Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 84 : The payment for my true curse




Kemudian aku mendekatinya untuk memastikan apakah dia benar-benar menangis? Aku tidak tahu mengapa dia mengeluarkan air mata.


Ketika aku melihatnya tadi, dia segera mengusap semua air mata itu sampai hilang. Namun itu tidak akan menyembunyikan wajah nya yang telah mengeluarkan air mata, karena telah aku melihatnya.


"Marie, kamu baik-baik saja?"


"A-Aku baik-baik saja."


"Tapi, aku tahu, kamu teringat sesuatu bukan? Kuharap kamu tidak memikirkannya terus menerus."


Beberapa waktu, aku berjalan bersamanya, di tengah keramaian wahana malam. Tempat yang tidak terlalu ramai dan cukup tenang adalah kincir ria, bisanya juga di kenal sebagai biang lala. tidak kusangka ada biang lala yang cukup tinggi disini, sejak tadi, aku sudah melihatnya dari kejauhan kota. Seperti biang lala setinggi enam puluh meter. Ada begitu banyak yang menggantung di atasnya.


Aku benar-benar membawa nya sesekali untuk menenangkan diri dan berbicara dengan serius lagi. Kali ini, dia benar-benar diam tanpa banyak berbicara omong kosong. Tidak ada perilaku marah, memerintah, dan lainnya, hanya ada Materi yang berbeda dengan dirinya yang berdiam diri daritadi di kursi depanku, sambil melihat pemandangan yang naik ke atas dan semakin memuncak.


"Aku tidak menyangka, ternyata kamu memiliki rasa sedih seperti ini dan bisa saja terpuruk. Kupikir kamu benar-benar seperti seorang yang kejam dan suka membunuh."


"Kamu memang benar, aku memiliki sisi lemah seperti ini, kamu sudah melihatnya. Dan aku begitu malu." Ucapnya sambil mengalihkan pandangan ke bawah.


Biang lala ini tinggi, semakin naik ke atas, semakin sepi suara-suara yang terasa, walau masih terasa, namun mereka hampir senyap. Melihat pemandangan di atas kota dari ketinggian seperti ini. Di atas sini angin nya agak menegangkan, membuat besi-besi bergoyang.


Marie: "Aiden ... kumohon jangan pernah katakan pada siapapun bahwa aku menangis."


"Baiklah, jika itu maumu, lagipula untuk apa aku memberitahu orang lain? Kamu tahu, aku cukup senang bisa mengenalmu, bahkan memiliki hubungan lebih dekat dari seorang teman pada ratu iblis, aku merasa beruntung, tapi ... aku akan mencoba untuk selalu menolongmu, apapun itu, janganlah bersedih."


Marie: "Aiden?"


Kemudian dari kursi depan yang memandangi langit kota sambil membuang wajah dari ku segera mengarah kepadaku, lalu dia berpindah dengan cepat ke kursi di depannya, itu berarti kursi yang aku tempati. Dia langsung ke sampingku dan memelukku dengan erat, aku tidak tahu kenapa, tapi mungkin dia tersentuh hanya karena ucapan seperti itu.


"Eee ... kenapa kamu memelukku?"


Marie: "Karena kamu sudah hadir untukku, dan kamu mengatakan bahwa dirimu merasa beruntung bersamaku, kalau begitu, kita akan selalu bersama kan? Kamu juga akan menolong dan menghiburku, hanya kita."


"Jadi ... mau sampai kapan kamu terus memelukku seperti ini? Bisa di lepaskan?"


Marie: "Tidak! Aku tidak mau, biarkan ratu iblis jahat ini memiliki sesuatu sesekali untuk di peluknya."


Yeah, tapi memang seperti inilah hal yang dimiliki semua orang, semua orang memiliki sisi lemah mereka, entah itu mereka sembunyikan, atau mereka tunjukkan. Aku bahkan tidak menyangka, dia akan selembut ini hanya padaku, ketika seseorang menyinggung sesuatu yang berhubungan dengan penghinaan ratu iblis atau dirinya, dia akan mendengarkan dan membunuh orang itu secara langsung, sekalipun berada di dunia iblis yang sangat jauh. Dia memang mengerikan, itulah sisi jahat yang dia tunjukkan, lalu dua sisi lainnya adalah sisi menyedihkan dan sisi baiknya yang hanya di tunjukkan kepadaku, tapi dia menunjukkan semua tentang dirinya hanya padaku.


