Reborn As A Tyrannical Demon Lord

Reborn As A Tyrannical Demon Lord
Chapter 137 : Beautiful Shiny Red Sword




Aku tidak tahu harus memilih yang mana, namun mereka semua cukup mengerikan, mahluk-mahluk yang belum pernah ku lihat dengan mataku sendiri.


Satu mahluk dari jumlah yang tidak terbatas saja sudah jauh melampaui ukuran miliaran multisemesta. Mahluk-mahluk ini bahkan memakan satu sama lain tanpa sadar.


Mahluk bodoh yang mengerikan tanpa akal, tercipta hanya untuk merusak. Kali ini aku akan menggunakan mereka, setidaknya sepuluh juta mahluk untuk membangun mimpi buruk ke dunia manusia, ada jumlah yang tidak terbatas untuk mahluk iblis seperti ini di Dark Sea.


Mereka tertidur di kehampaan, melayang, berjalan, berenang, terbang, bahkan bergerak dengan gerakan yang tak tentu. Mahluk iblis terkecil dari dark sea ini bahkan terlihat seperti melintasi lima ratus miliar tahun cahaya hanya dengan satu gerakannya.


Mereka ini cukup besar untuk merusakkan semesta.


Maka......


Aku melepas tanganku dari Haumea yang gemetar, memastikan bahwa dia bisa berdiri sementara waktu di sana. Mengangkat kedua tanganku di Vebernhae, dan kuucapkan kalimat pembangun.


...Wahai mahluk-mahluk iblis yang tertidur....


...Wahai mahluk-mahluk iblis yang kelaparan....


...Bangun lah dari tidur mu....


...Bangunlah untuk mendengarkan suara raja baru mu....


...Tinggalkan dark sea untuk melahap semesta baru, semesta-semesta manusia di luar sana....


...Bangun dan patuhilah perintahku....


Kemudian, pemandangan terbuka dan terbuka, bagaikan kehampaan di dalam kehampaan yang berlapis begitu banyak, jutaan mahluk iblis terbangun untuk bergerak dan mematuhi perintahku, dari kegelapan yang menelan kegelapan terdalam, mereka keluar dengan wujud yang mengerikan.


Saat itu juga, seluruh dari sea bergemuruh hingga mengguncang seluruh dunia di dalam kubus violet. Pada akhirnya, Haumea jatuh lagi ke arahku dengan begitu banyak darah di tubuhnya, aku akan membawa nya ke tempat yang lebih baik.


Sementara jalur kegelapan yang menghubungkan alam iblis dengan alam manusia mulai terbuka, aku menciptakan robekan ruang yang tidak terbatas untuk menciptakan jembatan antar alam, monster-monster ini mulai berjalan keluar, cepat atau lambat, sekali mahluk-mahluk ini masuk, alam manusia akan memulai kehancurannya.


Mimpi buruk bagi mereka semua akan hadir.


Bahkan ketika seorang anak kecil tidak menyaksikan khayalan nya di malam hari penuh lautan bintang. Pada saat itu, dunia akan bergemuruh, orang-orang akan menyaksikan langit yang bergetar dan robekan dimensi yang menciptakan kekacauan angkasa.


Pada saat itu juga, bahkan mahluk paling kecil dari jarak yang begitu jauh mampu menarik miliaran galaksi ke dalam mulutnya.


Mereka akan berjalan tanpa arah untuk menabrak semua dunia manusia, melahapnya, bahkan perusakan besar-besaran untuk semesta manusia.


Jika penyihir-penyihir itu tahu, maka mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan bertindak untuk menyelamatkan dunia manusia, dan sisanya akan tinggal untuk kondisi yang terpecah belah. Dengan jumlah yang sedikit, Haumea pasti akan menang dengan mudah.


Siang dan malam, pada waktu yang bersamaan, kiamat mulai terjadi. Bahkan mahluk iblis dengan ukuran sedang tidak terlihat oleh manusia mana pun, mereka hanya akan merasakan fenomena planet mereka yang terhisap, kemudian galaksi yang hancur berkeping-keping dengan ledakan-ledakan di antaranya. Tidak ada yang bisa lari dari mahluk sebesar alam semesta.


