Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 89 : Poor girl who became my mike




Aku bergegas mengangkat kepalanya dari sana tanpa perlu menyentuhnya dengan tanganku.


Bagaimana?


Seperti apa rasanya?


Bisakah kamu memasang kepalamu sendiri?


Tidak ada jawaban apapun. Yeah, dia pasti berpikir bahwa dia akan mati dengan guillotine yang menjadi bagian terakhir dalam ceritanya.


Aku kemudian menghancurkan seluruh tubuhnya dengan api, api yang melahap seluruh tubuhnya dalam sepersekian detik. Itu cepat, dan menyisahkan semuanya menjadi debu dan menghilang perlahan.


Lalu, aku menggunakan kembali imajinasi ku untuk membentuk tubuhnya kembali. Dia tidak mati, karena ini hanyalah imajinasi. Jadi apapun yang akan ku lakukan tidak akan pernah berpengaruh pada realita sesungguhnya.


Entah aku membunuhnya seratus kali, atau seratus ribu kali, itu tidak masalah, karena dia sebenarnya tidak mati pada realita. Melainkan mati di dalam imajinasi dengan perasaan yang sama dengan kenyataan.


Dan dengan begitu, tubuhnya kembali lagi tercipta dengan sempurna sesuai imajinasi awal ku. Meletakkan nya bersama rasa takut di tengah guillotine berdarah ini.


"Bagaimana? Apakah rasa kematianmu menyenangkan? Kamu bisa mencobanya sekali lagi, penuhi tempat ini dengan lebih banyak darah lagi."


"Tidak! Jangan—"


ZLEEEP...


Pisau guillotine mulai jatuh dari posisi awalnya lagi, dengan cepat dan...


CERAKKSH!!


Kepalanya terpenggal lagi, jatuh ke tanah, dan mengeluarkan serta memancarkan banyak darah ke mana-mana. Lagi dan lagi.


"Aku akan membangkitkanmu lagi, membiarkanmu terus merasakannya berulang kali. Sampai kamu berbicara dengan jujur, barulah aku berhenti membunuhmu."


Terulang lagi dengan tubuhnya yang kembali tercipta dari abu, kemudian berjalan sendiri lagi menuju tempat eksekusi nya, meletakkan kepala nya sendiri atas kendaliku. Tidak perlu kata-kata lagi, aku akan terus menyiksa nya sampai dia mau berbicara.


ZLEEEB!


"BAIKLAH!!"


Hampir saja kepalanya terpenggal, itu tinggal berjarak di bawah lima sentimeter antara leher belakang nya dengan pisau guillotine. Jadi, aku mengehentikan nya.


"Hmm? Bicaralah."


"Baiklah! Baiklah! Aku akan berbicara. Tapi tolong, lepaskan alat ini dariku." Ucap nya dengan wajah yang tersiksa.


"Begitu?"


PUFF!!


Kami berdua langsung berada di meja bundar yang kecil dengan diameter dua meter. Dua kursi untuk dua orang, aku masih berbaik hati untuk membuatnya berbicara dengan sopan.


"Jadi? Katakanlah, aku menunggu."


Sekarang, aku menganggap bahwa dialog ini bukan lagi antara diriku dengan gadis petugas, melainkan dialog antara diriku dengan gadis menyedihkan.


Gadis menyedihkan: "Dari mana aku harus mulai menjelaskannya?"


"Darimana saja, asalkan semua bagian dari rencana itu, katakan dengan jelas!"


Gadis menyedihkan: "Baiklah, namaku adalah Lyvyza aku berasal dari Akademi Iblis Levqo."


"Ulangi! Sebutkan dengan semua nama lengkap mu. Apakah ini nama aslimu?"


Gadis menyedihkan: "Baiklah! Baiklah! Beri aku kesempatan..."


"Lyvyza Quinzinia, murid kelas tiga dari Akademi Iblis Levqo. Aku adalah anggota dari Levqo Diavoloz, dan kami semua adalah kelompok rahasia yang beranggotakan enam orang dari akademi yang sama tanpa sepengetahuan akademi, baik guru maupun kepala sekolah." Jelasnya.


"Okeh~ organisasi, tim, kelompok atau apapun itu yang terbentuk secara diam-diam untuk akademi tanpa sepengetahuan akademi yeah?"


"Tapi, apakah namamu itu adalah nama asli?"


Ucapku walau tahu, bahwa dia tidak berbohong.


Lyvyza: "Namaku asli! Aku bersungguh-sungguh."


"Begitu kah? Terdengar rumit di ucapkan Lyz... Live... Liyza–"


Lyvyza: "Li! Vi! Za! Lyvyza Quinzinia, Di eja Li—Vi ... dan Za!"


"Aku tidak menyuruhmu untuk mengajariku cara mengeja namamu! Pikirmu kenapa aku melepaskannya dari alat eksekusi? Dasar tidak tahu diri."


PTAK!


Aku mengubah pikiranku, baiklah, aku tidak senang di ajarkan seseorang dalam mengeja. Aku bukanlah anak berusia lima tahun yang baru belajar membaca, itu terkesan menghinaku. Jadi, aku menghapus meja dan kursi menjadi satu kursi saja untukku.


