
Jika bahkan anak-anak kelas lain yang terkena provokasi Cade untuk melancarkan rencana lain untuk melakukan perundungan terhadap Aiden, maka sepertinya mereka bisa saja bernasib seperti dirinya.
Marie mengangkat pedang itu juga ke udara, mendekatkan ujung bilah tajam itu dengan mata anak ini.
"Kali ini aku akan mengampuni, jika kamu masih melakukan kesalahan dua kali dan aku bertemu denganmu lagi, maka jangan harap kamu bisa kembali ke dunia ini."
Ujung bilah pedang yang lebih pendek dari jarak satu centimeter dari bola matanya kembali di jatuhkan ke tanah menjadi debu. Tubuhnya di lepaskan dari udara dan terjatuh tak berdaya di tanah.
"Hapus ingatannya tentang kita semua, kalian, Aiden, terutama aku."
"Baiklah!"
Wujud virtual Marie kemudian menghilang juga bersama pasir merah yang menghilang seperti di bakar oleh api. Valerie segera menghapus ingatan anak ini, dari sepuluh iblis Scarlet, hanya dia yang memiliki kemampuan untuk menghapus ingatan siapapun.
Seseorang yang belum bisa di hapus ingatannya adalah Marie, tentu saja dia tidak akan bisa melakukan itu, dan itu adalah hal yang mustahil baginya. Yang kedua adalah Aiden yang bahkan memiliki kemampuan tidak terduga di dalam dirinya yang sudah bisa di katakan layak di sebut sebagai calon raja.
Adapun yang ketiga adalah Virditas, ingatannya bisa di hapus, tapi itu hanya setengahnya saja, dia masih bisa menahan efek penghapusan memori dari Valerie. Tapi jika itu adalah Marie, maka tidak ada yang bisa di tahan, ingatan nya bisa di hapus seluruhnya kembali ke angka nol dimana tidak ada siapapun atau apapun yang dia ingat. Layaknya sebuah ponsel yang di reset di pengaturan dan kehilangan segala isinya, terkecuali bagian penting dari ponsel itu sendiri yang merupakan bawaan pabrik.
Jika itu adalah manusia atau iblis dengan wujud seperti mereka, maka kata "bawaan pabrik yang tersisa" adalah bagian organ tubuh mereka, seperti otak, jantung, hati, dan semuanya yang ada di dalam tubuh mereka. Yang lenyap sepenuhnya adalah ingatan-ingatan mereka, dari tak terhingga menjadi angka nol.
Semuanya pergi dari sana ketika sebagian ingatannya telah dihapus. Guru Valerie yang merupakan identitas sebagai bawahan ratu iblis, dan tiga murid kelas dua berjumlah tiga orang yang juga merupakan bawahan ratu iblis, dan Eirene yang merupakan identitas palsu dari Aiden si calon raja iblis. Dia akan melupakan bagian-bagian ini.
Bagaikan kepingan-kepingan puzzle yang tidak lengkap dan di hilangkan, lebih tepatnya mereka tidak menghilangkannya, namun mengubah kepingan ingatan itu bagaikan puzzle dimana kepingan itu tidak pernah ada sejak awal. Namun puzzle itu tetap sempurna dan diisi oleh potongan yang seharusnya.
Aiden sebelumnya pulang ke rumahnya seperti biasa, hal-hal buruk mulai datang padanya. Dia harus terus mengacaukan mereka semua, ada berapa banyak lagi di luar sana yang akan menggangunya, akan dia layani.
"Aiden!!"
"Aiden!!"
"Apakah kamu terluka??"
Sambil mendekati Aiden, mengusap wajahnya, dan melihat ke atas sampai bawah bahkan mengelilingi Aiden untuk memastikan tidak terjadi apapun padanya.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Memeriksa kondisimu, seseorang menyerangmu dari belakang. Kamu tidak bisa menyembunyikan itu dariku."
"Baiklah, aku tahu, aku tahu. Tapi serangan kecil seperti itu tidak akan melukaiku, setidaknya apapun yang mendekati akan segera menjadi debu."
