
Dan setelah menyelesaikan urusan yang tak terduga dengan kepala sekolah, Marie menunjukan wujudnya kembali padaku, memang benar, dia berada di dekatku daritadi dengan aroma ini.
Kami melewati gedung lainnya lagi, gedung murid-murid kelas dua dan kelas tiga. Banyak orang-orang disini melirik kami berdua, tapi tepat ketika melewati pintu bertuliskan 'OSIS' Pandangan semakin banyak, karena orang-orang ini berkumpul tepat di depan pintu itu seperti memenuhi jalan.
Ternyata di akademi dunia iblis juga ada OSIS seperti ini, di dunia manusia biasanya murid lainnya menganggap organisasi murid seperti ini hanyalah babu atau pembantu sekolah. Mereka terkenal di seluruh lingkungan sekolah, mengatur, mengawasi hal-hal atau kegiatan di sekolah untuk membantu guru-guru lainnya.
Karen begitu banyak, aku merasa tidak enak menatap wajah semua orang, memalingkan wajahku kesana kemari dengan acak, entah itu ke langit, tembok, ataupun lantai. Asalkan aku bertahan untuk bisa keluar dari banyak pandangan ini.
Bahkan ketika aku lewat, suara-suara kecil itu terdengar dari beberapa orang, bertanya tentang asal-usulku atau tentang diriku, suara-suara kecil itu bisa terdengar olehku walau hanya bisikan diantara keributan.
Tugasku adalah melindungi Marie dari siapapun, karena jika itu adalah orang lain yang iri karena diriku, yang juga beruntung bisa dekat dengan Marie, seorang gadis berambut merah yang juga mulai menjadi pujaan banyak orang.
Mungkin saja akan ada orang-orang yang iri dan berencana menyerangku, atau sesuatu dan sekumpulan anak-anak senior yang mungkin lebih buruk dari Cade.
Jika hal-hal yang tidak diinginkan mengarah padaku, itu bisa saja terkena pada Marie, menyentuhnya akan membuatnya sangat marah. Sejauh ini tidak pernah ada siapapun yang berani menyentuhnya karena bisa membuatnya murka.
Dia berkata bahwa semua orang adalah najis baginya, menganggap siapapun bagaikan anjing bodoh yang hidup dipenuhi mimpi.
Tapi dia begitu senang ketika aku menyentuhnya, bahkan dia seringkali memaksaku agar aku mau mengatur rambutnya, menarik helai demi helai secara lembut, atau menggodaku.
Bahkan pada malam setelah restoran daging naga iblis itu, sebenarnya ada hal menakutkan yang tidak terduga. Tepat di bagian kota yang cukup sepi, sekumpulan orang tua pemabuk ingin memeras kami, mencoba mengambil semua uang kami dan mengancam.
Orang-orang itu bahkan mengarahkan senjata mereka pada kami, namun tetap tenang adalah situasi terbaik. Aku hanya mencoba untuk bernegosiasi tanpa adanya kerugian untuk kami. Namun lelaki tua pemimpin kelompok itu mengepung kami dan menolak negosiasi, mengarahkan senjata kepada kami.
Hanya dengan mengarahkan senjata ke arah kami, membuat emosi Marie melonjak naik tak terduga, aku bahkan merasakan aura kuat ini mampu menerbangkan dan menyapu rata sebagian kota ini.
Tubuh orang tua dan sekelompok lainnya menjadi menjadi beku dan gemetaran, senjata api di tangan orang tua ini, Marie membuat benda itu terbang ke arahnya. Mengarahkan pistol kepada orang tua itu, dan menarik pelatuknya dengan sungguh-sungguh.
...DOR!...
Pancaran darah dari kepalanya menyembur keluar, peluru dengan kecepatan tinggi yang menembus otak orang tua itu hingga mati dan terjatuh ke tanah.
Sisanya di layangkan terbang sedikit dari pijakan tanah, seolah-olah ada tangan yang mencekik mereka semua. Marie begitu marah karena orang-orang ini mengancamku lebih dulu, bahkan orang gendut yang satunya mencoba menarik tanganku.
Semua yang melayang ke atas dengan rasa sakit tercekik, kemudian mati seketika. Kepala mereka semua seperti di putar dengan empat kali putaran yang membuat leher mereka sudah pasti robek dan putus. Menyemburkan banyak darah ke tembok.
Setelah semua kepala itu jatuh dengan menyedihkan, tubuh-tubuh yang melayang tanpa kepala meledak berkeping-keping dengan darah yang memenuhi seluruh tembok lorong ini. Bahkan tidak ada satu tetes pun darah yang bisa menyentuh kami.
Semenjak malam itu, ternyata aku tahu bahwa Marie bisa marah dengan cukup serius, membuatnya membunuh seseorang dengan cara yang gila. Dia bisa membuat ancaman apapun menjadi nyata jika dia mau, maka dari itu aku harus menjauhkannya dari orang-orang jahat yang akan mengarahkan rencana jelek mereka padaku, karena jika Marie tahu, dia bisa saja mengamuk. Tidak peduli jika ini sekolah, akademi atau semacamnya.
Mungkin wajar saja jika dia penuh kekuasaan atas segala kemauannya, itu karena dia adalah ratu iblis bagi semua dunia iblis. Namun, sosok ini tidak di ketahui siapapun. Entah bagaimana reaksi orang-orang jika dia harus marah dan membunuh seisi kota, atau meledakkan kota ini seperti sebuah bom nuklir, menyapu rata semua orang bagaikan semut.
