Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 65 : Demon dragon from hell




Pedang ku dengan pedang hitam nya bertabrakan dengan kuat, tapi tidak lama menahan pedang itu, pedang hitam ku patah lagi. Jadi aku harus membuat semua pecahan pedangku kembali membentuk pedang-pedang baru yang sama seperti semula, tapi berbeda dengan menjadi satu. Jika ada delapan pecahan, maka akan menjadi delapan pedang yang baru.


Dan sekarang, bilah pedang ku benar-benar pecah menjadi lima bagian, jadi kuciptakan lima pedang baru lainnya. Aku akan tetap memegang satu, empat pedang yang lain ku arahkan padanya dengan kecepatan penuh.


Ting!


Hanya dengan sekali tebasan, pedang-pedangku terbelah seperti di bakar oleh asap hitam dari aura pedangnya. Orang ini lumayan juga. Aku belum selesai menyempurnakan posisi berdiri ku, tepat berdiri di ujung puncak gedung ini, gadis itu menyerangku lagi dengan menghancurkan ujung gedung ini, sehingga aku terjatuh dengan ketinggian dua ratus meter lebih.


Angin kencang yang membawaku jatuh kebawah, serangan sihir gadis itu datang lagi menabrak ku sampai masuk ke dalam gedung ini, memecahkan semua kaca bagaikan gelombang kejut. Meratakan semua jendela kaca yang ada. Bahkan lelaki itu langsung masuk lagi kesini dengan cepat, membelah seluruh bangunan ini dari lantai paling atas hingga bawah.


"Kamu adalah calon raja iblis, kamu tidak boleh di biarkan hidup!" Ucapnya dengan nada yang keras, wajahnya terlihat seperti memiliki dendam.


Aku memang ingin menjadi raja iblis suatu hari nanti, merusak alam semesta itu mungkin saja, agar siapapun menyadari dan takut akan keberadaan ku, dengan begitu, alam iblis tidak akan di ganggu gugat oleh siapapun lagi, aku bisa menjalani kehidupan tenang selamanya.


Tapi, orang-orang ini datang dengan dendam atas iblis miliaran tahun yang lalu. Bahkan aku tidak ada hubungannya dengan mereka. Sekarang mereka adalah orang yang benar-benar membenci iblis, aku menjadi buruan mereka di masa depan.


"Kupikir kamu benar! Aku memang akan merusak seluruh dunia hanya untuk keberadaan ku di akui, bagaimana?"


Ucapku sambil menyerangnya dengan kuat bersama pedang ku, sialan ini ... akan ku tebas kepalanya.


Pedang nya bahkan memotong gedung-gedung bagaikan memotong kue bolu. Semua terpotong begitu saja dengan efek hitam yang cepat. Runtuhan bangunan dari ketinggian ratusan meter jatuh dan menabrak semua yang ada di bawah.


Tidak peduli manusia atau apapun yang ada di bawah, mereka sudah pasti akan mati dengan sadis. Itu adalah bagian gedung yang jatuh dari ketinggian dengan cepat, tidak ada manusia yang bisa selamat dengan menahan massa seperti itu. Setidaknya tangan mereka akan putus, kepala mereka akan hancur berkeping-keping, bahkan tubuh mereka juga tertusuk bagian lain dengan tragis, menyemburkan darah bagaikan satu pasta cat yang di injak di lantai dan mengeluarkan semua isinya hingga rata bagaikan kertas.


Sejauh mana mereka akan berhenti, aku juga tidak boleh lelah, tapi aku terus menjauhi pertarungan ini.


"Maaf, kupikir kamu belum terkena kekuatan api ku yang satu ini."


GIGA FLARE!


WHOOM!


Dengan begitu, bagian atas yang berada hampir di tengah-tengah gedung pencakar langit ini meledak total. Radius ledakan yang cukup besar, sekitar tiga ratus meter menyambar gedung-gedung lainnya. Kota ini akan binasa sekarang, bahkan negeri ini.


Jika aku berada di film-film itu, mungkin aku sudah menjadi karakter penjahat nya, aku benar-benar menjadi pengacau sekarang. Jadi, kuputuskan untuk menyerang gadis itu dan menjatuhkan buku sihirnya. Setiap kali aku bergerak, dia melakukan banyak hal untuk menggerakkan setiap benda untuk menghalangi pergerakanku.


...MEGA FLARE!...


Serangan api ini ku campurkan ke arahnya bersamaan dengan ledakan violet. Ketika keduanya bergabung, itu cukup untuk menghancurkan sebuah gedung dari atas hingga ke akar-akarnya.


Tapi, gadis ini menyerap semua seranganku dan mengisapnya ke suatu tempat, portal di langit lain terbuka ketika menuju ke arahku. Dia memantulkan serangan ku kembali dengan kecepatan luar biasa. Gadis ini memiliki sihir yang cukup kuat, selain bisa menyerap serangan seperti itu, dia bahkan bisa membalikan serangan itu.


Tapi aku masih memiliki penghalang sihirku selalu, api Mega Flare ku sendiri akan ku bakar dengan pelindung ku. Seketika serangan balik padaku adalah api yang menjadi debu. Bahkan jika itu angin, aku bisa mengubahnya menjadi air dan kubekukan menjadi kristal super keras.