"Hahh?? Kamu! Darimana mendapatkan kemampuan seperti itu?"
"Dari Fyrena."
Membuat Marie harus berpikir kenapa Fyrena adalah seseorang yang baik terhadap Aiden, bahkan dia tidak pernah menunjukan apapun tentang dirinya di depan Marie. Membuat Marie berpikir bahwa Fyrena adalah iblis yang berhasil menempuh lantai Kontleszh tanpa sepengetahuannya.
Atau iblis jenius yang begitu kuat dan menyembunyikan keberadaan nya, seperti mahluk kuat yang berada di dimensi yang sangat tinggi. Jika seperti itu, maka Fyrena hanya identitas palsu juga dari iblis tersembunyi itu.
Karena Marie tidak bisa melihat Fyrena entah itu wujud fisik ataupun semacamnya, dia hampir berpikir bahwa Fyrena jangan-jangan adalah iblis yang melampaui dark room di luar kubus violet. Jika hal itu adalah sesuatu yang benar, maka kekuatan Fyrena yang tidak di ketahui itu adalah jauh melampaui nya, dan benar-benar tidak tertandingi walau ratu iblis atau raja iblis pun melawannya.
Keberadaan di luar kubus violet adalah ruangan hitam berisi kekosongan yang bisa diisi untuk menciptakan apa saja oleh raja iblis, namun jika ada suatu tempat di luar atau di atas dark room, maka itu benar-benar hal mengerikan yang sempat terlintas di pikiran Marie. Orang itu pasti jauh melampaui dirinya, dia sendiri tidak tahu bagaimana cara melihat sesuatu yang lebih besar di luar dark room.
Karena mahluk di dimensi yang lebih rendah tidak bisa merasakan keberadaan mahluk di dimensi yang lebih tinggi, apalagi jika ingin melihatnya dengan mata telanjang, itu benar-benar mustahil, jika bisa, itu adalah hal yang sangat sulit kecuali anda memiliki hal-hal untuk melihat sesuatu semacam itu.
Marie berpikir untuk tidak mengusik siapapun yang mengatakan dirinya itu adalah Fyrena, selama dia membantu Aiden dari belakang. Hanya dua opsi pilihan yang ada di pikirannya dan belum di tentukan.
Fyrena adalah iblis tingkat tinggi pada lantai Kontleszh, yang merupakan dunia iblis dengan dimensi yang tidak terhitung, seperti suatu lantai yang benar-benar tinggi pada tangga tanpa batas.
Atau...
Fyrena adalah keberadaan tidak di ketahui dari iblis yang lebih kuat di luar daerah raja iblis, berada di luar kubus violet dan dark room.
Di hadapan Aiden yang biasa-biasa saja, dia terlihat khawatir dan banyak tingkah seperti biasanya.
"Kamu terlalu mengkhawatirkanku, tenang saja, semua baik-baik saja sekarang."
"Apa yang kamu cari? kamu bahkan membongkar pakaian-pakaian yang sudah terlipat dengan rapi!"
"Tenang saja! nanti akan ku rapikan kembali, aku hanya mencari pakaian wanita yang cocok untukku."
"Untuk apa?"
"Aku akan berjalan di malam hari ke kota, yeah, berjalan-jalan seperti orang yang tidak memiliki pekerjaan."
...Waktu habis...
POOF!!
Aiden berubah kembali pada wujud semulanya sebagai seorang lelaki.
"Oh Aiden~ sayang sekali, sayang sekali, waktu yang di tentukan telah habis sesuai perjanjian."
"Huuuu! baiklah kalau begitu, aku hanya perlu menggunakan pakaianku sendiri dan pergi."
"Aku mau ikut!!"
"Tidak perlu!"
"Butuh ancaman lagi?"
"Ah-hehehe, baiklah, tunggu sebentar! aku masih memikirkan sesuatu yang cocok untuk kita berdua, jalan tanpa kegiatan yah? membosankan."
.....
