Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 182: Disgusting Tramp



Kairi pulang seperti biasanya, setelah menyelesaikan semua tugas-tugasnya, dia akan berajak dari ruangan dan pergi tanpa beban pekerjaan. Udara di malam hari benar-benar dingin, tapi biasanya ada orang-orang yang sudah terbiasa hidup dengan cuaca seperti itu. Kebanyakan dari mereka adalah gelandangan dan pengemis jalanan.


Di dekat kantor ini, terdapat salah satu gelandangan yang hobi mengangkut barang dan sampah yang menurutnya berharga. Orang bodoh ini terkadang berteriak di jalanan dan menganggu pejalan kaki yang lainnya. Kairi pernah bertanya pada pegawai-pegawai sekitar, namun mereka menjawab bahwa gelandangan itu mungkin ditelantarkan oleh keluarganya.


Namun salah satu pemilik toko roti di seberang jalan mengatakan bahwa pria itu lebih tepatnya mengalami depresi setelah istrinya selingkuh, pemilik toko menyarankan untuk mengabaikannya saja, terkecuali Anda memiliki niat baik untuk memberikannya sedikit uang recehan.


Kairi saat itu bertanya, bagaimana pemilik toko bisa mengetahui asal-usul pria gelandangan itu. Namun, pemilik toko itu sendiri malah meninggalkan para pegawainya dan duduk di meja yang sama dengan Kairi. Lagipula, itu adalah jam istirahat, ketika pegawai lain pulang ke rumah, atau ke tempat yang menjadi urusan mereka, Kairi hanya singgah untuk membeli beberapa roti mewah disini.


Pria pemilik toko roti itu mengatakan, bahwa dulunya geladangan ini adalah salah satu karyawan di toko nya, dia menceritakan banyak hal, bagaimana pria baik hati itu entah bagaimana terlilit oleh suatu masalah. Awalnya dia baik-baik saja, seorang karyawan yang ceria dan penuh semangat. Hingga suatu saat, absen kerja nya lebih sering kacau, dia jarang masuk kerja, menjadi pemabuk, dan pada akhirnya dia dicampakkan, istrinya berselingkuh karena masalah ekonomi.


"Kalau begitu, Anda benar-benar tahu masalahnya yeah."


"Tidak, tidak sepenuhnya begitu, di saat dia sering bolos dalam pekerjaan dan kesulitan dia masih berani untuk menghubungi ku sambil memohon untuk meminjamkan uang padanya." Jawab pemilik toko.


"Lalu? Anda memberikannya?"


"Kurang lebih seperti itu, aku meminjamkan uang dengan hal yang setimpal, gaji nya akan terpotong selama tiga bulan penuh, tapi sayang sekali, dia tidak pernah lagi kembali bekerja."


"Inikah yang terjadi pada akhirnya? Menjadi gelandangan miskin seperti itu? Di mana anak-anaknya?" Kairi terus bertanya pada saat itu sebagai topik pembicaraan walau tidak terlalu menarik.


"Dia hanya memiliki satu orang anak perempuan, sebelum dia menjadi seperti, dia menceritakan dengan penuh bahagia, tidak hanya pada karyawan lainnya, dia juga menceritakannya padaku."


"Cerita seperti apa??"


Di saat pertanyaan Kairi dilontarkan, pemilik toko jadi membahasnya lebih panjang. Itu adalah masalah sebelumnya, dia pikir bahwa dia akan bahagia ketika anak keduanya akan melahirkan. Tapi data rumah sakit, bahkan bayi itu benar-benar bukan miliknya. Dan itu adalah fakta bahwa istrinya mengandung bayi pria lain.


Setelah keduanya bercerai, bahkan istrinya membawa anaknya pergi. Pria itu mulai menjalani hidup sendirian, hingga bank menyita rumahnya dan membuat pria itu harus tinggal di jalanan. Sekitar bulan Februari 2023, kehidupan gelandangan pria malang telah di mulai. Menjadi pengemis yang hobi bercerita dengan tembok sambil menggali-gali tempat sampah untuk menemukan sepotong makanan basi.


Beberapa pejalan kaki terkadang merasa kesal ketika pria gelandangan ini mendekat dan mengemis, mereka mengeluh bahwa pria itu benar-benar memiliki aroma yang tak sedap. Bahkan, dia pernah masuk ke dalam mobil seorang pria kaya raya dan mengemis dengan sedikit paksaan. Tidak senang akan hal itu, jelas pria tersebut menariknya keluar dari dalam mobil dan menghajarnya hingga terjatuh kemudian membuang ludah ke wajahnya.


"Jujur, aku benar-benar kasihan melihatnya menjadi gelandangan seperti itu." Ujar pemilik toko roti.


"Lalu, bagaimana dengan hutang yang dia miliki kepada Anda?" Kairi masih bertanya satu hal.


