Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 46 : News spreads about my relationship




Hari dimana menjadi hari yang menyenangkan, ketika bisa masuk menembus kelas elit bahkan pada tingkat pertama secara tidak terduga.


Nama setiap murid akan berpindah dari kelas-kelas awal menjadi kelas-kelas baru. Setiap kertas yang tercatat secara otomatis dengan tinta merah tebal benar-benar menjadi nama-nama dari daftar setiap murid di kelas elit yang ada. Seperti yang tercantum pada setiap kelas di info kelasnya masing-masing.


Para murid hanya perlu berjalan sepanjang kelas-kelas di seluruh gedung ini, melihat bahwa apakah kelas ini adalah tempat mereka atau bukan.


Kami semua berjalan ke sepanjang gedung baru yang begitu besar, bahkan pada tingkat tiga gedung ini. Suasana gedung baru yang begitu bersih, kelas di tingkat lantai ketiga, kelas yang berada paling atas, suasana yang sejuk dengan pemandangan yang cukup bagus dari atas sini. Seperti bisa melihat semua gedung akademi.


Tampaknya namaku berada di kelas ini, pada urutan bagian atas lagi, itu karena namaku berawal dari huruf A, kemudian disini juga ada Marie di bagian-bagian bawah sekitar abjad M.


Mencari tidak sulit, karena murid-murid di dalam kelas elit nomor satu hanya berjumlah dua puluh dua orang.


Hari ini hanya uji seleksi dan pemeriksaan kelas yang terpilih, pelajaran akan di mulai kembali besok, aku bahkan tidak melihat siapa yang akan menjadi teman-teman sekelasku selain Marie yang sudah pasti bersamaku lolos ke kelas ini.


Eiji yang melihatku disini menghampiriku lagi dengan wajah yang cukup gembira, tapi sebenarnya sangat ceria.


"Aiden! Aiden! lihatlah, kita berhasil masuk ke bagian kelas elit, bukankah ini menyenangkan? Mencapai posisi kelas ketiga saja sudah benar-benar membanggakan."


"Kurasa itu bagus, lagipula kamu akan mendapatkan teman-teman baru yang tidak buruk seperti Cade, dan kelas kita benar-benar berdekatan bukan?"


"Benar! Aiden, itu adalah penampilan yang hebat, maksudku ... bagaimana kamu bisa mengubah pisau-pisau secepat itu menjadi debu. Kurasa kamu memang menyembunyikan


keahlianmu selama ini, apa-apaan dengan angka yang tidak di mengerti itu, itu terlalu banyak."


"Kamu salah, ini hanyalah kekuatan yang muncul padaku secara tiba-tiba."


Tak la setelah itu, aku berjalan pulang melewati tangga turun ke lantai dua menuju ke lantai terdasar. Di tangga bagian lain yang tidak di lewati oleh banyak orang, Cade dan sekumpulan temannya berada di tangga ini, bahkan bersama anak yang lebih banyak lagi, mereka sepertinya berasal dari kelas lain, atau mungkin anak kelas dua dan yang lainnya.


Jalan ini tidak di lewati, karena mungkin cukup jauh dari jalan umum, membuat orang-orang malas berputar begitu jauh. Mereka lebih memilih tempat yang begitu ramai untuk di lewati siapapun. Ini salahku, melakukan hal yang terlalu mencolok sehingga seluruh sekolah mengenalku sekarang, aku tidak bisa bersembunyi.


Aku berjalan bersama Marie di sampingku, ketika kali ini aku berinisiatif akan membawanya bersamaku, dan tanganku yang menariknya dengan lembut. Namun, anak-anak ini tidak membiarkan kami lewat dan turun. Mereka menghalang jalanku ke kanan dan kiri, membuatku seperti orang bodoh.


Aku bahkan begitu tidak peduli dalam diam dan harus melewati tubuh mereka yang membentuk penghalang untuk menghalangi jalanku, aku tidak tahu apa maksudnya itu. Dan ada lebih dari delapan belas siswa laki-laki sekarang.


Aku menabraknya ketika dia mendorongku kembali pada tempat awal.


"Kamu? Mau kemana? Pergi begitu saja?"


