
Saat dia terbanting ke daratan, dia bangkit lagi begitu cepat untuk berdiri. Dari dua tanduknya yang melengkung tajam ke depan, dia menarik berbagai macam energi yang ada di sekitarnya. Terus menciptakan putaran energi yang mengalir pada tanduknya.
Semua kekuatan besar dari kekacauan neraka yang di keluarkan lubang Givantas di serap oleh nya. Semua berkumpul menjadi cahaya hitam dengan kekuatan yang tidak biasa. Semakin lama dia menyerap energi di sekitarnya, semakin rusak juga keadaan sekitarnya.
Kekuatan dari tarikan gravitasi mulai saling bertolak belakang. Dia melawan tarikan gravitasi lubang ini. Padahal tarikan ini jelas mampu untuk menghisap miliaran galaksi di sekitarnya, walau ukurannya hanya sebesar dua ratus juta kali lebih besar daripada blackhole.
Kekuatan ini semakin besar dan semakin cepat berkumpul di ujung tanduknya. Mulai menghasilkan energi hitam yang tak terukur.
"Aiden!! Lihat saja!! Aku akan menghancurkan seluruh tempat ini!!!"
BUSHH!!
Tembakan dahsyat super cepat datang padaku, begitu jauh menembus ruang dan waktu hingga apapun yang berada pada lintasannya akan lenyap seketika.
Dia bahkan terus menembak tanpa henti sekalipun, serangan energi yang di tembakkan lurus ke depan tanpa putus. Bahkan serangannya terus melaju hingga di lahap oleh lubang Givantas.
Walau begitu, getaran dashyat mulai terjadi. Ledakan berada di mana-mana. Tembakannya tidak terhisap oleh lubang neraka ini, melainkan menembusnya dan mengabaikan dimensi lain.
"WAHAHAHAHAA!!!! WAHAHAHAHAHAHA!!!!"
Aamon: "Ada berapa alam semesta yang kau ciptakan di tempat konyol ini? Seribu? Dua ribu? Puluhan ribu? Jutaan?"
Dia tertawa penuh percaya diri akan kekuatan besar nya.
"Tidak terbatas. Jangan bodoh, aku sudah mengatakan nya sebelumnya, kenapa kamu bisa lupa?"
Aamon: "Oh, itu karena aku sudah mulai meledakkan semuanya, inilah endless flare!! Tidak peduli berapa banyak alam semesta yang terus tercipta, aku akan meruntuhkan semuanya. Ketika seluruh alam semesta buatan mu ini hancur, aku akan membunuh juga!!!"
"Terlalu percaya diri itu tidak bagus."
Aamon: "Apakah kamu takut? Aku bahkan masih memiliki transformasi terakhir untuk membunuhmu dengan satu jariku saja! Kurasa waktunya telah tiba."
Dia kemudian merobek topeng bagaikan tulang yang membungkus setengah wajahnya. Topeng tengkorak itu bahkan menyatu bersama kulit dan dagingnya, aku melihatnya menarik paksa seluruh wajahnya keluar, kedua tangannya merobek seluruh wajahnya hingga mata nya bahkan tidak kelihatan.
Wajah nya benar-benar hancur, seperti hal mengerikan yang tidak terduga tumbuh padanya. Kulitnya menjadi merah gelap, dan sekarang wajahnya berlapis dengan wajah iblisnya yang baru. Di lapisi aura penghancur yang begitu kuat.
Sayapnya tidak lagi berbulu, itu benar-benar menjadi sayap iblis merah yang memanjang seperti sayap kelelawar. Seluruh tubuh transformasi nya yang baru tercipta dari api.
"Transformasi terakhir?"
"Benar!!! Langkah terakhir untuk menghancurkan dengan sat–"
KREEKKKK–
BRUAKK!!!
Aku menghancurkan kepalanya begitu saja, meledak tanpa sisa hingga tersisa tubuhnya.
Dia tiba-tiba menjadi iblis yang bergerak tanpa arah. Terus meraba-raba kepala nya yang hilang.
"Aku sudah muak mendengar ocehan sampah sepertimu."
Aku menciptakan lubang besar pada daratan bintang mati ini. Tanah yang membuka tempat untuk menguburnya di sana. Ketika kehancuran besar tercipta, aku menariknya ke tanah hingga kakinya mengkristal dan menyatu bersama bintang. Kemudian lubang raksasa di bawah tanah ini akan mengeluarkan lava yang begitu panas ke permukaan.
Setelah kaki nya mengkristal, aku menciptakan rantai besi neraka yang menahan tangannya dari bawah. Lava itu mulai naik dengan cepat ke permukaan memenuhi lubang menjadi lautan api.
Lubang ini tidak kecil, ini adalah lubang yang hampir sama dengan ukuran benua kecil. Aku menyebutnya sebagai lautan api.
"Mari lihat sampai mana kamu bertahan."
