Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 180: New Staff



Langkah pertama merupakan satu keberhasilan yang memuaskan, Aiden tidak mendaftar sebagai pegawai biasa, dia tidak bekerja sebagai pekerja pabrik ataupun sopir logistik, karena menurutnya itu terlalu mudah dan menghalang jalannya. Awalnya dia sempat tertawa ketika melihat posisi pekerja sebagai pilot logistik pengirim barang ke luar negeri. Gaji untuk pekerja seperti itu lumayan besar dan menggiurkan.


Tapi sayang sekali dia disini bukan untuk itu, karena ada tujuan dengan jabatan yang lebih tinggi. Aiden berhasil di terima sebagai staff logistik, untuk langkah awal, itu cukup bagus untuk memulai rencananya. Di hari pertama, dia baru saja masuk dengan kemeja putih rapih, dasi hitam serta celana hitam layaknya orang kantoran pada umumnya.


Tapi pihak perusahaan mengabarkan bahwa Aiden akan mendapatkan kostum khususnya minggu depan, baginya, kostum itu bukan apa-apa walau beberapa pekerja benar-benar ingin menduduki jabatan sebagai staff logistik dan mengenakan kostum khusus seperti itu.


Aiden sudah mengumpulkan banyak tenaga dan pikiran untuk terus berakting setiap hari, salah satunya berpura-pura menuju kantor dengan menumpangi taksi online. Sangat aneh di pikiran orang lain jika hari pertamanya masuk sudah mengemudi mobil mewah seharga 3 juta scarlet. Jelas gaji yang di tabung seorang pekerja staf logistik bahkan masih jauh dari kata cukup untuk membeli mobil seperti ini.


Dia awalnya binggung untuk menemukan gedung nya, pada akhirnya Aiden hanya perlu bertanya pada petugas keamanan dan petugas kebersihan layaknya pekerja yang baru masuk. Dan perlu dia ingat, satu hal yang paling penting bahwa dirinya adalah Valo Kairi dan bukanlah Aiden Leonore. Dia tidak boleh melupakan itu.


"Mencari sesuatu?" Tanya petugas sebelumnya.


"Eh, iya pak, saya masih baru di tempat ini dan saya mencari gedung logistik." Jawabnya.


"Maaf, saya pikir Anda salah, ini adalah kantor pusat. Gedung logistik kita berada di Rebecca bagian timur, apakah Anda tahu tempatnya?"


"Saya pikir saya bahkan tidak mengetahui itu pak, kalau begitu, saya akan mencarinya sendiri. Terima kasih atas bantuannya." Aiden kemudian menarik nafas panjang dan menahan kesabarannya lebih dalam. Dia hampir kesal awalnya bahwa gedung logistik bukan berada di pusat kota, melainkan di Marina yang merupakan bagian timur Kota Rebecca.


Bagian Marina merupakan tempat yang lebih banyak di tempati oleh industri atau pelabuhan, paling banyak merupakan tempat penyimpanan barang eskpor dan impor, pusat pengolahan perikanan, dan sisanya mungkin sekolah para pelaut. Sementara gedung logistik Golden Box juga di tempatkan di sana. Dia baru sadar bahwa itu memang cukup masuk akal.


"Tunggu pak, mungkin saya bisa membantu Anda." Petugas keamanan itu tiba-tiba saja memanggilnya kembali.


Kairi berbalik tanpa ekspresi.


"Kebetulan salah satu temanku merupakan petugas keamanan sama sepertiku, dia pemalas dan sedang bersantai di gudang belakang sekarang, aku akan menyuruhnya berjaga disini sementara itu, aku akan membantu mengantar Anda ke lokasi gedung logistik."


"Maaf mereportkan pak, tapi bagaimana dengan waktu istirahat teman Anda? Anda tidak bisa merengut waktu istirahatnya begitu saja."