"Aku merelakannya, dan menganggap hutang pria itu lunas, dia pasti terjebak dengan begitu banyak hutang di luar sana. Bahkan dia tidak mengenaliku sekarang, walau aku seringkali memberinya beberapa bungkus roti karena melihatnya terbaring di gang sebelah toko ini."


Tapi dia melihat pria gelandangan itu sekali lagi setelah melihatnya sebanyak tiga kali. Dan ini adalah keempat kalinya Kairi melihat pria gelandangan tersebut. Awalnya dia menuju ke arah Kairi, namun Kairi harus mengabaikannya karena merasa tidak perlu berurusan dengan orang aneh.


Walau telah mengabaikannya, gelandangan itu pada akhirnya tetap menghampiri Kairi sambil membawa sekarung benda-benda aneh di dalamnya, rambutnya panjang menyentuh pundak dan begitu berantakan seolah-olah beberapa helai telah bergabung menjadi satu ikatan, kemungkinan itu adalah rambut yang sangat keras dan sulit di sisir. Bajunya memiliki beberapa robekan dengan celana penuh noda.


"Tuan, tolong berikan aku sedikit uang Anda." Gelandangan itu mulai berbicara pada Kairi.


Kairi tetap mengabaikannya dan melihat kembali isi ponselnya.


"Tuan??"


Gelandangan ini terus di abaikan, hingga akhirnya dia menyentuh tas kecil Kairi dan menyentuh dompetnya sambil meraba-raba ke tempat lain di dalam tas itu walau hanya sesaat."


"Apa yang kamu lakukan?!?!" Ucap Kairi sambil menarik tas kecilnya dengan cepat, namun dompetnya terjatuh dari sana.


"Anda mengabaikan saya, mungkin itu berarti Anda ingin saya mengambil uang itu sendirian dari tas Anda?"


Ucap pria geladangan sambil tersenyum seolah-olah tindakannya benar.


Kairi segera menunduk untuk mengambil dompetnya, namun pada saat yang bersamaan gelandangan ini juga meraih dompet Kairi, dan memegang dengan erat agar dompet itu tak lepas dari tangannya. Satu dompet di raih oleh dua tangan, Kairi menariknya dengan sedikit kasar pada awalnya, namun gelandangan itu malah memperkuat tarikan balik agar dompet itu tetap bertahan di tangannya.


Rahang nya sekarang bergerak sedikit demi sedikit, sambil memandang ke arah acak seolah-olah menahan emosi untuk tidak menghajar gelandangan ini, Kairi menarik paksa dompetnya dan membuat gelandangan itu terjatuh ke tanah, seperti apa yang di ceritakan oleh pemilik toko pada saat itu, gelandangan ini memang benar-benar menguji kesabarannya, sikap bodoh nya melampaui batas.


Gelandangan itu masih belum menyerah, dia mengesot dengan cepat sambil menyentuh tangan Kairi beserta dompetnya dan mengemis secara paksa sambil berteriak-teriak dengan kalimat "Tuan! Berikan! Tolong berikan padaku!! Tuan!!!"


Melihat sikap tak warasnya, Kairi benar-benar ingin menghajarnya sekarang, namun dia tidak bisa karena beberapa petugas kebersihan menyaksikan mereka, jika tidak ada orang-orang yang melihat, mungkin dia sudah menghajar wajah gelandangan bodoh ini, ini semua karena dia mengemis secara paksa sambil berteriak.


Darahnya semakin mendidih, tapi mobil pesanannya telah datang, Kairi harus pulang dan meninggalkan orang bodoh ini. Sebelum membuka pintu mobil, Kairi mengatakan bahwa dia akan memberi uang pada gelandangan itu besok. Gelandangan itu akhirnya tidak lagi berteriak, dia tertawa sambil bertepuk tangan menatap Kairi.


Mata Kairi semakin memelototinya ketika gelandangan itu tertawa dan bertepuk tangan untuknya, Kairi menunjukkan senyum nafsu dengan perasaan menggelikan di seluruh tubuhnya. Bahkan dalam perjalanan pulang, seperti yang di katakan oleh pemilik toko roti itu atau beberapa keluhan orang lain, aroma geladangan ini benar-benar tidak sedap, dompet dan tas kecil Kairi kini memiliki aroma yang tak sedap, bahkan di tangannya sendiri. Aroma berengsek ini, benar-benar sama seperti aroma amis ikan busuk.


Wajah Kairi terlihat tidak menyenangkan, bahkan sopir taksi online itu mencari topik untuk mengajaknya mengobrol untuk menemukan lelucon hiburan di perjalanan, Kairi mengabaikan semua pertanyaan atau topik yang berusaha di buka oleh sopir tersebut. Dia hanya mengatakan "Bisakah kamu diam? Cukup mengemudi dan terima bayaranmu." Saat itu juga, sopir taksi hanya perlu mengemudi, merasakan dinginnya udara AC mobil hingga Kairi sampai di rumahnya dan membayar biaya tumpangannya.