dari mobilnya, mobil yang tampaknya mobil pribadi dengan sebuah supir berkacamata hitam.
Lelaki ini pasti berusia sekitar dua puluh enam tahun, terlihat dari wajahnya. Mungkin boss muda? Boss perusahaan, atau semacamnya?
Dia kemudian melirik ke arahku, berjalan dan singgah ke arah kami. Dia bertanya tentang apa yang terjadi padaku, lalu Marie menjelaskan semuanya. Aku hanya melanjutkan dengan kata "Tolong bantulah kami tuan, selembar uang anda saja sudah sangat berarti bagi kami." Dan dengan akting wajahku yang mengalirkan air mata hanya sebelah.
"Kuharap kalian bisa mencapai masa depan yang baik yah, aku akan membantu kalian, mungkin uangku bisa membantu." Ucap lelaki tampan berjas hitam ini sambil mengeluarkan dompetnya.
Hanya dalam sekali tatap, aku sudah melihat begitu banyak uang cash di dalam dompetnya, lalu kartu ATM itu ... menarik!
PWUSHH!!
Aku langsung memindahkan kami semua ke suatu tempat, tempat dengan tebing indah dan pemandangan pantai di bawahnya. Sisanya adalah langit yang bertemu lautan lepas sejauh mata memandang. Ini adalah tempat sebelumnya dimana aku berbincang dengan Fyrena.
Marie: "A-Aiden, tempat ini, bukannya–"
"Permisi tuan, sepertinya kamu adalah sesuatu yang menarik."
Dia kemudian plonga-plongo ketakutan melihat pemandangan sekelilingnya, tadinya dia berada di sebuah kota bersama pengemis, sekarang, para pengemis itu memindahkannya ke sebuah dunia yang tepatnya berada di luar konsep dimensi, dunia tanpa konsep waktu, hidup dan mati, dunia yang bahkan sebab-akibat tidak akan berlaku disini jika aku mau.
Fyrena memberi tempat ini hanya untukku dan dirinya. Lelaki ini kemudian ketakutan hingga keringatnya bercucuran mengalir membasahi jas hitam nya. Dia bahkan mencoba memohon padaku agar mengembalikan nya ke tempat semula.
Aku mengambil dompet itu darinya, dan kukatakan padanya...
Aku kemudian melihat kartu identitas nya, tertulis di sana...
[Chief Executive Officer Card]
Nama : Floch Leven
Usia : 26 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Status pernikahan : Lajang
–kartu ini hanya dimiliki oleh CEO atau direktur tertinggi dari perusahaan kami, Leven Car Company. Kartu ini adalah kartu khusus untuk memberi akses pada direktur, akses untuk menangani perusahaan Leven Car company di seluruh negeri.
Sudah kuduga, usia lelaki ini adalah dua puluh enam tahun, insting ku ini cukup hebat, aku bahkan tidak pernah salah dalam menebak. Aku berani bertaruh kalau aku tidak hoki, beruntung, atau semacamnya.
"Tuan, emm, maksudku, kakak boss perusahan yang kaya, wow! Perusahaan di seluruh negeri? Perusahaan apa yang kamu dirikan?"
Tanya ku dengan rasa kagum padanya. Ini adalah direktur muda yang tampan dan bahkan kaya raya, memiliki usaha besar dan menjadi boss perusahaan di usia dua puluh enam tahun.
"Aku, aku adalah pemilik perusahaan Leven Car Company, perusahaan mobil bahkan pabrik mobil atas nama perusahaan Leven."
"Hooh, menarik, kamu bahkan mendirikan nya di banyak negeri yeah? Kamu pasti begitu kaya raya."
"Kupikir, aku mendirikan perusahaanku di seluruh negeri, seluruh benua, dan aku harus pergi setiap bulan untuk keluar negeri kesana kemari, semua hanya karena kesibukan bisnisku."
"Kakak, kamu lelaki yang keren, tapi, aku cukup kasihan untuk mengambil kartumu. Tenang saja, aku tidak akan melakukan apa-apa terhadapmu."
Aku mengeluarkan semua kartu ATM nya, kuciptakan dengan ganda dan ganda.
Untukku, dan Marie, kloningan ATM itu berisi uang yang sama dengan yang di miliki Floch, dia memiliki total lima kartu ATM, dua kartu emas, dan tiga kartu hitam.
Lima kartu akan ku gandakan menjadi sepuluh, enam kartu hitam, dan empat kartu emas, aku membagi nya untuk Marie, sembilan kartu untuknya, dan hanya satu kartu saja untukku. Lima kartu itu akan tetap ku kembalikan pada boss CEO ini, tanpa ada satupun pengurangan.
Aku kemudian melipat gandakan uang dari dalam dompetnya, menyimpan mereka semua ke dalam dimensi tidak terbatas untuk penyimpanan ruang tak henti.