"Tidak ... dia sedang tidak berada dalam waktu istirahat, dia berada di waktu bekerja yang harusnya sama denganku seperti saat ini, jika dia tidak kembali bekerja, maka aku akan melaporkannya pada atasan agar gaji bulanannya terpotong."


Tidak ku sangka, begitu banyak orang munafik di dunia ini. Mereka rela menjelek-jelekkan temannya sendiri, mengancam potongan gaji, dan semacamnya kemudian meninggalkan tugasnya untuk membantu petugas lain agar dirinya terlihat baik hati. Hahaha, pria ini ... sangat bodoh dan munafik.


Kairi mulai tersenyum di dalam hatinya layaknya Leonore bajingan itu.


"Maaf pak, tapi saat ini aku bisa mencarinya sendiri. Aku pasti lupa melihat alamat gedung nya, jadi aku akan memeriksa kembali dengan teliti."


"Anda serius menolak?"


"Tenang saja pak, aku perlu terbiasa dengan hal semacam ini. Terima kasih atas bantuannya."


"Oh, kalau begitu hati-hati di jalan."


Siapa yang mau menerima bantuan dari orang bodoh, Aiden tidak sudi di menerima bantuan oleh orang seperti itu, selagi dia memiliki uang, dia akan melakukannya sendirian sesuai keinginan.


Aiden memang lupa melihat lokasi gedung nya, sehingga datang ke tempat yang salah. Dia lumayan terlambat untuk hari ini, tapi beberapa pegawai dan staff menyambutnya dan memintanya untuk berkenalan satu sama lain di anatara mereka semua.


Untuk hari pertama, salah satu staff logistik terbaik di Golden Box mengajaknya berkeliling untuk memperkenalkan lokasi-lokasi yang harus di ketahui, seperti di mana mobil-mobil logistik membawanya ke kantor pusat, atau bagaimana barang-barang logistik di antar ke kapal untuk melakukan ekspor dan perdagangan jalur lautan.


Ini pertama kalinya.


Sudah lama sekali Aiden tidak menjabat tangan seseorang secara formal. Tapi dia harus melakukannya untuk memperkenalkan dirinya.


"Senang bertemu Anda pak, saya Valo Kairi, Anda bisa memanggil saya Kairi."


"Ngomong-ngomong,saya ingin bertanya. Anda bekerja di bagian logistik yang mana?"


"Saya baru saja di terima masuk hari ini sebagai staf logistik." Jawab Kairi.


Carlos mengangguk pelan sambil tercengang di hatinya, dia berpikir bahwa orang ini luar biasa, pekerja baru bisa langsung di terima sebagai staf, Carlos berpikir bahwa latar belakang nya pasti tidak biasa.


"Woah, luar biasa sekali. Anda baru masuk dan sudah bisa menerima posisi sebagai staf, saya kagum dengan itu, dan saya pikir mungkin usia kita tidak berbeda jauh ya, jadi berhentilah bersikap terlalu formal pada saya ya."


"Begitu kah?" Tanya Kairi.


"Ya, kurasa begitu. Sebagai sesama staf, kita akan menjadi rekan mulai hari ini." Ucap Carlos dengan tersenyum lebar.


Kairi tersenyum miring sambil berpaling ke arah lain dalam sekejap dan kembali menatap Carlos dengan balasan senyuman normal. Itu bagus, dia berpikir akan mendapatkan rekan baru setelah pengalaman bekerja yang hanya sebagai barista. Mulai hari ini, segalanya akan di mulai. Sebagai Kairi, dia akan berusaha bekerja dengan prestasi yang terus meningkat agar bisa mendapatkan promosi.


Semakin banyak promosi, semakin tinggi jabatannya. Ketika jabatannya menjadi semakin tinggi, dia akan memiliki akses dan kendali lebih atas banyak hal yang merupakan kunci idenya. Aiden mengabari Erine lagi untuk mengatakan bahwa mereka akan berakting dalam jangka panjang. Aisquin dan Golden Box memiliki persamaan, persamaannya adalah, keduanya merupakan perusahaan produksi rokok.