Beberapa menit berlalu, dia memikirkan hal yang seharusnya di lakukan oleh mereka berdua, agar terlihat seperti keluar dari rumah dengan tujuan pasti. Hingga sesuatu yang menarik terlintas di pikirannya.
Dia tertawa di dalam hatinya atas rencananya
"Hahahaha!!! kurasa ide ku kali ini cukup bagus untuk menjadi seorang pemenang."
"Aku ... punya ide bagus~ bagaimana jika pergi kerumah makan? Aku bosan jika terus-menerus melihat makanan dan pemandangan rumah, rasanya aku tidak pernah lagi dan makan seperti di restoran atau semacamnya."
"Restoran dan rumah makan yeah? Kalau begitu aku tahu semua tempat yang mungkin kamu sukai, bersih, pelayanan yang begitu cepat dan terhormat, tentu saja ini akan bagus!"
"Kalau begitu tunjukan padaku."
Sambil mengulurkan tangannya pada Marie.
Mereka mengganti pakaian layaknya dua orang yang berjalan bersama bagaikan sepasang kekasih. Itu karena kali ini adalah terpaksa.
Tapi bagi Marie, restoran ini adalah tempat pertama dimana dia menjemput Aiden untuk saat pertama. Keempat lelaki yang merupakan pasukan kerajaan iblis atau sebenarnya menjadi iblis yang bisa naik ke lantai kedua. Begitu juga dengan kepala restoran nya.
Pemilik restoran ini adalah salah satu keluarga kaya yang terkenal dan pernah dekat dengan keluarga Scarlet dimasa lalu, jadi tentu saja pemiliknya sekarang adalah keturunan dari mereka. Dan kepala pelayan beserta pelayan-pelayan dari restoran ini sebenarnya adalah iblis-iblis yang di ambil dari lantai kedua untuk mengisi tugas sebagai pelayan rumah makan.
Marie masih mengingat beberapa jasa kebaikan keluarga Clarke dan hubungan baik keluarga Clarke pada keluarga Scarlet. Itu sebabnya dia masih membalas budi untuk kedua orang tuanya yang belum sempat membalas budi keluarga Clarke.
Walau yang sekarang hanyalah keturunan dan buyut mereka yang tidak tahu banyak soal kisah-kisah keluarga, namun bukan berarti bahwa Marie tidak bisa membalas perbuatan baik itu setelah menjadi ratu iblis.
Keduanya berjalan begitu dekat di tengah keramaian kota. Tapi Marie menyukai saat-saat seperti ini, kecuali dia harus menyembunyikan aura keberadaanya menjadi tidak terdeteksi oleh siapapun, terutama Valerie dan yang lainnya.
Keempat gadis itu, jika sudah tidak ada pekerjaan lain, mereka hanya akan terus terbang melintas ke dunia iblis lain. Dunia iblis yang begitu banyak dengan setiap Izar dan Ishan yang berbeda-beda di dalamnya, setiap mahluk-mahluk hidup nya juga adalah iblis yang berbeda, seperti manusia dengan manusia yang hidup berbeda di dalam dunia paralel.
Melintasi ke dunia lain untuk melihat atau bersenang-senang dengan mengacaukan orang jahat lainnya. Jika ratu tidak ada, maka hak untuk menghakimi orang-orang itu bisa berada di tangan mereka. Menghukum iblis-iblis lain yang berbuat kejahatan terhadap sesama iblis lainnya.
Sementara itu, ratu seluruh alam iblis sendiri hanya bersama lelaki kesayangannya. Pergi ke restoran untuk makan beberapa makanan kelas atas yang seharusnya terasa nikmat.
Aiden lah yang memilih tempat untuk mereka berdua, sebuah meja yang hanya ada dua kursi disana, dengan lilin tiga cabang atau chandelier tanpa api yang sudah setiap saat berada di atas meja.
Hanya dengan kedatangan pelayan dan petikan jarinya, api di atas lilin-lilin ini akan menyala dengan rasa hangat yang memiliki sensasi istimewa. Lagipula tempat ini terlihat cukup persis dengan restoran mewah di dunia manusia.