Biang lala terus berlanjut ke bawah dan naik ke atas lagi, untuk menyelesaikan tiga putaran yang sebenarnya cukup lama. Semakin lama, udaranya semakin menenangkan ketika berada di atas, itu karena perasaanku mulai terbiasa. Sambil bersandar padaku, Marie mengatakan bahwa anak-anak itu lucu. Dan dia tahu, massa kecilnya tidak memiliki seorang kakak ataupun adik, tidak ada saudara untuk putri tunggal Scarlet. Andai nasib keluarga nya tidak seperti itu, mungkin dia hanya akan tetap menjalani kehidupan sebagai gadis iblis bangsawan dengan bakat sihir yang luar biasa. "Tapi, itu sudah terjadi." Ucapnya.


Marie bilang, bahwa dia sebenarnya memiliki kemampuan utama untuk mengendalikan seluruh ruang waktu alam iblis, itu karena ratu iblis adalah satu-satunya orang yang bisa melampaui konsep dan dualitas ruang waktu seperti ini, dengan itu, sebenarnya dia bisa mengabaikan ruang dan waktu juga menjadi hal yang tidak penting, seperti mengubah kembali takdir dan jalan hidupnya. Setelah menjalani kehidupan nya sebagai ratu iblis baru di saat itu, yang dia lakukan secara terus menerus adalah pergi ke masa lalu, namun hanya untuk bertemu kembali kepada orang tuanya. Garis waktu akan terus berjalan, tapi berjalan mundur ke masa lalu untuk melihat masa kecil bahagia nya sekali lagi itu membuat hatinya retak sekali lagi akan semua kenangan itu.


Berjalan di masa lalu. Melihat kembali Haumea kecil berambut merah bersama mata ikan mati yang indah. Di belai kedua orang tuanya sebagai putri kesayangan mereka. Emosi nya benar-benar bagaikan samudera lepas ketika harus melihat kejadian buruk itu lagi di masa lalu, maka ketika itu tiba, dia harus kembali ke garis waktu awal untuk meninggalkan kenangan buruk lagi. Benar-benar sendirian dan kesepian, bahkan rekrut Iblis Scarlet bukan untuk menjadi teman atau sesuatu yang bisa di ajak berbicara, itu hanya pemilihan untuk bawahan mulia ratu iblis, dia tidak pernah menganggap siapapun sebagai temannya.


Masa kecilnya memang memiliki beberapa teman gadis, ucapnya. Itu adalah anak-anak dari kota dan pedesaan yang jaraknya tidak jauh, mereka terkadang berkumpul di suatu tempat seperti taman untuk bermain bersama, membahas hal-hal anak kecil yang menyenangkan. Lagi pula, dia tidak memiliki saudara di rumahnya, selain dia sendiri. Maka tanpa teman itu membosankan.


Sebenarnya sejak awal, kupikir dia akan langsung menyakiti anak-anak yang menabrakku, tapi rupanya dia terus diam dan terharu akan ingatan sesuatu ketika melihat anak kecil yang begitu bahagia bersama saudaranya, bahkan memiliki kedua orang tua yang lengkap satu sama lain.


Marie: Aiden ... kamu tahu sesuatu?"


Dan kujawab "Tidak." karena dia belum saja mengatakan kata apapun selain hal-hal yang di ucapkan tentang nya daritadi. Dan jika masih banyak lagi yang dia inginkan agar aku mengetahui tentang dirinya, maka aku bersedia mendengarkan, walau harus duduk disini lagi selama berjam-jam.


"Anak-anak kecil itu menyenangkan, sayang sekali, masa kecilku yang bahagia tidak berlangsung begitu lama seperti anak lainnya, dan aku juga tidak memiliki saudara seperti anak kecil itu. Seorang kakak laki-laki yang menjaga adik perempuannya. Kasih sayang dan hubungan antara keluarga, aku ingin memiliki satu atau dua seperti mereka."


Jadi begitu ... kamu tidak pernah merasakan bagaimana memiliki saudara yeah, seperti berbagi kamar dengan adik atau kakakmu, dan kamu mengatakan satu atau dua, yeah kupikir itu menyenangkan, ketika kamu memiliki kakak dan adik, kalian adalah tiga saudara yang berbagi satu kamar dengan kasur ekstra besar, atau mungkin kasur susun tiga tingkat dengan tangga, dimana mungkin anak pertama, kedua, sampai yang terakhir akan memiliki urutan posisinya masing-masing.