Lubang hitam sekali pun, berapa banyak pun, tidak akan mampu melakukan sesuatu pada mahluk-mahluk itu. Kenyataannya, dunia akan binasa hanya dengan gerakan mereka. Mereka bergerak dan menelan jutaan semesta dalam satu langkah saja. Entah mereka berenang, entah mereka terbang, entah mereka merayap, mereka akan memakan semuanya.


Dan untuk mahluk iblis dengan ukuran yang tak terbayangkan, mereka bahkan bisa sepuluh miliar kali lipat lebih besar daripada multisemesta yang tak terhitung jumlahnya, kedatangan yang seperti ini tidak hanya menghancurkan dunia dengan cepat, kehadirannya sudah langsung menghancurkan semua ruang waktu di dunia manusia.


Di telan ke dalam kegelapan tanpa realita, jiwa-jiwa manusia itu akan di paksa menjadi iblis selama-lamanya. Mengabdikan seluruh jiwa mereka pada Vebernhae. Dan semua manusia kecil itu akan menjadi semut yang tunduk pada perintahku.


Saat itu juga, aku menciptakan ribuan bola kristal merah berlapis aura hitam untuk menampilkan semua hal yang di lakukan sepuluh iblis scarlet. Benar-benar luar biasa, mereka semua bergerak tanpa aturan waktu untuk mencari Haumea, berpindah ke semesta mana saja dan langsung menghancurkan setiap realita yang di lintasi.


Dimensi-dimensi akan meledak, dan seluruh konsep waktu nya akan hancur, seperti itulah sepuluh iblis scarlet menghancurkan dunia kecil tanpa perlu usaha. Tubuh asli mereka telah bergerak ke luar dari ranah mereka. Jutaan semesta hampir di lintasi dalam setengah detik, setara dengan jutaan realita hancur hampir dalam waktu setengah detik.


Aku meraih jari nya dan menyentuh cincinnya, saat itu juga aku menghubungkan diriku ke dalam, masuk ke suatu tempat yang tak di ketahui, melaju dalam kecepatan di ruang hampa. Bergerak terus ke depan menuju cahaya.


Saat kesadaran ku tercipta, aku menemukan keberadaan Haumea. Aku melayang di kehampaan tanpa tubuh apapun, tak terlihat dan tak di rasakan oleh siapapun.


Haumea terpojok penuh darah seperti bagaimana tubuh aslinya mengeluarkan darah di Vebernhae, namun disini luka nya lebih serius, pakaian nya robek di sana sini, dia mencoba berdiri kembali dengan pedang merah berkilau bagaikan berlian.


Sebenarnya, aku ingin membantunya.


Tapi di lihat dari jumlah mana dan energi daemonic di dalam tubuhnya, dia masih memiliki banyak kekuatan yang melimpah.


Di situasinya yang seperti itu, aku mulai menciptakan suara yang bukan suara ku, suara yang terdengar seperti seratus iblis yang bicara secara bersamaan. Aku mendekatinya, tanpa melangkah, aku berbisik di telinga kanan dan kirinya hingga itu membuat emosi nya meluap, amarahnya semakin membesar.


Karena aku mengucapkan.....


Apa hanya ini saja kemampuan ratu iblis? Di mana kesombongannya itu? Apakah dia tidak mampu menyamai kalimatnya? Apakah ratu iblis memang hanya memiliki kekuatan seperti ini?


Kalimat itu seperti di ucapkan oleh suara seratus iblis secara bersamaan di tambah dengan ketawa yang menggelikan untuk membuatnya merasa terhina. Dan tawa itu, adalah tawa ku yang tidak akan dia sadari.


Aku bertanya padanya seolah-olah aku sedang berada di sampingnya, di Vebernhae. Tapi itulah kenyataannya, aku berada di dekatnya, duduk di batu berbentuk lingkaran bersama tubuhnya yang tertidur sambil menyentuh cincin silver itu.


"Haumea, apa kau mendengarkan ku?"


Tidak ada jawaban.


