Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 99 : Take me to every time and space




Dia tertawa untuk beberapa saat, hingga tawa nya reda, barulah dia mengucapkan sesuatu.


"Dyland Alzun yeah? Aiden, aku tahu semuanya, apapun yang ada di alam iblis, aku tahu. Aku melihatnya, selama ini aku hanya berpura-pura seolah-olah aku ini tidak mengerti."


Aku benar-benar hampir merasa tidak percaya soal apa yang di katakannya.


"Hah? Apa maksudmu?"


"Jadi begini..."


CRUAKSSHH!!


Kepala Dyland yang tersisa segera meledak berkeping-keping bersama seluruh otak nya, bahkan tidak ada satupun yang tersisa untuk di lihat sebagai bagian tubuh. Hanya dengan mencengkeram kuat di kehampaan untuk menghancurkan kepalanya, Marie kemudian seperti memutar semacam tangannya berlawanan dengan arah jarum jam.


Gerakan tak tentu. Namun, terlihat seperti berputar berlawanan dengan arah jarum jam yang cepat. Tubuh Dyland tercipta lagi dengan utuh sepenuhnya tanpa ada luka, namun rasa sakit itu terus membekas di jiwanya.


Seseorang yang berhasil mencapai dunia iblis pada lapisan ke sembilan puluh sembilan?


Pikirmu itu banyak?


Pikirmu itu hebat?


Iblis rahasia?


Apakah kamu tidak mengenal...


Di–ri–ku?


Dyland yang bangkit kembali dengan tubuh utuh kemudian merasakan kesakitan luar biasa, ketika Marie mengubah penampilannya dengan gaun merah dan tanduk di kepalanya, seluruh tubuh Dyland dari kepala hingga ujung kaki segera meledak hingga berkeping-keping.


Hal yang di lakukannya lagi adalah, membangkitkan semula tubuh Dyland dan jiwanya hanya dengan debu dan darah yang beterbangan di angkasa.


Aku tidak tahu harus berbuat apa, namun membuatnya marah adalah hal yang benar-benar gawat.


Tubuh Dyland baru saja tercipta, namun semuanya langsung hancur lagi, dia bahkan belum sempat berteriak apapun, walau dia berniat meminta tolong padaku. Terlihat jelas di matanya, rasa sakit itu.


"Kenapa kamu langsung hancur begitu saja?"


"Tetaplah hidup, dan dengarkan aku!!!"


Ucap Marie bersamaan dengan aura nya yang benar-benar kacau.


WHUINGG!!


Kemudian pemandangan angkasa di depanku segera memunculkan sebuah retakan super besar, memanjang dengan cahaya di balik retakan ruang nya.


Dia baru saja menggertak, namun seluruh pemandangan kini di hiasi oleh beberapa retakan yang menampilkan cahaya merah di balik setiap celah retakan itu. Dengan cepat lagi, orang ini di bangkitkan untuk kesekian kalinya.


Berkali-kali pun, rasa akan keberadaanya disini semakin kuat, aku bertanya-tanya di dalam hatiku, apakah hanya aku yang mampu untuk melihat Marie sepenuhnya. Entah beribu kali, jutaan kali, bahkan triliunan kali pun, orang ini akan terus mati dalam sekejap dengan cara yang tragis, mati dengan cara yang sama berulang kali hanya karena melihat wujud Marie.


"Iblis kecil yang memancing para penyihir dari dunia manusia untuk menculik Aiden ku, kamu benar-benar lancang, pikirmu di mana dirimu yang sebenarnya, kamu sedang berhadapan denganku sekarang, ratu penguasa seluruh alam iblis. Jika kamu berpikir bahwa aku tidak melihat dan mendengar apapun yang kamu rencanakan, itu salah!"


"Hidup di lapisan ke sembilan puluh sembilan? Menarik! Dunia yang nampaknya cukup tinggi. Tapi itu hanya tinggi untuk semua iblis rendahan, bahkan di mataku, kamu benar-benar tidak ada apa-apanya."


"Aku tahu segalanya tentang dunia iblis...


... karena aku mendengar setiap suara di setiap semesta iblis, jika aku mau, aku bisa. Jika aku ingin melihat semua nya sekaligus, itu juga benar-benar mudah."