Biasanya, perusahaan menjalin hubungan dengan perusahaan lain, bertukar informasi, atau hal-hal yang menarik untuk membahas sebuah keuntungan. Urusan seperti itu merupakan urusan petinggi dalam perusahaan. Antara Aisquin Company dan Golden Box Company, bedanya Golden Box merupakan perusahaan yang telah mencapai posisi kedua dalam peringkat perusahaan rokok terbaik. Maka Aiden mengatakan pada Erine untuk menemuinya kembali ketika dia telah berhasil menjadi direktur di perusahaan itu. Aiden menjanjikan segalanya akan menjadi lebih mudah.


Dialog yang mereka lakukan dua hari lalu tampaknya tidak terlalu banyak, namun Aiden mengatakannya dengan singkat.


"Rencana ini akan terus berjalan sesuai skenario, bedanya, aku akan membuatnya menjadi lebih menarik."


Membaca pesan teks itu, Erine belum terlalu mengerti apa yang di maksud Aiden, tapi orang itu sadar bagaimana cara menjelaskannya dengan begitu singkat. Dia menulis sebuah pesan berisi kalimat "Temui aku ketika jabatan direktur Golden Box telah jatuh di tanganku."


Erine tentu begitu berat hati mendengar ucapan orang gila ini, dia benar-benar meremehkan apa yang akan di lakukan Leonore.


"Jabatan Direktur Golden Box? Jatuh ke tanganmu? Benda apa saja yang kamu tabrak sehingga otak mu menjadi kehilangan akal dan terus berhalusinasi seperti itu?"


"Jangan meremehkanku, nona~ ingatlah bahwa hingga saat ini psikopat gila sepertiku belum berada di balik sel jeruji."


"Kamu ingin lihat bagaimana aku menjerumuskanmu masuk ke dalam sel jeruji itu? Itu mudah."


"Oh, itu tidak akan semudah yang kamu pikirkan, nona. Sebelum melakukan tindakan seperti itu, aku akan memastikan bahwa tenggorokanmu sudah tidak terhubung dengan kepala mu lagi, akan ku tambahkan beberapa tusuk sati di atasnya."


Melihat pesannya, Erine terdiam beberapa menit dengan jantung nya yang berdebar kencang. Ini hanyalah sebuah pesan, sebelumnya dia tidak pernah gemetar ketika menghadapi ancaman dan penipuan. Tapi kali ini yang mengiriminya pesan adalah orang gangguan mental yang sikapnya cukup mengintimidasi perasaan orang lain.


"Kalau begitu, berapa lama waktu yang akan kamu tempuh untuk mencapai rencana konyol mu itu?"


"Dua tahun." Jawab Aiden.


"Dua tahun?? Itu terlalu lama, asal kamu tahu, aku sudah membayar mu cukup banyak pada hari itu."


"Baiklah, beri aku waktu satu tahun, aku akan segera membuktikannya padamu."


"Ok saja, satu tahun terdengar cukup memuaskan, jangan bertindak aneh yang membuat wanita seperti ku bisa masuk ke dalam penjara."


"Aku tidak akan melakukan hal bodoh yang merugikanmu, asal kamu tahu nona, rencana akan berjalan sesuai keinginanku. Dan ingatlah ketika hari itu tiba, aku akan menemui mu sebagai Valo Kairi."


Pesan di tutup, dan keduanya tidak pernah lagi berkomunikasi satu sama lain selama empat bulan lebih. Erine memiliki beberapa jaringan besar, maka dari itu, selain Dave yang merupakan bawahan cerdasnya, dia memiliki orang-orang di kawasan luar perusahaan yang di bayar sebagai mata-mata untuk terus mengawasi Aiden dan melaporkan setiap jejak dan perilakunya. Tapi Aiden tidak kalah semudah itu, dia bisa mengetahui bagaimana membedakan seseorang mata-mata sekalipun gerak-gerik dan tindakan mereka layaknya masyarakat normal.