Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 121 : Nightmare




.....Sebuah suara langkah kaki terdengar.


Kemudian suara setetes air jatuh kepada genangan di bawahnya dengan bunyi yang menggema. Lalu, terdengar seperti suara ombak keras yang menyapu bibir pantai berkali-kali.


Ada warna putih, ada warna kuning, merah, hijau, dan biru. Kemudian segalanya berputar-putar membentuk warna yang lain. Warna-warna yang tidak pernah terlihat mulai tercipta. Mereka terbang kesana-kemari.


......Sesuatu berubah lagi, ada sebuah tempat, seperti kota dengan bangunan-bangunan yang menjulang tinggi tidak sampai menggapai awan. Desain bangunannya aneh, dan semua orang terlihat normal.


Ketika aku hendak mengedipkan mataku, semua orang di jalanan kehilangan wajahnya, mereka semua adalah kepala tanpa mata, hidung, bahkan mulut, seluruh wajah semua orang menjadi datar dan mengarahkan pandangan padaku.


Walau tanpa wajah sekalipun, mereka sudah pasti memandangku, semua orang menatap ku tanpa wajah. Kedipan kedua, semua orang berpindah dari tempat awal mereka berdiri dan semakin dekat denganku.


"Apa ini!!! Apa yang terjadi!!"


Dengan rasa aneh, aku seperti terjebak pada sesuatu. Kedipan selanjutnya lagi, semua orang mulai mendekat mengelilingi ku. Mereka semua kini telah memegang sebuah pisau.


Aku terus melihat sekelilingku tanpa tujuan, mencoba untuk lari dari sesuatu. Sesuatu menimpa diriku.


Aku tidak ingat apa-apa, bahkan sihirku tidak mampu keluar, segala kekuatan ku tidak bisa di gunakan.


Sebuah cahaya dari setiap arah datang menyelimuti pemandangan ku, membuat sesuatu berubah menjadi tidak jelas. Mata ku masih terbuka.


Namun aku tidak tahu, sensasi apa yang sedang ku rasakan.


Hal tidak jelas dan aneh terus bergerak, aku melangkah ketika hal ini terasa nyata. Aku menginjak sesuatu, rasanya datar tanpa hambatan.


Aku tidak tahu, apa yang sedang ku alami.


Tiba-tiba, segalanya menjadi putih jelas. Ada sebuah pintu di depanku, seperti berjarak sepuluh meter dariku. Aku mencoba berjalan ke arah pintu untuk selamat dari hal seperti ini.


Berharap seseorang, siapapun itu menemukanku dan menolong ku.


Langkah kaki ku terus bergerak, hingga beberapa tangan dengan tenaga kuat menarik ku ke bawah entah ke mana. Ini seperti bukan realita.


Kemudian rasanya seperti di air, aku di tarik untuk tenggelam ke dalam lautan. Rasanya aneh dan aku benar-benar tidak bisa bernafas. Perasaan takut mulai menggoyahkan keberanian ku.


Aku benar-benar tidak bisa bernafas, seperti seluruh air lautan akan memenuhi paru-paru ku.


Mungkin ... aku akan mati.


.........


Selanjutnya, semua air menghilang tanpa alasan, aku sesak nafas, aku tidak bisa merasakan apa-apa. Membungkuk ke tanah seperti seseorang yang berada di ujung kematiannya.


Aku belum mati.


Sebuah cermin ada, bukan satu cermin, aku melihat diriku begitu banyak dari pantulan cermin yang membuatku pusing. Mereka semua mengikuti gerakan yang ku lakukan. Semua bayanganku ada di mana-mana.


Dan diriku di depan sana mengeluarkan darah perlahan dari kepalanya, terus mengalir dengan pelan ke pipinya hingga menuju bajunya. Darahnya semakin banyak, mata nya mulai menghitam.


"Tidak!!! TIDAK!!! ITU BUKAN AKU!!"


Rasanya aku seperti ingin menjadi gila, kehilangan akal sehatku dan segalanya. Aku tidak bisa mendengar, suara ku mulai habis, penglihatanku menjadi kabur luar biasa.


Saat pendengaranku kembali, suara langkah kaki terdengar di kepalaku, suara sepatu melangkah pada sesuatu yang datar. Segalanya menjadi hitam, tubuhku menjadi sakit seketika seperti sesuatu menembus jantungku.


Seorang gadis dengan rambut merah dan gaun hitam muncul di depanku. Aku segera mengangkat kepala ku, mencoba melihat dengan jelas.


"Marie, apakah itu kamu? Jawab aku."


Dalam sekejap, penglihatan ku menjadi baik lagi. Seluruh wajah gadis ini tertutup oleh rambut merahnya yang acak-acakan.


"Apakah kamu Marie? Marie!"


Sakit


Tubuhku rasanya semakin sakit, gadis itu memberi tangannya padaku dengan mengatakan sesuatu.


"Hah? Marie! Apakah itu kamu?" Ucapku sambil mencoba meraih tangannya.