Aamon: "!!!!"
CRAKKHH!!!
Dia tidak bisa berbicara, aku melemparkan tombak sepanjang delapan puluh meter untuk menembus seluruh tenggorokan nya hingga ke dalam tanah. Walau aku tahu dia masih berbicara dan hidup tanpa organ sekalipun, aku tetap membungkam mulut bedebah seperti ini.
Seluruh lava mulai membakar dan menyelimuti tubuhnya, bahkan tangan-tangan tengkorak penuh nanah yang tak terhitung jumlahnya mencoba menarik dan menenggelamkannya ke dasar lautan api.
"Terbukalah..... Givantas."
Lubang ini semakin membesar dan seperti ini lah bagaimana kejadian big bang akan terjadi. Bahkan dengan melempar gunung dari neraka, aku bisa menghasilkan ledakan tak terukur yang bahkan bisa dengan mudah menghancurkan seisi dunia ku sendiri dalam sekejap mata.
Tangan ku terangkat ke atas, memerintah lubang tanpa batasan untuk mengeluarkan satu dari tak terhingga gunung yang ada di neraka.
Melaju begitu cepat mengabaikan segalanya. Langit mulai menjadi silau dengan warna merah, seluruh awan terbuka dan menghilang untuk menciptakan jalan. Gunung neraka ini datang dengan ukuran yang lebih besar delapan ratus kali lipat dari sebuah bintang.
Aku berdiri di angkasa lepas.
Tanpa pijakan, bahkan tanpa apapun yang menghalang. Tubuhku baik-baik saja ketika gunung harus mengarah padaku, ini adalah salah satu pemandangan kiamat.
Aku tidak akan terluka sedikitpun. Bahkan aku bisa menembus segalanya secara fisik tanpa terluka. Ini mengagumkan!!!
Sebagai penerus posisi raja iblis, aku memiliki kutukan Daemonic. Kutukan paling mengagumkan yang sebenarnya lebih mirip sebagai pemberian kekuatan untukku selain Will Power.
Kekuatan dari Daemonic ku memang tidak akan pernah mampu menyamai kekuatan dari Will power. Namun ini adalah kekuatan yang cukup banyak mengalir di tubuhku, terlebih lagi pada setiap bagian tanda hitam di leher dan lenganku.
Ini seperti di dalam mimpiku saat menjadi manusia, yang pernah kulihat sebagai perasaan kekuatan yang bisa menghancurkan seluruh alam semesta yang ada hanya dengan tiga langkah kakiku.
Langkah pertama, dunia akan bergemuruh hebat dimana-mana.
Langkah kedua, seluruh dimensi mulai retak kemana-mana tanpa henti.
Dan langkah terakhir, seluruh alam semesta akan menjadi debu sambil mengabaikan setiap jumlah yang ada, tidak peduli tidak terhitung dan tidak terbatas sekalipun. Seluruh jumlah sebanyak itu akan binasa sekejap menjadi debu tanpa apapun.
Inilah pelanggaran yang juga merusakkan hukum sebab dan akibat.
Jadi ini nyata....
Ini benar-benar di sempurnakan oleh Will Power yang menciptakan banyak kekuatan destruktif di luar imajinasi.
Dan di depanku, mahluk menyedihkan dengan kekuatan kecilnya yang dia banggakan akan terkoyak-koyak.
Tabrakan terjadi, ledakkan besar mulai menyebar ke segala arah, menembus segala ruang yang merusakkan alam semesta lainnya. Ledakan yang hanya tercipta dari gunung yang menabrak bintang mati hingga menghasilkan ledakan dan membuat dinding dimensi saling bertabrakan.
Dengan dinding dimensi yang saling bertabrakan, seluruh alam semesta dalam multiverse arena ciptaanku akan hancur.
Belum lagi diriku yang selalu memikirkan pemandangan kehancuran hari kiamat. Tapi, aku menyaksikan kiamat seperti itu sekarang, kiamat yang kuciptakan sendiri di luar kenyataan.
Aku mengubah kembali seluruh kehancuran ini menjadi ruang putih hampa tanpa warna lain selain putih.
Seluruh alam semesta sudah di ambang kehancuran dan akhir, tapi aku mengubah mereka semua menjadi ruang putih tidak terbatas dengan apa saja yang berada di dalamnya menggunakan warna putih. Tidak ada warna lain selain putih, tidak peduli putih tulang atau apapun. Yang ada hanya putih murni yang begitu bersih.
AKHGHHHH.....
Dia bersuara seperti benar-benar kesakitan, tapi dia masih hidup dengan rantai-rantai yang mengikat seluruh tangan dan kakinya dari kehampaan. Wujudnya sudah seperti seseorang yang dekat dengan kematiannya.
Aamon: "S-s-udah selesai?"
"Tidak kusangka kamu masih bisa hidup setelah menerima serangan seperti itu."
