
Aku tidak tahu harus berjalan kemana, namun, ini bukan dunia kami. Bahkan kami tidak punya rumah.
"Aiden, aku kelelahan." Ucap Marie sambil berjalan bersandar di sampingku.
"Tunggu sebentar lagi, kita mungkin akan menemukan pemukiman jauh di luar kota ini."
Dia bilang padaku terus menerus untuk meminta agar aku melepas kembali segel kekuatannya. Karena aku tetap menolak, jadi dia mengatakan padaku untuk menciptakan setidaknya sebuah rumah untuk di tinggali.
Tubuhnya yang sekarang tidak sekuat tubuh sebelumnya, sekarang, dia hanya seperti gadis biasa pada umunya, seperti manusia tanpa sihir yang butuh makan, tidur, dan lainnya.
Walau mungkin dia bisa bertahan hidup tanpa makan dan tidur, tapi sepertinya dia bisa kelelahan karena tenaga yang tidak banyak.
Aku memindahkan kami ke suatu tempat, tempat yang sepertinya kembali ke kota, namun, sebuah rumah biasa yang di pasang papan info di halaman pagarnya dengan tulisan bahwa rumah itu di jual.
Lagipula, hari juga sudah gelap, langit menjadi jingga gelap menyerupai biru tua dan akan menuju ke warna hitam nya malam. Lampu-lampu kota mulai menyala di berbagai titik nya, hingga ke kompleks bagian ini yang berseri.
Jika harus menunggu pemilik rumah ini, maka itu membutuhkan waktu yang lama. Jadi, aku membuka pagar nya, seluruh rantai dan gemboknya segera ku hancurkan dengan api dalam sekejap hingga meleleh.
Begitu pun dengan pintu utama nya, pintu nya terkunci. Tanpa kunci, aku langsung menggerakkan jari telunjuk ku ke samping untuk menggeser semua bagian pintu yang terkunci. Metode ini tidak akan merusakkan apapun pada bagian pintu ini, karena jika membakar semuanya dalam sekejap, maka pintu ini tidak akan seperti semula. Pintu tanpa kunci, tidak mungkin membiarkan sebuah pintu terbuka begitu saja, atau menutupnya dan menghalangnya dengan sebuah kursi? Hanya orang konyol yang melakukannya.
Aku masuk ke sebuah rumah tanpa lampu, tapi ... saklar lampu nya bahkan tidak berfungsi. Walau aku sudah menekannya berkali-kali. Aku berjalan ke bagian selanjutnya bersama Marie, mencoba saklar lampu di bagian lain. Rumah ini tidak terlalu besar, namun berukuran biasa saja dan minimalis.
Di dunia iblis, tidak ada gaya desain rumah seperti ini yang pernah kulihat, karena bangunan seperti ini hanya sering kulihat di dunia manusia, bangunan sedang yang memiliki nilai estetika tinggi.
Setalah berjalan dan mencoba menekan beberapa tombol saklar di ruangan lain, benar-benar tidak ada yang menyala. Ini bahkan cukup gelap, walau sebenarnya aku mengatur indera penglihatanku dan melihat ke kedalaman kegelapan. Walau pun aku buta, kekuatan ini seharusnya bisa menciptakan indera penglihatan tanpa mata. Bahkan jika perlu, aku hanya memperbaiki mataku kembali seperti sedia kala, tidak buta.
"Tidak ada satupun lampu disini?"
Tanya Marie.
"Kurasa tidak ada, tapi akan segera ada."
Aku mengarahkan jariku ke langit-langit rumah ini, menembakan listrik kecil berwarna ungu dengan kecepatan tinggi yang menembus plafon tanpa kerusakan. Listrik ungu yang menyebar hingga ke tiang-tiang listrik. Bahkan, tiang-tiang listrik dengan lampu redup di daerah kesunyian sejauh ratusan meter dari sini akan menyala dengan terang, cahaya yang menyinari kegelapan di aliri oleh listrik kecil dengan arus tingkat tinggi.
Cukup listrik kecil dari jariku bahkan bisa kuberikan energi listrik dengan daya 6 juta Zettawatt, ini lebih dari cukup untuk menyambar seseorang mati seketika, bahkan dengan listrik yang kuciptakan, aku yakin bahwa orang yang mati terkena serangan ku bisa terluka hingga ke jiwa dan tubuh astral nya. Rasa sakit menerima kekuatan listrik yang tak terukur.
