
Namun, beberapa hari telah berlalu setelah kejadian itu, lebih tepatnya satu minggu lebih sebenarnya telah berlalu.
Namun, itu adalah pertama kalinya dalam hidupku melihat seseorang menghancurkan planet dengan satu jari telunjuk. Aku bertanya-tanya seberapa banyak kekuatan ku untuk menempuh ranah setinggi raja iblis.
Ucap bu Alin, harusnya kami semua sudah bersedia untuk pergi ke pertandingannya, besok kami sudah harus pergi kesana. Dia berharap kami semua sudah berlatih sematang mungkin. Namun, aku tidak berlatih, aku hanya mempraktikkan hal-hal yang pernah terjadi dalam mimpiku dulu.
Aku hanya mengulang kembali ingatan itu, tanpa harus kupelajari, aku cukup membayangkannya dengan pikiranku. Sisanya adalah kekuatan yang di berikan Fyrena untuk mewujudkannya. Tanpa kekuatan ini, mungkin aku tidak bisa mewujudkan kemampuan apapun di depan mataku, terkecuali mengendalikan hal-hal kecil seperti elemen.
Pertandingan antar dunia itu akan di adakan di dunia iblis kami, sebagai dunia pusat dari segala dunia iblis, tempat dimana Middle Circle berada, ada begitu banyak orang dari dunia iblis lain yang akan datang menonton, aku tidak tahu seberapa banyak. Namun, tidak kusangka bahwa 96% penghuni akademi ini akan pergi untuk menonton juga.
Sepanjang hari, aku hanya mencoba memanggil Fyrena dengan namanya. Aku sudah memanggilnya sejak pagi, namun tidak ada balasan dan tanda dari kehadirannya.
Dan tepat pada waktu pulang sekolah, Valerie menemuiku di belakang sekolah, berencana untuk bertanya hal penting yang berhubungan dengan diriku yang tidak bisa memiliki perubahan wujud.
"Aiden, bagaimana? Ada peningkatan? Apakah kamu sudah berhasil menciptakan wujud iblismu?" Tanya Valerie.
Tapi, Marie menjawab : "Dia tidak akan bisa."
Yeah, kupikir itu benar, ketika aku melihat wujud-wujud tempur iblis yang mengerikan itu, rasanya seperti mereka harus mengeluarkannya dalam keadaan terpuruk. Lagipula, apakah peserta dari dunia iblis lain begitu kuat? Seberapa kuat mereka?
Aku sudah memiliki pedang hitam kecil ini sekarang, The Raven... itulah namanya. Aku akan menggunakan pedang ini sebagai pertunjukannya. Aku tidak menginginkan siapapun berlatih bersamaku.
Jadi, aku menciptakan kloningan diriku sendiri, kesadaran dimana diriku harus melawan dan bertahan dengan sungguh-sungguh. Dengan kloningan seperti ini, aku bisa melawan orang yang sekuat diriku sendiri, walau kekuatan kloningan diriku hanya mengandung sepuluh persen dari diriku yang asli.
Tentu saja dia memiliki teknik-teknik dan cara bertarung ku, akan ku coba mengalahkan diriku sendiri. Walau sepuluh persen saja, tapi aku yakin, ini merepotkan. Pedang hitam ku ku ayunkan terus melawan diriku sendiri, tidak kusangka ketika kecepatan gerakan kami bisa seimbang seperti ini.
Kupikir hanya aku yang bisa membaca pergerakan lawanku sebelum mereka berpindah posisi ke titik selanjutnya, ternyata kloningan ku sendiri mampu membaca gerakanku. Jika seperti ini, maka kloningan ku bisa saja lebih kuat dari semua teman-teman kelasku, kupikir begitu.
Aku harus mulai terbiasa dengan kondisi terus menerus seperti ini, tidak menutup kemungkinan pertandingan memiliki aturan dimana ada ronde yang mengharuskan kemampuan berpedang yang murni. Maka itulah saatnya, merasakan mana kacau yang bergerak liar di dalam tubuhku, menciptakan energi sihir yang besar, aku harus menyatukan kekuatan ini bersama pedangku dengan kombinasi yang seimbang dan membuatku bebas bertarung tanpa sihir terus-menerus.
"Tidak kusangka, kamu benar-benar latihan dengan serius. Apakah kamu memperdulikan hal ini?" Ucap Marie yang datang tiba-tiba ke tempatku.
