Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 175: 418



Berita itu begitu panas, Erine awalnya tidak berencana berniat menyewa pembunuh berencana dengan hal-hal gila seperti itu, karena masih tersimpan rasa penasarannya, Erine yang pulang larut malam mulai mencoba mencari cara-cara tertutup untuk mencari seorang pembunuh bayaran.


Sepanjang waktu berbaring di kasurnya dengan laptop sambil menelusuri hal-hal yang dia inginkan, Erine terpikirkan tentang seburuk apakah rekaman asli dari psikopat yang tersebar. Pada akhirnya dia berusaha belajar untuk menciptakan sendiri akun pribadi dengan identitas palsu untuk menembus masuk ke dalam dark website.


Komentar-komentar dari platform seperti tiktok juga membuatnya penasaran dengan begitu banyak yang mengucapkan kalimat untuk menunjukkan betapa mengerikannya pembunuhan tersebut setelah mereka menontonnya, kebanyakan orang memberi emoji muntah, sedih, menangis, dan sebagainya. Sementara ada juga beberapa akun palsu berengsek yang menyebarkan link rekaman asli dari dark website ke dalam kolom komentar.


Erine awalnya terpancing untuk menonton, menyalin link yang tersebar kemudian membukanya hanya akan tersesat ke web iklan lain, atau mungkin situs hanya akan menampilkan tulisan error atau not found. Setelah berhasil mencari cara sendiri untuk menerobos website seperti itu, Erine benar-benar menemukan hasil dari rekaman psikopat yang dia cari.


Melihat aksi sadis Aiden di rekaman itu, Erine segera muntah. Seluruh tubuhnya menjadi lemas dan pusing karena kekerasan mengerikan seperti itu. Dan setelah satu bulan lebih berlalu, Erine juga di kejutkan oleh berita pembunuhan berantai yang terjadi beberapa kali dalam satu malam.


Bukan hanya terjadi beberapa kali dalam satu malam, namun pembunuhan nya terjadi setiap dua hari, bahkan terjadi dengan rantai pembunuhan selama delapan belas hari berturut-turut dengan total tiga hingga sepuluh mayat dalam satu malam. Satu hari di antara semuanya bahkan mencapai angka pembunuhan tertinggi dari kasusnya yang mencapai dua puluh lima pembunuhan dalam satu malam di dua tempat yang berbeda.


Lima mayat di temukan tewas saling menumpuk di sebuah kamar mandi hotel, pembunuh bahkan terlihat dalam rekaman mengenakan topeng sambil memindahkan semua mayat ke dalam kamarnya sendiri menggunakan sebuah plastik hitam besar. Walau ada lima mayat di dalam satu kamar, mayat keenam sempat tergeletak dan terjatuh ketika pembunuh melihat seseorang dari koridor lain.


Pembunuh bertopeng yang terekam menjatuhkan plastik berisi mayat dan segera melarikan diri menuju lift, setengah aktifitas pembunuhannya dapat terlihat, namun itu hanya aktifitas kemana saja dia pergi, kamera pengawas tidak tersedia di setiap kamar hotel. Dari dalam rekaman, mayat-mayat yang di bungkus plastik berasal dari kamar nomor 203, 204, 256 dimana setiap kamar memiliki satu orang korban dan kamar nomor 277 memiliki tiga orang korban.


Tiga orang korban dalam kamar nomor 277 seharusnya tak layak untuk di huni, karena setiap pilihan kamar hanya terdapat tiga pilihan, single bed, double bed, dan extra bed. Sementara extra bed seharusnya hampir sama seperti single bed, hanya ukurannya sedikit lebih besar. Kasur seperti itu hanya lebih efektif dan nyaman jika kapasitas untuk dua orang.


Dan di malam itu, tiga orang yang menyewa kamar hotel extra bed sebenarnya sedang melakukan threesome. Di tengah aktivitas seksual mereka bertiga, Pembunuh bertopeng masuk tanpa hambatan dengan kunci replika. Entah apa yang terjadi di dalam sana, yang pastinya kamera hanya bisa menangkap sosok nya dari luar kamar, dan tidak ada rekaman pembunuhan dari dalam kamar.


Yang di tinggalkan oleh pembunuh hanyalah kertas bertuliskan bloody threesome, my decoration is too beautiful dengan bercak darah di atasnya dan artinya threesome berdarah, dekorasi saya terlalu indah. Namun, ketiga mayat tidak berada di kamar mereka, karena semuanya di kumpulkan di dalam satu kamar yang dia sewa.