Karena dia sedang terbawa emosi dari suaraku yang berbisik di dalam jiwa nya, di dalam hatinya. Dan saat itu juga, rambut merahnya beterbangan tak tentu arah, mulai menciptakan aura yang bahkan mampu melenyapkan apa saja dalam jarak sekitar lima kali lipat jangkauan ledakan nuklir.


Pupil nya bersinar merah lebih dalam, sinar yang gelap membawa kematian, tanah retak dari dataran atas hingga ke bawah tanah dan retakan yang dahsyat seolah-olah aura nya mampu menembus inti sebuah bintang. Namun semuanya belum seberapa, aku telah berhasil membangkitkan kekuatan selanjutnya dari Haumea untuk membuatnya menjadi sedikit serius.


Saat amarah itu menghasilkan energi yang terlalu besar, dia benar-benar menciptakan sebuah ledakan massive yang menyapu para penyihir itu menjauh darinya. Semua yang ada di sekitar rata dengan tanah, seluruh tanaman benar-benar hilang, bahkan batu raksasa pun semuanya menghilangkan tanpa satu pun jejak, hanya ada ledakan merah yang begitu dahsyat dan abu kekacauan yang beterbangan.


Ledakan yang terlihat mampu menembus langit dan membelahnya. Namun itu tidak terjadi, di momen selanjutnya Haumea telah berubah, tidak pernah kulihat Haumea yang seperti itu. Benar-benar Haumea yang merubah wujudnya untuk bertarung secara lebih serius.


Rambutnya tidak lagi terlihat, matanya seperti tertutup topeng tengkorak, topeng tengkorak yang menyatu bersama kepala dan tanduknya. Menciptakan tanduk yang berbeda dari sebelumnya. Aura kekacauan terus melonjak dengan dirinya sebagai pusatnya, pedang tajam bagaikan kristal merah itu menjadi lebih panjang dari sebelumnya.


Guard yang berada di antara gagang dan bilahnya mulai berubah, yang tadinya tipis berbentuk simpel dengan warna merah kini telah berubah menjadi warna hitam berbentuk tanduk seperti yang di milikinya. Dia kembali mengenakan pakaian bagaikan pakaian hitam yang sebelumnya, namun yang kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya.


Tak lama setelah ledakan besar yang di hasilkan olehnya, para penyihir itu menyerang nya lagi. Sihir cahaya biru yang benar-benar kuat, itu bahkan mampu membuat Haumea kewalahan untuk menahan serangannya. Empat penyihir melawan satu ratu iblis, namun dia menancapkan pedang merah itu ke tanah.


Mengeluarkan aliran kekuatan yang memerintah tanah untuk menciptakan iblis baru, memanipulasi semua hal-hal yang mati menjadi sesuatu yang hidup dan kemudian menjadi iblis untuk di perintah. Tanah tandus berubah dengan kasar memilih bentuknya, menciptakan tiga iblis yang tingginya tiga kali lipat dari ukuran manusia normal.


Dan sisanya adalah jiwa-jiwa terkutuk yang di panggil oleh pedang tersebut dari neraka, ribuan jiwa terkutuk saja sudah cukup. Aku menyaksikan segalanya dari Vebernhae, terhubung melalui cincin ciptaan ku sendiri. Dan jika Haumea tidak mampu lagi, aku akan membawanya pulang dan bergantian untuk melawan semua penyihir ini.


Tapi ngomong-ngomong....


Ada sesuatu yang tampaknya benar-benar menggelikan.


Aku yang menyaksikan semuanya kemudian mengedipkan mataku sekejap, menciptakan robekan di kehampaan dengan puluhan tangan hitam berkuku panjang yang menarik gadis berambut ungu itu di antara penyihir-penyihir itu. Dia adalah yang terlemah, dan sihirnya adalah yang paling kecil. Dia benar-benar cocok untuk menjadi sandera.


Teman-temannya bahkan tak melihat nya menghilang tertarik ke dalam lubang hitam dalam sekejap, aku mambawa nya ke dimensi pikiranku. Di sana, ada diriku yang lainnya. Gadis itu berpindah begitu saja dengan banyak rantai mengikat tubuhnya begitu erat pada sebuah kursi. Gadis ini tidak akan mati atau lenyap hanya dengan keberadaan atau melihat bagian diriku dari dimensi pikiran.