"K-Kalian, bukan pengemis? Kalian penyihir?"
"Kami bukan penyihir, kami berasal dari alam iblis, mencoba menjelajahi dunia lain, aku adalah ratu iblis yang mulia, dan ini adalah pacarku." Ucap Marie dengan sombong lagi.
"Marie! Bukan seperti itu konsep nya."
Aku terpaksa membenamkan wajahku dengan kedua tanganku, benar-benar konyol.
Dia heran dan bertanya tentang apa yang kulakukan pada semua kartu dan uangnya. Jawabannya, aku hanya menggandakan nya menjadi milik kami, dia tidak akan kehilangan apapun entah itu saldo satu persen pun dari dalam ATM nya. Tidak akan ada yang hilang.
Wajahnya sepertinya mulai membaik, walau melihat kami dengan pandangan rasa takut.
Asalkan aku tahu saja, seperti apa wujud uang disini.
"Dengan begini, kamu bebas, kakak direktur."
Aku membuka kembali ruang dan memindahkannya ke tempat kami bertemu semula. Aku menghapus setengah ingatannya, dan dia tidak akan mengingat apapun tentang kami. Bahkan tidak akan mengingat pengemis apapun.
Marie: "Begitu saja?"
"Yeah, begitu saja? Mau mengubah uang ini menjadi Scarlet?"
Marie: "Tentu."
"Uuu.... tapi sayang sekali, aku menyegel kekuatanmu dan kamu tidak bisa melakukannya, hahaha!"
"Sialan! Kembalikan!" Ucapnya marah sambil menarik baju ku maju dan mundur dengan sangat lemah.
...CONCEPT OF SCARLET...
WHOM!
Seluruh uang ini berubah menjadi uang berwarna merah gelap, merah bagaikan orens, dan bahkan merah darah, aku mengubah semuanya menjadi uang scarlet.
Tidak hanya itu, aku mengubah seluruh konsep mata uang di seluruh dunia menjadi mata uang scarlet, bahkan seluruh bank diseluruh negeri hanya akan berganti dengan cetakan uang scarlet berwarna serba merah.
Ini berlaku untuk semua nya, bahkan tidak akan pernah ada data tentang mata uang sebelumnya, mereka akan melihat bahwa yang ada sejak awal dari zaman apapun, hanyalah mata uang scarlet.
Konsep Scarlet baru saja terlintas di pikiranku dalam sekejap, manipulasi untuk mengubah konsep apapun itu, entah abstrak dan tidak, jika sudah masuk dalam jangkauan konsep scarlet ku, maka jangan berpikir bisa menghentikan perubahan atas konsep dunia.
Haruskah kukatakan, bahwa jarak perubahan ku adalah tidak terbatas yang di perluas menjadi tidak terbatas secara vertikal dan horizontal.
Jika benar-benar harus menggunakan banyak kekuatan ku, maka aku harus menciptakan teknik baru sebagai Absolute Scarlet, teknik manipulasi absolut yang bahkan jika aku mau mengubah konsep-konsep di dunia iblis, maka mereka akan berubah serentak, ke semua dunia iblis yang tidak terbatas.
Dan, menghapus apapun yang ku inginkan, maka suatu keberadaan alam terhapus sepenuhnya dari semua cerita. Terlupakan sepenuhnya jauh di dalam kehampaan yang tidak akan di ingat oleh satu entitas pun. Malaikat sekalipun akan ku pastikan tidak bisa mengingatmu.
Aku tidak menghapus ingatan atau memanipulasi ingatan mereka tentang mata uang sebelumnya, melainkan mengubah konsep mata uang nya, dengan perubahan ini, maka pandangan mereka semua akan berubah, dimana dalam pandangan mereka, uang scarlet adalah satu-satunya mata uang yang di pakai seluruh negeri. Seluruh dunia ini, tidak akan pernah ada kisah tentang uang mereka sebelumnya.
Tidak akan ada lagi catatan uang lama atau uang kertas legenda dalam buku sejarah mereka, semua akan terhapus dan berganti dengan adanya informasi sejarah tentang asal-usul uang scarlet.
Dan dengan begini ... aku akan membeli sebuah rumah hasil usahaku sendiri, rumah yang tidak perlu besar seperti rumah dunia iblis itu, aku tidak terlalu suka rumah yang besar.
Kemudian, membeli semua peralatan hidup, membeli ponsel, komputer, TV, memasang jaringan Wi-Fi bahkan aku akan menggunakan tiga pesawat sekaligus dengan merek yang berbeda-beda, jaringan super cepat tanpa respon lamban.
Dan, aku akan mengajarkan pada Marie, bagaimana cara bermain game online, dan apa itu anime. Hahahaha.