Bahkan seperti biasa, ibu perpustakaan menyambutku dengan senyuman ceria nya. Dia begitu bangga padaku, Eiji pernah menceritakan padaku, bahwa ketika aku tidak datang ke sekolah untuk membaca di perpustakaan, ibu perpustakaan biasanya membicarakan tentang diriku pada sekumpulan anak-anak lainnya yangs sedang membaca, bahkan katanya dia membangga-banggakanku hanya karena aku sering membantunya membersihkan perpustakaan.
Kali ini dia lebih senang melihatku, setelah melihat prestasiku pada layar proyeksi di hari itu, menempuh nilai pada angka empat digit.
Bahkan dia juga senang melihat Marie bersamaku.
Seperti biasanya juga, aku akan menuju lantai dua, tempat yang lebih baik daripada lantai dasar yang agak ramai. Membaca buku-buku disini lebih terasa menyenangkan, karena segala isi dan pelajarannya mencakup sejarah atau ilmu supranatural yang bisa di pelajari.
Berbeda dengan dunia lamaku, aku bahkan bagaikan orang bodoh yang mencoba melakukan hal-hal bodoh, seperti mencoba melakukan telekinesis untuk menerbangkan benda-benda kemana pun sesuai kemauanku.
Mencoba mencengkeram tanganku dengan keren seolah-olah aku adalah seseorang yang bisa melakukan sihir seperti karakter manga.
Dan dengan bodohnya, benda-benda apapun itu tidak akan pernah melayang atau bergeser sedikitpun dari tempatnya, sekalipun aku harus memejamkan mataku dan membayangkan benda itu terbang atas pikiranku, itu hanyalah kebodohan. Aku mulai kesal dan membenci dunia ini, mencoba berkali-kali setelah aku tidak bisa melakukan satupun hal supranatural, bagaikan mimpi bodoh di dunia yang tidak berguna.
Bahkan teman-teman kelasku pernah tertawa ketika aku membuat hal ini sebagai lelucon di kelas, semua orang memiliki cita-cita yang normal seperti pekerja kantoran, pegawai bank, dokter, atau semacam profesi lainnya yang sangat normal dan bagus. Berbeda ketika aku mengatakan bahwa aku ingin menjadi raja iblis seperti fiksi-fiksi dunia fantasi.
Lagipula, manusia-manusia normal seperti ini tidak seperti diriku yang gila akan fantasi dan hal-hal magis dari sebuah fiksi, tampaknya ini memengaruhi jiwaku.
Ketika aku mengatakan bahwa dunia itu bisa saja memiliki dimensi ruang lebih dari tiga atau empat.
Orang-orang akan mempercayai bahwa alam semesta itu adalah dunia tiga dimensi dengan mereka di dalamnya, orang yang cukup mengerti akan menyebutkan bahwa alam semesta itu adalah empat dimensi, dimana tiga dimensi adalah ruang atau dimensi spasial, dan dimensi keempat adalah dimensi temporal atau dimensi waktu.
Sedangkan orang-orang jenius yang mungkin bisa membuktikannya, menciptakan beberapa teori seperti dalam teori string bosonik, ruang-waktu adalah 26 dimensi, sedangkan dalam teori superstring adalah 10 dimensi, dan M-theory adalah 11 dimensi, atau mungkin ada teori lain yang tidak di tunjukan ke publik.
Sementara aku adalah orang yang bisa saja mempercayai dimensi tambahan atau dimensi ektra itu benar-benar ada, bahkan pada dunia dengan dimensi tak terhingga. Aku mungkin sedikit percaya bahwa dunia seperti itu benar-benar ada, dengan dunia yang lebih tinggi di atas dunia dimensi tanpa batas seperti itu. Keberadaan atau mungkin dewa-dewa yang benar-benar hidup di atas sana.
Aku mengatakan bahwa aku akan berpindah ke dunia lain seperti isekai di anime, atau mati kemudian bereinkarnasi ke dunia lain. Selain menganggap ini keren, teman-temanku merasa terhibur dengan perkataanku, walau mereka menganggap hal seperti ini adalah lelucon. Namun aku tidak sepenuhnya menganggap hal ini lelucon. Keajaiban bisa saja terjadi pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun.
Keajaiban tak terduga bisa saja memilih dirimu, sebuah keajaiban kosmik.
Dan jika Tuhan benar-benar ada, maka itu adalah kehendaknya, menciptakan keajaiban atas takdirmu.
Tapi inilah kenyataannya, keajaiban, keberuntungan yang tidak di sengaja memihak kepadaku, membuat hal seperti itu terjadi padaku. Aku hanya bercanda ketika mengatakan bahwa aku ingin menjadi raja iblis, memiliki istri berambut merah atau semacamnya, semua bukanlah hal serius.
Namun hal itu terjadi padaku, bahkan berjalan seperti keinginanku, jika ada mahluk yang begitu tinggi atau dewa yang mengatur hidupku, aku ingin bertanya, mengapa dia menbuat kehidupan ku berubah menjadi menyenangkan.
Entah itu Dewa atau Tuhan, kita tidak akan mengetahui jawabannya. Tapi itu adalah hal konyol jika aku benar-benar berharap bisa menemui tuhan, melihat seperti apa wujudnya, apakah dia wanita? Seorang gadis? Atau dengan wujud lelaki, dan semacamnya? Tidak ada yang tahu.
Karena ada begitu banyak agama dan kepercayaan terhadap Dewa atau Tuhan mereka masing-masing, beberapa memiliki wujud yang mereka sembah, ada juga yang membuat Tuhan mereka dengan tulisan atau namanya, dengan kepercayaan bahwa Tuhan itu adalah entitas abstrak yang bahkan tidak akan bisa di mengerti oleh mahluk seperti kita.