Tempat ini tidak terlalu jauh dari rumah, aku hanya perlu melintasi padang rumput luas ini, naik sedikit ke atas bukit, dimana setelah bukit itu akan ada pemandangan indah yang lebih luas. Udara nya segar, bahkan jika hatiku benar-benar emosi, melihat pemandangan bisa menenangkan hati.
Jadi kukatakan...
...Jika untuk menang, maka aku akan mencoba banyak cara, mempertahankan apa yang kuinginkan.
"Tempat yang bagus untuk minum teh, beristirahatlah sebentar." Ucap Marie.
Dia kemudian menarik udara dengan jarinya, dari tanah dan rumput yang menjadi meja, beserta tumbuhan kecil yang menjadi pohon besar dan rindang. Menutupi kami dari sinr matahari yang sedikit menyilaukan mata.
Tapi, jika sudah berlatih dengan sungguh-sungguh, aku tidak akan berhenti dan bahkan beristirahat. Namun, Marie memaksaku untuk berhenti walau sejenak saja. Dimana dia menciptakan dua cangkir teh merah di atas meja kayu ini.
Aku sekarang memikirkan sesuatu untuk bertanya, ini tentang sepuluh iblis itu. Apakah memang mereka memiliki kekuatan seperti itu, menghancurkan sebuah planet dengan satu jari.
Jadi Marie menjawabku :
"Ya, dan mereka semua seharusnya bisa. Bukan hanya bulan dan bintang, tapi galaksi-galaksi yang tertata rapi di luasnya semesta. Hal seperti itu mudah untuk seluruh Iblis Scarlet."
Dan dari penjelasannya, walau sepuluh iblis Scarlet bisa melakukan kerusakan besar seperti itu pada semesta, semua tergantung peringkat yang di berikan kepada mereka, dan sekuat apa daya kehancuran sihirnya.
Bagi semua iblis, neraka adalah akhir bagi mereka semua, dan surga adalah akhir bagi para manusia suci. Sayang sekali, manusia juga bisa berakhir di neraka selamanya, itupun jika mereka benar-benar terkena tipu daya setan. Berjalan di kegelapan terdalam bersama kesesatan tak berujung.
Dan itulah yang kutanya selain Iblis Scarlet, seekor naga iblis yang menyemburkan api untuk membakar kota. Marie menjawab bahwa Inferno adalah nama pemberiannya untuk sang naga, ketika dia pernah menembus ke dalam gerbang neraka, membawa naga neraka masuk ke alam iblis, dan di namakan Inferno karena berhubungan dengan neraka.
"Percayalah, Inferno bisa menjadi tunggangan yang dapat di andalkan." Ucapnya.
Tapi, itu hampir di luar pikiran, dengan tubuh naga sebesar itu bergerak terbang dengan sangat cepat, dan menabrak sesuatu akan mengakibatkan tabrakan yang fatal. Wajahnya cukup mengerikan, seperti naga-naga di dalam mitos, Inferno memiliki tanduk naga iblis nya juga. Tubuhnya seperti retak dan membocorkan lava dari dalamnya, namun itu bukanlah suatu hal.
Karen Inferno adalah mahluk neraka abadi, walau di bunuh dan di hancurkan berkeping-keping, Marie tetap bisa membangkitkan ya kembali hanya dengan keinginannya, sedangkan sepuluh Iblis Scarlet lainnya di beri hak juga untuk membangkitkan Inferno atas izin nya.
Mereka merobek jari atau bagian tubuh mereka sehingga harus mengeluarkan darah mereka dan berjatuhan ke tanah, kemudian mengucapkan izinnya. Sehingga Inferno akan bangkit kembali. Walau tidak perlu di bangkitkan, Inferno tidak akan mati, karena naga iblis ini abadi, bahkan sudah mirip seperti iblis zombie.
Dimana bagian lain tubuh naga nya memiliki kebodohan carilah panas bagaikan Lawa, tulang-tulangnya terlihat sedikit di luar di bungkusi oleh carian panas seperti darah.
Aku akhirnya berhenti mengayunkan pedangku hingga matahari terbenam, Kembali ke rumah dan melakukan beberapa pekerjaan lain yang mengisi waktu luang. Misalnya, aku sendiri yang mencuci semua piring di rumah, atau aku menyapu lantai hingga ke lantai dua, atau menyirami tanaman-taman di halaman yang cukup luas.