Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 127 : The new demon lord




Terlepas dari topik, aku mulai bertanya bagaimana dengan kehidupan biasa ku? Dan Haumea menjawab, kehidupan normal mu berakhir, disinilah kita dengan kehidupan yang tidak normal. Di sinilah kita akan menjalani hidup berdua dengan bebas.


"Lalu, bagaimana dengan riwayat ku? Aku di anggap sebagai siswa yang hilang?"


"Kamu masih ingat kan? Dimana terakhir kali kamu berjalan?" Ucap Haumea sambil menopang dagu nya dan melihatku.


"Ya, di lorong sekolah, kamu berhenti begitu saja dan langsung membuatku terpindah ke tempat yang mereka sebut sebagai Vegen atau semacam rumah mereka di luar kubus violet."


"Yap, benar, inilah kubus itu." Ucap nya sambil membuat kubus ungu tampil di hadapanku.


Kubus nya seperti bentuk rubik, dan cukup muat pada genggaman tangan. Cahaya nya seperti tesseract. Tidak ku sangka multi semesta iblis berlapis tidak terbatas seperti itu hanya di tampung di dalam kubus ungu seperti ini, dan mereka semua bercahaya seperti berbentuk piramida di dalam kotak.


Saat aku menatap seisinya, Haumea mengatakan bahwa itulah Infinity Floors, dia menyebutnya sebagai dunia iblis piramida dengan lantai tidak terbatas yang terus bertambah ke atas. Namun, raja -raja iblis terdahulu juga menyebut mereka sebagai Infinity Floors, di luar kubus violet ini adalah tempat bagi para sepuluh iblis scarlet menyimpan diri sejati mereka.


Meskipun seluruh bagian diri mereka di dunia lain di bunuh, mereka tidak akan mati, karena sepuluh iblis scarlet di tugaskan untuk pergi ke dunia mana saja dan menghasut manusia untuk menjadi pengikut dan penyembah iblis.


Kita semua iblis adalah mahluk yang penuh tipu daya, karena semua iblis juga merupakan tipu daya itu sendiri. Bahkan Haumea mengatakan tentang akting luar biasa dari semua bawahannya, mereka menjelmah menjadi manusia normal, menjalani kehidupan normal pada awalnya dengan alur untuk menghasut orang lain yang di dekatinya.


Terlebih lagi bagian diri mereka semua yang masih aktif untuk melakukan akting kegelapan. Yang tidak bisa di langkahi oleh semua iblis scarlet adalah alam sihir, awalnya Haumea pernah binggung tentang keberadaan alam sihir atau alam peri.


Tentang semua iblis scarlet tidak mampu menginjakkan kaki ke alam sihir, terkecuali Haumea itu sendiri. Haumea berbicara kepadaku dengan tenang sambil membawaku berjalan pada ingatannya, setelah selesai dengan ingatannya, aku bertanya lagi padanya apakah mungkin alam sihir dan alam peri adalah alam yang di lindungi?


Sepuluh iblis scarlet pernah masuk bersama nya untuk melangkah ke sana, namun hasilnya, mereka hanya mati tak tersisa hingga dia harus membangkitkan kembali mereka semua. Dia mencoba berkali-kali, nama penghapusan sepuluh iblis scarlet ketika masuk di sana adalah mutlak.


Semua iblis di tolak untuk masuk ke alam sihir dan peri, Haumea yakin bahwa itu adalah alam para mahluk suci yang berkumpul untuk melawan iblis dan menuntun semua dunia bawah agar terlepas dari kegelapan. Dan sekarang, dia berkata "Tapi aku memiliki mu" sambil menunjuk ke arahku dengan tersenyum.


Dia kemudian bertanya lagi.


"Aiden, apakah kamu bahagia?"


Aku diam sesaat untuk menjawabnya, dan dia langsung memberi pertanyaan lagi.


"Aiden, apakah kamu bahagia?"


Aku menjawab "Mungkin ya."


Dia berdiri dari kursinya, kemudian berjalan perlahan ke belakang ku, mengusap kepalaku, dan berbisik di telingaku.