Dan mungkin, anak-anak entah memiliki satu atau dua saudara lainnya, mereka masih belum mampu untuk tertidur setelah dongeng dari ibunya yang sudah keluar meninggalkan kamar dalam kondisi kamar gelap bersama lampu tidur yang menerangi kegelapan anak-anak ini.


Dan mereka akan berbincang lagi dengan seru, bercanda dan mencoba saling tertawa lagi malam ini. Tapi apakah ibu nya akan datang lagi kali ini dan juga bersama ayah mereka, memarahi mereka dan mengatakan sebuah ancaman jika mereka tidak tidur segera. Biasanya ancaman serupa adalah "Jika kalian tidak tidur segera, akan ada monster malam dan hantu yang datang untuk menculik kalian." Mungkin "Kalian harus tidur segera, atau siapapun yang tidak tidur, ayah dan ibu tidak akan membelikan mainan dan kue kesukaan kalian." dan masih ada banyak lagi ancaman halus orang tua yang sebenarnya tidak akan mereka lakukan, itu hanya mencoba membuat anak-anak mereka tertidur segera. Lalu, ada juga yang menggunakan kalimat yang lebih baik, seperti... "Kalian harus segera tidur, atau peri pembawa hadiah kecil tidak akan mendatangi kalian nanti, karena peri kecil yang baik hati hanya akan memberi hadiah pada anak-anak yang menuruti ayah dan ibunya untuk segera tidur." kurang lebih seperti itu, ini juga sama seperti masa kecil yang pernah ku alami.


Marie: "Aiden, penjelasan dan ceritamu itu cukup menyenangkan dan membuatku terharu, apakah kamu menceritakan masa kecilmu di masa lalu? Itu menyenangkan yah, benar-benar menyenangkan hidup bersama keluarga harmonis, bersama kedua orang tua yang menyayangimu, dan saudara-saudara mu yang membuatmu tidak kesepian, walau terkadang setiap saudara pada akhirnya akan bertengkar dan berdamai lagi, seperti itu seterusnya."


Yeah, kurang lebih seperti itu, memang mirip dengan masa kecilku.


Marie: "Tapi ... kamu masih belum paham apa yang ku maksud dengan, andai saja aku memiliki satu atau dua, kupikir kamu akan mengerti maksudnya, selain cerita tentang saudara yang menyenangkan dalam keluarga."


Hah? Jadi? Cerita tentang anak kecil dan keluarga nya kurang? Baiklah aku mungkin akan mencoba mengingat masa kecilku di dunia manusia bersama saudara lainnya, sepupu, atau mungkin teman kecilku yang dekat denganku? atau, aku bisa menjadi adik atau kakak lho, walau usiaku kita adalah perbandingan ribuan tahun. Tapi itu tidak masalah kan? Dan mungkin itu bisa di teri-


Kemudian dia langsung memotong pembicaraan ku yang terlalu aneh.


Marie: "Tidak perlu, sepertinya aku tidak mengatakannya dengan jelas, sehingga kamu tidak akan memahami maksudku lebih dalam."


"Oh, jadi? Apa maksud yang lebih dalam dari itu? Kamu bisa mengatakannya langsung padaku, aku akan selalu menjaga rahasia kita."


Ucapku dengan meyakinkan agar dia mengeluarkan sesuatu yang mungkin menjadi masalah nya, aku mencoba untuk membantunya mencari solusi menyelesaikan masalah nya.


Marie: "Aiden..."


"Satu atau dua mungkin bisa juga bermaksud memiliki satu atau dua saudara kandung, dan itu juga ... aku pernah memiliki keinginan seperti itu, namun, satu atau dua yang ku maksud adalah memiliki satu atau dua orang anak, dan dua itu lebih baik, andai saja aku memiliki mereka dalam hidupku, melihat tawa anak-anak kecil itu ketika aku menginginkan mereka. Yang ku maksud adalah bukan lagi perasaan untuk memiliki saudara kandung, tapi memiliki dua orang anak yang bersaudara kandung satu sama lain dimana aku adalah ibu kandung mereka sendiri, perasaan menjadi seorang ibu, bagaimana rasanya, aku ingin tahu itu."


Begitulah ucapannya yang langsung dia ucapkan.