Dan yeah, rantai yang terikat di tanganku. Mungkin ini lebih baik untuknya, aku menghancurkan seluruh pakaiannya dalam sekejap, telanjang tanpa apapun bersama rantai yang mengikat di lehernya dan terhubung pada tanganku.


Lyvyza: "Apa yang!?!?! Bajuku!!!"


Sambil mencoba menutup seluruh tubuhnya dengan tangannya, walau itu sulit.


Ahahaha! Menarik! Aku suka melihatmu seperti ini, benar-benar mencuci mataku. Seorang budak? Tunggu sebentar, aku mengingat beberapa kata dari serial anime yang pernah kulihat dulu. Hmmm... apa yah?


.....


Aku berpikir sebentar, untuk mencoba mengingatnya.


Dan ahha! Aku ingat, itu dari anime serial kakegurui, yeah, aku masih mengingatnya. Pochi adalah panggilan untuk budak laki-laki, dan Mike adalah panggilan untuk budak perempuan. Ah~ bagaimana dengan Mike??


"AHAHAHAHA...! Oh, mike ku."


Lyvyza: "Hah? Apanya yang lucu? Kembalikan seluruh pakaianku! Jika tidak–"


"Jika tidak, apa? Kamu tidak ingin mengatakan lebih lanjut soal rencananya? Dan tentu saja aku akan memberi lebih banyak potongan guillotine, memotong kepala gadis telanjang sebanyak yang aku mau."


Lyvyza: "T-Tapi! Ini keterlaluan."


"Tidak ada yang keterlaluan, aku melakukan hal yang aku sukai."


Hatiku: "Benar! Aku suka ini! Andai saja Marie melihatku, mungkin dia akan membunuh gadis ini, dan menggantikan posisi gadis ini sebagai dirinya. Membiarkanku menyiksa dirinya, dia itu masokis."


"Baiklah, kalau begitu lanjutkan, jangan berpikir terlalu lama untuk mengeluarkan kata-kata dari mulutmu, jika terlalu lama, aku akan memaksamu untuk menjilati sepatuku lho~"


AHAHAHAHA...!!!!


Jadi, dia mulai serius, memakai dua rius, dan tiga rius. Mengucapkan kebenaran dengan sungguh-sungguh tentang organisasi rahasia yang dia sebut sebagai Levqo Diavoloz. Jika ada enam orang, maka gadis ini adalah salah satunya, dan sisanya adalah lima orang lainnya yang mungkin masih berkeliaran di sekitar stadion ini.


Sangat tidak terduga, ternyata peserta yang menyelesaikan pertarungan dalam sepuluh detik itu adalah bagian dari Levqo Diavoloz ini juga, semuanya sekarang ada dua orang, dan sisanya adalah Antvaro, Valtair, Levian, dan D.


Aku sudah bertanya, siapa itu D, namun, itu hanyalah anak baru di akademi mereka yang benar-benar berbakat.


Di pilih sebagai peserta pengganti dari salah satu peserta utama akademi mereka, Qyera. Tapi, yang satu ini katanya hanya di kenali semua orang sebagai D, satu huruf saja yang cukup konyol. Hanya dengan D, mereka bisa menyebut nama nya menjadi siapa saja dari awalan D, tergantung siapapun yang memberi nya nama belakang, entah itu Diaz, Dior, Dazai, Durav, atau apapun itu yang berawalan dari huruf D.


Jadi, identitas seluruh orang di dalam kelompok Levqo ini telah kuketahui.


Yang pertama, aku mengetahui Lyvyza sebagai gadis licik yang ternyata membunuh salah seorang petugas stadion ini, mayatnya di pindahkan ke suatu tempat yang begitu jauh untuk pembuangan yang tidak akan di temui, kemudian mengambil seluruh seragamnya dan membuat identitas baru dengan manipulasi pikiran.


Yang kedua adalah peserta utama dari Akademi Levqo yang ternyata merupakan seorang gadis bernama Qyera di dalam tabel yang kulihat, mencetak angka pertarungan sepuluh detik secara terus-menerus. Seperti seseorang yang mengalami win streak di dunia nyata dengan sangat mudah.


Yang terakhir adalah beberapa orang yang belum kutemui, antara lain adalah; Antvaro, Valtair, Levian, dan D. Dia mengatakan bahwa keempatnya memiliki tugas yang berbeda, namun hampir sama. Seperti Levian membantu Qyera untuk memojokkan lawannya dengan cepat dari jarak jauh tanpa di sadari siapapun.


Dan ini memang benar-benar tidak adil, ini sama saja seperti dua orang melawan satu orang. Sementara Antvaro dan Valtair bebas kesana kemari di seluruh penjuru stadion untuk mencari informasi tentang ribuan peserta selanjutnya. Ini lah mengapa Qyera benar-benar bertarung dengan cepat, mengabaikan semua pertahan lawan, menghabisinya dalam sebelas hingga sepuluh detik saja.


Mereka berdua juga menciptakan campuran beracun yang mematikan ke dalam minuman dan makanan yang telah tersedia dari dapur utama stadion ini. Mengubah wajah mereka hingga terlihat seperti orang yang mereka inginkan, seperti membunuh koki, atau petugas dapur lainnya. Kemudian mengambil wajah mereka untuk di pakai.