"Aiden, kamu tahu, kita berdua mungkin sudah mencapai titik kebahagiaan yang tinggi dari realita normal, kita adalah penguasa dunia iblis, kita sudah melampaui realita dunia iblis kamu tahu? Apa yang tidak bisa kita lakukan?"


Dia kemudian berpindah lagi ke telinga kiri ku.


"Kamu ... adalah ... raja, dan kamu adalah milikku."


Dia selesai dari telinga kiri dan kembali berdiri dengan normal.


"Sebagai raja dan ratu, kita memang bebas melampaui dunia iblis apa saja, melampaui semua dualitas nya? Melampaui semua takdirnya? Mewujudkan mimpi apa saja disini menjadi nyata. Apakah kamu merasa bahagia?"


Tanya nya lagi.


"..." Aku tidak menjawab dan belum berniat menjawab sedikitpun.


"Yeah, kamu bahagia, aku bisa merasakan perasaan mu." Ucapnya sambil memegang dadaku seolah-olah mengerti perasaanku.


"Walau kamu bahagia, aku juga bahagia, namun aku belum menemukan kebahagiaan sejati semenjak keberadaan alam sihir atau alam peri seperti itu."


Dan aku bertanya, "Apa alasannya?"


"Alasannya, adalah ... keyakinan, keyakinan ku tentang keberadaan alam sihir dan alam peri yang setara dengan Vebernhae atau mungkin, ada alam sihir yang lebih tinggi lagi. Jika itu ada, maka ada realita yang lebih tinggi dan mungkin menganggap kita sebagai debu sama seperti kita menganggap semua iblis di dalam kubus ini."


"Oh, aku paham perasaanmu, dan mungkin aku akan menginjakkan kaki ku ke sana juga, tapi ... kamu belum menjawab bagaimana dengan diriku yang sebelumnya?"


"Hmm, ya, aku lupa menjawabnya, sebenarnya aku menciptakan ilusi dimana aku membunuhmu, seorang gadis cantik bernama Marie yang membunuh kekasihnya sendiri."


"Kurasa itu cukup buruk, kalau begitu aku akan–"


"Mungkin."


"Tidak perlu melakukannya, seluruh dunia iblis harus tahu siapa raja baru mereka."


"Jadi, inilah hari nya, hari dimana aku akan mengatakan diriku sebagai raja iblis yang baru, hmm baiklah."


Lagipula, di tempat ini tidak perlu hari, tidak perlu bulan, tahun, dan tidak ada apapun waktu. Jadi tidak ada yang perlu di sebut.


Jadi, sekali lagi aku menggunakan jubah hitam yang sama dengan yang di miliki Fyrena, karena aku benar-benar menyukai gayanya. Haumea membawa ku ke suatu tempat yang dia sebut sebagai tahta Vebernhae, sebelum itu, kami melintasi jembatan panjang dengan cahaya merah yang tidak terhitung jumlahnya. Mereka semua ada dengan jumlah yang tidak terbatas.


Disini lah jembatan dimensi yang di sebutkan oleh nya sebagai pyramid bridge. Di bawah jembatan ini adalah kehampaan dengan semua lapisan dunia iblis yang tidak terbatas juga. Jika berjalan di jembatan ini saja, kami bebas memilih dunia iblis mana yang akan di ubah.


Dan dengan menjadi raja iblis, semua dunia iblis kini berada di bawah kendaliku. Aku bahkan bisa mengubah konsep setiap dunia atau mengubah konsep nya secara massal hanya dengan pikiranku.


Haumea tidak hanya mengatakan itu, dia juga bilang bahwa aku tidak perlu memohon untuk di puja, karena kita adalah pusat semua alam iblis. Hanya dengan mengubah dunia iblis sesuka hati, kita mampu menundukkan semuanya hanya semudah mengedipkan mata tanpa hambatan.


Sebenarnya, aku juga belum pernah merasakan seperti apa menulis cerita seseorang. Tapi Haumea mengatakan, dia menyerahkan semua jalan takdir dan cerita pada setiap dunia masing-masing. Setiap multisemesta iblis pada satu lapisan itu mampu untuk mewujudkan pikiran mereka, dan mereka mampu untuk menciptakan tubuh avatar sebagai perwujudan dari multisemesta itu sendiri kemudian menuliskan takdir setiap mahluk yang ada di dalam nya termasuk kehendak kita.