Setelah dua orang itu tersingkirkan, kini mereka bertiga yang menjadi penganggu ku, si rambut ungu itu, gadis penyihir yang membuat ku seperti ini karena ramalannya. Akan kuhancurkan bola sihir itu.


Tapi aku mendengar suara auman keras dari langit. Bayangan gelap yang menutupi seluruh pemandangan cerah. Menutupi matahari yang bersinar di atas awan. Naga itu mungkin saja adalah mahluk sihir panggilan mereka untuk membunuhku.


WROAAAARRRR!!!


"Naga ini lagi!!"


Ucap lelaki itu.


Sepertinya mereka semua pernah bertemu di suatu tempat, jika naga ini adalah musuh mereka, maka naga ini juga akan menjadi musuhku. Dan jika bukan, aku hanya perlu melihat dulu situasinya.


Naga dengan tubuh besar berwarna hitam ini seperti bagian ujung gunung berapi atau puncaknya, tubuh nya terlihat seperti mengalirkan mana yang berlimpah, membuat kekuatan api di dalamnya terus bereaksi dengan panas berlebih. Bahkan garis-garis dari luar tubuhnya memperlihatkan bagian dalam bagaikan lava. Wujud naga ini memang mengerikan, apalagi dia bergerak secepat itu seperti bukan lagi di sebut sebagai naga.


Terbang melintasi kota sambil menyemburkan semuanya dengan api sampai terbakar, api nya terus menyembur sampai terbang dengan cepat ke arah gadis itu. Lelaki yang bertarung denganku tadi juga mulai menjaga jarak ketika melihat naga itu datang dari langit seperti bukan dari angkasa.


"Aku kembali! Wahai penyihir manusia!!"


Ucap naga itu.


Sambil menyemburkan api dengan begitu cepat, mereka berdua melawannya dengan sihir untuk menyerangnya dan membuatnya oleng. Jadi, naga itu berbelok oleh serangan magis dari buku sihirnya dan menabrak lagi gedung yang lain.


Naga itu tangguh, dia bangkit kembali dengan cepat bersama kaki-kaki nya yang kokoh, hanya dengan pijakannya, seluruh jalan lalu lintas kacau di bawah menjadi hancur.


Setelah terbang menyembur mereka lagi, dia dengan cepat terbang ke arahku, ini begitu cepat.


WUSHH!


Naga itu tidak menabrak ku, tapi dia lewat di sampingku dalam sekejap mata setelah aku menangkap kalimat di dalam dirinya.


"Tunggangi lah aku, wahai calon raja iblis."


Ketika dia terbang ke langit lain, dua gadis itu kembali menyerangku dengan sihir secara bersamaan lagi, bahkan lelaki Akira ini maju lagi dengan topeng aneh mata satunya. Pedang nya menyemburkan seperti ledakan besar ke arahku. Aku mencoba menghindar dari jangkauan besar seperti itu.


Pijakan demi pijakan terus tercipta ke langit-langit, bebatuan kekacauan yang beterbangan kesana kemari. Mereka terus menyerangku tanpa henti, itu karena aku hanya seorang diri, di tambah naga ini sekarang tidak masalah, dia ternyata adalah sekutuku dari dunia iblis. Mungkin saja Marie merasakan kehilangan keberadaan ku dan memerintah semua bawahannya untuk mencari ku, aku tahu dia benar-benar memperhatikanku.


Satu hal yang harus kulakukan adalah saatnya melawan, berikutnya naga itu datang lagi dari arah belakang ku, aku harus bersedia melompat dari puncak gedung yang ini dan naik ke atas nya.


Jadi, ketika aku melompat, aku terjatuh cukup cepat pada tubuhnya yang begitu keras bagaikan batu, tubuhnya memang terasa panas, bagaikan sebuah lava yang mengalir di balik batu gunung berapi.


"Siapa namamu, naga?"


"Namaku Inferno, nama pemberian dari yang mulia ratu iblis, suatu hari Anda juga bisa mengganti namaku ketika ramalan menjadi raja iblis itu tiba." Ucapnya sambil membawaku terbang di langit.


"Siapa yang mengutusmu kemari?"


"Ratu iblis pasti sedang galau dan marah karena kehilangan Anda, dia memerintah seluruh Iblis Scarlet termasuk naga neraka seperti ku untuk mencari Anda secepatnya ke seluruh dunia, tapi dunia begitu banyak, sehingga kami terlambat menemukan Anda, jadi, akulah yang pertama sampai ke sini."


Begitu lah ucapnya.


Angin kencang menyapu rambutku dengan kacau, sudah lama aku tidak merasakan sensasi kecepatan seperti ini. Ini bahkan kecepatan yang luar biasa. Kecepatan Inferno lebih cepat dari sebuah pesawat komersial, dan mungkin bisa setara dengan pesawat jet tempur, tidak ku sangka seekor naga iblis bisa sekuat ini.


Jadi, dari atas langit aku melihat semuanya, hampir seluruh kota ini hancur menjadi api. Gedung-gedung yang rubuh bertabrakan. Kota-kota lainnya pasti akan mulai mengungsi ke tempat yang jauh dari pertarungan kami. Jadi, ku katakan pada Inferno untuk menyerang balik mereka semua, dan hancurkan bagian kota ini lebih banyak lagi.