
Kerajaan besar dengan bangunan-bangunan megah berdiri di sana-sini, bunga-bunga mekar tumbuh di sepanjang jalan dengan tiang lampu klasik berjejer dimana-mana. Ada dua bagian terbelah oleh sungai bersih ini, di setiap dua ratus meter terpasang jembatan indah yang menghubungkan dua tempat ini menjadi satu kerajaan.
Namun aku sudah datang untuk merusak dan menakuti semua orang disini. Delapan ratus pasukan belum mati, namun saling melukai satu sama lain dengan pedang mereka. Sampai aku menghentikan mantra nya, baru lah mereka semua berhenti, itu akan terjadi ... dua ratus tahun lagi, dan jika saja aku tidak lupa untuk menghentikan siksaan pada mereka.
Mantra ini tidak bisa di patahkan oleh mantra apapun, tidak peduli sihir dan mantra suci apapun itu, semua tidak akan berpengaruh untuk menghentikan siksaan ini. Selanjutnya, aku berjalan dimana setiap bunga dan tumbuhan yang ku lewati akan mati dalam sedetik.
Mereka semua berlari dari gerbang lain kerajaan ini, tepat di depan sana. Haumea menatap ku dan bertanya apa lagi yang akan kita lakukan? Lalu aku menjawab bahwa aku tidak tahu, soalnya mereka semua membosankan.
Sampai aku benar-benar bosan, aku melangkah lagi perlahan ke depan sambil mengacungkan tangan kanan ku dari arah kiri dan menggeser kehampaan. Saat itu juga, apapun yang ada di depanku segera bergeser ke kanan seperti debu. Bangunan-bangunan megah kerajaan ini, pepohonan, bahkan sungai semuanya tergeser terbang jauh sampai membuat kerajaan besar ini menjadi dataran rata yang luas tanpa sisa.
Semua yang berdiri dengan kuat tergeser bagaikan debu. Di depan sana, mereka semua tidak terlihat lagi, namun semua nya sudah melarikan diri melalui hutan besar mereka, bahkan suara keributan semua orang terdengar begitu panik. Di tambah lagi ... raja itu di bawa lari dengan kereta kuda bersama petinggi-petinggi kerajaan.
"Kenapa kita tidak mengejar dan menghabisi mereka semua?" Tanya Haumea.
"Kurasa mereka semua tidak perlu di bunuh, melainkan di siksa."
Aku kemudian melancarkan kutukan lain yang tidak membunuh, namun semua orang telah melihat ku, mereka telah merasakan keberadaan ku, maka dari itu mereka akan mengalami hal terkutuk, dan aku bisa saja membuat mereka menjadi apapun yang ku inginkan.
Aku kembali, agar Haumea juga kembali pada kesadaran Vebernhae kami berdua. Dari atas sana, tepatnya aku duduk bersamanya, Aku memperlihatkan padanya bagaimana mereka akan di siksa. Dengan keinginan ku, jutaan rakyat kerajaan itu akan merasakan panas luar biasa pada kulit mereka bersamaan dengan rasa gatal.
Rasa gatal itu tidak tertahankan, dan kulit mereka akan menjadi perih dan perih. Hingga akhirnya kulit mereka makin melepuh dan terkelupas, rasa gatal itu semakin luar biasa. Setiap orang akan merobek kulit mereka sendiri karena rasa itu, hingga menembus lapisan kulit berikutnya, darah akan keluar sedikit demi sedikit, menembus hingga ke kulit terdalam dan menembus ke daging mereka.
Tangan mereka akan merobek semua kulit mereka, bahkan termasuk merobek daging mereka hingga habis. Kuat atau lemah, mereka akan merobek daging mereka sedikit demi sedikit hingga tubuh mereka tersisa tulang, kemudian mencabut organ tubuh mereka sedikit demi sedikit.
Ada yang memulai dengan merobek perutnya, kemudian mengeluarkan semua organ tubuhnya dari perut, merobek semua tubuhnya hingga hanya tersisa daging-daging yang menempel pada tulang mereka. Setelah itu, mereka akan hidup kembali sebagai mayat hidup dengan tubuh hanya tulang dan beberapa daging busuk mereka yang sudah menempel di tulang mereka selama satu minggu lebih.
Ini berlaku untuk semuanya, bahkan raja dan ratu. Mereka akan melakukan hal yang sama, terkecuali anak kecil atau bayi, aku membuat tubuh mereka membeku seperti batu, namun serangga-serangga akan menggerogoti bagian tubuh mereka dari ujung kepala hingga kaki, memakan bola mata mereka dan melubangi otak-otak anak kecil yang sedang tumbuh.
...Beginilah akibatnya jika meremehkan seorang raja iblis....
...Aku bukan lagi setan, aku bukan lagi iblis....
...Aku adalah raja iblis....
"Bagaimana, apa kamu menyukai pertunjukannya, Haumea?" Tanya ku.
"Mengagumkan~"
"Selanjutnya tidak akan ada yang menggangu kita lagi."