"Tubuh manifestasi untuk turun ke dunia lapisan bawah yeah? Itu bahkan masih sangat rendah, bagaimana bisa kamu mencoba untuk bersembunyi dariku? Sedangkan aku adalah seorang ratu iblis mulia yang bahkan telah melampaui seluruh lapisan dunia iblis bertangga."


Dan tidak pernah ada lagi jawaban dari orang bernama Dyland ini, dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berteriak bahkan menggerakkan bola matanya, ketika tercipta sepenuhnya, dia langsung hancur lagi berkeping-keping dalam sekejap mata.


Kehancuran terakhir, terlihat sama seperti kehancuran biasa, namun, itulah kehancuran sejati untuk lelaki berambut putih ini.


Marie: "Aiden, akan ku katakan sekali lagi."


Dia mengarahkan tangannya padaku tanpa menyentuh, cahaya merah yang menjadi merah bersinar, membawaku ke sesuatu yang tidak kuketahui. Sebuah suara seperti sebelumnya yang kembali memenuhi pikiranku.


Marie membawaku berjalan ke setiap ruang waktu, suara-suara yang menjelaskan keberadaanya, ketika dia hanya berada di sampingku dan menatapku tanpa henti.


Dan Marie sejak tadi hanya menyiksa tubuh avatar Dyland, setiap iblis tingkat tinggi sudah pasti berada di lapisan dunia yang lebih tinggi, eksistensi yang lebih tinggi hanya akan merusak dunia jika menampung eksistensi yang berlebihan.


Suara-suara ini terus saja berbicara.


"Suara apa ini?!"


"Itu alam semesta kita, mereka berbicara padamu, dengarkanlah." Ucap Marie dengan lembut.


Pemandangan-pemandangan gila yang belum pernah ku saksikan dalam hidupku, ada tempat-tempat iblis yang begitu jahat, dan ada juga tempat iblis yang begitu indah. Bagaimana semua dunia ini tertata sesuai aturan ketetapan, keberadaan dunia dengan dimensi yang lebih kecil seperti tertanam di dimensi yang lebih besar.


Namun, di jelaskan padaku bahwa semua orang akan menganggap hal seperti ini bagaikan dunia bertangga. Dan tangga yang tidak terbatas.


Dan Dyland, sudah mati sekarang.


Walau hanya tubuh avatar seperti Valerie dan yang lainnya, namun apapun yang di lakukan Marie, entah itu serangan, hukuman, semuanya akan berdampak hingga ke tubuh sejati mereka.


Bahkan Dyland sudah mati sepenuhnya, walau Dyland yang sesungguhnya sebenarnya berada di lapisan dunia ke sembilan puluh sembilan untuk mengendalikan sebagian kecil dari dirinya.


Tidak peduli di lapisan atau tingkat dunia mana pun seseorang berada, selama Marie mau, dia bisa langsung menghancurkan keberadaan mereka semua. Bahkan tidak peduli jika mereka harus menciptakan cabang untuk jiwa mereka agar lari dari kematian Marie, itu hanya sia-sia.


Karena ratu iblis itu absolut.


Apa yang dia inginkan, dan apa yang tidak dia inginkan. Ranah nya tidak bisa lagi di ukur dengan dunia iblis bertangga dan eksistensi manapun di seluruh dunia iblis yang ada.


Sepuluh dunia iblis, seratus, seribu, triliunan dunia iblis, bahkan mereka semua tak terhitung, menjadi tak terhitung dan tidak terbatas. Akan ada dunia yang hancur dan terlahir kembali, dan siklus yang tidak akan pernah berhenti.


Sebagaimana dunia sebanyak ini bahkan hanya di tampung oleh tangga kedua, yang merupakan lapisan dunia iblis yang lebih tinggi berisi hal-hal yang hampir sama dengan dunia di bawahnya. Namun, yang lebih tinggi akan selalu lebih kompleks.


Dunia yang lebih tinggi adalah tempat mereka yang hidup sebagai iblis dengan eksistensi tinggi. Itu sama seperti bagaimana seorang manusia hidup di dunia yang lebih tinggi, ada dunia manusia tiga dimensi, dan ada manusia empat dimensi.


Mereka mungkin hanya menggangap keberadaan yang lebih rendah sebagai dunia yang benar-benar tidak di perlukan, seperti sebuah donggeng.