Tapi, lampu redup di jalanan gelap yang mati dan menyala itu hanya sebentar, setelah aku menyalurkan listrik kecil ini hingga ke tiang listrik yang mengalir ke rumah-rumah lain, bahkan lampu tiang rumah dan tiang listrik orang-orang di sekitar jangkauanku segera meledak.
Kupikir listrik kecil ini saja sudah terlalu kuat dan mengejutkan untuk aliran yang kuat, kini, kompleks perumahan ini menjadi gelap gulita di tengah kota. Yang menyala di bagian blok ini hanyalah rumah tempat kami berada. Aku tetap menstabilkannya untuk tidak meledak, karena aku mengalirkan tegangan tinggi ke jalur lain, bukan ke rumah ini. Membuat rumah ini bercahaya dan mengalirkan listrik saja sudah cukup.
"Eh? Meledak? Kamu terlalu berlebihan."
Kata Marie dengan menoleh ke luar jendela.
"Yeah, aku tahu, aku baru saja mencoba beberapa kemampuanku."
"Tapi serius, darimana kamu mendapatkan kekuatan ini? Seharusnya kutukanku tidak akan bekerja secepat ini, setidaknya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuatmu menjadi kuat sepertiku." Ucap Marie dengan wajah binggung.
"Tidak ada yang perlu di tunggu, aku akan selalu memimpikan sihir-sihir tingkat tinggi, kekuatan iblis yang bisa menyapu rata segalanya yang menghalangi keinginanku."
Sekarang, bagian rumah ini di sinari oleh lampu dengan sinar putihnya, walau lumayan bersih, tapi ada beberapa ruangan yang sebenarnya masih berantakan. Jadi, aku dan Marie memutuskan untuk membersihkannya, merapikan sofa-sofa ini ke tempat yang mungkin cocok di posisikan disana.
Setelah beberapa saat berlalu, seluruh rumah ini menjadi bersih, aku bahkan mengepel seluruh lantainya, Marie tidak mau melakukannya, katanya ratu iblis tidak melakukan hal seperti ini. Tapi aku membujuknya hingga mau melakukan hal seperti ini, belajarlah menjadi manusia juga.
Pada akhirnya, dia mau melakukan hal seperti itu, walau di bujuk begitu lama. Dan seluruh listrik di bagian sini kembali menyala setelah mati setengah jam. Karena belum ada jaringan Wi-Fi untuk rumah ini, jadi aku memutuskan untuk berbaring dulu meluruskan kaki ku di sofa empuk ini. Rasanya begitu nikmat, remot berada di tanganku sekarang, ketukan tombol merah paling atas di pojok kiri untuk menghidupkan televisinya.
Yeah, seperti yang di harapkan, berita-berita membosankan, film tentang sepak bola yang bahkan membosankan, sejak kecil, aku tidak pernah menyukai olahraga tentang sepak bola, bahkan aku tidak bisa menendang bola dengan benar, aku juga tidak mampu berlari dengan cepat dan lama pada waktu itu.
Tubuhku benar-benar terbatasi oleh banyak hal, seperti manusia pada umumnya, aku akan mencapai titik lelah, aku membutuhkan istirahat, tidur, makan dan minum. Tapi, sampai sekarang aku masih melakukannya karena kebiasaan, walau dengan Will Power seharusnya bisa mengubahku menjadi seseorang yang tidak perlu makan, minum, tidur, bahkan bernafas selamanya.
Dan, beberapa siaran televisi disini adalah film-film yang tidak penting bagiku, mungkin akan penting bagi setiap orang yang menyukainya, mulai dari siaran drama Korea, drama China, film India, film-film barat, kartun anak kecil, dan masih banyak lagi.
Cukup lihat saja dan saksikan apa yang menarik, memandang sesuatu yang membosankan terus-menerus bisa membuatku tertidur. Kemudian, sehelai rambutku di tarik dengan sangat kuat hingga tercabut dari akarnya, aku yakin akan hal itu.
Kubuka kembali mataku yang hampir tertutup dalam tidur. Lagi-lagi Marie menatapku dengan wajah aneh nya. Dan berkata bahwa kita disini bukan untuk bermalas-malasan, tetapi mencari sesuatu yang menyenangkan.
Sudah kukatakan padanya, bahwa ini sebenarnya menyenangkan, menikmati hidup yang tidak membosankan, aku hanya perlu menciptakan tiga pesawat Wi-Fi untuk rumah ini, dan menciptakan jaringan sendiri untuk diriku, jaringan supercepat tanpa hambatan apapun.