Menulis kisah hidup seseorang dari awal hingga akhir akan membutuhkan waktu panjang, namun setiap perwujudan multisemesta iblis yang menulis tidak membutuhkan waktu, karena mereka adalah ruang dan waktu itu sendiri. Mereka akan hadir di mana-mana untuk memperbaiki setiap alur yang berbelok. Terkecuali alur itu sendiri di belokkan oleh Haumea, maka tidak akan ada yang mungkin berani ikut campur.


"Kamu terlihat lebih baik seperti itu." Ucap Haumea.


"Em." Jawabku tanpa respon banyak.


"Aiden, apa kamu sudah menyiapkan kata-kata mu? Pikirkanlah apa yang akan kamu katakan pada seluruh dunia, biarkan semua iblis mendengarkan." Haumea berbalik ke arahku.


Dan kemudian dia mengubah lagi pakaiannya menjadi gaun merah yang panjang, tidak seperti gaun merah yang selama ini dia kenakan. Rambut merah panjang nya berterbangan seperti tertiup angin ketika gaun nya berubah, dan tanduk hitam nya muncul lagi.


"Apakah itu gaun yang baru?" Tanya ku.


"Sepertinya baru tercipta saat ini." Jawabnya.


"Kemudian aku melontarkan suatu pujian untuknya bahwa itu terlihat bagus untuknya daripada gaun merah yang sebelumnya."


"Benarkah? Kalau begitu aku mungkin akan memakainya selamanya jika kamu mau."


"Eee.... kurasa tidak perlu selamanya seperti itu."


Dia menyuruhku untuk tetap di tempat ku saat ini, dan dia terus berjalan di balik kabut tebal yang menyelimuti seluruh jembatan ini. Saat dia sudah sampai lebih dulu, dia mengatakan padaku untuk segera menghampirinya.


Di balik kabut besar dan panjang itu adalah sebuah tahta, tahta dengan retakan yang berisi lava dari neraka. Kurasa aku tertarik dengan tahta ini. Haumea mengatakan, bahwa ini adalah tahta kita berdua.


Dia mengandeng tanganku dan naik pada beberapa anak tangga yang seperti terbuat dari batu neraka. Dia menyuruhku untuk duduk ketika aku sampai pada dialog ku.


"Aku akan menghubungkan seluruh dunia iblis disini, apakah kamu siap?" Tanya Haumea padaku.


Kemudian aku mengangguk.


Apakah harus ku sambut dengan lelucon? Ataukah harus ku tunjukkan seperti apa sifat megalomania dalam diriku?


Hmm....


Menggabung kedua nya mungkin terasa lebih baik untuk ku, apapaun itu, aku belum memikirkan sepatah kata.


Haumea berdiri ke depan di sampingku, dia menyatukan tangan kanan dan kirinya secara terbalik dari posisi di dekat perutnya, kemudian tangan yang menyatu secara terbalik itu naik perlahan ke atas dan dengan cepat di arahkan ke depan bersama sinar merah yang menyala terang.


Saat itu juga, dia seperti menciptakan gelombang yang menyebabkan setiap alam semesta saling terhubung untuk mendengarkan nya. Seluruh kabut dan awan hitam yang menutupi jembatan ini mulai terbelah dan menghilang.


Ini lah tempat yang menjadi puncak untuk sang raja yang melampaui dunia nya. Haumea membuat semua gelembung merah itu saling terhubung seperti benang merah tak berujung untuk menghubungkan semua dunia yang tidak terbatas, entah dunia terkecil, hingga dunia tertinggi termasuk Vegen yang merupakan tempat di luar kubus violet.


Jembatan ini sangat panjang, sebenarnya tidak terbatas, namun kami adalah penguasa yang bebas. Di sepanjang jembatan dan jurang kekosongan tak berujung di penuhi oleh semua dunia iblis, multisemesta dari setiap lapisan yang tidak terbatas jumlahnya. Semua nya akan mendengarkan apa yang Haumea katakan.