Walau memang nyata, mereka turun dengan memanifestasikan diri mereka, sebagai keberadaan tingkat tinggi yang di kompresi pada avatar diri mereka. Memasuki kehidupan nyata lainnya yang lebih rendah, walau di pandangan mereka tidak lain memang bagaikan sebuah fiksi.


Dan keberadaan Marie sudah di katakan secara berulang, bahwa ratu iblis scarlet adalah penguasa yang memegang kendali atas seluruh alam iblis, bahkan dunia dengan lapisan tak terhingga, atau seperti lapisan dimensi tidak terbatas yang dimana keberadaannya ada, dan hidup di suatu tempat yang benar-benar tinggi dan tidak bisa di masuki oleh siapapun.


Ranah dan ruang penguasa iblis yang melampaui seluruh konsep dari alam iblis, entah dimensi atau ruang dan waktu, takdir, hukum, sebab-akibat, realitas, kausalitas, probabilitas, bahkan jalan cerita, semua hanya berada di dalam kubus violet, jika mereka terus memandang fiksi dan fiksi satu sama lain antar hirarki mereka, maka jauh lebih tinggi lagi Marie bisa menganggap mereka semua hanya sebuah figuran di dalam kubus violet nya.


Marie sebenarnya tidak memerlukan semua itu, karena dengan melampaui kubus violet, itu berarti dia akan keluar dari semua hal yang ada, keluar dan bahkan melampaui semuanya yang ada di alam iblis tersebut.


Ranah Marie bisa berubah menjadi apapun yang di inginkan oleh Marie, entah itu sebuah dunia, sebuah kota tanpa penghuni, dan bahkan hanya seukuran kamar atau rumah yang di dalamnya terdapat sebuah kubus violet, dimana kubus violet kecil itu menampung banyak kehidupan.


Menjadi terikat oleh sesuatu itu tidak menyenangkan, bagaimana nasib ikan yang tidak akan pernah melihat angkasa, bagaimana dengan burung yang bahkan tidak pernah bisa melihat isi lautan. Jika seseorang bisa mengubah dan membalikan konsep-konsep seperti itu, maka dia bebas atas konsep yang dia inginkan.


Itulah konsepnya, mahluk laut hidup di kedalaman lautan, manusia hidup di daratan, dan burung akan hidup di langit.


Jika itu adalah kebebasan untuk berada pada semuanya, maka setiap orang juga ingin memiliki kebebasannya masing-masing. Tidak dengan kebebasan yang sepenuhnya bebas.


Seperti Marie yang benar-benar menjadi bebas tanpa aturan, itu memang menjadi membosankan. Bagaimana ketika sebab dan akibat, atau mungkin realita bisa mainkan sesuka hatinya dengan bebas, pada akhirnya, semua akan merasa bosan.


Tapi inilah yang mungkin dia inginkan, kehidupan biasa untuk memiliki teman sepertiku.


Dan alam semesta ini sebelumnya berkata, bahwa...


Segalanya yang ada tunduk kepada Haumea Scarlet yang agung.


Akhirnya aku mengerti, Marie bukanlah sesuatu yang harusnya tidak bisa ku capai. Marie hanya terlalu melampaui semua konsep dunia iblis, hingga keberadaan seperti itu memang tidak akan pernah di tempuh, seperti tangga tak berujung yang di sambungkan dengan tak berujung lagi, sampai seterusnya.


Dia berada di suatu tempat, suatu tempat yang memang terlalu tinggi, memanifestasikan dirinya sebagai avatar yang menyatu bersama ruang waktu seluruh kubus violet. Sementara apa yang dia lakukan sekarang, aku tidak mengerti. Dia mungkin duduk? Berbaring? Atau mungkin menciptakan sebuah patung diriku sebagai temannya.


Patung mungkin hal konyol, jika dia mengatakan padaku bahwa...


Aku melakukan apa yang aku mau, apapun itu, jika kuinginkan, bahkan mereka akan bangkit dengan sebuah kesadaran ciptaanku. Begitu juga dengan Iblis-iblis kecil ini, aku bisa saja menghukum mereka dari kenyataan, membuat mereka hilang dari sini dan menjadi sebuah fiksi


Kembali kepada bagian kecil yang tidak pernah di ungkap...