Pembunuh yang terekam memang terlihat melarikan diri saat seseorang segera berjalan menuju ke arahnya. Jika saja pertanyaan yang tidak-tidak di lontarkan, mungkin dirinya benar-benar di curigai sedang membawa mayat dalam plastik hitam besar. Melarikan diri dari lantai lima hingga tak datang kembali. Suasana menjadi kacau saat itu pada pukul dua belas malam.


Salah satu penghuni kamar di antara beberapa orang segera menelpon petugas keamanan dari lantai pertama. Petugas keamanan bahkan terkejut setelah hendak membuka kantong plastiknya, karena salah satu orang bodoh di antara mereka tidak sengaja karena rasa penasarannya dan menyentuh kantong plastik hingga sobek karena terkejut.


Pria tersebut terkejut hingga membuat robekan besar karena memegang bagian menonjol. Plastik hitam yang awalnya bocor kecil kini robek dan mengeluarkan darah yang begitu banyak. Darahnya begitu banyak dan mengalir sangat cepat sambil membawa beberapa organ tubuh yang telah di mutilasi, di sana orang-orang berteriak secara serentak karena benar-benar terkejut seketika.


Telapak tangan telah kehilangan seluruh jari-jarinya, sementara sebuah usus dan jantung keluar dari kantong plastik diikuti dengan bola mata berlumuran darah. Mulai dari fajar terbit, banyak penghuni dari lantai satu berkerumun di lantai lima karena keadaan berisik dari luar kamar dan datang setelah mendengar informasi pembunuhan.


Mayat tersebut benar-benar di mutilasi hingga ke organ tubuh bagian dalamnya, jantung nya di belah menjadi puluhan bagian, sementara setiap tangan dan kaki terpisah dari tubuhnya begitu juga bagian kepala yang otaknya di lubangi dan diisi sebuah permen.


Lelaki yang menjadi saksi mata kemudian menjelaskan ciri-ciri pelaku, namun dia tidak bisa melihat wajah pelaku karena memakai topeng, begitu juga dengan kronologi nya, saksi mata menjelaskannya dengan jujur dan menyarankan agar pihak hotel segera memeriksa rekaman CCTV. Hasilnya, pihak hotel memeriksa lebih jauh langkah pembunuh.


Mulai dari rekaman dimana pembunuh masuk ke dalam kamar nomor 203, 204, 256, dan 277. Dari rekaman setiap kamera, pelaku selalu terlihat membawa sebuah tas berukuran sedang di tangan kirinya, dan masuk menggunakan topeng dengan santai seolah-olah pembunuh tersebut memiliki semua kunci cadangan kamar hotel.


Pihak hotel bahkan terkejut, bahwa lelaki berambut hitam yang datang sebagai pengunjung, memberi alasan bahwa dirinya mengunjungi saudaranya di salah satu kamar nomor 418. Namun, semua petugas bahkan semua resepsionis tidak menyadari bahwa lelaki yang sama sebenarnya telah menyewa kamar nomor 418 dua minggu sebelum pembunuhan terjadi, pembayaran kamar hotel selama dua minggu tentu cukup mahal.


Namun, semuanya menyadari sosok pembunuh dari pakaian yang di gunakannya, begitu juga gerak-gerik yang tidak mencurigakan akhirnya terungkap lewat rekaman CCTV, pembunuh menyewa kamar nomor 418 sebelumnya dengan keadaan pakaian formal seperti orang kantoran dan gaya rambut yang begitu rapih.


Dan di malam pembunuhan, semua orang di kejutkan dengan enam pembunuhan yang terjadi dalam satu malam, lima mayat di gabung ke dalam satu kamar dengan nomor 418. Rekaman CCTV juga menunjukkan bahwa pembunuh datang di hari itu dengan pakaian yang berbeda, namun gaya rambutnya sama seperti pemilik kamar nomor 418.


Dan di yakini bahwa lelaki itu memang penyewa kamar yang telah membayar dua minggu lalu. Walau pakaiannya berbeda, pembunuh membuat rambutnya sedikit acak saat mengenakan topeng dan keluar dari kamar tersebut, lima mayat berakhir dengan rekaman di kamera yang sama di mana mereka di seret menggunakan kantong plastik hitam ke dalam kamar nomor 418.


Dan mayat keenam di temukan tergeletak di koridor hotel bersama saksi mata. Lelaki tersebut juga terlihat keluar dari lift menuju pintu keluar dengan santainya menggunakan pakaian yang telah berbeda, karena saat dia melarikan diri, pembunuh mengganti pakaiannya di dalam lift dan keluar dengan rambut berponi yang acak-acakan tanpa darah sedikitpun.