Aku seperti seseorang yang cacat, kakiku mati rasa dan tidak mampu untuk berdiri. Bahkan tanganku dan seluruh jari-jari rasanya mulai membeku dan mati rasa. Panas dan dingin seperti bercampur aduk menciptakan sensasi kacau padaku.


Suara gadis itu menangis.


Dan mengucapkan......


"Tolong aku."


Setelah mengucapkan itu, dia mulai hancur menjadi debu yang beterbangan kesana-kemari. Perasaanku aneh, tidak ada pemandangan. Namun suara berisik terus memenuhi kepalaku seperti akan membuat otak ku akan meledak.


Bunyi suara tabrakan terdengar, saat aku menyadarinya sesuatu, aku sudah berada di sebuah tempat dengan semua pijakan melayang di angkasa. Langit nya hitam dan gelap. Ada ikan, sebuah ikan paus berenang di luasnya angkasa.


Namun, ikan paus raksasa itu menyambar apapun yang ada di jalannya dan membuat bongkahan batu besar jatuh mengarah padaku. Jatuh nya cepat, dan aku begitu bodoh untuk bersikeras mengeluarkan kekuatan.


"Seseorang! Katakan! Dimana aku!!!!"


Tidak!


Apa ini?


Apakah ini perasaan mati?


Aku bertanya-tanya di dalam hatiku.


Rasanya batu itu telah menabrak ku dan menghancurkan seluruh tubuhku. Namun, aku masih berada di tempat ini dengan rasa sakit Yang terus bangkit.


Batu-batu yang tak terhitung jumlahnya mulai bergerak dengan arah yang jelas, membentuk lintasan melingkar yang berputar di sekitar pijakan ku. Membentuk sebuah pijakan lingkaran yang melayang di antara banyaknya bebatuan lainnya.


Langkah kaki terdengar lagi di bebatuan ini, saat langkah pertama, pikiranku melayang-layang kesana kemari seperti jiwa ku akan lepas dari tubuhku walau aku tidak tahu apakah diriku sekarang memiliki tubuh.


Aku membuka kembali mata ku dan melihat kebenaran bahwa aku memiliki sebuah tubuh. Dan langkah kedua terdengar, kepalaku semakin sakit, sakit nya benar-benar seepri tak tertahankan.


Tempat dimana sihir tidak bisa di gunakan.


Tempat apakah ini?!


Lelaki dengan rambut pendek berwarna putih tiba-tiba muncul di hadapanku dari dalam percikan cahaya. Di tangannya ada sebuah buku tipis berwarna hitam tanpa ada satu pun gambar atau tulisan di sampulnya.


Kulitku rasanya ingin terbakar, dan seluruh organ tubuhku benar-benar sakit tak terbendung. Entah mahluk apakah ini, tapi ... mahluk-mahluk ini mungkin benar-benar merobek beberapa organ tubuhku.


ARKHGGGH!!!


Aku berteriak sekencang-kencangnya. Benar-benar rasa penyiksaan yang sudah lama tidak ku rasakan. Rasanya seperti ingin mati, namun aku mati.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, iblis ... kamu itu abadi, kamu tidak akan mati di tanganku. Bersyukurlah ketika aku yang berhadapan denganku, bukan Alshian." Ucap lelaki berambut putih itu sambil menunjukan isi halaman bukunya.


Disana sebuah sihir tiba-tiba menuliskan "Hentikan atau hilang." tulisannya terukir dari cahaya di atas kertas.


Realitas yang begitu aneh, ada lautan di angkasa dan ada bintang-bintang di bawah tanah. Seluruh kehancuran dan sesuatu yang indah bercampur.


Lelaki itu kemudian mengeluarkan pedang dari halaman selanjutnya, tulisan bercahaya mengeluarkan pedang putih menyala bercampur beberapa hiasan emas tak ternilai di sekitar pertengahan nya.


"Di tengah-tengah kata hentikan atau hilang, ada aku di antaranya. Sebaiknya kamu memilih untuk berhenti, atau aku yang menghentikanmu, atau Alshian harus bertindak untukmu." Ucapnya sambil berjalan perlahan ke arahku dengan pedang putih mengkilap.


"Fyrena harus musnah!" Ucapnya sambil mengangkat pedang putihnya ke langit, kemudian menyerang wajahku hingga kedua mataku menjadi buta.


Tidak ada kemampuan regenerasi.


Fyrena!!


Fyrena!!


Tolong aku!!


Langit hancur seketika, pintu hitam penuh corak mengerikan terbuka dan menampilkan pemandangan tak terbayangkan di baliknya. Tangan-tangan yang tak terhitung jumlahnya mulai keluar menggeliat seperti mencoba untuk kabur.


Kemudian mereka semua menampakkan wujud mereka yang berwarna hitam dan bertanduk tanpa wajah sambil beterbangan ke sana kemari menuju ke arahku. Suaranya benar-benar berisik seperti akan menghancurkan pendengaran ku.