Aku menggambar beberapa hal saat itu, mencoba menghilangkan bosanku di ruangan bawah tanah. Tapi entah darimana, Marie tiba-tiba berada di sampingku, menawarkan sesuatu yang menarik.


Dia terkadang datang tiba-tiba begitu saja, bahkan tidak ada suara dan rasanya, dia langsung berada di sampingku secara tiba-tiba dengan suara nya.


Marie: "Melakukan sesuatu?"


"Tidak lihat? Tentu saja aku melakukan sesuatu, mencoba menghilangkan bosan."


Marie: "Aiden, lihatlah sesuatu dariku, mungkin aku bisa menghilangkan rasa bosanku."


Mau tidak mau, aku menurutinya, dia hanya menyuruhku menggambar sesuatu apapun itu yang kuinginkan. Jadi, ku gunakan pensil biruku yang tidak terlihat begitu runcing, menciptakan sebuah bentuk lonjong yang tidak sempurna. Lalu, aku menambahkan semacam dua garis di dalamnya, seperti sebuah eksperesi atau mata.


"Sudah selesai."


Marie: "Hanya itu?"


"Ya, hanya ini, memangnya apalagi. Kamu bilang bisa membuat rasa bosanku hilang, bukan?"


Marie: "Huft, ya sudahlah~"


Sambil menghela nafas.


Dia menggunakan jari telunjuknya untuk membuat lingkaran tak terlihat dua kali. Menyambung dengan cahaya merah, lalu langsung memetikkan jarinya.


Ketika sebuah cahaya merah muncul di kehampaan menjatuhkan sesuatu ke lantai. Aku tidak terlalu peduli apa yang jatuh, namun karena suara kenyal yang seperti melompat-lompat di lantai, jadi aku melihat ke bawah untuk memastikannya.


Sebuah slime biru dengan wajah aneh muncul tepat di depanku dengan nyata, andai kalian tahu betapa senangnya hatiku saat itu.


Ilustrasi Rimuru Tempest :



Aku adalah lelaki, tapi aku menyukai slime, walau selama ini hanya slime kecil yang tidak berguna, tapi yang ini ... ini bukan slime biasa. Ini adalah slime dari anime kesukaan ku! Rimuru tempest.


Tidak ku sangka ini benar-benar menjadi nyata, aku menggambar rimuru dalam bentuk gambaran biasa, Marie membuatnya nyata hanya dalam sekejap dengan petikan jarinya.


Aku berjongkok dan mengulurkan tanganku ke bawah untuk mengambil slime biru ini. Benar-benar lembut dan licin, benar-benar slime kualitas tinggi.


Marie bertanya padaku tentang benda ini, dan aku menjawab, ini adalah salah satu karakter kesukaanku, sebuah lelaki bujangan yang mati di tusuk tanpa sebab, meninggal dunia dan bereinkarnasi kembali di dunia fantasi sebagai slime, lalu berevolusi menjadi raja iblis, menguasai negeri para monster.


Aku juga menyukai salah satu musiknya yang berjudul storyteller, pertama kali aku mengenal tentang ini, aku bahkan memutar musik itu berulang kali sambil menggunakan headset.


Jadi seperti itulah yang dimaksudkan Marie, dengan kata-kata yang di ucapkannya tentang


Aku melakukan apa yang aku mau, apapun itu, jika kuinginkan, bahkan mereka akan bangkit dengan sebuah kesadaran ciptaanku. Begitu juga dengan Iblis-iblis kecil ini, aku bisa saja menghukum mereka dari kenyataan, membuat mereka hilang dari sini dan menjadi sebuah fiksi.


Menciptakan apa saja seperti membuat hal yang tidak nyata menjadi nyata, lalu sebaliknya pun begitu. Manipulasi batasan apapun antara imajinasi, ilusi, mimpi, khayalan, donggeng, dan realitas.


Dari ucapannya, sepertinya dia bisa saja menciptakan Aiden seperti diriku sesuai kemauannya, namun ... Aiden yang asli adalah aku, aku ada disini. Jiwa sejatiku bahkan kemauan ku tidak akan mungkin bisa di tunduk atau di kendalikan oleh siapapun.