"Hahh?? Apa? Jadi, sejak tadi topik pembicaraan ku berbelok?"


Marie: "Tidak berbelok, namun hampir mengarah pada perasaan yang aku inginkan."


"Pffttt!!! Perasaan menjadi seorang ibu? Dengan siapa kamu akan menikah? Kami begitu mengerikan di mata siapapun."


Ucapku yang mungkin membuat suasana bisa memanas seketika.


Tapi ... tidak ada emosi yang meningkat, dia masih berwajah tenang lagi dan lagi.


Marie: "Aku tidak tertarik menikah dengan siapapun, semua iblis itu rendahan, maka dari itu, aku tidak punya pasangan untuk selamanya, tapi ... ada kamu bukan?"


Asal kalian yang membaca tentangku tahu sesuatu, tapi perasaanku mulai tidak enak...


"Aku ... aku ingin memiliki anak bersamamu, Aiden, ayo kita buat anak juga, menjadi seorang ayah dan ibu, lagipula ini mungkin bayaran yang bagus atas hutangmu dan juga sebagai bayaran kutukan itu padaku." Ucapnya sambil tersenyum dengan manis dan cantik hanya bagiku saja, tapi itu memberikan kesan ngeri di dalam sana.


"Kamu tidak bercanda kan?"


"Aku serius, ayo kita pulang dan segera buat anak."


"Kupikir aku tidak akan pulang, mungkin aku akan membuka pintu ini dan melompat dari ketinggian dan mati, lalu aku akan pergi ke kehidupan di cerita lain."


Dia menarik tanganku untuk tetap duduk dan menjadi sandarannya, ketika dia mengatakan padaku untuk tidak meninggalkannya lagi dan lagi, tidak akan ada seorang pun yang ada untuknya terkecuali aku, dia mengucapkan seperti itu, dan yang terakhir soal hutang, ini adalah kejujuran yang di ungkapkan atas hutang dari kontrak itu. Aku harus membayarnya dengan memberikan nya dua orang anak seperti keinginannya, seorang teman yang menjadi sepasang suami istri, lalu istrinya yang cantik ternyata berumur ribuan tahun tanpa menua. Aku ketakutan atas pembayaran ini, tapi aku harus menunda nya terus, dan pada akhirnya, dia mengatakan padaku, bahwa aku bisa membayar nya suatu saat nanti, ketika waktu dan takdir untuk itu segera tiba.


Pikiranku berputar-putar sekarang, sebelumnya aku di tarik ke dunia iblis tanpa alasan yang jelas, melakukan kontak kutukan sihir raja iblis dan menghilangkan ingatanku tentang kontrak tanpa perjanjian. Ketika dia menentukan kutukannya sendiri yang benar-benar absolut tanpa pelepas kutukan. Lebih jelasnya, aku memiliki kutukan menguntungkan yang akan membuatku menjadi raja iblis dengan kekuatan melimpah dan mewujudkan banyak keinginanku, namun, tanpa sadar dan tanpa persetujuanku, aku di paksa untuk menerima kontrak ini yang pada saat itu belum ada ketentuan soal pembayaran nya.


Pembayaran nya adalah, aku harus menikahi nya setelah menjadi raja iblis atas keinginanku bersama kutukan, memberinya cinta dan anak-anak untuknya. Jika tidak ... dia sudah menentukan kutukan ini sebagai kutukan yang tidak bisa di putuskan oleh siapapun, kecuali dia. Jika aku menjadi raja iblis, aku harus membayar semua hal itu, jika tidak, aku akan mati kutukan akan melawan diriku sendiri, membunuh dan merobek jiwaku hingga membawa segalanya tentangku untuk hilang ke dalam ketiadaan abadi yang tidak di ingat oleh siapapun, dimana sejarah dan nama Aiden akan terlupakan sepenuhnya dari seluruh cerita.


Aku tadinya berpikir sulit, tapi masih ada waktu untuk penundaan pembayaran mengerikan seperti itu. Mungkin aku akan membayarnya ketika aku sudah berusia delapan belas atau hampir dua puluh tahun, kalau sampai sejauh itu, aku mau, tapi jika sekarang, ini benar-benar terlalu cepat. Maka kontrak sesungguhnya sekarang adalah menunda pembayarannya ke masa depan, walau aku menyetujui hal ini dengan sedikit berat hati.