"Fyrena! Fyrena! Sudah tidak ada!" Ucap salah satu dari mahluk hitam ini.


Mataku mampu melihat kembali setelah di serang, namun rasa sakitnya terus membekas. Apa-apaan pedang itu, pedang suci?


"Kamu! Harus menjadi penerus Fyrena."


"Ya! Benar! Benar! Neraka butuh raja iblis yang baru, dan apakah dirimu pantas?"


Ada begitu banyak pertanyaan dari mahluk-mahluk ini, mereka bukan berjumlah seribu atau dua ribu, melainkan terus keluar dari pintu itu tanpa henti entah berapa banyak jumlah mahluk hitam ini.


"Kalian ini siapa!" Aku bertanya.


Dan mereka menjawab dengan serentak suara yang mengerikan....


"Kami adalah penghuni neraka."


"Ada apa dengan Fyrena?" Tanyaku.


"Bocah, Raja iblis kami telah lama menghilang. Kami tidak menemukan jejak nya dimana pun, seluruh iblis dari neraka sudah mengelilingi setiap alam untuk mencari raja kami, namun kami sudah menyatakan bahwa raja neraka sejati telah mati dan menghilang." Ucap mahluk hitam itu lagi.


Ada banyak dari mereka dengan suara-suara mengerikan yang berbeda. Mereka terus berputar di langit mengelilingi ku seperti badai.


"Kamu adalah keajaiban untuk neraka, kekuatan mu benar-benar terasa seperti milik raja kami. Neraka membutuhkan raja dengan kekuatan seperti itu."


"Tidak! Kalian salah, Fyrena ... orang itu masih hidup, aku sering bertemu dengannya. Orang itu belum mati."


Semua suara berisik seketika hening dan angin kencang yang terlalu panas datang seperti akan merobek seluruh wajahku. Aura yang kuat datang dari dalam pintu hitam itu.


Aura kuat yang memancar kemana-mana seperti mampu menghancurkan jiwa siapapun.


Satu langkah kaki dari seseorang datang lagi, namun menghancurkan semua mahluk hitam yang tadi dan membuat mereka semua tidak keluar lagi dari sana.


Di depanku, ada seorang perempuan yang berjalan menggunakan pakaian serba hitam, tangannya seperti sebuah tangan-tangan tengkorak yang terbuat dari emas. Namun, itu hanya bagian tangannya. Entah bagaimana dengan kakinya, aku tidak bisa melihat kakinya yang tertutup dengan gaun hitam panjang yang menyentuh tanah.


Wajah atau apapun tentang nya tidak terlihat, kecuali rambut hitam nya yang di tata dengan gaya braided vortex bun dan sebuah topeng hitam bercorak aneh yang menutupi seluruh wajahnya. Tanduk nya melebar panjang dan tajam berwarna hitam.


Saat dia mendekat, dia bertanya dengan menanyakan namaku.


Dan aku menjawab namaku.


Lalu aku memberanikan diri untuk bertanya balik.


"Siapa kamu?"


Gadis itu menjawab "Hella" dengan setiap gerakannya yang menciptakan aura luar biasa.


BUSH!


Suasana berubah, lelaki berambut putih dengan sebuah buku itu muncul lagi di hadapanku dengan wajah yang marah.


"Kamu! Hentikan!" Sambil membuka buku nya dan mengeluarkan mantra dengan tulisan-tulisan cahaya yang terbang tak terhi jumlahnya dan membuat seluruh tubuhku di kelilingi rantai yang mengekang.


"Apa yang ku lakukan!!! Aku tidak melakukan apa-apa!!"


"Dasar iblis! Sampai kiamat sejati terjadi, Tuhan bahkan tidak akan mengampuni mu!" Ucapnya dengan nada yang sama dan keras.


Aku tidak tahu, fenomena apa ini. Dan dimana aku berada sejak tadi. Mungkin kah aku terjebak pada sesuatu.


Dia langsung memperkuat ikatan seluruh rantai yang mengelilingi tubuhku, kemudian setiap rantainya menyala berwarna merah hingga putih. Menjadi panas dalam sekejap yang membakar bagian tubuhku.


Akhhhh!!!


"Rasakan itu iblis!!!"


Dan kemudian juga dia mengeluarkan pedang putih itu lagi sambil menusuk dengan cepat ke dadaku hingga menembus jantungku.


AAAAAA!!!


Aku terbangun dari tempat tidurku sambil berteriak kaget sekejap karena rasa sakit pedang putih yang menusuk ku. Rasa nya masih membekas.


Sejak awal, kekuatan dari pedang itu tidak pernah menghilang.


"Aiden, apa yang terjadi denganmu?" Ucap Marie yang berada di sampingku sambil bertanya dengan cemas.


Dia menyentuh tangan kanan ku dan menyelimuti nya dengan kedua tangannya. Aku menjawab bahwa aku sepertinya bermimpi buruk.