Ini berubah dari multiverse arena menjadi primordial white, tempat ini tetap saja hanya sebuah ruang tidak terbatas yang kuciptakan di luar kenyataan.
Selain tidak terbatas, ini bukanlah ruang kosong atau kehampaan dan semacamnya, ini adalah tempat dimana segala yang ada di dalamnya adalah warna putih yang sama tanpa bayangan. Ini mampu menghilangkan rasa realitas seseorang, dan untuk manusia biasa, ini biasanya di gunakan sebagai siksaan brutal tanpa menyerang fisik. Siksaan seperti ini di sebut sebagai white torture.
Namun untuk iblis kebal seperti nya, tentu saja ini tidak akan bekerja. Ini hanyalah ruang tanpa akhir dari dimensi ku sendiri. Tempat dimana segala aturan akan berakhir. Sebab-akibat, takdir, perjalanan waktu, bahkan hingga ide dan perasaan.
"Kamu..... Katakanq kenapa kamu tidak mati?"
Aamon: "Sudah ku bilang aku ini abadi!!!"
BRAGG!!
Aku menendang wajahnya hingga tanduk nya patah begitu saja.
"Sialan, kamu ini memang benar-benar mencoba menguji kesabaran ku yeah??" Ucapku sambil berjongkok dan memegang dagunya untuk melihat menatap mataku.
"Aku abadi ...."
"Aku abadi ...."
"Aku aba–
BRAGG!!
Aku berdiri untuk menendang wajahnya lagi hingga seluruh topeng iblis itu hancur.
CLAP......
CLAP......
CLAP......
Beberapa tepukan tangan yang pelan tiba-tiba terdengar, aku melihat seseorang yang tiba-tiba ada selain kami berdua di dalam sini.
Fyrena: "Pertunjukan yang bagus."
"Fyrena?!?! Apa yang kamu lakukan disini? Wujudmu!!"
Fyrena: "Oh, bukan apa-apa soal wujud ini, aku hanya melihat saja~ sejak awal aku sudah melihat pertarungan ini. Kamu sudah terlalu banyak berubah yah."
"Masa bodoh untuk perubahan apapun, aku hanya ingin mencari tahu siapa orang yang mengutus Iblis-iblis ini untuk mengganguku, mereka semua bahkan mencoba membunuh kami."
Fyrena tidak pergi begitu saja, dia masih berdiri di sana dengan seluruh tubuhnya yang kini semakin menghitam. Wajah nya mulai terlihat tidak jelas. Aku tidak tahu kenapa, semakin banyak dia mendatangi ku, wujudnya semakin buruk. Seolah-olah dia akan kehilangan wujud dirinya.
Fyrena: "Aku tidak perlu ikut campur terlalu banyak, karena aku memang hanya penonton dunia sejak awal."
"Kamu selalu saja berkata seperti itu."
Fyrena: "Lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Ingatlah kekuatan untuk mewujudkan keinginan tidak pernah gagal."
Aku masih tepat berada di depan lelaki ini. Melihatnya saja sudah membuatku jijik.
BRUAGKHHH!!
Aku memukul kepala nya sekali lagi hingga putus. Dalam sekejap mata, kepalanya yang putus dan tergeletak di bawah langsung menjadi debu dan menguap mengeluarkan asap dan abu.
Ketika kepalanya menghilang dan hancur, kepala baru nya akan tercipta lagi dalam sekejap mata juga di waktu yang sama.
"Kamu benar-benar kebal ya, haruskah aku menggunakan cara kasar sekali lagi?"
"Aku tidak akan mati."
"Aku tidak akan mati."
"AKU TIDAK AKAN MATIII!!!!!!!"
Dia mengatakan itu berulang-ulang dengan nada yang keras, mencoba memikirkan perlawanan terakhir.
Sia-sia saja.
"Aku akan memberi mu waktu sepuluh detik hitungan mundur, katakan siapa orang yang berdiri di belakang kalian."
Aamon: "Bagaimana jika aku tidak akan menjawabnya?"
Sepuluh.
"Aku masih berkata dengan santai lho, ini masih detik pertama. Bagaimana, Fyrena? Aku bisa membunuh semua mahluk abadi dengan kekuatan ini kan? Kamu pernah berkata seperti itu padaku."
Fyrena: "Tentu. Lakukan saja."
"Seberapa jauh aku bisa melakukannya?"
Fyrena: "Tergantung dari seberapa gelapnya hatimu untuk membunuh seseorang."
"Begitu...... Kalau begitu biarkan aku membunuhnya jika dia tidak menjawab."
Sembilan.
Setiap detik yang ku hitung bukanlah hitungan detik, melainkan jarak pada setiap hitungan ku adalah delapan detik. Maka waktunya adalah delapan puluh detik atau satu menit lebih. Walau begitu, disini waktu tidak relevan. Karena ini bukanlah ruang dengan konsep waktu.