Tapi, dia mengatakan bahwa setidaknya kita berjalan di luar untuk menemukan sesuatu yang ku janjikan di dunia manusia, sebenarnya, aku tidak menjanjikan apapun untuknya, hanya berkata bahwa aku bisa mencarikan sesuatu yang menyenangkan untuk nya. Bersenang-senang hanya di antara kami berdua.
Dan setelah kupikir-pikir ucapannya ada benarnya juga, aku perlu keluar untuk melihat bagaimana kondisi kota ini, bagaimana hal-hal tentang dunia manusia yang satu ini. Aku butuh ponsel, laptop, komputer, dan lain-lain. Sebenarnya aku bisa menciptakan mereka dalam sekejap disini. Tapi bukankah itu terlalu mudah? Sudah cukup lama aku tidak merasakan hal yang sulit, mencoba mencari sesuatu dengan usaha.
Sebelumnya, pakaian kami masih normal saja setelah bertukar dari pakaian pengemis dengan pakaian normal, aku bahkan mengubah gaun merah yang selalu dia tunjukkan padaku, itu hanya akan terlihat aneh di mata orang-orang.
Beberapa reaksi akan di berikan kepadanya, mulai dari tertawa, ketakutan, atau semacamnya. Ketakutan melihat sosoknya lebih cenderung pada anak kecil, dan sosok yang menganggapnya cosplayer mungkin adalah anak usia menengah hingga orang dewasa. Mereka yang lansia mungkin saja akan melihatnya sebagai seseorang yang mencoba memperkenalkan gaya busana baru.
Itu aneh.
Namun, tidak akan ada yang ketakutan soal auranya, hanya dengan menyegelnya, sudah pasti aku akan menarik semua kemampuannya ke titik dimana dia setara dengan manusia biasa, tidak ada kekuatan untuk teleportasi, tidak ada aura mengerikan lagi, tidak ada sesuatu yang membuat matanya bersinar dan membuat langit di penuhi mata iblis. Setelah kupikir-pikir, seseorang hanya akan hancur dengan keberadaan aslinya jika dia benar-benar keluar dari tempat dimana dia berada.
Bahkan Marie ketika menyiksa Dylan saja sudah cukup dengan tubuh avatar seperti ini, dia bahkan tidak melihat, namun hanya berada tepat di depan Marie, ketika tubuhnya meledak berkeping-keping hingga menjadi debu berwarna merah yang menguap ke angkasa lepas.
Bahkan, termasuk emosinya, setiap kali dia emosi, bukan emosi biasa, tapi setiap kali emosi nya meningkat drastis, Valerie mengatakan bahwa dinding dimensi sedang tidak baik-baik saja. Itu menyebabkan kerusakan semesta pada setiap dunia iblis yang ada.
Kerusakan dan keretakan dimensi di setiap multiverse iblis yang tidak berujung, dan keretakan dimensi ke lapisan-lapisan dunia yang lebih tinggi secara terus-menerus, jika tidak ada yang menghentikan kemarahannya, mungkin ada begitu banyak semesta dan jiwa yang melayang.
Valerie dan Isabel mengatakan padaku sebelumnya, bahwa itu bukan hanya di rasakan oleh mereka, namun iblis scarlet yang lainnya disini juga merasakan keretakan dan emosinya ketika dia menyiksa Dylan. Karena semua iblis scarlet memiliki kesadaran kecil tentang hal-hal kosmik yang terjadi di alam iblis.
Dan dengan Iblis Scarlet yang di izinkan untuk mengeksekusi Iblis-iblis di multiverse iblis manapun, mereka di katakan memiliki eksistensi yang setara, semua iblis scarlet memiliki kesetaraan dalam hal kecepatan biasa hingga seberapa cepat mereka untuk bergerak bebas di luar linear waktu, terkecuali tingkat transformasi mereka dan kekuatan bertarung.
Dari segi ranah, mereka juga setara, dan di katakan selain memiliki tubuh dan kesadaran yang tak terhitung jumlahnya di setiap dunia iblis, mereka juga hampir seperti Marie yang maha hadir di setiap titik ruang dan waktu, masa depan, masa lalu, dan masa kini. Namun, mereka tidak mampu untuk sepenuhnya memiliki kemampuan seperti itu.
.......
...KETERANGAN...
Mohon maaf yah, di karenakan tanggal 11 April atau lebih tepatnya kemarin, saya tidak update. Ini di karenakan author masih memiliki urusan yang cukup banyak, karena kelelahan, bahkan tidak sempat untuk menuliskan setidaknya lima kata. Dan terima kasih telah mengikuti cerita ini sejauh ini.
Semoga terhibur~