Lalu apa urusanku dengan kalian?


"Oh yeah? Berikan bukti gambar, video, atau rekaman apapun yang bisa membuktikan bahwa akulah pelakunya."


.....


"Tidak ada? Maka biarkan aku lewat."


Lelaki berambut putih di depanku itu kemudian akan segera menyerang wajahku dengan sangat cepat. Namun Marie hanya membuat gertakan dan bahkan harus membuat mereka semua terbanting di setiap anak tangga, terjatuh bahkan menabrak tembok hingga retak.


Kekuatan Marie sebenarnya lebih kuat dariku untuk saat ini, namun itu benar-benar kuat jika hanya menyentuh sesuatu dengan amarahnya. Membuat semua dingin gedung baru bergetar dan retak di sepanjang jalan. Orang-orang disisi lain sudah berlarian bergegas keluar dari gedung dan tangga ini.


"Jangan menyentuhnya."


Sekarang bergantian, Marie yang turun dengan cepat untuk menarikku kembali ke bawah, melewati mereka semua yang terjatuh hanya karena pancaran aura secara tiba-tiba. Membuat jantung mereka sempat berhenti selama dua detik.


"Dan ingat, aku tidak ingin melukai kalian semua jika ini tidak berlanjut secara terus-menerus. Ketika aku melihat kalian menghalangi Aiden lagi, jangan harap kalian bisa selamat dariku."


Kami melanjutkan langkah kami untuk terus ke lantai dasar. Ternyata Cade mengadu kepada banyak anggota keluarganya yang berada di akademi ini, beberapa dari mereka berasal dari kelas dua dan ada juga yang dari kelas empat.


Setelah hari itu, aku pasti akan benar-benar mendapatkan begitu banyak penggemar, menjadi buronan sekolah yang mereka cari dari kelas elit. Dan ada banyak sekali gadis-gadis yang bahkan menggagumiku, entah dari kelas.biasa ataupun dari kelas elit bawah, Eiji menceritakan ini padaku saat itu.


Tapi dibalik itu, beberapa orang yang cukup membenciku juga ada. Pertama karena mereka iri akan pencapaianku dari kelas yang tidak terduga, lalu, orang-orang membuat berita yang membocorkan hubungan rahasia ku antara Marie.


Dengan kabar yang memanas bahwa Marie seorang gadis iblis almamater merah yang mencetak angka 9863 berpacaran denganku, seorang anak tidak di kenali dengan almamater yang hanya hitam dan putih saja, namun mencetak angka tidak terduga.


Dengan adanya berita yang tersebar tentang hubungan kami seperti ini, orang-orang akan terus mencari dan bertanya-tanya begitu banyak jika mereka menemui kami berdua di jalan. Dan itu akan menjadi report untuk menjelaskan sesuatu yang tidak perlu kepada mereka.


Dan hari esok, akan menjadi hari pertama ku duduk di kelas yang lebih kerena daripada kelas sihir yang di penuhi orang bodoh.


Membuatku berbaring di sofa rumah dengan wajah yang benar-benar gembira, hingga Wanda dan Eugene yang sedang membersihkan beberapa bagian debu tersembunyi di rumah ini bertanya padaku, mengapa aku begitu senang, atau semacamnya. Tapi kedua pelayan ini bahkan bisa membaca emosiku.


Di tambah lagi, hari-hari ku di dunia ini menjadi lebih beruntung jauh daripada di dunia manusia, lebih menyenangkan dan lebih menantang.


Tanpa perlu kekuatan atau apapun, sihir atau semacamnya, kemampuan supranatural yang ada sekarang ini, aku sudah beruntung sejak aku masih menjadi manusia. Bagaimana ketika aku menjadi seseorang yang pemalas namun, terus merasakan hidup dengan uang yang tidak terlalu kandas.


Terkadang hidupku dulu sial, tapi keberuntungan itu datang lagi dan membantuku secara tak terduga, hampir sama seperti kejadian tadi siang, aku bahkan tidak pernah menduga bahwa catatan rekor kekuatan dari mahluk karet itu, akan menerima kerusakan di dalam dengan angka setinggi itu.