Dia tersenyum dan memberikan telapak tangannya di atas meja, kemudian aku meraih tangan itu bersama kita kembali ke alam sihir untuk merusak. Menjadi penjahat yang mendapatkan tiket kemenangan itu menyenangkan.
Sebagai gantinya, ku ciptakan kembali semua bangunan megah kerajaan ini seperti semula, namun tidak ada emas, yang ada hanya bentuk bangunan yang sama dengan tembok kokoh penuh darah. Bendera-bendera kerajaan akan tercipta kembali, namun dengan simbol tubuh Haumea di atas kain hitam yang sedikit rusak. Seperti itulah tempat tinggal iblis.
Dengan begini, kerajaan ini akan menjadi tanah terkutuk yang sebenarnya menjadi area pintu masuk iblis-iblis terkutuk dari alam iblis. Karena sudah menyelesaikan penciptaan ulang kerajaan suci menjadi kerajaan iblis, aku akan mengklaim bahwa istana ini adalah istana kecil kami. Dan iblis terkutuk akan menjadi rakyat ku.
Kerajaan ini akan terlihat seperti kerajaan suci dari matahari terbit hingga matahari hampir terbenam, saat hari mulai malam, tidak akan ada lagi cahaya di seluruh kerajaan, bangunan menjulang tinggi gelap gulita di tembus oleh cahaya bulan, ribuan Iblis biasa juga akan tinggal disini, hidup dan terlihat layaknya manusia atau elf, namun mereka semua harus berubah menjadi abstraksi iblis mereka pada malam hari.
Makan semua jiwa-jiwa manusia, bisikan jutaan ajaran sesat untuk membawa mahluk suci ke neraka. Inilah aturan ku, dan aku sudah memberi suara pada seluruh keberadaan alam iblis untuk mematuhi ku.
"Penciptaan ulang yang cukup bagus ya~"
Ucap seseorang.
Suara seorang perempuan datang dari arah lain dengan langkah sepatu yang terdengar. Suara nya lembut namun keberadaan nya bukan hanya satu orang. Aku dan Haumea berbalik pada tubuh ini, melihat ke arahnya datangnya suara gadis itu.
Di belakang kami, ada seorang gadis berambut hitam panjang dengan ikatan melingkar di kanan dan kiri, beberapa bagian rambutnya berwarna abu-abu. Di dekatnya ada seorang lelaki berambut hitam dengan pakaian baju orang biasa. Di tambah lagi dua gadis dengan rambut merah muda dan yang satunya berambut ungu.
Bukan hanya pernah melihat mereka atau merasa mengenal mereka, tapi ... mereka adalah para penyihir dari dunia modern yang bahkan selamat dari sihir penghancur Virditas.
"Oh..... hahaha~ para penyihir, rupanya kalian lagi, kalian memang masih hidup yah, apa itu bisa di sebut sebagai keberuntungan?" Ucap Haumea.
"Penerus ratu iblis, Aiden Leonore. Seharusnya kamu menghentikan perbuatan keji ini."
"Gadis penyihir, aku bukan lagi penerus ratu ku."
Ucapku sambil mengambil genggaman tangan Haumea dan memperlihatkan cincin kami pada mereka.
"Aku bukan penerus, aku........ adalah raja iblisnya, dan ratu ku adalah ratu ku. Aku tahu kalian memang datang untuk menghentikan ku, aku bahkan tahu kalian mengintip ke takdir masa depan dengan ramalan bola kristal itu, bukan?" Ucapku dengan tersenyum baik.
Jari telunjuk ku mengarah pada gadis berambut ungu itu, menarik keluar bola sihir itu dari dalam tubuhnya, aku bahkan tahu bola sihir ini bisa melihat ramalan masa depan seseorang, namun bukan hal yang mudah untuk mengintip masa depanku yang tidak terkira.
Di atas jari-jari ku tanpa sentuhan, bola kristal ini melayang dengan cahaya redup dan aku memuji hal yang mereka lakukan untuk mencoba menghentikan ku, Saat aku menatapnya sekali, bola kristal itu segera retak dan meledak seperti balon yang mengeluarkan percikan api dan menjadi debu.
Ekspresi wajah mereka semua berubah drastis ketika bola kristal ini hancur olehku, aku merampasnya secara paksa kemudian menghancurkannya berkeping-keping tanpa di sentuh. Segera wanita berambut hitam itu melancarkan serangan sihir super cepat ke arahku, kekuatan mereka masih sama seperti sebelumnya, kecepatan yang luar biasa.
Di Vebernhae, Haumea yang menyentuh tanganku meminta agar melepas semua segel dan membiarkannya bertarung untuk ku. Aku memenuhi permintaan itu kali ini, melepas segel tubuh pada avatar dirinya dan mengembalikan semua kekuatan sihirnya di sana.
Aku bisa melihat tubuhnya yang mulai mampu berdiri lebih kuat dan hawa membunuh yang besar. Dia maju selangkah di depanku untuk mengarahkan satu jari telunjuknya dan menyerang balik gadis sihir berambut hitam itu dengan serangan yang jauh lebih cepat lagi.